Strategi Cepat Kaya 3 – Kurangi Biaya & Pajak

Kita sudah belajar bagaimana cara menabung lebih banyak. Kita juga sudah belajar bagaimana menambah penghasilan lebih besar.

Sekarang mari kita belajar untuk mengurangi biaya dalam kegiatan investasi kita. Jika kalian sudah membaca tulisan saya tentang teknik investasi ala Albert Einstein, maka kalian akan mengetahui seberapa besar dampak perbedaan hasil return 1% dalam investasi jangka panjang kalian.

Banyak investor pemula yang terbuai dengan janji dari penjual produk investasi tanpa melakukan penelitian terhadap biaya-biaya yang dikeluarkan.

Biaya Investasi Instrumen Keuangan

Biaya Investasi Reksadana
Biaya Investasi Reksadana
  • Biaya Pembelian : Biaya untuk membayar jasa pembelian produk reksadana anda. Jika anda membeli reksadana dengan nominal dibawah 250.000 rupiah anda dikenakan biaya 4%. Jika anda membeli reksadana dengan nominal diatas 250.000 rupiah anda dikenakan biaya 2%.
  • Biaya Autodebet : Jika anda mau membuat otomatis sejumlah dana anda dibelikan ke produk reksadana mereka, maka anda akan dikenakan biaya 2% jika dana autodebet anda dibawah 1 juta rupiah. Anda akan dikenakan biaya 1% jika dana autodebet anda diatas 1 juta rupiah.

Dari dua biaya diatas, tidak peduli anda meraih keuntungan atau kerugian anda sudah harus menanggung biaya sebesar 2%-6% dari total dana investasi anda.

Ini artinya ketika anda menginvestasikan 1 juta rupiah setiap bulannya., anda sudah mengalami kerugian sebesar 20.000 – 60.000 didepan untuk menanggung kedua biaya tersebut setiap kali melakukan pembelian.

  • Biaya Penjualan: Jika anda mau mencairkan uang anda maka akan dikenakan biaya penjualan. Jika investasi anda belum sampai 1 tahun maka dikenakan biaya 1%, diatas 1 tahun dan belum sampai 2 tahun dikenakan biaya 0.5%. Gratis jika anda sudah berinvestasi diatas 2 tahun.
  • Biaya Manajemen: Biaya yang dibayarkan setiap tahunnya sekitar 1-3% pertahun karena keahlian mereka dalam mengelola dana investasi anda. Anda akan menemukan biaya ini di beberapa produk reksadana lain.

Saya tidak tahu apakah anda sadar dengan biaya-biaya ini atau tidak. Silahkan anda hitung berapa angka rupiah yang anda bayarkan sebagai biaya. Lalu masukkan kedalam file excel perhitungan bunga majemuk. Masukkan angka tersebut dengan tingkat return deposito atau obligasi. Maka anda akan terkejut berapa uang yang anda hilangkan untuk masa depan anda secara jangka panjang.

Biaya Investasi Saham

Jika anda investor yang mengelola dana saham anda sendiri, maka anda akan mengetahui biaya untuk transaksi saham anda.

Biaya pembelian : 0.15% dari nilai transaksi.

Biaya penjualan : 0.25% dari nilai transaksi (0.15% adalah komisi sekuritas dan 0.1% adalah pajak).

- Advertisement -

Jika kalian lihat perbedaan antara biaya pembelian saham dengan biaya pembelian/pengelolaan reksadana cukup jauh berbeda. Artinya dengan anda berinvestasi saham sendiri anda sudah menghemat biaya transaksi senilai 1.85 – 5.85% sendiri.

Tips berikutnya untuk menghemat biaya ini adalah investasi jangka panjang. Dengan anda tidak menjual investasi anda artinya anda tidak mengeluarkan biaya penjualan anda terlebih dahulu. 0.25% yang tidak dikeluarkan terlebih dahulu akan terus dikembangbiakan dengan kekuatan majemuk untuk jangka panjang.

Pasti disini akan ada beberapa yang komen, bagaimana jika harga sahamnya turun, penurunan sebesar 5% jauh lebih besar dibandingkan biaya komisi dan pajak sebesar 0.25% itu. Pemikiran anda betul sekali. Cuma permasalahannya, apakah ketika anda menjual saham anda, anda yakin harga sahamnya akan turun dan bukannya naik?

Jika anda yakin, silahkan saja karena betul logika anda diatas. Tapi jika anda tidak memiliki kemampuan cukup baik untuk menebak harga pasar maka investasi jangka panjang adalah solusi terbaik untuk anda. Jika investor seperti Warren Buffet, Peter Lynch, Sir John Templeton, Lo Kheng Hong melakukan investasi jangka panjang, kenapa anda mencoba menjadi lebih  ahli dibandingkan orang – orang paling sukses dari saham ini.

Pengurangan Biaya Transaksi Saham

Satu tips lagi yang bisa digunakan jika dana investasi / transaksi anda sudah semakin besar adalah meminta pengurangan biaya transaksi. Anda bisa melakukan itu, karena sekuritas tidak mau kehilangan anda sebagai nasabahnya.

Besaran permintaan besaran biaya transaksi yang bisa anda ajukan ke sekuritas anda:

Total asset <=50 juta atau transaction value <= 240 juta –> komisi 0.15% dan 0.25%
Total asset >50 juta – 100 juta atau transaction value >240 juta – 750 juta –> komisi 0.14% dan 0.24%
Total asset >100 juta – 500 juta atau transaction value >750 juta – 1.5 Miliar –> komisi 0.13% dan 0.23%
Total asset >500 juta – 1 miliar atau transaction value >1.5 miliar – 3 Miliar –> komisi 0.12% dan 0.22%
Total asset >1 miliar – 3 miliar atau transaction value >3 miliar – 9.5 Miliar –> komisi 0.10% dan 0.20%
Total asset >3 miliar atau transaction value >9.5 Miliar –> komisi 0.095% dan 0.195%

Total asset = total nilai asset yang ada di rekening saham saat mengadakan pengajuan
Transaction value = nilai transaksi pada 3 bulan periode terakhir.

Anda bisa menghubungi customer service sekuritas anda untuk menanyakan hal ini. Jika dikatakan tidak ada, maka anda bisa menanyakan customer service dari sekuritas lain yang akan dengan senang hati memberitahukan bahwa hal ini ADA.

Kesimpulan

Jangan pernah meremehkan biaya transaksi. Awalnya saya juga memandang remeh biaya investasi ini ketika saya menjadi trader saham.

Sampai suatu hari saya mendengar Lo Kheng Hong menjelaskan teori semakin banyak jumlah transaksi berbanding terbalik dengan besar profit yang didapatkan. Saya penasaran untuk mengecek biaya transaksi saya.

Betapa kagetnya saya, ternyata besaran biaya transaksi trading saya pertahun sekitar 20% – 50% dari total profit yang saya dapatkan pertahun.

Sekarang saya berinvestasi sudah lebih dari 5x modal saya sebagai trading. Biaya transaksi saya cuma sebesar 2% dari total biaya transaksi saya ketika menjadi trader. Sungguh hal yang keliatannya sulit dipercaya tapi ini sungguh terjadi.

Jika anda belum mengecek biaya transaksi anda, ada baiknya anda belajar membuat jurnal saham anda dengan benar.

Baca Juga : Belajar Membuat Jurnal Saham

 

adsense
- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Kisah Inspiratif – Menggenggam Masalah

Bayu adalah seorang anak berusia 7 tahun. Dia sedang masuk ke ruang keluarga tempat dimana ayah dan ibunya sedang bersantai. Ketika sang ibu melihat...

Belajar Investasi Saham Dari Kenneth L Fisher

Kenneth Fisher adalah orang yang mempopulerkan tentang price to  sales ratio. Kebanyakan investor berpatokan pada price to earning ratio yang membandingkan harga saham dengan...

Belajar Kategori Saham Peter Lynch Dari Kisah Hidup Mike Tyson & Memilih Cerita Yang Tepat Untuk Kategori Saham

Seperti yang banyak orang tahu, Peter Lynch membagi saham menjadi enak kategori. Sudah banyak yang membahas tentang ini. Jadi saya mencoba menjelaskan dengan cara...

Belajar Lebih Dalam Tentang Saham Cyclical

Banyak orang yang memandang saham cyclical tidak cocok menjadi instrumen investasi karena ini merupakan investasi yang berisiko. Saya setuju sekali bahwa investasi di saham cyclical...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here