in

LoveLove

Belajar Diversifikasi Saham dari Saratoga

Tutorial Analisa Value Investing
Tutorial Analisa Value Investing

Pada artikel kali ini kita akan belajar bagaimana membuat portofolio saham, untuk itu kita akan belajar dari Saratoga. Saratoga sendiri merupakan perusahaan investment company yang sudah listing di IHSG dengan kode SRTG. Dimana saham mayoritas dimiliki oleh keluarga Soeryadjaya dan Sandiaga Uno.

Pada tulisan sebelumnya kalian seharusnya sudah membaca bagaimana pentingnya membuat alokasi aset dari kisah Tim dan Tom. Kita juga sudah belajar bagaimana membuat alokasi aset, dimana kita belajar bagaimana hasil dari aplikasi portofolio 4 musim miliki Ray Dalio.

Baca juga: Aplikasi Portofolio 4 musim Ray Dalio di IHSG

Karena sebagian besar pembaca portal ini berinvestasi di saham, mari kita belajar bagaimana membuat diversifikasi saham. Kita akan belajar dari salah satu ahlinya yaitu Saratoga, dimana modal investasi mereka sekitar 23 triliun rupiah.

Diversifikasi Saham vs Alokasi Aset

Banyak orang yang masih bingung dan menyamakan alokasi aset itu sama dengan diversifikasi saham. Jawabannya, itu dua hal yang sebenarnya berbeda.

Ketika kita bicara tentang alokasi aset artinya kita membagi modal investasi aset kita kedalam kelompok aset yang berbeda seperti saham, obligasi, logam mulia, dan lain-lain.

Ketika kita bicara tentang diversifikasi saham, artinya persentase modal yang kita tanamkan kedalam saham, dibagi menjadi beberapa saham yang berbeda. Jadi diversifikasi saham hanya berbicara untuk satu kelompok investasi, yaitu saham itu sendiri.

Kenapa kita perlu melakukan diversifikasi saham? karena kita manusia biasa yang bisa salah. Sehebat apapun analisa kita, kita bisa salah. Investor hebat seperti Warren Buffet bisa cut loss di saham airlines, Masayoshi Son (Softbank) menderita kerugian dari investasi di WeWork, ataupun Lo Kheng Hong yang mungkin tegang ketika investasi di BUMI dari harga 1.000 hingga dia terus average down sampai ke harga 50, dan berhasil epic comeback taking profit di harga 500 (harga penjualan dibawah harga pembelian awal). Apalagi kita, yang memiliki batasan dana, pengetahuan, koneksi dan sumber daya yang jauh berbeda dengan mereka.

Kita juga bisa jadi memilih investasi yang salah, untuk itu kita perlu melakukan diversifikasi saham. Hal ini akan meminimalisasi risiko investasi saham kita.

Bagaimana Saratoga Membuat Diversifikasi Saham?

Tulisan ini saya buat berdasarkan annual report saratoga tahun 2019 yang belum lama ini sudah bisa download di stockbit. Ketika tulisan ini dibuat, sayangnya annual report SRTG ini belum dipublish di website perusahaannya.

Diversifikasi Saham - Source: Saratoga Annual Report 2019
Diversifikasi Saham – Source: Saratoga Annual Report 2019

Kita bisa melihat Saratoga membagi diversifikasi saham kedalam 3 sektor, yaitu:

  • Sumber daya alam : Perusahaan sektor mining dan plantation masuk kedalam sektor ini.
  • Infrastruktur : Perusahaan sektor infrastruktur masuk kedalam sektor ini.
  • Konsumen : Sektor ini tidak sama dengan sektor consumer di IHSG. Perusahaan dalam kategori consumer, trading dan semua sektor yang berkaitan dengan pelanggan akhir masuk kedalam kategori ini.

Selain dari sektor industri, Saratoga juga membagi diversifikasi saham kedalam 2 klasifikasi perusahaan, yaitu:

  • Fokus pada pertumbuhan
  • Mapan

Sayangnya tidak dijelaskan, bagaimana mereka membagi kedalam fokus pada pertumbuhan ataupun mapan. Tadinya saya mengira dari market capitalization perusahaan.

Tetapi MDKA yang punya market capitalization sekitar 29 triliun rupiah masih masuk kedalam klasifikasi fokus pada pertumbuhan, sedangkan MPMX yang market capitalization sekitar 2,5 triliun rupiah masuk kedalam klasifikasi mapan.

Sehingga saya merasa mereka punya kriteria lain untuk penentuan klasifikasi perusahaan fokus pada pertumbuhan atau mapan ini.

Daftar Portofolio Saham Saratoga

Portofolio Saham Saratoga (SRTG)
Portofolio Saham Saratoga (SRTG)

Saya coba membuat listing saham yang masuk kedalam portofolio Saratoga (SRTG), saya temukan ada 24 perusahaan. Dimana ada 7 perusahaan yang sudah listing di IHSG, yaitu:

  • MDKA : Merdeka Copper Gold
  • PALM : Provident Agro
  • ADRO : Adaro Energy
  • AGII : Anega Gas Industri
  • NRCA : Nusa Raya Cipta
  • TBIG : Tower Bersama Infrastructure
  • MPMX : Mitra Pinasthika Mustika

Dari 24 perusahaan itu, sayangnya penulis tidak bisa menemukan data nilai investasi Saratoga (SRTG) di beberapa perusahaan dibawah ini:

  • AGRA – PT. Agra Energi Indonesia, bergerak dalam eksplorasi minyak dan gas.
  • AMARA – PT. Agro Maju Raya, bergerak dalam bidang bio technology.
  • TLG – PT. Tenaga Listrik Gorontalo, bergerak dalam bidang pembangkit listrik.
  • PT. Tri Wahana Universal, bergerak dalam penyediaan kilang minyak.
  • FABS – PT. Famon Awal Bros Sedaya, bergerak dalam layanan kesehatan (rumah sakit).
  • Deltomed Laboratories, bergerak dalam produksi obat herbal.
  • Provident Growth Fund, bergerak sebagai perusahaan investasi startup teknologi.
  • SC Technology, bergerak sebagai perusahaan jasa IT.
  • FJBL – PT. FJB Lifestyle, bergerak dalam distribusi produk jam casio di Indonesia.
  • GAP – PT. Gilang Agung Persada, bergerak dalam retail fashion dengan brand (GAP, Guess, LaSenza, VNC, Superdry, Banana Republic, Celine, Givenchy, Casio, Swarovski, Citizen, Nautica, dan lain-lain
  • Momenta – Penyedia layanan training & leadership
  • PT.Bumi Hijau Asri & PT.Satria Sukses Makmur bergerak dalam bidang properti dan sewa.

Sehingga untuk perusahaan-perusahaan tersebut, penulis keluarkan dari data yang diambil untuk riset kali ini.

Pembagian Diversifikasi Saham Saratoga

Berdasarkan data dari annual report 2019 Saratoga, Penulis mencoba mengolah data dan membuat data lookup untuk diversifikasi saham Saratoga. Hasilnya sebagai berikut:

Pembagian Diversifikasi Saratoga (SRTG)
Pembagian Diversifikasi Saratoga (SRTG)

Jika kita melihat data diatas, Saratoga membuat diversifikasi saham:

  • 75% di perusahaan yang sudah mapan.
  • 25% di perusahaan yang masih fokus pada pertumbuhan.

Seperti yang kita tahu, berinvestasi pada perusahaan fokus pada pertumbuhan (biasanya market capitalization kecil) tentu bisa memberikan imbal hasil yang lebih besar dibandingkan perusahaan mapan (market capitalization besar). Tapi di satu sisi, investasi di perusahaan fokus pada pertumbuhan memiliki risiko yang lebih besar. Maka wajar, jika alokasi di perusahaan yang sudah mapan jauh lebih besar angkanya dibandingkan ke perusahaan yang masih fokus pada pertumbuhan.

Saratoga membuat diversifikasi saham berdasarkan sektor, dengan alokasi sebagai berikut:

  • Infatruktur – 36.73%.
  • Konsumen – 6.76%.
  • Sumber Daya Alam – 56.52%.

Untuk sektor industri, menurut saya silahkan sesuaikan dengan preferensi masing – masing.

Untuk sektor industri, menurut saya silahkan sesuaikan dengan preferensi masing – masing. Karena ini sudah masalah selera, dan setiap orang punya selera yang berbeda-beda. Tapi gambarannya sebagai berikut:
Konsumen : Tipe saham defensif
Infrastruktur : akan menarik jika rupiah menguat (USD melemah)
Sumber Daya Alam : akan menarik jika rupiah melemah (USD menguat)
Ketiga sektor ini sebenarnya saling melengkapi untuk kondisi ekonomi yang berbeda.

Jika anda penasaran dengan saham apa yang paling banyak dimiliki Saratoga (SRTG) dalam nilai rupiah, anda bisa lihat di tabel dibawah ini:

%Portofolio Saham Saratoga (SRTG)
%Portofolio Saham Saratoga (SRTG)

Follow me on:

What do you think?

Written by Thowilz

Saya adalah seorang value investor yang memiliki passion untuk mengajarkan teknik value investing kepada investor lainnya. Anda dapat membaca tulisan saya di stockbit (@thowilz), instagram, dan social media investorsaham.id lainnya.

Comments

Leave a Reply
  1. Hi, i think that i noticed you visited my web site
    thus i came to return the choose?.I am attempting to to find things to enhance my website!I assume its adequate to make use of a few of your ideas!!

  2. Hi would you mind sharing which blog platform you’re using?
    I’m looking to start my own blog in the near future but
    I’m having a tough time choosing between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and Drupal.
    The reason I ask is because your design and style seems different then most blogs and I’m looking for something completely unique.

    P.S Apologies for getting off-topic but I had to ask!

  3. Hello this is somewhat of off topic but I was wanting to know if
    blogs use WYSIWYG editors or if you have to manually
    code with HTML. I’m starting a blog soon but have no coding
    knowledge so I wanted to get advice from someone with experience.
    Any help would be enormously appreciated!

    My blog: Pure Keto Burn

  4. I and my guys happened to be taking note of the best solutions on your website and quickly got a horrible
    suspicion I had not thanked the website owner for them. Those boys ended up absolutely happy to learn all
    of them and already have honestly been loving them.
    Thank you for turning out to be so thoughtful
    and also for deciding on certain fine information most
    people are really desperate to be aware of. Our own honest apologies for not saying thanks
    to earlier.

  5. Nice post. I used to Ƅe checking constantly thiѕ blog and
    I’m impressed! Veery helpful info specifically the closing
    phase 🙂 I handle such info a lot. I used to bee seeking
    this parrticuⅼar info for a very long time. Thank you and best of luck.

  6. Hello would you mind sharing which blog platform you’re working with?
    I’m planning to start my own blog in the near future but I’m
    having a tough time deciding between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and Drupal.
    The reason I ask is because your layout seems different then most blogs and I’m looking for something unique.
    P.S My apologies for getting off-topic but
    I had to ask!

  7. As I site possessor I believe the content material here is rattling fantastic , appreciate it for your efforts.

    You should keep it up forever! Best of luck.

    My homepage … Fanny

  8. Hey! I just wanted to ask if you ever have any trouble with hackers?
    My last blog (wordpress) was hacked and I ended up losing months of hard work due to no back up.
    Do you have any solutions to stop hackers?

One Ping

  1. Pingback:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0