Rangkuman Belajar Value Investing Untuk Investor Saham Pemula

Cukup banyak pertanyaan yang masuk tentang bagaimana cara melakukan analisa laporan keuangan. Sebenarnya ini adalah topik paling awal yang saya tulis. Tetapi karena tanpa sadar ternyata jumlah postingan di investorsaham.id sudah berjumlah diatas 100 postingan. Maka wajar justru topik tentang edukasi value investing awal saya tenggelam dan menjadi sulit untuk ditemukan.

Bahkan kalau melihat traffic yang datang belakangan ini ke website lebih banyak new visitor yang mungkin menemukan website saya ketika entry keyword belajar value investing jika saya lihat.

Hal tersebut membuat hati saya cukup senang karena dari awal mencoba menulis di stockbit memang bertujuan ingin lebih memperkenalkan teknik value investing bagi para investor saham khususnya investor saham pemula.

NB: Saya tentu bukan pelopor value investing di Indonesia, banyak penulis lain yang sudah memperkenalkan value investing di Indonesia lebih dulu dari saya. Seperti Joeliardi Sunendar, Teguh Hidayat, Rivan Kurniawan, Ryan Filbert, Parahita, Kefas Evander dan banyak penulis lain.

Loh kok malah promosiin penulis lain? Gak takut malah pembaca tulisan saya pada pindah baca tulisan penulis lain? Tidak masalah untuk saya. Karena saya sadar tulisan saya tidak bisa menyenangkan semua pihak. Jadi jika tidak cocok dengan anda setidaknya anda bisa mencoba untuk membaca tulisan dari penulis lain yang ada pembahasan tentang value investing juga.

Gak takut kehilangan revenue adsense? Percaya saya pendapatan adsense itu bahkan tidak nutup untuk biaya langganan hosting website saya. Jadi penulisan ini memang untuk menyalurkan hobi saja untuk memberikan edukasi.

Mulai Dari Mana Untuk Belajar Value Investing?

Di awal tulisan saya sebenarnya saya membuat tulisan berurutan untuk hal – hal basic yang harus dipelajari sebagai value investing. Sayangnya tulisan itu mulai tenggelam dengan semakin banyak postingan lain. Jadi mari saya rangkumkan pada tulisan ini untuk membuat kalian gampang untuk mencari dan belajar value investing dari awal. Hal ini berarti juga belajar bagaimana melakukan analisa laporan keuangan buat investor saham, khususnya yang masih tahap pemula.

Tulisan saya memiliki satu kelemahan, yaitu terlalu detail dan panjang. Jadi saran saya buatlah target minimal baca 1 tulisan ini secara berurutan setiap hari dan PRAKTEK. Maka tanpa sadar 2 minggu kemudian anda punya basic knowledge yang cukup untuk mulai praktek sebagai value investor.

Bagian 1 – Pengantar Value Investing

- Advertisement -

Awalnya saya mencoba memperkenalkan tentang value investing, tapi tanpa sadar justru menjadi artikel yang sangat panjang. Sehingga akhirnya saya pecah menjadi 3 artikel. Disini kalian akan mendapatkan gambaran apa yang akan dilakukan oleh value investor.

5 Langkah Value Investing Part 1 (Apa itu Value Investing?)

5 Langkah Value Investing Part 2 (Menentukan Nilai Wajar & Timing)

5 Langkah Value Investing Part 3 (Risk Management & Monitoring)

Bagian 2 – Hal Yang Perlu Kita Analisa Dalam Laporan Keuangan

Kebanyakan investor pemula minder atau takut duluan ketika mau belajar analisa laporan keuangan. Percaya saya kalau sudah urusan tentang uang anda akan lebih cepat untuk belajar.

Analisa laporan keuangan itu tidak semenakutkan seperti yang anda bayangkan. Siapa tahu tulisan – tulisan dibawah ini dapat membantu anda lebih mudah untuk memahami mengerti laporan keuangan.

Analisa Profitabilitas – Melihat Keunggulan Kompetitif Perusahaan

Dividen – Bonus Untuk Investor

DER & Current Ratio – Analisa Ratio Hutang

Analisa Cashflow – Penting

Screening Saham Ala Value Investing

Bagian 3 – Materi Yang Penting Untuk Membangun Mindset Sebagai Value Investor

Faktor Penyebab Naik dan Turun Harga Saham

Margin of Safety – Secret Weapon Value Investor

Menghitung Nilai Wajar ala Value Investor

Teknik Investasi Ala Albert Einstein

Cara Mencapai Financial Freedom

Staying Power – Skill Utama Investor Profesional

Bagian 4 – Praktek

Tutorial Analisa Value Investing Part 1

Tutorial Analisa Value Investing Part 2

Bagian 5 – Membuat Komitmen – Print, Isi Dan Tanda Tangani Lalu Tempelkan di Meja Kerja Anda (OPTIONAL)

Kontrak Value Investor

Topik Apa Yang Paling Banyak Saya Bahas?

- Advertisement -

Kalau kalian sadar sebenarnya topik selain edukasi yang paling banyak saya bahas adalah tentang psikologi untuk investor.

Investasi dengan value investor tidak memberikan kepastian bahwa investasi anda langsung naik luar biasa ketika beli saham tersebut. Tetapi justru tidak jarang malah harga saham terus merosot turun, karena itu sebuah risiko dari membeli saham salah harga.

Saham salah harga hanya bisa terbentuk ketika market bersifat tidak rasional. Hal ini membuat perusahaan bagus dihargai murah oleh market. Sehingga banyak value investor setelah membeli saham, bukannnya naik malah terus turun.

Saya memiliki seorang sahabat yang menurut saya terlalu polos. Dia terlalu percaya dengan apa yang saya ucapkan dan mengikuti apapun rekomendasi yang saya berikan. Bisa dibilang dia benar-benar copy paste apapun saham yang saya beli dan jual. Bisa dibilang satu-satunya yang tahu semua saham yang saya beli hanya teman saya ini. Karena dia ikutan dari awal perjalanan saya menjadi value investor, bahkan sebelum saya mulai aktif menulis satu katapun di stockbit.

Ada satu alasan kenapa saya hanya mau buka rahasia semua porto saham saya ke satu orang ini karena dia punya kegilaan yang benar-benar sama dengan saya. Kegilaan itu adalah kita senang dengan market bearish.

Kisah Saya Sempat Kehilangan Keyakinan Dengan Value Investing

Anda mungkin berharap saya kebalik antara bullish dan bearish. Saya menulis dengan penuh kesadaran bahwa saya senang dengan market bearish. Bukan berarti saham yang saya beli anti badai. Kalau market bearish berarti saham saya juga turun tajam, saya juga mengalami floating loss yang mengerikan.

Floating loss yang mengerikan itu berarti mengerikan secara persentase ataupun secara rupiah. Value investing tidak menjamin saham anda pasti profit dari harga pembelian anda di satu tahun pertama, anda bahkan malah bisa mengalami floating loss yang mengerikan.

Pernahkah saya stress melihat floating loss saya? jujur pernah. Terjadi ketika bulan maret tahun ini. Ketika IHSG turun dari 6.000 ke 5.000 hati saya senang sekali. Saya average down dengan semangat.

Ketika IHSG turun dari 5.000 ke 4.000 hati saya lebih senang lagi. Saya average down dengan lebih semangat lagi. Ketika IHSG jebol 4.000 jujur mental saya drop juga, dry powder sudah habis untuk average down sejauh itu. Market benar – benar liar turun sedalam itu.

Berbagai data riset yang saya buat tampak bagai sampah. Ketika IHSG drop dari 5.000 ke 4.000 saya percaya market sudah sangat murah dan sulit untuk turun lagi hingga saya menulis tentang historical PER IHSG. Tetapi tulisan itu seperti bullshit karena IHSG terus terusan murah walaupun di tulisan saya saat tanggal 7 maret bilang bahwa IHSG sudah sangat murah saat itu. Sejujurnya mental saya drop juga saat itu.

Sungguh tidak mudah bilang saya senang kalau melihat market bearish ketika anda sudah tidak punya sisa dry powder untuk dibelanjakan dan melihat floating loss besar secara rupiah. Kalau anda membaca beberapa tulisan saya tentang kisah sukses saya dalam membeli saham bagus di masa pandemic mungkin anda memiliki pertanyaan. Kenapa saya tidak membeli MMLP ketika di dekat harga 100, kenapa malah beli di harga sekitar harga 130. Kenapa saya membeli IPCC di dekat harga 300 dan bukan jauh dibawah itu?

Saya beri satu rahasia yang terjadi pada saya saat itu, Pada saat bulan maret saya tidak berani buka aplikasi saham untuk melihat floating loss saya.

Lalu Apa Yang Membuat Saya Bertahan Dengan Value Investing?

Untuk hal ini mungkin ego saya membantu saya. Saya tidak mudah percaya dengan orang lain. Saya percaya dengan apa yang bisa diterima oleh logika dan akal sehat saya. Ketika mental saya drop karena kejatuhan market yang luar biasa di maret 2020 lalu itu membuat mental saya sejujurnya menjadi goyah.

Apakah memang saya melakukan kesalahan analisa? Maka saya periksa ulang semua analisa yang saya lakukan sebelumnya. Hal ini membuat saya memiliki keyakinan saya memang sudah menggunakan logika dan akal sehat yang benar dalam melakukan analisa ini. Hal ini membuat kepercayaan diri saya tumbuh lagi, saya bilang saat ini adalah peluang. Saya mau beli saham apapun saat itu pasti untung besar. Maka saya kembali setor dana dan terus rajin lakukan pembelian saham-saham bagus yang murah.

Psikologi Dan Mindset Adalah Segalanya

Ketika saya mau setor dana dan terus lakukan pembelian saya ajukan pertanyaan kepada teman saya. Apakah dia masih berani tambah dana dan kita terus beli? Karena sama seperti saya dia pasti ada ketakutan melihat floating loss begitu besar.

Jawaban dia sebenarnya menguatkan saya. Dia menjawab investasi saham itu enak, harga saham turun begini jauh dia ga harus dipaksa jual rugi. Tidak seperti forex dimana teman saya terpaksa harus kehilangan uang dalam jumlah besar. Dia bilang dia masih bisa makan enak dan tidur nyenyak karena tahu ini hanya kerugian sementara. Berdasarkan semua penjelasan yang saya berikan sebelum kita beli bisa dia terima dengan logikanya bahwa pembelian saham yang kita lakukan pasti untung di kemudian hari. Lagian dari awal memang kita rencana untuk tidak ambil investasi kita dalam 5 tahun, ini baru satu tahun jadi santai aja.

Setelah itu kami sepakat untuk tetap terus lakukan pembelian saham di saat itu. Apa yang terjadi berikutnya adalah berkat. Awal tahun yang menyeramkan yang membuat mental menjadi goyah berubah menjadi tahun investasi yang begitu bagus. Tahun ini ternyata hasil returnnya terbilang sangat bagus walau baru memasuki bulan september dan sempat menghadapi penurunan mengerikan di awal tahun 2020.

Kita bisa lakukan analisa sehebat apapun tapi tanpa memiliki mindset dan psikologi yang tepat maka apapun ilmu hebat yang anda kuasai akan menjadi percuma. Saya tidak mengkritisi untuk teman-teman yang pada akhirnya cut loss di bulan maret 2020 lalu dan akhirnya menganggap tidak cocok dalam investasi saham yang berisiko. Sejujurnya saat itu saya juga goyah.

Tetapi karena saya tahu alasan saya ketika beli saham tersebut dan saya yakin tidak ada alasan bahwa saya tidak akan untung maka saya tetap bisa memiliki mindset dan psikologi untuk tetap survive.

Ini kenapa investorsaham.id juga banyak menuliskan artikel yang berkaitan dengan investor mindset. Karena anda bisa saja mengikuti pembelian saham investor/trader hebat tetapi return anda belum tentu bisa sama karena memiliki psikologi dan mindset yang berbeda dengan investor tersebut.

 

adsense
- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Teknik Trading Sideways Untuk Menurunkan Average Price Dengan Dana Terbatas

Teknik apapun yang digunakan dalam memilih saham tidak menjamin saham yang kita beli harganya pasti naik. Tidak jarang harga sahamnya terus turun setelah kita...

Cara Menghindari Membeli Saham Gorengan

Ada sebuah pertanyaan yang menurut saya bagus, yaitu bagaimana mengetahui sebuah saham adalah saham gorengan atau bukan. Apakah saham gorengan berarti saham yang memiliki bandar...

Tips Terbaik Investasi – Baru Beli Sudah Untung

"Tips investasi terbaik tersebut dirangkum dalam satu kalimat sederhana yaitu "Baru beli sudah untung" Sang pembicara mengajarkan bahwa banyak orang yang sulit membedakan antara investasi...

Rangkuman Belajar Value Investing Untuk Investor Saham Pemula

Cukup banyak pertanyaan yang masuk tentang bagaimana cara melakukan analisa laporan keuangan. Sebenarnya ini adalah topik paling awal yang saya tulis. Tetapi karena tanpa...

Related articles

1 Comment

  1. Terimakasih atas rangkuman nya pak. Sungguh sangat komprehensif dan baik. Kalau boleh tau, kenapa memilih value investing daripada growth investing ?

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here