Margin of Safety – Secret Weapon Value Investor

Apa Itu Margin of Safety?

Sebelum belajar value investing saya tidak mengerti apa itu margin of safety.

Saya sebelumnya adalah seorang investor yang mengambil aliran sebagai seorang trader (analis teknikal). Hasil trading saya juga tidaklah terlalu jelek dengan rata – rata return 25% per tahun. Tapi ada satu titik yang membuat saya mengalami stuck saat menjadi trader, maka saya mulai mencari bahan belajar saham lagi.

Akhirnya mulailah saya mencari bahan belajar dan dapatlah video Youtube seminar Lo Kheng Hong dan wawancara Warren Buffet

Dari 2 video itu, mereka mengatakan hal yg kurang lebih sama. Mereka suruh baca buku the intelligent investor bab 8 dan 11, karena ada rahasia besar didalamnya

Saya keingat dulu ketika mau main saham di 2008 saya beli dan baca buku itu dan tidak ada yang merasa spesial dari buku itu (dulu banyak yang saya lewatkan ketika membaca buku the intelligent investor karena banyak hal yang tidak saya mengerti ketika itu).

Lalu saya baca ulang bab 8 dan 11, dan saya tetap merasa tidak ada yang spesial. Jadi saya bertanya pada diri saya sendiri, mereka berdua yg tidak benar atau saya yg terlalu bodoh untuk mengerti ada rahasia apa di buku itu.

Akhirnya saya mengulang baca buku itu dari awal, tapi kali ini knowledge saya sudah lumayan ada sehingga mulai mengerti isi buku itu. Dan ternyata benar buku ini sangat luar biasa, jadi di tiap babnya biasanya ada perbandingan beberapa perusahaan. Disajikan data laporan keuangannya, dan kita pilih mana perusahaan yg akan lebih bagus returnnya. Hal ini sangat mengasah knowledge dan instinct kita dalam melihat laporan keuangan.

Mari kita balik ke bab 8 dan 11. Inti dari kedua bab itu dari penangkapan saya adalah Margin of Safety (marjin pengaman)

Ilustrasi Margin of Safety

Misalkan saya mau membeli rumah di tangerang ukuran 8×15. Harga pasaran saat ini anggap 2 miliar rupiah menurut saya. Karena bisa jadi penilaian harga wajar saya salah, maka saya beri margin of safety 50%, artinya saya akan beli rumah tersebut jika dijual dibawah 1 miliar.

Kita dan orang lain bisa memiliki asumsi nilai wajar yang berbeda terhadap suatu barang. Tidak ada harga pasti didalam pasar bebas. Margin of safety membantu kita untuk memiliki marjin pengaman yang menjaga kita dari mengalami kerugian dalam investasi kita.

- Advertisement -

Jika saya membeli rumah tersebut dengan nilai wajarnya di 2 miliar maka bisa jadi saya akan mengalami kerugian. Sebagai contoh nyata: saya ada membeli rumah di Tangerang seharga 1.1M ketika itu. Saya membeli dari developer ketika rumah itu belum jadi. Asumsi saya, saya harusnya masih mendapatkan di harga murah. Tetapi ketika setahun rumah itu jadi, saya ngobrol dengan tetangga saya. Ternyata rumah disebelah saya dengan spesifikasi sama seperti saya laku terjual di 950 juta.

Contoh Margin of Safety Dalam Investasi Saham

Begitu juga dengan ketika kita memilih saham. Sebagai contoh saya membeli saham $ITMG

Berdasarkan laporan keuangan 2018 valuasi saham ini adalah 64 ribu rupiah. Saya beri margin of safety 50% sehingga nilai wajar di hitungan saya adalah 32 ribu rupiah.

Saya beli awal di kisaran 16 ribu. Dan kalau lihat harga per hari ini, harganya sempat turun hingga ke 9.800 baru – baru ini. Artinya saya mengalami floating loss terbilang besar dari harga beli awal.

adsense

Tapi karena saya yakin harga beli awal saya saja sudah sangat murah, maka saya terus beli saham $ITMG setiap kali mengalami penurunan yg cukup lumayan. Dan berhasil beli cukup banyak di harga 10.050.

Dan jika melihat harga per maret 2020, turun jauh lebih tajam lagi. Ini adalah sebuah contoh nyata walaupun membeli dengan memasukkan margin of safety yang begitu sadis kita tetap bisa mengalami kerugian ketika. Market sering bersifat tidak rasional dan memberikan kita peluang investasi bagus.

Berapa Nilai Margin of Safety Yang Sebaiknya Digunakan?

Terserah sesuai preferensi masing – masing. Saya sendiri menggunakan margin of safety 50%. Jadi jika saya menemukan perusahaan yang memiliki valuasi di 2.000, maka nilai wajar perusahaan itu bagi saya adalah 1.000 setelah diberikan margin of safety.

Artinya saya harus membeli perusahaan itu dibawah harga 1.000. Saya pribadi menjadikan harga wajar setelah margin of safety ini sebagai patokan keluar pertama saya. 

Sehingga saya harus membeli dengan harga cukup jauh dibawah nilai wajar setelah margin of safety ini. Saya memiliki target return 100% karena holding period saya adalah 3-5 tahun.

Sehingga target return saya hanya 20% per tahun. untuk saham tersebut saya akan membeli dengan harga maksimal di angka 500.

Apakah ini terlalu sadis? Tentu tidak, sebagai contoh ITMG yang saya beli dengan cara seperti ini diharga tinggal sekitar 7000 dan pernah menyentuh kisaran 5900 di tahun ini. Market sering bertindak tidak rasional dan memberikan peluang yang bagus untuk kita.

Bagaimana Menyikapi Jika Pergerakan Harga Saham Tidak Sesuai Perhitungan Kita?

Market sering bertindak tidak rasional. Perusahaan bagus yang dijual murah bisa terus diberikan tekanan jual sehingga dijual semakin murah.

Untuk menyikapi fenomena tekanan jual ini maka kita bisa memiliki beberapa opsi:

  1. Mengetahui alasan kita membeli saham tersebut. Jika anda meyakini perusahaan anda bagus dan anda beli di harga yang murah, dalam jangka panjang anda akan meraih keuntungan. Anda bisa terus average down jika anda meyakini hal tersebut. Tapi ada baiknya anda mengerti tentang teknik 1-2-3-5 untuk melakukan average down.
  2. Melakukan Trailing Stop. Tidak pernah ada yang salah dengan melakukan cut loss ataupun jual ketika belum mencapai target keuntungan. Tidak perlu malu melakukan hal itu. Abaikan semua orang yang bilang investor tidak pernah melakukan cut loss. Tapi ingat cut loss yang anda lakukan jangan lupa anda investasikan kembali di saham tersebut ketika harga saham tersebut sudah jauh lebih murah. Karena jika tidak maka itu benar – benar loss untuk anda.

Kesimpulan

Anda mungkin seorang profesor ekonomi atau matematika terbaik di dunia. Tapi tetap saja anda tidak bisa melakukan perhitungan nilai wajar yang tidak mungkin salah.

Market yang tidak rasional tidak pernah bisa diukur oleh rumus apapun. Jika anda tidak bisa menebak dengan tepat mood pasangan anda setiap hari, bagaimana anda bisa menebak mood market yang berisikan puluhan juta orang.

Margin of Safety mengurangi resiko anda melakukan kesalahan. Anda bisa saja melakukan perhitungan valuasi menggunakan EVA ataupun DCF yang cukup kompleks. Tapi itu tidak menjamin market akan menuruti harga wajar sesuai perhitungan yang anda buat.

Hitung nilai wajar tambahkan margin of safety besar (saya menggunakan MoS 50%) itu adalah cara saya untuk mendapatkan nilai wajar yang memiliki resiko kecil.

Semakin besar margin of safety yang anda gunakan semakin kecil resiko anda dan semakin kecil peluang anda menemukan perusahaan yang bisa dibeli. Tetapi market yang tidak rasional sering memberikan anda peluang tersebut.

- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Tips Terbaik Investasi – Baru Beli Sudah Untung

"Tips investasi terbaik tersebut dirangkum dalam satu kalimat sederhana yaitu "Baru beli sudah untung" Sang pembicara mengajarkan bahwa banyak orang yang sulit membedakan antara investasi...

Rangkuman Belajar Value Investing Untuk Investor Saham Pemula

Cukup banyak pertanyaan yang masuk tentang bagaimana cara melakukan analisa laporan keuangan. Sebenarnya ini adalah topik paling awal yang saya tulis. Tetapi karena tanpa...

Tips Belajar Saham Bagi Investor Pemula – Kaitkan Dengan Uang

Pada tulisan kali ini saya ingin menulis secara ringan aja untuk sharing tips bagaimana investor pemula bisa belajar saham dengan lebih cepat. Saya harus bilang...

3 Kesalahan Yang Menyebabkan Terkena Value Trap

Ada satu pertanyaan yang menarik ke saya, yaitu bagaimana menghindari value trap? Melihat pertanyaan value trap artinya orang yang mengajukan pertanyaan ini sudah mengerti...

Related articles

2 Comments

  1. hi pak, artikel yg bagus. Boleh dijelaskan lebih lanjut bagaimana caranya menghitung margin of safety? apa diambil dari per rata” atau per yg akan datang?

    • Kalau saya pribadi tidak ada cara rumit untuk menghitung margin of safety.
      Intinya saya selalu menggunakan margin of safety 50%. Semakin besar margin of safety yang digunakan artinya semakin baik karena akan semakin kecil resiko kita dan semakin besar potensi profit kita

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here