in

LoveLove CuteCute OMGOMG

Kategori Saham Asset Play – TOO GOOd to be true

Klasifikasi Saham Asset Play - TUGU
Klasifikasi Saham Asset Play - TUGU

Jika saya harus menjelaskan value investing kepada orang yang benar – benar awam tentang value investing, maka saya pasti akan memilih menjelaskan dengan klasifikasi saham asset play terlebih dahulu.

Berbeda dengan saham cyclical yang selalu akan ada pertanyaan apakah benar saat ini sudah memasuki momen siklus yang tepat atau tidak. Ketika harga coal terlalu murah di harga 50 usd orang bilang coal hancur, ketika coal naik ke 80 usd orang bilang coal akan jatuh lagi karena digantikan ESG. Ketika coal naik keatas 100 usd orang bilang coal akan jatuh. Ketika coal naik keatas 200 usd orang bilang wah sudah telat masuk emiten coal. Ini menjelaskan sulitnya orang memahami tentang cyclical stock.

Berbeda juga dengan saham growth yang selalu akan ada pertanyaan apakah growth bagus ini akan bisa dipertahankan dalam jangka panjang? Bagaimana jika ada kompetitor baru yang menggerus market share emiten ini?

Memahami cyclical dan growth stock butuh memiliki pemahaman lebih tentang harga komoditas, industry dan pemahaman apa yang mau disasar oleh manajemen untuk bisa memastikan pertumbuhan bagus akan didapatkan dalam jangka panjang.

Saham asset play lebih mudah dipahami karena orang akan merasa apakah benar kita bisa mendapatkan sebuah perusahaan dengan begitu banyak aset gratisan diatas harga yang kita bayarkan. Jika anda bayar rumah 1 miliar tapi dapat rumah + brankas isi uang dan perhiasan senilai 10 miliar maka tentu anda merasa pasti untung bukan? Inilah kurang lebihnya gambaran saham asset play. Sebuah klasifikasi saham yang dibilang TOO GOOd to be true ada.

Untuk pembahasan ini saya akan membahas dengan beberapa contoh baik yang benaran asset play dan TELAH berhasil ataupun kesalahan orang dalam melihat asset play serta saham asset play yang masih relevan saat ini.

Pengertian Klasifikasi Saham Asset Play

Ketika membeli sebuah perusahaan maka kita membayar harga perusahaan sesuai nilai market cap saat kita beli. Tetapi setelah kita beli, bisa jadi kita masih memiliki hutang yang harus dibayarkan.

Dari pemahaman saya asset play adalah sebuah perusahaan yang nilai ASET BERKUALITAS setelah dikurangi hutang dan market cap ketika kita beli dan masih ada SISA NILAI.

Jadi misalkan nilai aset berkualitas 5 Triliun, market cap 1Triliun dan total hutang 2 Triliun. Maka dengan anda membayarkan 1 triliun dan masih perlu melunasi hutang 2 triliun maka anda sebenarnya memiliki modal pembelian plus tanggungan hutang sebesar 3 triliun. Tapi anda memiliki nilai aset berkualitas 5 Triliun. Yang artinya perusahaan ini adalah asset play karena anda untung 2 triliun secara langsung.

Pemahaman Yang Salah Tentang Asset Play

Salah satu hal yang paling sering salah dilakukan dalam memahami asset play adalah beranggapan PBV rendah pasti asset play. Hal ini bisa menjadi berbahaya karena PBV itu adalah perbandingan antara market cap dengan ekuitas.

Ekuitas sendiri adalah total asset dikurangi dengan total liabilties. Yang menjadi problem ada didalam kelompok total asset itu sendiri. Karena tidak semua asset itu pasti berkualitas.

Didalam kelompok asset ada beberapa elemen akun, misalkan :

  • kas dan setara kas
  • piutang usaha
  • persediaan
  • aset investasi
  • aset tetap
  • dll

Saya coba lakukan screening dengan kriteria PBV <0.4 lalu saya menemukan saham SRIL. Saya rasa SRIL dengan hasil screening didapatkan info PBV 0.32 dari stockbit bisa dianggap murah. Tapi mari kita lihat data detail yang ada dari saldo ekuitas SRIL.

Stockbit – Balance Sheet SRIL Q4 2020

SRIL memiliki total asset sekitar 25.7 triliun rupiah dengan total liabilities senilai 16.4 triliun rupiah maka saldo ekuitas senilai 9.3 triliun rupiah. Market cap SRIL saat ini senilai 2.9 Triliun rupiah. Jika kita melihat secara PBV SRIL terlihat sangat murah bukan.

Tetapi mari kita lihat lebih dalam lagi dari aset lancar SRIL sebesar 16 Triliun, saldo cash SRIL sebesar 2.6 Triliun. Piutang sebesar 4.8 Triliun yang bisa jadi dapat ditagihkan dan bisa jadi sulit ditagihkan. Persediaan senilai 6.8 Triliun yang bisa jadi dapat dijual dan bisa jadi sulit dijual. Aset lancar lainnya sebesar 1.6T yang juga merupakan piutang lain-lain yang tidak tahu kapan dapat ditagihkan atau tidak.

Dengan saldo cash sebesar 2.6 Triliun rupiah dan kewajiban jangka pendek 5.5 Triliun sembari mengandalkan uang masuk untuk melunasi hutang jangka pendeknya dibutuhkan pemasukan cashflow yang bagus sekedar bisa melunasi hutang jangka pendek perusahaan ini. Tidak heran di tahun 2021 akhirnya SRIL mengalami kesulitan untuk melunasi hutang yang sudah jatuh tempo.

Dalam menilai sebuah saham itu asset play yang baik atau tidak maka sebaiknya kita hanya menghitung nilai aset yang berkualitas baik. Saya tidak bilang bahwa persediaan dan piutang itu bersifat fiktif. Tetapi persediaan dan piutang memiliki risiko jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan dampak kerugian nilai. Sebuah perusahaan bisa menjadi asset play berarti sedang tidak diapresiasi market sehingga bisa menjadi terlalu murah. Secara logika, market pasti memiliki pertimbangan kenapa tidak mau memberikan apresiasi kepada perusahaan itu. Sehingga sebaiknya hanya hitung aset yang berkualitas tinggi didalam perhitungan asset play.

Apa Yang Dimaksud Asset Berkualitas Tinggi?

Aset berkualitas tinggi bagi saya adalah sebuah aset yang dapat dicairkan dengan mudah dan tanpa penurunan nilai yang signifikan. Contoh:

  • Kas dan uang di bank
  • Deposito di bank
  • Obligasi berkualitas tinggi
  • Investasi saham di perusahaan lain yang berkualitas BAIK. –> hati – hati dengan elemen investasi pada entitas asosisasi, beberapa emiten yang terlihat emiten aset play memainkan nilai investasi pada entitas asosiasi dengan nilai yang dirasa kurang masuk akal di kepala saya. Tahu masuk akal atau tidaknya gimana? Gunakan akal sehat, misalkan punya anak perusahaan jualan pecel lele di depan ruko dihargai dengan valuasi 100 miliar maka bukanlah harga yang wajar. Karena setahu saya tidak ada emiten yang punya anak perusahaan jualan pecel lele depan ruko maka ini sedang tidak menyindir emiten apapun.
  • Aset tetap yang berkualitas baik (misalkan tanah) –> Fixed assets memang bisa digunakan untuk perhitungan asset play. Tapi ketika anda menjual mesin produksi, umumnya orang akan membayar lebih murah dibandingkan nilai buku mesin produksi anda. Begitu juga dengan kendaraan dan banyak kelompok aset tetap lainnya.

Diluar kelompok diatas, jika anda merasa bahwa saldo aset itu masuk akal untuk dimasukan kedalam kelompok asset play maka silahkan saja masukkan. Dan jika anda merasa nilai aset berkualitas tinggi ini tampaknya kebesaran, misalkan tanah yang selalu direvaluasi tiap tahun tanpa dasar ataupun tanah ini dibeli dari ownernya sendiri yang tentu logis kalau dijual kemahalan. Maka bisa juga anda adjust. Semakin konservatif hitungan anda maka itu semakin baik.

Berkaca pada MMLP – Saham Asset Play Yang Menurut Saya Terbaik Tahun 2020

Pada tahun 2020, saya membeli MMLP pertama kali pada harga 180 atau senilai market cap senilai 1.2 Triliun. Saat itu MMLP memiliki cash senilai 190M, properti investasi berupa tanah senilai 6.1T dan total hutang sebesar 1.2T.

Artinya total modal pembelian saya (1.2T) dan total hutang senilai (1.2T) sebesar 2.4T tetapi saya mendapatkan aset berkualitas senilai hampir 6.3T (cash + properti investasi). Yang berarti MMLP adalah asset play dimana saya memiliki gratisan senilai 3.9T (6.3T – 2.4T).

Ketika dari 180 diterjunkan ke 130an tentu dengan senang hati saya menambah muatan di saham asset play yang luar biasa ini. dimana aset berkualitas gratisan saja diatas market cap yang saya bayarkan dan saya belum menyebutkan MMLP sebelum tahun 2020 rutin menghasilkan laba bersih diatas 200 miliar setiap tahun.

Tidak heran ketika tahun 2021, MMLP akhirnya naik tinggi dan sempat ke harga 800 alias market cap sekitar 5.5 Triliun.

Hampir mirip dengan target profit saya dari market cap ketika beli ditambah dengan aset berkualitas gratisannya.

  • Market cap ketika beli : 1.2T
  • Aset berkualitas gratisan : 3.9T
  • Target harga jual ketika market cap 5.1 T

Asset Play semacam ini terdengar TOO GOOd to be true bisa ditemukan. Selalu saja ada peluang ketika kita berusaha mencarinya. Jadi mari kita bahas saham contoh saham asset play yang menjadi jagoan saya di tahun 2021 ini.

TUGU – Saham Asset Play Menarik 2021

Perusahaan asuransi sering kali tidak menjadi idola di market yang suka kepastian. Sedangkan perusahaan asuransi tidak bisa memberikan kepastian. Karena jika ada klaim besar maka perusahaan asuransi akan cenat cenut.

Perbandingan perusahaan asuransi

Saya coba ambil perbandingan beberapa perusahaan asuransi yang suka dibicarakan para value investor. Jika kita lihat semuanya memiliki PBV dibawah 1 cendrung mini mini semua.

Dari semuanya ini, saya akhirnya memilih TUGU karena 4 alasan:

  • Asset Play yang menarik
  • Capital allocation yang jelas, dimana sejak IPO pada tahun 2018 rutin membagikan dividen tiap tahun.
  • Memiliki irisan kuat kepada sektor energi yang menjadi primadona saat ini dimana mengalami kenaikan komoditas yang tinggi. Yang berarti kenaikan harga komoditas = kenaikan nilai pertanggungan = kenaikan nilai premi = kenaikan pendapatan = kenaikan laba (jika tidak ada kecelakaan).
  • Memiliki irisan cukup kuat dengan sektor otomotif yang saya percaya akan menjadi next cyclical yang menarik jika melihat bagaimana data jualan beberapa emiten otomotif besar di segala penjuru belahan dunia yang begitu seksi.

Jadi mari kita bahas 4 point ini secara singkat (semoga beneran singkat).

Seberapa Menarik Asset Play TUGU?

Balance Sheet TUGU Q2 2021

Berdasarkan LK Q2 2021 TUGU, maka bagi saya aset berkualitas TUGU adalah:

  • Kas : 297 M
  • Deposito : 2.1 T
  • Efek – efek (saham, obligasi, reksadana): 4 T
    • Saham senilai : 474 M, dari daftar saham di CLK 5 B (i) saya rasa semua pilihan sahamnya oke. Yang mungkin agak mengkhawatirkan hanyalah SRIL senilai 131 juta, ELTY 222 juta, WSBP 274 juta. selain itu saya rasa emiten pilihan lainnya tidak terlihat baik-baik saja.
    • Reksadana senilai : 1.1 T. Saya dapati reksadana juga tidak ada di produk yang aneh-aneh. Proporsi tebesar reksadana berada di produk:
      • Mandiri Investasi pasar uang : 199M
      • ETF Premier IDX30 : 181M
      • Syailendra dana kas : 101 M
      • BNI-AM Dana likuid : 100M
    • Obligasi senilai : 2.4 T. Hampir semua obligasi memiliki rating A keatas. Hanya ada beberapa obligasi dengan rating BBB yang nilai tidak signifikan.
  • Penyertaan langsung : 24 M. Berinvestasi pada sebuah perusahaan yang tidak tersedia nilai pasarnya. Tidak ada informasi lebih lanjut tentang hal ini, anggaplah ini investment kepada early startup. Sayangnya tidak ada informasi lebih detail. Tapi karena nilai tidak material mari kita tidak perlu terlalu pusingkan.
  • Investasi pada entitas asosiasi : 143 M –> investasi 30% pada perusahaan JV dengan samsung di perusahaan PT. Asuransi Samsung Tugu.
  • Investasi properti : 2 T
    • Tanah senilai 758 M
    • Gedung dan fasilitas senilai 1.2T
    • Investasi properti ini disewakan dan membukukan penghasilan sewa senilai 121 juta hingga juni 2021. atau sekitar 215 juta setahun pada tahun 2020. Tidak bisa dibilang menggembirakan untuk yield dari invesasi properti ini tapi setidaknya benaran ada gedungnya berarti.
  • Aset tetap : 1.4 T
  • Piutang reasuransi : 391M –> Tagihan klaim premi asuransi yang di-reasuransikan ke perusahaan lain, sehingga TUGU akan mendapatkan klaim.

Total nilai aset berkualitas : 8.5 T

  • Total hutang = 2T
    • Hutang klaim : 57 M
    • Hutang reasuransi : 1.7T
    • Hutang komisi : 39 M
    • Hutang lain-lain : 123 M
    • Hutang pembiayaan : 147M
  • Market cap : 3.2 T
  • Total biaya perolehan + tanggungan hutang = 5.2T
  • Asset Play gratisan = 3.3 T
  • Sehingga jika kita kesampingkan nilai bisnisnya bahwa perusahaan ini masih bisa menghasilkan profit maka dengan saya rasa jika perusahaan ini mau dihargai senilai aset berkualitasnya maka kita dapatkan target market cap senilai 6.5T (market cap 3.2T + nilai asset play gratisan 3.3T).

Salah satu kelemahan dari saham asset play adalah target profit yang tidak terlalu besar. Tidak seperti saham cyclical yang akan bisa naik sangat tingga dalam waktu relatif tidak panjang dan saham fast growth yang bisa meningkat begitu luar biasa seiring dengan compounding yang dilakukan jangka panjang.

Kriteria saham asset play tidak memiliki proyeksi target yang wah layaknya 2 klasifikasi saham lainnya yang saya sebut tadi. Tetapi kenaikan 3.3T dari market cap 3.2T sama halnya dengan proyeksi kenaikan +103%. Saya rasa bukan hal jelek juga Siapa tahu kita bisa mendapatkan jackpot perusahaan ini tiba-tiba bisa memiliki growth yang baik memanfaatkan momen kenaikan harga komoditas dan permintaan otomotif yang meningkat. Nanti kita akan bahas lebih lanjut.

Harga Saham TUGU 15 Oktober 2021

Tulisan ini dibuat pada hari Sabtu tanggal 16 Oktober 2021, dimana harga closing TUGU pada hari jumat tanggal 15 Oktober 2021 ditutup pada harga 1.810 dengan volume transaksi yang masih kurang likuid sebesar 5ribu lot.

Bagaimana Capital Allocation TUGU?

Dari pengalaman saya, salah satu hal yang paling menyebalkan adalah membeli perusahaan yang memiliki capital allocation yang tidak baik. Membeli sebuah perusahaan yang konsisten menghasilkan keuntungan tetapi entah kemana uangnya adalah hal yang paling membingungkan para investor. Sungguh tidak menyenangkan berinvestasi pada perusahaan konsisten untung tapi sering minta investor tambah modal melalui right issue bukan?

Ketika perusahaan berhasil menghasilkan laba, maka laba dapat digunakan untuk :

  • Membayar hutang
  • Ekspansi
  • Dibagikan dalam bentuk dividend
  • Buyback saham

TUGU berhasil menghasilkan laba 272 M pada tahun 2021. TUGU merupakan perusahaan yang rutin membagikan dividend sejak IPO. Bisa jadi karena tuntutan TUGU sebagai BUMN.

Riwayat histori dividen TUGU:

  • Tahun buku 2018 dibayarkan di tahun 2019 sebesar 41.9
  • Tahun buku 2019 dibayarkan di tahun 2020 sebesar 77.4
  • Tahun buku 2020 dibayarkan di tahun 2021 sebesar 52.2
Cashflow Statement TUGU 2021 until Q2 2021
  • TUGU membayarkan dividen sebesar 99M dari laba tahun 2020
  • TUGU membeli aset tetap senilai 40M hingga Q2 tahun 2021
  • TUGU melakukan pembayaran pinjaman 33M hingga Q2 tahun 2021
  • Artinya dari laba tahun 2020 kemarin TUGU sudah menggunakan sebesar 172M atau sebesar 63%. Sungguh bukan capital allocation yang jelek.

Apa Hubungan Sektor Energi dengan TUGU?

TUGU memang merupakan perusahaan asuransi yang sedikit unik. Perusahaan asuransi yang kita kenal biasanya adalah perusahaan asuransi jiwa. TUGU adalah perusahaan asuransi kerugian. Itu kenapa jika kita lihat segmen pendapatan TUGU berbeda dengan pendapatan perusahaan asuransi lainnya.

Segmen pendapatan TUGU

TUGU adalah anak perusahaaan Pertamina yang tentunya dibangun guna mendukung operation dari Pertamina. Itu kenapa TUGU lebih condong ke asuransi kecelakaan.

Produk dan Layanan TUGU

Tentu saja boom commodity ini akan meningkatkan volume transaksi dan juga semakin tingginya nilai pertanggungan akan semakin tinggi nilai premi yang harus dibayarkan. Yang artinya semakin tinggi pendapatan emiten. Jika tidak ada kecelakaan besar tentu TUGU akan mengalami peningkatan laba dari peningkatan harga komoditas ini.

Tapi bro, asuransi kan konsepnya kalau tidak ada kecelakaan akan untung kalau kerugian buntung. Tentu saja. Nah TUGU dengan asset play yang begitu montok, tentu memiliki kesiapan jika hal terjelek tersebut terjadi.

Data Kinerja Keuangan TUGU

Dalam perusahaan asuransi ada namanya Risk Based Capital Ratio yang artinya kesiapan perusahaan asuransi jika harus membayarkan semua tagihan klaim. Batas yang diminta adalah 120%. TUGU justru kegendutan hingga 364%. Yang justru akan lebih baik untuk dikuruskan.

Lalu berikutnya pertanyaan yang muncul, kalau perusahaan asuransi jiwa kita familiar. Perusahaan asuransi kerugian kan kita ga familiar. Bagaimana positioning TUGU?

Posisi TUGU di Industri Asuransi
  • Aviation & Satelite peringkat 1 dari 15 pemain
  • Energi Offshore peringkat 2 dari 11 pemain
  • Marine Hull peringkat 3 dari 51 pemain
  • Engineering peringkat 8 dari 68 pemain
  • Energy Onshore peringkat 1 dari 14 pemain
  • Marine cargo peringkat 3 dari 70 pemain
  • Fire peringkat 7 dari 71 pemain
  • Motor Vehicle peringkat 21 dari 70 pemain.

Sehingga saya rasa akan relevan jika peningkatan komoditas ini dapat juga mengungkit pendapatan TUGU, walaupun hanya kena cipratan dan tidak seenak perusahaan jual komoditas.

Apa Hubungan Industri Otomotif dengan TUGU?

Tadi kan bilang TUGU dibangun awalnya untuk mendukung operation Pertamina. Pertamina kan jualan minyak nih dan bukan jualan mobil. Apa hubungannya TUGU dengan sektor otomotif?

Data Pertumbuhan Bisnis Non Group & Retail TUGU

TUGU menyadari pendapatan mereka dari group pertamina terlalu besar. Sehingga untuk bisa meraih pertumbuhan lebih tinggi mereka harus penetrasi market diluar group pertamina. Segmen ritel diluar group pertamina yang ingin digenjot lebih tinggi.

Saya rasa ini yang menjadi alasan TUGU merekrut pak Indra Baruna yang memang berpengalaman di asuransi astra dan adira.

Segmen retail yang baru mulai diseriusin oleh TUGU mulai bertumbuh hingga ke 8% dari portofolio pendapatan TUGU.

Segmen pendapatan TUGU

Pada tahun 2018, struktur pendapatan TUGU 52% dari marine cargo. Hal ini menjadi sebuah risiko tersendiri. Pada tahun 2020 Marine Cargo tinggal menjadi 29%.

Yang bikin menarik penurunan persentase itu diikuti peningkatan pendapatan masing-masing segmen. Yang artinya semua segment bertambah baik pertumbuhannya (tentu kecuali taun 2020).

Jika kalian perhatikan hal yang menarik adalah dari segmen Motor Vehicle yang baru dibangun sejak 2018 ini. Berhasil bertumbuh dari 4% menjadi 10% di tahun 2020. Jadi perlu diingat TUGU meraih peringkat ke 21 untuk segment ini dalam waktu yang singkat. Tidak mengherankan jika dalam waktu beberapa tahun lagi TUGU bisa masuk kedalam peringkat 10 besar di sektor otomotif nantinya.

Kesimpulan

Tulisan ini saya rasa agak kepanjangan, jadi mungkin sudah harus saya akhiri. Sebuah perusahaan asset play menarik karena memberikan selama aset berkualitas itu real saya rasa dalam hitungan logis jika perusahaan itu bangkrut pun akan memberikan jaminan keamanan dana bagi kita. Tentu kita tidak berharap emiten itu bangkrut, tetapi sebagai investor kita harus prepare semua skenario terburuk yang bisa terjadi.

Downside yang aman membuat asset play menjadi klasifikasi saham yang memiliki tingkat risiko yang kecil untuk investasi JANGKA PANJANG. Market sering bersifat tidak rasional, itu yang menyebabkan bisa ada pilihan saham asset play didalam market. Sama halnya seperti MMLP pada tahun 2020.

Kelemahan saham asset play adalah ketidakjelasan kapan akan dapat momentum untuk harga saham ini naik. MMLP membutuhkan momentum kejelasan REITS yang akhirnya terlihat ketika terjadi transaksi penjualan properti investasi mereka ke JV dengan Keppel. Setelah itu terjadi baru mulai muncul likuiditas dan market mulai lirik hingga berbagai rumor gudang digital muncul segala macam.

Saya tidak tahu kapan TUGU akan mendapatkan momentum, saya kurang paham dengan digital – digitalan ataupun insurtech. Bagi saya penjualan asuransi dengan platform digital sudah merupakan hal yang lumrah.

Tetapi berinvestasi pada perusahaan yang rutin memberikan dividen, memiliki story untuk growth sembari memiliki real asset berkualitas yang sangat baik dengan potensi upside 100% bukanlah hal yang jelek untuk saya. Jika potensi upside baggers ini dicapai dalam 5 tahun pun masih memberikan CAGR 15% (tidak termasuk dividend) yang merupakan imbal hasil yang tidak jelek menurut saya.

Dari berbagai pilihan asset play yang tersedia saat ini di market pada hari ini, bagi saya TUGU adalah pilihan paling menarik yang tersedia.

Follow me on:

What do you think?

Written by Thowilz

Saya adalah seorang value investor yang memiliki passion untuk mengajarkan teknik value investing kepada investor lainnya. Anda dapat membaca tulisan saya di stockbit (@thowilz), instagram, dan social media investorsaham.id lainnya.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0