Self Made Dividen – Teknik Menambah Return Dividen

Apa itu Teknik Self Made Dividen?

NB: Teknik self made dividen KURANG TEPAT untuk TRADER karena kecil kemungkinan bisa menggunakan teknik ini untuk kalian dapat return lebih. Tapi jika anda investor jangka panjang terutama sang pemburu dividen, SELAMAT MENIKMATI TULISAN ini.

Sesuai judulnya, teknik self made dividen adalah bagaimana memanfaatkan momentum pembagian dividen untuk mendapatkan besaran return dividen yang kita inginkan.

Di salah satu buku yang saya baca ada pembahasan singkat untuk teknik self made dividen (return dividen yang dibuat sendiri).

Judul buku : The Fundamental Puzzle
Pengarang : Parahita Irawan
Link artikel beliau yang bahas tulisan ini : http://bit.ly/36CmZs7

Jika ada yang bertanya, apakah kita bisa melakukan negosiasi ke perusahaan untuk menaikkan dividen yang diberikan untuk tahun ini?
Jawabannya tentu saja kemungkinan besar TIDAK BISA.

Lalu kalau kita tidak bisa mempengaruhi perusahaan untuk menaikan angka dividen yang diberikan lalu bagaimana kita bisa mendapatkan return dividen lebih seperti judul diatas?

Sebelum saya menjawab itu, mari kita coba melihat market pyschology dari pembagian dividen.

Market Psychology Pembagian Dividen

Saya ambil contoh tiga perusahaan yang saya nikmati dividen nya di tahun 2019. 

Perusahaan yang akan saya bahas yaitu:
$TBLA – Perusahaan dengan dividen yield normal.
$ITMG – Perusahaan dengan dividen yield tinggi.
$MPMX – Perusahaan yang terkenal kena dividen trap.

- Advertisement -

Saya akan membagi pergerakan harga saham menjadi 4 fase waktu
1. Dividen News Date – Pergerakan harga saham ketika berita pembagian dividen muncul di media
2. Dividen Cum Date – Tanggal kepemilikan pemegang saham harus menyimpan saham tersebut untuk menikmati dividen
3. Day after Cum Date – 1 hari setelah cum date
4. Lowest Price after dividen – Tanggal harga terendah setelah pembagian dividen

Fase 1 – Dividen News Date

TBLA muncul berita akan membagi dividen pada tanggal 25 juni 2019
link : http://bit.ly/2N5BjBC
Open price : 840
Closed Price : 840
%price change : 0%

ITMG muncul berita akan membagi dividen pada tanggal 24 october 2019
link : http://bit.ly/3217dnx
Open price : 13700
Closed price : 13500
%price change : -1.46%

MPMX muncul berita akan membagi dividen pada tanggal 24 may 2019
link : http://bit.ly/2N9Tmqg
Open price : 1330
closed price : 1350
%price change : 1.5%
(tampaknya market euforia dengan dividen yield yang “besar” itu)

Fase 2 – Dividen Cum Date

TBLA
Open price : 850
Closed Price : 875
%price change on cum date : +2.94%
Dividen : 25
Dividen yield compare with closed price : 2.86%

ITMG
Open price : 13550
closed price : 13300
%price change on cum date : -1.85%
Dividen : 705
Dividen yield compare with closed price : 5.3%

MPMX
open price : 1425
closed price : 1450
%price change on cum date : 1.75%
Dividen : 480
Dividen yield compare with closed price : 33.10%

Mari perhatikan angka % dividen yield dari masing – masing perusahaan tersebut

Fase 3 – 1 Day after dividen cum date

TBLA
Open price : 875
Closed Price : 855
%Price Reduction D+1 after cum date : -2.29%
%dividen yield : 2.86%
Selisih penurunan dengan %dividen yield : 0.57%

ITMG
Open price : 13300
Closed price : 12650
%price reduction D+1 after cum date : -4.89%
%dividen yield : 5.3%
Selisih penurunan dengan %dividen yield : 0.41%

MPMX
Open Price : 1450
Closed price : 1090
%price reduction D+1 after cum date : -24.83% (25% –> ARB)
%Dividen yield : 33.10%
Selisih penurunan dengan %dividen yield : 8.28%

Efek Cum Date Pada Pembagian Saham

Jika kalian perhatikan baik – baik, H+1 after pembagian dividen harga saham akan turun kurang lebih mirip dengan besar dari dividen itu sendiri.

Kalian bisa lihat selisih penurunan harga TBLA dan ITMG dengan %dividen yield cuma di kisaran 0.5% saja perbedaannya. Yang berbeda cukup jauh hanya MPMX, dimana MPMX penurunan maksimal (ARB) dalam 1 hari tidak bisa melebihi 25%. Sedangkan MPMX memiliki dividen yield 33.1%. Sehingga terjadi selisih 8.28%.

Secara fundamental, kenapa harga saham bergerak turun sebesar dividen, karena ketika membagi dividen maka saldo kas akan turun sebesar %dividen yield. Saldo kas berkurang maka secara valuasi akan berkurang.

Uniknya H+1 setelah cum date menjadi hukum tidak tertulis harga saham akan turun sebesar dividen yield.

Apakah semuanya? saya rasa tentu tidak 100% pasti. Tapi sebagian besar selalu punya perilaku ini.

Fase 4 – Lowest Price After Dividen

Ini adalah fase paling krusial dalam teknik self made dividen, banyak orang yang terjebak karena tidak mengerti fase ini.

Ketika perusahaan mau membagi dividen, biasanya volume orang yang berminat membeli di saham itu akan naik. Banyak orang yg mau membeli dan mendapatkan dividen perusahaan tersebut.

Ketika sudah Cum Date, apakah mungkin bulan depan atau 2 bulan lagi akan bagi dividen? saya rasa kemungkinan besar tidak mungkin terjadi. Karena dalam satu tahun biasanya perusahaan cuma 1-2 kali membagi dividen. Cuma segelintir perusahaan yang bagi dividen sampai 4 kali dalam setahun.

Sehingga setelah cum date, dalam jangka menengah perusahaan tersebut akan bergerak turun telebih dahulu. Mari kita melihat contohnya:

- Advertisement -

TBLA (17 July 2019)
Lowest price : 790
Closed price : 790
Closed price on cum date : 875
Price changes after cum date : 85
%price changes : 9.71%
%Dividen yield : 2.86%
Ratio %price changes terhadap %dividen yield : 3.4X

ITMG (6 December 2019)
Lowest price : 10050
closed price : 10100
Closed price on cum date : 13300
Price changes after cum date : 3200
%price changes : 24.06%
%dividen yield : 5.3%
Ratio %price changes terhadap %dividen yield : 4.54X

MPMX (5 September 2019)
Lowest Price : 570
Closed Price : 595
Closed price on cum date : 1450
Price change after cum date : 855
%price changes : -58.97% (ini kenapa disebut dividen trap)
Ratio %price changes terhadap %dividen yield : 1.78X

Kalau kita tarik rata2 maka ratio %price change terhadap %dividen yield : 3.24X

Momen ini yang adalah kunci utama dari teknik self made dividen kita.

Langkah Untuk Menggunakan Teknik Self Made Dividen

Dari data diatas maka kita belajar bahwa harga saham akan turun setelah membagi dividen. Apakah ada kemungkinan naik? Bisa jadi, tapi kemungkinan besar akan trend turun setelah membagi dividen walaupun terkadang naik terlebih dahulu.

Jika masih belum mengerti, silahkan scroll keatas dan membaca sekali lagi di bagian efek cum date pada pembagian saham.

Mari kita bahas teknik self made dividen, saya akan ambil contoh TBLA. Dengan data asumsi memiliki 1000 lembar saham dengan nilai rata – rata 1000 per lembar saham.

Sekarang andai kita memegang saham TBLA dengan nominal 10juta. Bulan juni 2020 anggap TBLA akan membagi dividen 2%.

Dividen yield 2% itu saya anggap kurang memuaskan, saya maunya 8%. Maka apa yang bisa saya lakukan?

Step 1 : Menjual Sebagian Saham Ketika Cum Date

simpan saham TBLA sampai cum date dan jika anda mau mendapatkan tambahan 10% self made dividen maka jual saja 10% portfolio saham TBLA anda.

Sehingga anda akan mendapatkan dividen 2% dari 9jt (90% investasi TBLA anda) dan anda jual 10% atau 1juta dari total portfolio TBLA anda

Step 2 : Membeli Ketika Harga Saham Jatuh Mencapai Titik Terendah Setelah Pembagian Dividen

Setelah itu harga saham akan turun pada umumnya. Anggaplah turun sampai 3x rate dividen sesuai teori diatas.

Jika asumsi nilai saham ketika cum date seharga 1000, maka kita beli TBLA kembali di harga 940(penurunan 6%) dengan uang 1 juta (hasil penjualan ketika cum date).

Sehingga kita akan mendapatkan kembali total 10 lot saham kita kembali plus masih ada sisa uang sebesar 60rb (0.6% dari total modal).


Harga rata2 pembelian TBLA kita menjadi
(9000 lembar x 1000) + (1000 lembar x 940) = 9.940.000
9.940.000 / 10.000 lembar = 994 per lembar saham.

Saya akan rangkum data apa yang kita dapatkan praktek teknik self made dividen ini agar anda lebih mudah mengerti:

  • Kita berhasil memiliki jumlah saham yang sama tetapi berhasil menurunkan harga rata – rata sebesar 6% (sebelumnya harga rata – rata 1000 menjadi harga rata – rata 940).
  • Mendapatkan dividen sebesar 1,8 juta rupiah (1,8% dari modal 9000 lembar saham – saham yang tidak dijual ketika cum date).
  • Sisa uang kas sebesar 40 ribu rupiah (0.4% dari total modal awal).

Sehingga dengan teknik ini, kita bisa mengoptimalkan peluang dividen kita menjadi yang sebelumnya cuma 2% menjadi 8.2%. (6% + 1.8% + 0.4%)

Inilah yang dimaksud dengan teknik self made dividen.

Resiko dalam Teknik Self Made Dividen

Setiap teknik selalu memiliki resiko. Begitu juga dengan teknik self made dividen juga memiliki resiko tersendiri. 

Resiko yang kita hadapi dalam teknik self made dividen adalah:

1. Harga saham malah naik setelah cum date, walaupun susah diterima logika tapi benar ini bisa terjadi. Ini kenapa saya tidak menjual 100% kepemilikan saya.

2. Setelah menjual 10% kepemilikan saham, lalu membeli dan malah tambah turun. Ya itu bisa terjadi. Tetapi dibanding anda tidak menjual dan membeli lebih murah dengan harga yang akan tambah turun itu, maka kerugian anda akan bertambah lebih besar bukan.

Untuk meminimalisasi resiko ini, itu gunanya ratio yang saya jelaskan diatas. Beli lagi ketika sudah terjadi penurunan 3X dari besar ividen yield terakhir.

3. Kalau begitu jual 100% kepemilikan ketika cum date lebih mantap hasilnya. Ini lah alasan lain yang menjelaskan kenapa harga saham merosot tajam setelah pembagian dividen. Karena logika ini masuk akal dan yang paling banyak diikuti oleh market.

Tetapi saya cuma akan menjual maksimal 10-20% kepemilikan saja dan nanti berharap bisa membeli lebih murah lagi untuk bisa average down. 

Sebagai value investor, saya cuma akan menjual saham saya jika sudah diatas harga wajar atau perusahaan  tersebut memiliki company risk.

Tapi tetap mohon diingat ini bukan teori baku dan namanya market tidak ada kepastian. Ini cuma tambahan ide untuk menambah return dividen anda.

Peringatan Untuk Investor Terkait Dividen

Tips untuk investor : Jangan baru akumulasi saham ketika sudah dekat cum date dividen. Terlebih alasan membeli karena perusahaan mau membagi dividen dan bukan karena nilai wajar murah. Karena anda akan kehilangan kekuatan dana cash anda ketika harga saham ini menyentuh titik rendah setelah pembagian dividen.

adsense

Tips untuk trader : jual ketika mau mendekati atau pas ketika cum date. lApakah bisa naik dalam jangka waktu pendek? bisa saja. Tapi buat apa trading di moment dimana persentase kalah anda lebih besar daripada menang.

- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Kisah Inspiratif – Menggenggam Masalah

Bayu adalah seorang anak berusia 7 tahun. Dia sedang masuk ke ruang keluarga tempat dimana ayah dan ibunya sedang bersantai. Ketika sang ibu melihat...

Belajar Investasi Saham Dari Kenneth L Fisher

Kenneth Fisher adalah orang yang mempopulerkan tentang price to  sales ratio. Kebanyakan investor berpatokan pada price to earning ratio yang membandingkan harga saham dengan...

Belajar Kategori Saham Peter Lynch Dari Kisah Hidup Mike Tyson & Memilih Cerita Yang Tepat Untuk Kategori Saham

Seperti yang banyak orang tahu, Peter Lynch membagi saham menjadi enak kategori. Sudah banyak yang membahas tentang ini. Jadi saya mencoba menjelaskan dengan cara...

Belajar Lebih Dalam Tentang Saham Cyclical

Banyak orang yang memandang saham cyclical tidak cocok menjadi instrumen investasi karena ini merupakan investasi yang berisiko. Saya setuju sekali bahwa investasi di saham cyclical...

Related articles

2 Comments

  1. Maaf pak thomz, sedikit mereview untuk postingan diatas untuk nilai deviden dari 90 lot yaitu 180.000 (2% dari modal 9 jt). dan untuk saham rata2 dari Rp. 940 menjadi Rp. 994 sehingga persentase ya dari 0.4 % menjadi 0.6%.
    Terima kasih atas ilmu yang diberikan, sukses selalu buat bapak.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here