Teknik Trading Sideways Untuk Menurunkan Average Price Dengan Dana Terbatas

Teknik apapun yang digunakan dalam memilih saham tidak menjamin saham yang kita beli harganya pasti naik. Tidak jarang harga sahamnya terus turun setelah kita membeli saham tersebut.

Saya rasa banyak dari investor saham yang pernah mengalami floating loss hingga puluhan persen. Sialnya dana yang mungkin digunakan untuk akumulasi saham tersebut sudah terlanjur besar sehingga bukan tugas yang mudah untuk average down harga saham tersebut di portofolio kita.

Berapa besar dana yang dibutuhkan untuk memiliki harga average sesuai harga market jika saat ini kita mengalami floating loss 25%?

Mari kita buat simulasi singkat menggunakan data dibawah ini:

  • Kode Saham : ABCD
  • Average Price : 1.000
  • Total lot : 1.000 lot –> 100.000 lembar saham
  • Ini berarti total nilai pembelian saham ABCD kita senilai seratus juta rupiah.
  • Harga saham ABCD saat ini senilai 750, yang berarti kita mengalami floating loss senilai 25 juta rupiah atau -25%.
  • Berapakah dana yang kita butuh keluarkan  jika kita mau memiliki average price senilai 750 dengan membeli saham yang berharga 750 saat ini?

Silahkan anda tebak berapa dana total yang anda harus keluarkan jika anda mau menurunkan portofolio anda senilai 100 juta rupiah diatas untuk bisa memiliki average price 750?

Apakah anda menebak 200 juta rupiah? Apa anda menebak 1 miliar rupiah? Atau anda menebak dengan uang 2 miliar rupiah membeli di harga 750 dapat menurunkan average price hingga 750?

Andaikata anda membeli 30.000 lot saham tersebut di harga 750 rupiah maka average price anda di kisaran 758. Uang sebanyak 2.25 miliar rupiah tersebut hanya mampu menurunkan hingga average price 758. Padahal itu sudah 22x lipat dari nilai pembelian anda.

Simulasi perhitungan sebagai berikut:

  • Average price awal 1.000 total 100.000 lembar saham yang berarti total ppmbelian awal anda 100 juta rupiah
  • Pembelian di harga 750 total 3.000.000 lembar saham yang berarti total pembelian anda menjadi 2.25 miliar ruipah
  • Total jumlah lembar saham anda menjadi 3.1 juta lembar saham dan total pembelian 2.35 miliar.
  • Ini berarti pembelian 2.35 miliar anda akan membantu untuk anda meraih average price hingga 758.

Teknik yang sering saya gunakan untuk average down saham saya

Mohon baca penjelasan teknik ini secara menyeluruh. Karena jika menangkap sebagian saja maka teknik ini tidak membantu anda malah membuat anda meraih kerugian lebih besar lagi.

- Advertisement -

Setiap teknik ada risikonya, maka tolong baca secara menyeluruh untuk mengerti apa risiko yang dihadapi dan bagaimana cara kita dalam menghadapi risiko tersebut.

Mari langsung kita bahas tentang teknik ini. Seperti yang kita tahu bahwa sebuah saham memiliki 3 jenis trend, yaitu:

  • Uptrend
  • Downtrend
  • Sideways

Teknik ini cocok digunakan untuk saham yang sedang mengalami trend sideways. Anda tidak sedang salah membaca ataupun saya salah menulis. Trend sideways adalah momen tepat untuk menggunakan teknik ini.

Tekniknya sederhana, kita cukup membeli saham yang mau kita average down ketika kita melihat pola sideways di saham tersebut. Ada saatnya saham memiliki pola selalu bolak balik di kisaran harga yang polanya sama.

Contoh Aplikasi Teknik Average Down dengan Trading Sideways

Contoh Pola Harga Sideways
Contoh Pola Harga Sideways

Silahkan tebak sendiri data diatas saham apa. Tapi jika kita lihat maka saham tersebut sering menyentuh titik low 570-575 dan titik high 590-610 untuk pergerakan saham setiap harinya.

Jika anda memasang posisi buy di harga 575 dan menjual di harga 590 maka dari 17 hari perdagangan diatas anda akan mendapatkan 6 kali transaksi jual beli dengan keuntungan 15 point dari harga 575. Ini berarti senilai 2,6% profit gross atau senilai 2.2% net profit setelah dikurangi biaya komisi sebanyak 6x dalam 17 hari perdagangan.

Simulasi Data Teknik Average Down Dengan Trading Sideways

Mari kita berasumsi memiliki saham dengan data diatas dengan simulasi data sebagai berikut:

  • Average Price di harga 720
  • Total jumlah lembar saham 139.000 lembar saham
  • Total nilai pembelian 100.080.000 rupiah
  • Mari berasumsi kita melakukan trading average down ini dengan nilai 1 transaksi senilai 10 juta rupiah
  • Kita akan incar beli di harga 575 dan jual di harga 590

Sesuai data diatas (kode saham dan periode tanggal gambar yang saya tunjukan tidak saya beritahukan – karena ini konten edukasi bukan rekomendasi) maka kita dapat 6x transaksi jual beli yang berhasil. Maka kita berhasil menurunkan average price kita dari 720 menjadi 647. Ini berarti kita berhasil menurunkan average price kita sekitar 10% (saya tidak menghitung profit dari transaksi jual beli, mari kita anggap itu sebagai bonus tambahan).

Contoh simulasi bisa dilihat pada gambar dibawah iniSimulasi Trading Sideways

Simulasi Trading Sideways

4 Syarat Yang Harus Diperhatikan Untuk Trading Sideways ini Untuk Menurunkan Average Price kita

Syarat 1 – Hanya Lakukan Pada Saham Investasi Anda Yang Anda Tidak Masalah Jika Simpan Saham Itu Dalam jangka Panjang

Ada perbedaan mendasar dalam memilih saham trading dan saham investasi. Pemilihan saham trading berdasarkan price actions yaitu volume transaksi dan titik support resistance. Sedangkan pemilihan saham investasi berfokus pada kinerja perusahaan.

Jika anda membeli saham bagus dengan harga 720 dan market memberikan kesempatan untuk bisa membeli di harga 650 maka ini akan membuat anda tidak khawatir. Anda malah justru senang karena bisa membeli saham bagus itu dengan harga lebih murah lagi.

Saham investasi umumnya dipegang minimal 3 – 5 tahun, karena perusahaan membutuhkan waktu untuk kembali kepada nilai wajarnya seperti yang pernah saya terangkan pada tulisan saya yang lain. Pada tulisan itu saya menerangkan apakah anda lebih cocok menjadi trader atau investor

Baca juga : 4 Kesalahan Yang Harus Dilakukan Dalam Investasi Saham Pemula

Sehingga jika anda melakukan teknik trading sideways untuk menurunkan average price investasi anda dan setelah itu harga saham anda malah bergerak terus turun maka ini bisa anda anggap seperti anda sudah melakukan average down dan harga saham anda terus turun.

Ini risiko yang sama yang akan anda hadapi jika anda melakukan average down saham anda dengan cara biasa. Tidak pernah ada yang bisa menebak harga terendah suatu saham. Bahkan harga 50 pun bukanlah harga terendah, karena bisa dibeli di pasar nego dengan harga dibawah itu.

Baca Juga: Cara Membeli Saham Pasar Nego

Jadi pastikan lakukan teknik ini hanya untuk saham yang anda yakini kinerja perusahaannya. Jangan lakukan teknik ini kepada saham trading yang tidak melihat kinerja fundamental perusahaan.

Syarat 2 – Disiplin Menggunakan Modal Trading Yang Sama

Walaupun anda melihat pola saham investasi anda sedang sideways seperti contoh diatas tetapi tidak ada yang menjamin anda selalu akan bisa melakukan penjualan dengan cepat untuk saham tersebut.

Rekor saya paling bagus adalah dalam 1 hari bisa melakukan 3 kali transaksi jual beli di saham yang sama dengan teknik ini. Normalnya butuh waktu 2 – 3 hari untuk satu transaksi jual beli. Sudah merupakan hari yang baik jika dalam 1 hari sudah bisa melakukan penjualan saham yang saya beli untuk average down.

- Advertisement -

Tetapi bisa saja saham yang saya sudah beli untuk tujuan trading sideways average down ini malah turun lebih dalam lagi. Akan menjadi tugas lebih berat lagi bagi anda jika ketika anda menggunakan modal lebih besar dari biasanya dan saham itu malah turun lebih dalam lagi.

Berapa modal yang sebaiknya digunakan untuk trading sideways average down ini? Saya kembalikan kepada masing – masing. Tapi karena ini tujuannya lebih fokus untuk menurunkan average down maka anggaplah senilai satu peluru untuk anda melakukan average down.

Untuk perhitungan satu peluru average down senilai berapa silahkan anda baca tulisan saya yang lain tentang ini

Baca juga: Teknik 1-2-3-5 Untuk Average Down

Syarat 3 – Jangan Lakukan Pada Saham Dengan Volume Transaksi Rendah Walaupun Itu Saham Investasi Anda

Sejujurnya tidak semua saham investasi saya adalah saham dengan volume transaksi tinggi. Saya memiliki beberapa saham value investing yang volume transaksi rendah. Walaupun saya yakin dengan prospek perusahaan tersebut, tetapi saya tidak akan lakukan teknik sideways untuk average down ini pada saham tersebut.

Ada sebuah alasan kenapa walaupun pada teknik ini sebenarnya kita ada mendapatkan profit tetapi saya tidak membahas profit sama sekali pada pembahasan ini. Teknik ini tujuannya adalah untuk average down harga pembelian saham investasi kita dan bukan untuk mendapatkan keuntungan trading.

Yang kita butuhkan adalah:

  • Speed untuk melakukan average down. Lebih baik untuk dapat profit 2% dari 5x transaksi dibandingkan profit 10% dari 1x transaksi untuk average down harga pembelian saham kita. Karena semakin banyak transaksi jual beli yang kita lakukan semakin cepat average down harga pembelian saham kita turun.
  • Yang penting jangan rugi ketika lakukan penjualan. Ingat kita masih harus ada pembayaran biaya transaksi yang pada umumnya bernilai total 0.4% dari transaksi jual beli. Jadi pastikan profit anda bisa membayar biaya transaksi tersebut. Saya pribadi biasanya mendapatkan profit 3-5% untuk satu transaksi jual beli.

Saham dengan volume transaksi rendah artinya belum disukai market. Bisa jadi anda menebak dengan benar harga saham tersebut tetapi belum tentu anda bisa menjual saham anda. Jangan lakukan teknik ini pada saham yang volume transaksi rendah walaupun anda percaya kinerja harganya bagus untuk jangka panjang.

Syarat 4 – Lihat Price History Bukan Chart

Seperti pembahasan diawal bahwa teknik ini cocok untuk saham yang sideways karena kita membutuhkan kecepatan jual beli untuk menurunkan average price harga pembelian saham kita. Sehingga jika kita melihat chart maka ini akan menjadi pola yang tidak menarik.

Dengan melihat price history maka kita bisa melihat lebih jelas pola pergerakan harga untuk saham yang mau kita pilih. Seperti contoh saham yang saya jabarkan diatas.

4 Risiko Yang Dihadapi Pada Teknik Trading Sideways Untuk Average Down Harga Pembelian Saham

Tentu saja teknik ini selalu memiliki risiko. Tidak ada teknik yang tidak memiliki risiko sama sekali. Banyak value investor yang terkena value trap dan memilih saham yang konyol walaupun rajin membedah laporan keuangan secara detail. Banyak trader yang mengalami kesalahan dalam analisanya walaupun mungkin dia sudah menggunakan tools paling canggih sekalipun. Banyak growth investor yang membeli saham perusahaan bagus yang sudah kemahalan dan mengalami kerugian besar.

Risiko adalah sesuatu yang pasti dimiliki dari setiap pilihan yang kita lakukan, sehingga teknik inipun memiliki risiko. Inilah risiko yang akan dihadapi dan bagaimana cara kita menyikapinya

Risiko 1 – Harga saham bisa turun dibawah harga pembelian kita

Seyakin apapun dengan kita melihat pola dalam price history tetapi tidak ada yang menjamin harga saham tersebut akan naik diatas harga pembelian kita. Selalu ada risiko harga saham tersebut dapat turun lebih dalam lagi bahkan mungkin turun sangat dalam dari harga average down kita.

Maka sekali lagi saya ingatkan, hanya lakukan teknik ini pada saham yang anda ingin simpan untuk jangka panjang. Walaupun teknik ini berhasil menyelamatkan teman saya yang floating loss di warrant ratusan juta dengan floating loss 60% tetapi saya tidak menyarankan teknik ini untuk saham trading anda.

Jadi hanya lakukan teknik ini untuk saham yang memang mau anda simpan untuk jangka panjang dan gunakan dana senilai satu peluru untuk average down. Jangan serakah, karena ketika anda mulai serakah maka akal tidak sehat anda yang lain akan mulai bermunculan.

Risiko 2 – Melihat Realisasi Loss Di Aplikasi Saham Anda

Sesuatu yang unik pada teknik ini adalah anda akan mendapatkan realisasi kerugian pada transaksi anda di aplikasi saham anda. Padahal sebenarnya anda meraih keuntungan. Aplikasi saham anda menghitung realisas profit/loss dari harga average pembelian anda.

Simulasi Realisasi Loss Tapi Untung
Simulasi Realisasi Loss Tapi Untung

Jika kita lihat contoh diatas, maka harga average price saham saya setelah pembelian average down pertama adalah 704, sehingga ketika saya melakukan penjualan pada harga 590 maka saya akan tercatat realisasi loss -16%.

Padahal sebenarnya saham yang kita jual adalah saham yang kita beli di harga 575 untuk average down harga saham kita. Sehingga ketika kita jual di 590 maka sebenarnya kita meraih keuntungan 2.6%.

Agar anda tidak bingung, maka disarankan membuat jurnal untuk transaksi saham anda. Sehingga anda bisa melihat lebih clear lagi apakah sebenarnya anda untung atau rugi. Berapa jumlah saham yang anda miliki dan beli di harga berapa untuk skenario average down ini. Karena jujur saja seringkali saya sering lupa harga pembelian saya. Sehingga pembuatan jurnal ini sangat membantu saya.

Baca juga : Membuat jurnal saham

Risiko 3 – Melakukan average up pada saham investasi kita

Ketika anda sudah semakin ahli menggunakan teknik ini, anda akan mulai tergoda untuk melakukan teknik ini pada saham yang harganya sudah diatas harga pembelian kita (floating profit).

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan itu, sejujurnya saya juga melakukan hal tersebut. Saya memiliki harga saham yang awalnya average price 158 dan sekarang menjadi 162 karena saya berulang kali melakukan teknik ini untuk beli saham tersebut di harga 161 dan jual di harga 167 – 180.

Saran saya, jika mau lakukan hal tersebut maka pastikan pakai nilai nominal maksimal 1 peluru entry. Kecuali anda memang berniat untuk secara nyata menambah jumlah lembar saham anda dan bukan untuk tujuan trading sideways ini.

Risiko 4 – Malah Tergoda Menjadi Trader

Saya bukanlah seorang investor yang anti trader. Menurut saya menjadi trader tidak ada salahnya andai cocok dengan karakteristik anda. karena menurut saya tidak semua orang cocok menjadi seorang trader.

Teknik ini sekali lagi saya tekankan sebenarnya bukan dijelaskan untuk trading tetapi untuk bagaimana menurunkan average price harga pembelian saham investasi kita dengan modal kita yang terbatas.

Menggunakan teknik ini untuk trading yang tidak melihat fundamental perusahaan adalah sebuah kebodohan yang akan membawa kerugian besar bagi anda.

Jika anda mau menjadi trader, maka saran saya pahami tentang teknik 2R dan tolong jangan gunakan teknik ini.

Baca juga : Teknik 2R

adsense
- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Teknik Trading Sideways Untuk Menurunkan Average Price Dengan Dana Terbatas

Teknik apapun yang digunakan dalam memilih saham tidak menjamin saham yang kita beli harganya pasti naik. Tidak jarang harga sahamnya terus turun setelah kita...

Cara Menghindari Membeli Saham Gorengan

Ada sebuah pertanyaan yang menurut saya bagus, yaitu bagaimana mengetahui sebuah saham adalah saham gorengan atau bukan. Apakah saham gorengan berarti saham yang memiliki bandar...

Tips Terbaik Investasi – Baru Beli Sudah Untung

"Tips investasi terbaik tersebut dirangkum dalam satu kalimat sederhana yaitu "Baru beli sudah untung" Sang pembicara mengajarkan bahwa banyak orang yang sulit membedakan antara investasi...

Rangkuman Belajar Value Investing Untuk Investor Saham Pemula

Cukup banyak pertanyaan yang masuk tentang bagaimana cara melakukan analisa laporan keuangan. Sebenarnya ini adalah topik paling awal yang saya tulis. Tetapi karena tanpa...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here