Biaya Penalty Margin Saham

adsense

Ada apa dengan hari jumat? Kebanyakan pelaku pasar memiliki sebuah kepercayaan bahwa pada hari jumat aksi jual banyak dilakukan sehingga mendorong market mengalami bearish.

Apakah hari jumat selalu market bearish? Tentu saja tidak. Tetapi sebenarnya itu menjadi hal yang logis.

Sebenarnya ada dua hal utama yang membuat pasar saham mengalami aksi jual ketika akhir pekan:

  • Pelaku short selling menghindari terkena biaya bunga di hari libur.
  • Ketidakpastian pasar

Mari saya jelaskan lebih lanjut tentang dua hal tersebut.

Menghindari Biaya Bunga di Hari Libur

Beberapa sekuritas memberikan kelonggaran bagi para nasabahnya untuk membeli saham diatas modal yang dimiliki oleh nasabah tersebut. Misalkan saja saya memiliki sisa dana 10 juta rupiah di rekening saham saya. Karena saya tertarik sekali membeli saham ABC saya membeli dengan dana 15 juta rupiah.

Itu berarti membuat saya berhutang 5 juta rupiah terhadap sekuritas tersebut. Ini adalah yang disebut dengan MARGIN.

Perbandingan rekening mirae sekuritas
Perbandingan rekening mirae sekuritas

Jika anda lihat table diatas ada penalty. Penalty itu dibebankan jika kita bertransaksi menggunakan fasilitas margin. Jika anda memiliki rekening reguler maka akan terkena biaya penalty 0.2% perhari. Jika anda menggunakan rekening margin anda akan kena biaya 0.05% perhari.

Jadi jika anda sisa dana anda 10 juta rupiah dan anda membeli saham dengan nilai total 15 juta rupiah maka anda berarti menggunakan fasilitas margin 5 juta rupiah. Jika anda tidak menutup kekurangan dana anda hari itu (dengan menambah dana atau menjual saham) maka keesokan harinya anda akan dikenakan biaya penalty 0.2% dari saldo margin anda yang sebesar 5 juta rupiah tersebut (asumsi rekening tipe reguler). Artinya anda akan terkena biaya 10 ribu rupiah perhari.

Simulasi biaya trading

Perhitungan biaya margin
Perhitungan biaya margin

Saat ini aturan jatuh tempo sudah berubah dari yang sebelumnya T+3 menjadi T+2. Agar anda paham apa arti dari situ mari saya jelaskan lebih lanjut.

- Advertisement -

Misalkan selasa kemarin tanggal 1 Desember 2020 sisa saldo di rekening saya senilai 10 juta rupiah. Karena tergoda putri salju maka saya membeli saham tersebut senilai 20 juta rupiah. Akhirnya saya menggunakan margin 10 juta rupiah. NB: Btw ini cuma contoh saja ya, saya jarang sekali menggunakan fasilitas margin.

Secara aturan adalah T+2 yang berarti tagihan saya jatuh tempo pada hari ini 3 Desember 2020. Jika pada hari jumat (T+3) saya tidak menambah dana saya maka kalau saya tidak salah ingat rekening saya kena suspend tidak bisa melakukan transaksi pembelian walaupun anda transfer dana di hari tersebut. Saya jujur pernah mengalami hal ini karena kelupaan transfer.

Jika saya tidak bisa menambah dana pada hari senin 7 Desember 2020 (T+4) maka sekuritas akan melakukan force sell saham saya. Tapi karena belum pernah mengalami ini saya tidak bisa informasikan saham apa yang akan terkena force sell. Bisa jadi saham terakhir yang anda beli.

Ketika dipaksa jual oleh sekuritas maka terjadi penjualan secara paksa (force sell) pada hari senin 7  Desember 2020. Dana penjualan akan masuk pada T+2. Seharusnya akan masuk pada tanggal 9 Desember 2020, tetapi karena libur pilkada maka dana penjualan baru masuk pada tanggal 10 Desember 2020. Pada hari itu kita akan bebas terkena suspend.

Jumlah hari terkena biaya penalty adalah selisih hari dari tanggal jatuh tempo beli dan tanggal jatuh tempo jual. Berarti dari tanggal 3 Desember 2020 hingga tanggal 10 Desember 2020. Ini berarti saya akan terkena biaya penalty sebesar 7 hari. Ya betul, sekuritas tetap menghitung hari libur didalam perhitungan biaya penalty anda.

Artinya saya terkena biaya penalty sebesar 7 hari x 0.2% atau total penalty 1.4% dari saldo margin yang saya gunakan sebesar 5 juta rupiah. Itu berarti biaya penalty sebesar 70 ribu rupiah.

Efek Psikologi Biaya Margin Terhadap Market

Jika mengacu kepada total saldo margin 5 juta rupiah bukan sebuah dana yang membuat anda pusing. Tetapi pemain margin memiliki fasilitas 2 – 5X dari total modal mereka. Artinya jika saya memiliki total dana seratus juta maka saya bisa bertransaksi hingga 200 juta hingga 500 juta tergantung jenis sekuritas saya.

Jika dari dana 500 juta rupiah maka dengan skenario diatas berarti biaya penalty sebesar 7 juta rupiah. Biaya yang sangat lumayan bukan, dengan uang itu anda bisa membeli  handphone baru dengan kualitas bagus.

Apakah banyak pelaku pasar menggunakan fasilitas margin? Jika tidak banyak maka tidak mungkin dibuat tipe rekening margin bahkan day trader. Ya banyak pelaku pasar khususnya trader yang menggunakan fasilitas margin ini.

Jadi mari kita rangkum dengan simulasi sebagai berikut (asumsi tidak ada hari libur bursa dalam seminggu dan anda tidak top up dana):

  • Beli hari senin maka jatuh tempo hari rabu (T+2), jika hari rabu jual maka dana masuk pada hari jumat (T+2) di minggu yang sama.
  • Beli hari selasa maka jatuh tempo hari kamis (T+2), jika hari kamis jual maka dana masuk pada hari senin (T+2) di minggu yang berbeda.
  • Beli hari rabu maka jatuh tempo hari jumat (T+2), jika hari jumat jual maka dana masuk pada hari selasa (T+2) di minggu yang berbeda.
  • Beli hari kamis maka jatuh tempo hari senin (T+2), jika anda jual hari senin maka dana masuk pada hari rabu di minggu yang sama.
  • Beli hari jumat maka jatuh tempo hari selasa (T+2), jika anda jual hari selasa maka dana masuk pada hari kamis (T+2) di minggu yang sama.

Artinya ada dua hari pembelian dengan fasilitas margin yang membuat anda terkena biaya penalty memperhitungkan hari sabtu dan minggu yaitu pembelian pada hari selasa dan pada hari rabu.

Pembelian pada hari senin juga harus “terpaksa” menjual sahamnya pada hari rabu jika tidak ingin terkena biaya penalty yang menghitung hari sabtu dan minggu.

Ketidakpastian Pasar

Satu malam atau satu kejadian bisa berdampak signifikan kepada market dalam jangka pendek. Maka dua malam bisa terkumpul banyak sekali informasi yang mempengaruhi psikologi pelaku market.

Hampir semua pelaku market melihat kinerja dow jones di malam sebelumnya untuk menebak apakah hari ini market akan optimis atau pesimis. Biasanya Dow Jones selalu menjadi benchmark para analis untuk meramalkan apa yang akan terjadi pada market hari ini.

Jika Dow lampu hijau terang maka pagi hari biasanya bermunculan berita positif dan jika Dow lampu merah padam maka pagi hari biasanya bermunculan berita negatif. Berita mengikuti arah market atau arah market mengikuti berita merupakan hal yang selalu menjadi perdebatan. Saya pribadi lebih merasa hal yang pertama, makanya ketika market naik atau turun berita lama sering muncul kembali.

Tetapi ketika mau memasuki hari senin market serasa kehilangan panduan karena dua hari bisa berarti banyak. Entah kenapa berita yang penting bisa saja muncul ketika hari jumat setelah penutupan market. Kita tidak bisa melakukan apapun selain menunggu ketika market buka kembali pada hari senin.

Pelaku market tidak suka dengan ketidakpastian, maka tentu mereka lebih suka mengamankan profit terlebih dahulu dibandingkan harus menghadapi ketidakpastian yang mungkin saja terjadi di hari sabtu dan minggu.

Itu kenapa kalau nasihat dari salah sepuh hari terbaik untuk membeli adalah hari selasa setelah melihat kepastian market terlebih dahulu. Tetapi sialnya membeli hari selasa dengan menggunakan fasilitas margin maka harus dilakukan penjualan di hari kamis atau jumat jika tidak maka akan terkena biaya penalty pada hari sabtu dan minggu.

Ketidakpastian ditambah menghindari terkena biaya margin di hari libur secara tidak sadar membuat psikologi market untuk berhati – hati terhadap hari jumat. Apakah hari jumat market akan selalu turun? tentu saja TIDAK. Satu-satunya kepastian di market adalah ketidakpastian.

Jadi apa gunanya artikel ini? Agar pembaca lebih memahami aturan didalam pasar.

Kesimpulan

- Advertisement -

Lalu apa yang harus kita lakukan jumat besok?

Apakah market akan turun?

Apakah lebih baik saya mengamankan profit?

Percaya saya, tidak ada yang bisa menebak 100% akurat apa yang akan terjadi besok. Anda saja belum tentu bisa menebak apakah besok badan anda terkena demam atau tidak apalagi apa yang terjadi dengan market.

Kalau anda trader maka silahkan kembali ke trading plan anda. Kalau anda investor maka silahkan bersuka ria untuk membeli saham incaran anda ketika harganya jatuh ataupun menikmati warna hijau dilayar anda ketika harga naik.

Kalau anda galau mau jadi investor atau trader maka tentukan dulu jati diri anda. Jangan sampai anda menjadi trader mengikuti koleksi investor yang justru dibeli ketika lagi downtrend ataupun menjadi investor yang membeli saham trader yang tidak peduli dengan kinerja laporan keuangan.

Mana yang lebih baik menjadi trader atau investor? Yang lebih baik adalah yang berhasil menghasilkan return yang bagus untuk anda. Jika anda mencari jati diri maka silahkan coba dua-duanya lalu rasakan lebih cocok yang mana.

Baca juga : 4 Hal Yang Harus Diperhatikan oleh Investor Saham Pemula

Tapi nanti kalau rugi bagaimana main coba – coba begitu? Anda tidak akan bisa naik sepeda kalau anda tidak pernah jatuh dari sepeda. Anda tidak akan bisa bertahan lama didalam pasar modal jika anda tidak perrnah merasakan kerugian. Itu adalah bagian dari perjalanan anda didalam pasar modal.

Jadi kalau anda baru masuk didalam pasar modal maka silahkan atur risiko yang bisa anda terima. Pasar modal bukan tempat para dermawan memberikan uang kepada anda. Ini adalah sebuah arena yang ingin mengincar saham anda dengan harga lebih murah  dan meminta anda membayar lebih mahal saham yang mereka miliki. Tidak ada yang bisa anda percaya didalam arena ini kecuali diri anda sendiri.

Baca juga : Menata Mental Ingin Cepat Untung

 

 

- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Belajar Seasonality Saham Cyclical (Studi Kasus TBLA)

Pada tulisan kali ini saya mau membahas tentang seasonality pada saham cyclical sekaligus mengucapkan perpisahan pada TBLA. Seperti yang mungkin kalian tahu, TBLA adalah salah...

Bedah Laporan Keuangan ELSA (Elnusa)

Sudah lama saya tidak buat bedah laporan keuangan, kali ini saya akan membuat bedah laporan keuangan salah satu perusahaan yang lagi hype dibahas yaitu...

Catatan Untuk Influencer Saham

Akhir - akhir ini marak sekali influencer saham bermunculan. Baik dari investor pemula yang baru seumur jagung di pasar modal, pemuka agama, selebritas, dan...

Time is Not Money – Seminar CMSE Lo Kheng Hong

Time is Not Money adalah sebuah statement yang dilontarkan oleh Lo Kheng Hong dalam seminar CMSE (Capital Market Summit & Expo). Lo Kheng Hong ada...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here