in

LoveLove CuteCute

Review Laporan Keuangan ITMG Q2 2021

Bedah LK ITMG Q2 2021
Bedah LK ITMG Q2 2021

Kemarin malam akhirnya ITMG mengeluarkan laporan Q2 tahun 2021. Jadi mari kita bahas poin positif dan negatif dari laporan keuangan ITMG Q2 2021.

Penurunan Beban Pokok Penjualan = Penurunan Volume Penjualan?

Salah satu hal yang perlu kita cermati dari sebuah cyclical company seperti ITMG sebenarnya adalah perubahan saldo COGS nya. Karena dari angka saldo COGS ini maka kita bisa melihat apakah volume penjualan emiten ini naik atau turun.

COGS Q1 2020 sebesar : 301 juta USD

COGS Q2 2020 sebesar : 558 juta USD

COGS Q1 2021 sebesar : 199 juta USD

COGS Q2 2021 sebesar : 448 juta USD

Jika kita melihat peningkatan COGS Q1 ke Q2 di tahun 2020, maka kita akan mendapati peningkatan sebesar 85%

Jika kita melihat peningkatan COGS Q1 ke Q2 di tahun 2021, maka kita akan mendapati COGS sebesar 125%

Saya pribadi melihat dua hal yang perlu kita cermati, secara COGS kita lihat bahwa Q2 tahun 2021 masih lebih rendah dibandingkan Q2 tahun 2020 maka asumsi saya volume penjualan tahun 2021 kuartal 2 ini masih kalah dibandingkan volume penjualan tahun 2021 kuartal 2020 secara total volume penjualan Year to Date.

Tapi satu sisi, kita lihat peningkatan COGS yang luar biasa signifikan di kuartal 2 2021 dibandingkan tahun sebelumnya. Seperti yang kita tahu emiten coal di kuartal 1 tahun 2021 ini volume penjualan underperform dikarenakan kondisi cuaca. Tetapi pada kuartal 2 tahun 2021 ini ITMG mengalami peningkatan COGS sebesar 249 juta usd yang kurang lebih hampir sama dengan peningkatan COGS pada kuartal 2 tahun 2020 sebesar 257 juta usd.

Maka dari sini kita bisa melihat perbaikan volume penjualan memang SUDAH TERJADI untuk ITMG dan menurut saya emiten coal lainnya.

Revenue Meningkat Pesat

Walaupun dari analisa COGS saya merasa volume penjualan ITMG masih menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Tetapi hal menggembirakan tentu saja di peningkatan angka penjualannya. Mari kita bandingkan antara data tahun 2020 dengan data 2021.

Penjualan Q1 2020 : 365 juta USD

Penjualan Q2 2020 : 652 juta USD

Penjualan Q1 2021 : 284 juta USD

Penjualan Q2 2021 : 676 juta USD

Jika mengacu pada kinerja tahun 2020, penjualan ITMG di kuartal 2 tahun 2020 meningkat 44%. Tetapi pada tahun 2021, penjualan ITMG di kuartal 2 tahun 2021 meningkat 138%.

Bahkan jika dibandingkan total penjualan hingga kuartal 2, ITMG mengalami kenaikan angka penjualan sebesar 24 juta USD atau peningkatan penjualan sebesar3.6% dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal ini sebenarnya terdengar biasa saja bukan? Tetapi ingat di ulasan analisa COGS diatas, ITMG masih memiliki penurunan volume penjualan jika dibandingkan tahun 2020. Akan tetapi angka salesnya masih mengalami peningkatan 3.6%.

Hal ini membuat gross profit ITMG melonjak dari yang sebelumnya di Q1 tahun 2020 sebesar 93 juta usd menjadi sebesar 227 juta USD. Ini berarti peningkatan laba kotor sebesar 146%. Apa yang menyebabkan hal itu bisa terjadi? Semua pasti bisa menebak tentunya karena kenaikan harga jual batu baranya yang luar biasa sunset. Saking sunsetnya sampai terbang terlalu keatas dan mungkin orang-orang gak keliatan lagi.

Mencoba Prediksi ASP dan Modal ITMG

Mohon perlu diingat, ketika tulisan ini dibuat belum ada data resmi terkait volume penjualan ITMG baik dari media ataupun pernyataan resmi dari emiten ITMG itu sendiri. Tapi mari kita gunakan logika matematika sederhana berdasarkan data Q1 tahun 2021 sebagai patokan.

Source : Kontan

Pada kuartal 1 tahun 2021, ITMG mencatatkan volume penjualan sekitar 4.1 juta Ton. Maka jika COGS ITMG Q1 tahun 2021 sebesar 199 juta USD, kurang lebih harga modal produksi ITMG sebesar 48.5 USD/TON.

Pada kuartal 1 tahun 2021, ITMG mencatatkan angka penjualan sebesar 284 juta usd, maka kurang lebih ASP (Average Selling Price) ITMG saat itu sekitar 69 USD/TON.

Mari kita gunakan asumsi COGS ITMG Q2 tahun 2021 kurang lebih sama sebesar 48.5 USD/TON maka dengan total COGS ITMG Q2 tahun 2021 sebesar 448 juta USD, kurang lebih perhitungan kasar saya ITMG mencatatkan volume penjualan sebesar 9.2 juta Ton.

Jika Q1 2021 volume penjualan 4.1 juta ton dan total penjualan Q2 2021 asumsinya 9.2 juta ton, maka penjualan di Q2 2021 kurang lebih sekitar 5.1 juta ton. Seperti yang sudah kita bahas di analisa pendapatan ITMG, ITMG mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 392 juta USD untuk kuartal 2 tahun 2021 saja.

Peningkatan pendapatan 392 juta USD kita bagi dengan 5.1 juta ton maka kita akan mendapati perkiraan ASP (Average Selling Price) khusus untuk pendapatan di kuartal 2 tahun 2021 sekitar 76.8 USD/TON.

Mungkin orang akan bertanya – tanya bukankan harga coal di semester 2 ini sudah lebih dari 100 USD, kenapa ASP nya masih jauh dibawah 100 USD?

Analisa Penjualan Segmen ITMG

Informasi Segmen ITMG Q2 tahun 2021

Mengacu pada CLK.32 maka jika saya rangkum:

Asia Tenggara, India dan Pakistan mewakili 34% penjualan.

Taiwan, China, Hongkong dan Korea mewakili 29% penjualan

Domestik mewakili 20% penjualan (masih kurang 5% untuk pemenuhan syarat DMO).

Jepang mewakili 16% penjualan.

Australia mewakili 1% penjualan.

Seperti yang kita tahu, emiten batu bara didesak untuk berjualan kedalam negeri dengan harga acuan yang jauh dari harga market saat ini dimana kalau harga dibawah 70 USD/TON maka ikutin harga HBA (Harga Batubara Acuan alias harga di market) tapi jika diatas 70 USD/TON maka harus jual maksimal 70 USD.

DMO memang bukan hal yang menyenangkan untuk emiten batu bara berorientasi eksport seperti ITMG. Beruntungnya saat ini sudah pemenuhan sekitar 20% dari total penjualan. Defisitnya tidak tinggi-tinggi amat.

CLK.21 LK Q2 2021 ITMG

Saya bukan orang legal, jadi mungkin tidak bisa menjelaskan terlalu baik terkait pembayaran kompensasi untuk kekurangan DMO ini. Tetapi kalau saya baca sekilas, saya rasa manajemen ITMG bisa mendapatkan suatu peluang terkait point ini.

Bagaimana Laba Bersih ITMG?

Peningkatan ASP dan peningkatan volume penjualan yang cukup baik di kuartal 2 tahun 2021 ini tentu berdampak baik pada peningkatan laba bersih dari ITMG. Laba bersih ITMG yang sebelumnya di kuartal 2 tahun 2020 sebesar 28 juta USD menjadi meningkat ke 117 juta usd alias peningkatan sebesar 317%. Padahal kita perlu ingat kuartal 1 ITMG volume penjualan turun 25% dibandingkan tahun sebelumnya. Tidak terbayang bagaimana jadinya laba bersih di kuartal 3 dan kuartal 4 ITMG ketika sudah memasuki Winter is Coming session.

Pada laporan Q2 tahun 2021 ini, kita menggunakan kurs 14.496 di CLK.2C. Maka laba bersih sebesar 117 juta usd jika kita rupiahkan, itu menjadi sekitar 1,69 triliun rupiah. Yang berarti jika kita setahunkan akan menjadi 3.38 triliun rupiah.

Jika kita bagi dengan jumlah saham beredar sekitar 1.13 miliar lembar saham maka kita akan mendapati EPS sekitar 2.991 rupiah per lembar saham. Dengan harga saham saat ini sekitar 16.175 maka PER annualized mungkin sekitar 5.4X. Tentunya winter is coming dan peningkatan volume penjualan yang harusnya tidak seburuk kuartal 1 tahun ini diharapkan bisa meningkatkan angka EPS annualized nantinya. Tapi tidak ada yang tahu masa depan, maka kita selalu gunakan asumsi sepesimis mungkin agar kita tetap rational.

Dari perkiraan laba satu tahun jika ITMG membagikan dividen payout ratio sebesar 80% saja maka itu berarti dividen sebesar 2.7 Triliun rupiah. Yang jika kita bagi dengan jumlah saham beredar 1.13 miliar lembar saham maka menjadi sekitar 2.401 rupiah perlembar setelah saya bulatkan kebawah. Sungguh bukan proyeksi dividend yield yang jelek apalagi untuk pejuang coal yang sudah ambil dari harga bawah.

Pesimis adalah Optimis Yang Tertunda

Masih ingat bagaimana reaksi media apalagi orang-orang di forum saham ketika emiten coal jatuh tenggelam di maret tahun lalu?

Coal katanya sudah tidak laku lagi –> harga coal malah ATH (All Time High)

Coal akan digantikan energi terbarukan –> Setuju, tapi memang untuk bikin energi terbarukan tidak pakai listrik? Terima kasih untuk hype energi terbarukan, karena untuk saat ini itulah yang menyebabkan harga coal naik.

Prediksi harga emiten coal akan jatuh lebih dalam –> Tapi sekarang para sekuritas mulai satu per satu memberikan rekomendasi buy emiten coal

Banyak lagi sentimen negatif pesimis yang berkeliaran di publik ketika harga coal rendah tahun lalu. Tetapi seperti yang kita tahu, pola manusia selalu mengalami siklus dari pesimis menjadi optimis. Mau manusianya siapa saja, patternnya selalu sama.

Jika ternyata nanti ketika market berubah dari pesimis menjadi optimis maka bukan tidak mungkin jika emiten coal akan dihargai PER 20x seperti ketika periode – periode market menjadi terlalu optimis.

Emiten yang diberitakan dengan tajuk digital padahal website nya saja kaya pakai wordpress gratisan bisa membuat market menjadi terlalu optimis. Padahal emiten itu PER sudah ratusan kali dan digitalisasi yang digadang-gadang bukannya membuat revenue dan laba naik tetapi malah turun. Bagaimana jika nanti laporan keuangan emiten coal menunjukan peningkatan laba lebih dashyat lagi seiring dengan perbaikan harga kontrak swap dan HBA yang terus bertambah baik belakangan ini.

Belajar dari Laporan Keuangan Kompetitor

Dengan segala hormat, saya selalu merasa emiten coal apapun saat ini dalam kondisi yang menarik selama tidak terancam bangkrut. Kenaikan harga batu bara benar – benar menjadi stimulus positif untuk emiten coal.

Minggu ini ada hal menarik, seiring dengan dikeluarkannya laporan keuangan Q2 2021 emiten INDY. INDY berhasil menunjukkan kinerja yang meningkat, tetapi orang bertanya-tanya kenapa beban pajak INDY meningkat dengan signifikan dari sebelumnya cuma 4 juta USD di tahun sebelumnya, mendadak menjadi 72 juta USD.

Laporan Keuangan INDY Q2 2021

Hal ini menjadi pertanyaan, khususnya untuk teman-teman yang memiliki muatan di emiten INDY. Sehingga membuat saya penasaran untuk tanya kepada Investor Relations dari INDY.

Reply IR INDY

Investor Relations INDY menjelaskan bahwa kenaikan beban pajak memang dikarenakan peningkatan signifikan dari Kideco. Dimana saat ini masih menggunakan kontrak CCOW gen 1 sebesar 45% dari laba sebelum pajak.

Wah tarif pajak emiten batu bara ternyata sebesar itu ya? YES. Tapi pada sisi lain ada hal yang menarik dari point ini yang saya mau bahas dan baru belajar juga dari teman – teman investor coal lainnya.

Apakah kalian familiar dengan istilah CCOW gen 1 ini? Sejujurnya sebelum minggu ini, saya tidak familiar.

Company Update INDY Q2 2021

Saya ambil dari company update INDY yang belum lama ini dipresentasikan oleh manajemen mereka. CCOW generasi 1 ini ternyata memang perusahaan dikenakan corporate income tax sebesar 45%. Lalu apa yang menjadi menarik?

CCOW generation 1 INDY akan berakhir pada tahun 2023, yang berarti nanti setelah 2023 akan terjadi penurunan tarif pajak signifikan untuk emiten coal seperti INDY.

Hal ini membuat saya menjadi penasaran bagaimana kondisinya dengan ITMG sendiri? Maka saya coba cari info lebih lanjut.

Source : LK Q2 2021 ITMG

Dari 8 izin usaha pertambangan ternyata ada 4 yang sudah IUPK dan 4 yang masih CCOW. Mari kita lihat ke data segment reporting ITMG untuk belajar lebih lanjut tentang perpajakan di industri coal ini.

Informasi Segmen Usaha ITMG Q2 202

Hal ini membuat saya sedikit bingung, karena jika saya coba hitung manual maka walaupun tambang itu memiliki ijin CCOW tetapi tetap dikenakan beban pajak penghasilan hanya 22% berbeda dengan INDY yang dikenakan 45%.

Tarif 22% ini juga sesuai dengan penjelasan didalam perhitungan pajak penghasilan ITMG

Penjelasan perhitungan pajak penghasilan ITMG Q2 2021

Yang lebih menarik lagi pada CLK.21 ada penjelasan memang ada perubahan pada tingkat pajak penghasilan perusahaan yang ditetapkan menjadi 22% untuk tahun fiskal 2020 dan 2021.

Selanjutnya dikurangi menjadi 20% untuk tahun fiskal 2022 dan SETERUSNYA.

CLK 21 LK Q1 2021 ITMG

Hal ini tentu menjadi tambahan penyemangat dimana kedepannya beban pajak penghasilan bisa lebih ringan lagi.

Memang sih emiten coal ini kan katanya industry sunset jadi sudah sepantasnya lah ya, kalau misalkan dapat keringanan pajak kedepannya. #tetepnyinyir.

Kesimpulan

Volume penjualan yang sudah menunjukkan perbaikan, harga jual yang menunjukkan perbaikan yang tentu saja membuat ITMG berhasil meningkatkan laba perusahaan naik 317% dibanding kuartal sama di tahun lalu.

Apalagi party season emiten coal adalah saat winter yang tidak lama lagi kita akan rasakan. Plus ternyata tarif pajak penghasilan ITMG lebih rendah dibandingkan tahun sebelum – sebelumnya (Sebelum 2019 tarif pajak masih 25%) maka nikmat apalagi yang mau didustakan.

Jadi kalau ada yang tebar fear bilang emiten coal industri nya sunset maka kita harus menjawab ya betul ini industri sunset. Untungnya kita senang ngelihat pemandangan sunset yang biasanya diburu banyak orang untuk liat dengan view terbaik.

WAIT!!!! Kenapa tarif pajak ITMG dan INDY bisa beda jauh? Jujur saya juga kurang paham. Saya bukan ahli pajak apalagi ahli hukum. Mungkin ada teman – teman yang baca tulisan ini bisa bantu untuk menerangkan lebih baik daripada saya. Yang penasaran untuk tahu tarif pajak emiten coal lainnya coba aja buka laporan keuangannya dan tekan CTRL+F lalu ketik tarif pajak ya. So far saya lihat rata-rata sama seperti ITMG, saya jadi agak bingung kenapa INDY bisa berbeda sendiri. Tetapi saya bukan orang yang memiliki kompetensi untuk menjawab pertanyaan itu.

Follow me on:

What do you think?

Written by Thowilz

Saya adalah seorang value investor yang memiliki passion untuk mengajarkan teknik value investing kepada investor lainnya. Anda dapat membaca tulisan saya di stockbit (@thowilz), instagram, dan social media investorsaham.id lainnya.

Comments

Leave a Reply
  1. I’d been honored to obtain a call coming from a friend as soon as he found out
    the important ideas shared in your site. Reading through
    your blog publication is a real wonderful experience.

    Thanks again for considering readers like me, and I desire for you the best of achievements as a professional in this field.

  2. We’re a group of volunteers and starting a brand new scheme in our community.
    Your website provided us with helpful info to paintings on. You’ve done an impressive task and
    our whole neighborhood will likely be grateful to you.

  3. Howdy! Do you know if they make any plugins to help with SEO?
    I’m trying to get my blog to rank for some targeted keywords
    but I’m not seeing very good success. If you know of any please share.
    Thanks!

  4. Hi there, just turned into aware of your blog through Google,
    and found that it is really informative. I’m going to be careful for
    brussels. I’ll be grateful should you proceed this in future.

    A lot of other people will probably be benefited out of your writing.
    Cheers!

    Here is my web blog lose weight requires

  5. Hello! Someone in my Facebook group shared this site with us so I came to take
    a look. I’m definitely enjoying the information. I’m book-marking and will be
    tweeting this to my followers! Great blog and superb
    design.

    my web page; lost weight

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0