in

LoveLove

Catatan Untuk Influencer Saham

Influencer Saham
Influencer Saham

Akhir – akhir ini marak sekali influencer saham bermunculan. Baik dari investor pemula yang baru seumur jagung di pasar modal, pemuka agama, selebritas, dan public figure lainnya mulai bermunculan memberikan rekomendasi saham.

Sebuah artikel yang menurut saya bagus sekali dibuat oleh CNBC Indonesia yang berjudul Saat Lo Kheng Hong Terusik Rekomendasi Saham Influencer. Artikel ini merangkum rekomendasi saham yang diberikan oleh para influencer tersebut.

Saat Lo Kheng Hong Terusik Rekomendasi Saham Influencer
Saat Lo Kheng Hong Terusik Rekomendasi Saham Influencer

Kita melihat justru perusahaan dengan market capitalization terbesar yaitu TLKM malah memiliki PER paling kecil di list tersebut. Banyak sekali saham yang memiliki PER diatas 100X.

Untuk lebih mengerti apa itu PER (Price to Earning Ratio), maka bayangkan jika anda membeli perusahaan dengan total nilai 1 miliar rupiah. Jika anda mendapatkan laba 10 juta rupiah pertahun, maka PER senilai 100X. Anda bisa beranggapan PER 100X berarti estimasi pengembalian return dari laba sebesar 1% pertahun. Sebuah return yang bahkan lebih kecil dari tabungan bank anda yang jauh dari risiko.

Bahkan sebuah saham yang direkomendasikan oleh selebritas terkenal Indonesia memiliki PBV 10X. Untuk lebih mengerti PBV 10X, berarti sama saja anda membeli sebuah asset bernilai 1X tapi membayar sebanyak 10X. Sungguh sesuatu yang sangat dermawan sekali.

Bukankah Perusahaan Bagus Wajar Memiliki PER dan PBV tinggi?

Perusahaan bagus tentu wajar diberikan valuasi yang mahal. Sungguh sebuah keberuntungan jika kita bisa membeli SIDO, BBRI, ULTJ dengan PER dibawah 10X ataupun PBV dibawah 1X.

Mungkin hanya di tahun ini saja kita bisa mendapatkan BBRI dengan PER dibawah 10X. Tidak tahu kapan market akan crash seperti ini dan bisa mendapatkan kesempatan seperti itu lagi.

HMSP Chart
HMSP Chart

Tetapi perusahaan bagus saja yang memiliki PER dan PBV terlalu tinggi hasilnya seringkali menyeramkan. Sebagai contoh HMSP tahun 2017 ketika memiliki PER 43x dan PBV 16x tentu menjadi hal wajar jika akhirnya harga saham HMSP turun dari 5000 ke harga saat ini.

Tidak ada yang salah dengan HMSP, laba dan penjualan terus bertumbuh walau tidak signifikan lagi. Tetapi yang jadi problem adalah harganya terlalu mahal saat tahun 2017.

Mungkin pembaca tulisan awal saya, pernah membaca bedah laporan keuangan saya untuk ENVY. Sebuah bedah laporan keuangan yang paling menyayat hati saya, karena ketika membuat itu begitu sedih saya melihat ramainya pelaku market yang optimis di saham ini.

Saat itu emiten ini memiliki PER diatas 300x dengan PBV 10x. Harga saham tampaknya sudah turun -95%. Bahkan saya sudah tidak tahu, siapa sebenarnya pemilik perusahaan ini saat ini.

Baca juga : Bedah Laporan Keuangan ENVY

Anda benar bisa mendapatkan keuntungan dari perusahaan yang tidak bagus dan tentu saja anda bisa mengalami kerugian dari perusahaan yang bagus. Sebenarnya di market itu hanya ada dua jenis saham, yaitu saham yang terlalu mahal dan terlalu murah.

Financial Shenanigans

Beruntung sekali, saya mendapatkan rekomendasi dari seorang senior di forum stockbit untuk membaca buku ini. Financial Shenanigans sebuah buku yang wajib dibaca oleh investor yang ingin mengerti bagaimana emiten memainkan laporan keuangan perusahaan.

The $100 Billion Club
The $100 Billion Club

Pada bab awal, buku ini membahas bagaimana Enron memainkan laporan keuangan dengan berhasil meningkatkan sales dari 9B USD menjadi 100B USD dalam kurun waktu 4 tahun. Sungguh kenaikan luar biasa. Luar biasa tidak masuk akal.

Tetapi peningkatan penjualan Enron yang begitu dashyat tidak memiliki korelasi berimbang terhadap peningkatan laba dan juga cashflow perusahaan.

Sesuatu yang mirip dengan salah satu perusahaan yang ada didalam list diberikan di CNBC. Saya tidak mengatakan ada kecurangan laporan keuangan disalah satu perusahaan yang ada di list diatas. Karena sejujurnya saya tidak ada mengecek lebih lanjut perusahaan diatas selain TLKM yang pernah saya beli dan sudah realisasikan profit di tahun lalu.

Tetapi perhatikan sub tulisan Financial Shenanigans ini, SIAPA TAHU memberikan anda sebuah petunjuk.

Alasan Saya Tidak Membuat Tulisan Bedah Laporan Keuangan Lagi

Sejujurnya tidak mudah menjadi seorang penulis. Saya sebenarnya tidak pernah beranggapan saya seorang influencer di pasar saham. Saya cuma ikan cupang di ekosistem pasar modal ini. (kali ini saya tidak salah analogi lagi kan?)

Saya rasa dibandingkan membuat prediksi saham apa yang akan naik cepat, saya lebih memiliki talenta untuk prediksi saham apa yang bermasalah. Mungkin teman-teman beberapa tahu tulisan saya yang membuat peringatan untuk beberapa saham baik itu sektor teknologi, perdagangan yang berhubungan dengan telekomunikasi ataupun property biasanya berakhir dengan suspend untuk perusahaan tersebut.

Sampai – sampai ada teman saya bilang, tulisan saya ini mengandung kekuatan kutukan. Padahal saya cuma menjelaskan sebuah logika yang jelas terlihat diatas kertas laporan keuangan perusahaan.

Tetapi mungkin candaan teman saya ini diamini oleh pihak lain. Karena sejujurnya memang pernah ada pihak yang menghubungi saya untuk tidak membuat tulisan yang mengganggu aktifitas jualan mereka. Saya cukup kaget penulis dari kalangan biasa saja ini ternyata dianggap “mengganggu”.

Kalau begitu buat bedah laporan keuangan perusahaan yang bagus yang akan naik tinggi. Semua orang senang dengan analisa seperti itu. Saya rasa betul sekali hampir semua orang senang kecuali pemain besar  yang masih melakukan akumulasi.

Ketika saya membuat tulisan yang mengarah ke suatu saham dan belum dibuat menjadi bedah laporan keuangan ada pihak yang menghubungi saya lagi. Mohon jangan dibuat bedah laporan keuangan emiten ini. Mereka masih mau melakukan akumulasi.

Jadi serba salah saya, buat bedah laporan keuangan yang memberikan peringatan saya ditegur. Membuat bedah laporan keuangan yang berbau rekomendasi saya juga ditegur. Sungguh tidak mudah menjadi penulis yang tidak berafiliasi dengan pihak manapun.

Apalagi seperti yang kalian tahu, saya tidak hobi membuat konflik dengan siapapun. Saya suka investasi saham, saya suka menulis dan sharing. Saya tidak suka mencari musuh dan saya mau hidup damai.

Tidak Mudah Menjadi Influencer Saham

Sungguh tidak mudah menjadi seorang influencer di dunia saham menurut saya. Saya tidak mau beranggapan saya seorang influencer, saya lebih suka dikenal sebagai penulis independen.

Hal paling melelahkan sebenarnya adalah banyaknya pertanyaan yang masuk baik itu di stockbit, facebook, telegram, whatsapp ataupun instagram. Ada yang pertanyaan sopan, ada pertanyaan yang memang ingin belajar dan juga ada pertanyaan yang memaksa untuk saya memberikan rekomendasi stock pick.

Pada awal menulis, saya mungkin memiliki sebuah konsep kurikulum yang mau disampaikan. Tetapi ketika semua materi sudah disampaikan, lalu saya harus sampaikan material apa lagi. Berinovasi memikirkan materi apa yang mau disampaikan dan bagaimana cara penyampaiannya bukanlah hal yang mudah. Itulah terkadang saya membuat challenge kepada diri saya untuk membuat tulisan dari kejadian yang saya alami di hari itu. Itulah kenapa tulisan saya sering menggunakan analogi yang aneh tidak berhubungan dengan saham. Karena sejujurnya saya kehabisan ide menulis. Sehingga saya menggunakan kejadian itu sebagai analogi dan apa knowledge tentang investasi saham yang saya bisa sampaikan dari analogi tersebut.

Satu buah artikel seperti ini mungkin saya menghabiskan waktu satu sampai dua jam untuk menulis di blog. Itu kenapa akhir – akhir ini saya suka menulis di Instagram dan stockbit yang lebih cepat untuk menulis. Membuat saya lupa update website ini.

Apa Tujuan Menjadi Influencer Saham?

Pertengahan tahun ini saya mendapatkan pertanyaan dari salah seorang sahabat saya. “Thom, apa sih tujuan u nulis?”, itu pertanyaan yang teman saya tanyakan ke saya.

Pertanyaan yang membuat saya berpikir sejenak untuk menjawabnya ketika sedang membeli nasi goreng saat itu. Saya akhirnya menjawab, sejujurnya saya tidak tahu. Saya hanya senang menulis dan sharing.

Apakah saya monetize follower saya? Ya saya terkadang mendapatkan tips dari stockbit. Cukup rutin saya mendapatkan tips karena tulisan saya dianggap bermanfaat, anggaplah satu bulan satu kali saya dapat tips 5.000 rupiah dari stockbit.

Penghasilan paling besar tentu saja dari donasi, baik itu berupa tips stockbit dari pembaca lain, tips di trakteer ataupun sociabuzz. Penghasilan ini yang saya rasa paling banyak saya dapatkan. Tetapi karena tidak ada “tuntutan” untuk follower saya memberikan donasi atas materi yang saya buat maka tentu penghasilan ini masih dibawah operasional website saya.

Tapi kan website ini ada adsensenya, pasti dapat banyak uang dari adsense. Traffic dari website ini kurang lebih saat ini average di angka 75-150 pageviews perhari. Sehingga untuk adsense mungkin average mendapatkan 100 ribu perbulan. Walau tidak besar, setidaknya bisa menutup biaya tahunan berlangganan hosting untuk operasional website ini.

Saya harus akui memang saya kurang memiliki “killer instinct” untuk melakukan monetize follower saya.

Jadi pertanyaan teman saya selanjutnya, “gimana cara u Thom jadiin follower u sebagai duit nantinya?“. Sungguh saya tidak tahu apa jawaban yang harus saya berikan.

Mungkin saja saya akan membuat channel youtube, mungkin saya akan membuat channel podcast, mungkin saja saya akan membuat buku jika ada yang mau menerbitkan tulisan saya. Maka tentu follower saya yang lihat, dengar dan beli akan menghasilkan uang untuk saya.

Problemnya adalah uang yang didapatkan tidaklah besar terlebih lagi perlu investasi pada gear yang juga tidak terlalu murah dan waktu yang tidak sedikit untuk memberikan konten dengan kualitas yang baik.

Jadi sungguh hal yang manusiawi sejujurnya untuk seorang influencer pada akhirnya melakukan monetize para followernya dengan cara instant untuk menghasilkan uang yang banyak atas jerih payah dan investasi awal yang dilakukan.

Nurani VS Money

Seorang influencer yang tulus membagikan ilmunya bisa jadi berubah ketika sudah berkaitan dengan uang. Tuyul aja suka uang, apalagi manusia yang masih hidup. Begitu juga seorang influencer.

Tidak ringan ketika anda di posisi seorang influencer yang harus memilih idealisme untuk berbagi ilmu dengan tulus kepada follower anda atau menghasilkan penghasilan besar dari follower anda. Jika arti dari menghasilkan uang dari follower anda adalah ratusan ribu atau jutaan rupiah perbulan mungkin hal itu tidak menggoyahkan nurani.

Tetapi ketika kita sudah berbicara puluhan juta hingga miliaran rupiah perbulan maka tentu wajar jika nurani pun bisa goyah. Jadi itulah godaan terbesar para influencer. Saya sempat bertanya kepada beberapa teman saya lebih pilih anda kehilangan nurani anda atau kehilangan opportunity pendapatan puluhan juta sampai ratusan juta perbulan. Semuanya menjawab mending kehilangan nurani. Jadi sungguh hal yang wajar ketika influencer kehilangan nurani.

Sungguh wajar jika influencer harus menurut pada bos dibelakang untuk berhenti membagikan ilmu dengan tulus. Sungguh wajar jika influencer harus terpaksa memberikan rekomendasi transaksi walaupun di kondisi market yang dia tahu anda akan kalah. Sungguh wajar jika ahli membaca menjadi ahli menggambar untuk meningkatkan volume transaksi para follower. Sungguh wajar jika barang yang dibeli sore hari, direkomendasikan untuk dibeli pagi hari padahal barang yang dibeli followernya adalah barang dia sendiri. Sungguh wajar jika para influencer hebat itu akhirnya memilih pundi-pundi uang dibandingkan kepercayaan yang diberikan para followernya kepada mereka.

Jangan hujat mereka karena memilih money dibandingkan nurani. Karena kalau anda di posisi mereka, belum tentu anda mengambil keputusan yang berbeda dengan mereka.

Inilah salah satu reason kenapa saya selalu menulis jangan pernah percaya dengan siapapun didalam pasar saham termasuk kepada penulis yang lagi anda baca tulisannya ini. Anda tidak tahu kapan nurani saya berubah dan anda tidak tahu seberapa cerdik saya memanfaatkan anda kelak ketika nurani saya berubah. Itu kenapa ketika ada teman yang tanya apakah saya akan berubah suatu saat? Saya hanya menjawab doakan saya masih bisa menjaga nurani saya dan tidak tergoda. Karena selebihnya saya cuma manusia biasa yang bisa jatuh kedalam godaan.

Jangan pernah percaya pada siapapun didalam pasar saham, pikirkan keselamatan anda terlebih dahulu. Ini adalah nasihat dari salah seorang senior yang saya terima.

Jadi Gimana Niat Saya Untuk Menguangkan Follower Saya?

Munafik kalau saya bilang saya ga suka uang. Sudah saya bilang tuyul aja suka uang apalagi saya. Jadi jika saya dibilang tidak tergoda untuk menjadikan anda follower saya sebagai sumber penghasilan saya dimasa depan maka tentu saya seorang munafik.

Andaikata yang menawar website investorsaham.id tidak dengan uang 10 juta tapi 10 miliar mungkin saya akan consider untuk menerima tawaran itu yang berarti bisa jadi anda kehilangan sumber informasi edukasi gratis ini.

Saya tentu suka uang tapi saya ga suka independensi saya diatur orang lain. Saya tidak mau orang lain menjadikan saya sebagai bidak catur untuk memangsa orang lain demi keuntungan dia yang berarti keuntungan saya juga.

Saya rasa masih ada cara lain untuk saya menghasilkan uang dari follower saya dengan tidak perlu kehilangan nurani saya. Saat ini saya tidak tahu bagaimana, mungkin anda yang membaca tulisan ini yang bisa memberikan ide kepada saya.

Jika saya ingin menjadikan anda sebagai sumber uang saya, apa yang sebenarnya anda rela bayarkan?

Jika anda mau menjawab pertanyaan diatas, silahkan berikan jawaban anda di kolom komentar. Mungkin beberapa ide yang masuk akan saya pertimbangkan untuk kedepan hari selama saya nantinya bisa memberikan values lebih dari yang anda bayarkan dan tidak merusak nurani dan idealisme saya. Walaupun ga muda lagi, boleh dong masih ada idealisme.

Tapi mohon lupakan untuk saran buka group stockpick premium. Jika suatu saat ada group premium yang mengatasnamakan nama penulis abal-abal ini, pastilah itu palsu. Saat ini sudah ada dua influencer stockbit yang disalahgunakan namanya. Saya tidak suka memberikan ikan kepada anda, saya lebih suka memberikan anda kail. Alasannya sederhana saja, karena walaupun saya memberikan anda ikan salmon segar dari Norwegia tetapi jika anda tidak bisa mengolahnya maka itu hanya menjadi ikan busuk.

Saham yang sama dipegang dua investor yang berbeda bisa memiliki nasib yang berbeda. Perbedaannya bukan di sahamnya, tapi lebih ke isi otak dari investor yang memegang saham tersebut.

By the way satu minggu lalu ketika setelah memberikan webinar gratis ke salah satu komunitas saham, terbesit suara di hati saya. Saya ada kerinduan untuk membantu adik-adik yang masih di bangku kuliah atau SMA untuk belajar investasi saham yang benar. Dibandingkan mereka harus tersesat di dunia perjudian saham yang mereka tidak mengerti.

Tetapi bukan artinya private satu persatu saya ajarkan. Silahkan Komunitas, Universitas, SMA yang mau mengenal value investing bisa menghubungi akun saya di stockbit dan nanti kita bisa atur jadwalnya.

Tentu saja kelemahannya saya hanya bisa alokasi waktu di hari sabtu dan saya akan tentukan tanggalnya karena saya mau mengajar ketika saya mau mengajar. Saya tidak mau menjadi beban. Ini bentuk pengabdian dan bukan kewajiban yang harus saya penuhi.

Wah kalau hari kerja bisa gak? Jawabannya bisa aja diatur tetapi saran saya JANGAN. Alasannya ketika hari kerja maka tentu saja akan ada tarif yang harus anda bayarkan. Percaya saya, saya tidak akan memberikan tarif yang murah dan anda tidak boleh tawar. Jadi jangan ya.

Tidak terasa artikel ini sudah lebih dari 2.200, yang berarti artikel ini tidak disukai oleh SEO. Memang hal yang disengaja, karena saya tidak ingin artikel ini ditemui di google search engine. Alasannya saya tidak mau cari musuh dan mungkin artikel ini akan menyinggung beberapa orang. Tapi itulah saya, saya akan mengatakan apa yang saya suka dan tidak suka.

Ada satu statement yang bagus yang saya dapatkan dari seorang senior yang saya rasa harus dibagikan ke publik.

[Tweet “Do you want to be just a number in the statistics.. or do you want to be the change in the world?”]

Follow me on:

What do you think?

Written by Thowilz

Saya adalah seorang value investor yang memiliki passion untuk mengajarkan teknik value investing kepada investor lainnya. Anda dapat membaca tulisan saya di stockbit (@thowilz), instagram, dan social media investorsaham.id lainnya.

Comments

Leave a Reply
  1. Terima Kasih Thom
    untuk tetap menjaga independensi, saya harap jangan tergangu dengan pihak2 yang merasa terusik karena emitennya sedang di bahas.

    Sepertinya kalau ada di podcast enak juga, karena bisa didengarkan ketika sedang di jalan / sambil kerja. mungkin buatnya akan lebih mudah, jadi kuantitasnya bisa lebih byk. hehe

  2. Podcast dan youtube aja dong om thowilz, saya langsung subscribe.
    Makasih banyak sudah memperkenalkan value investing om

  3. 1. Jual sesi belajar saham privat sambil ngobrol2 ===> hasil sedikit, tapi makan waktu banyak
    2. Bikin perusahaan investasi/partnership dengan follower yang mau ===> Hasil besar, paling recommended
    3. Traktir semua follower anda ====> ga ada hasil, malah bangkrut

    • kalau nomor 3 rugi bandar donk malah saya. Nanti makin lama saya jadi bandarnya. wkwkwk… kidding..

      Point nomor 2 partnership dengan follower mksdnya gimana klo boleh tahu?

  4. I precisely needed to say thanks again. I am not
    sure what I might have followed without the entire creative concepts shown by you over such a area.
    Completely was a very frightening circumstance for me, nevertheless being able to
    see the specialised manner you resolved that took me
    to weep with joy. Now i’m thankful for your service and hope you
    find out what a great job your are carrying out educating others
    thru your webblog. Most probably you haven’t encountered any of us.

    Here is my blog post :: Grown MD CBD

  5. Thank you for the sensible critique. Me & my neighbor were just preparing to
    do some research about this. We got a grab a book from our local library but
    I think I learned more clear from this post. I am very glad to see such excellent information being shared
    freely out there.

    Have a look at my site :: astravo.net.ru

13 Pings & Trackbacks

  1. Pingback:

  2. Pingback:

  3. Pingback:

  4. Pingback:

  5. Pingback:

  6. Pingback:

  7. Pingback:

  8. Pingback:

  9. Pingback:

  10. Pingback:

  11. Pingback:

  12. Pingback:

  13. Pingback:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0