Teknik Dividend Hunter dalam Investasi Saham – Part 2

Pada tulisan sebelumnya saya sudah menulis dua step awal untuk memilih saham bagi para dividend hunter. Yang belum baca tulisan sebelumnya silahkan baca terlebih dahulu tulisan sebelumnya agar tidak ada salah penangkapan.

Baca juga : Teknik Dividend Hunter dalam Investasi Saham – Part 1

Step 3 – Pastikan Perusahaan Yang Dibeli Memiliki Pertumbuhan Sales dan Net Income Yang Baik

Seperti yang sudah dijelaskan pada tulisan part 1, perusahaan akan membagikan dividend jika perusahaan tersebut memiliki uang cash untuk dibagikan.

Perusahaan memang masih bisa membagikan dividend walaupun sedang mengalami kerugian seperti contoh yang sudah dijabarkan didalam langkah 2 dengan studi kasus PALM.

Tetapi jika perusahaan tidak bisa menghasilkan profit maka hanya tinggal masalah waktu sampai uang kas di perusahaan itu habis dan tidak ada lagi uang yang akan dibagikan dalam bentuk dividend.

Itu mengapa kita perlu memperhatikan pertumbuhan sales dan laba bersih dari perusahaan. Jika perusahaan dapat mempertahankan pertumbuhan sales dan laba bersih dengan baik maka seharusnya perusahaan akan memiliki uang kas yang cukup untuk menumbuhkan dividend yang akan dibagikan kepada pemegang saham di masa depan.

Apa yang dimaksud dengan Growth Sales ataupun Laba Bersih Yang Baik?

Tetapi apa yang dimaksud dengan perusahaan yang memiliki sales growth ataupun laba bersih yang baik?

Analisa Net Income SIDO
Analisa Net Income SIDO

Jika melihat  data diatas, maka kita melihat SIDO memiliki average net income 14% dari 5 tahun terakhir. Tapi sebenarnya hal yang menarik adalah hasil ratio perbandingan growth net income yang lebih pendek dengan periode yang lebih panjang.

- Advertisement -

Average net income growth 3 tahun SIDO ada di 20% sedangkan average net income growth 5 tahun SIDO ada di 14%. Hal ini yang sebenarnya membuat menarik SIDO menjadi perusahaan growth yang sangat menarik. SIDO masih memiliki trend peningkatan net income growth.

Jika kita hanya melakukan pengecekan average growth 5 tahun terakhir saja bisa jadi anda terjebak memilih perusahaan yang memiliki trend growth net income ataupun sales yang sedang menurun. Berdasarkan hasil analisa di excel saya, ada beberapa perusahaan yang menjadi favorit para growth investor yang sebenarnya lagi memiliki trend penurunan growth tersebut. Tetapi demi tidak menimbulkan kegaduhan, jadi saya tulis yang hasilnya positif saja ya.

Step 4 – Abaikan Step 1 hingga Step 3 Selama Anda Mengetahui Kenapa Perusahaan Yang Anda Beli Akan Memberikan Return Dividend Yang Baik Di Masa Depan

Memilih saham itu adalah hal yang unik sama halnya dengan memilih pasangan hidup. Kita bisa membuat semua parameter pemilihan berdasarkan logika yang benar menurut kita. Tetapi sayangnya hasilnya belum tentu sesuai dengan yang kita harapkan. Begitu juga kebalikannya.

Pilihlah pasangan yang rajin beribadah, pandai cari uang, memiliki latar keluarga yang baik dan latar belakang pendidikan yang baik maka anda akan mendapatkan  pasangan hidup yang ideal. Logikanya kurang lebih seperti itu.

Akan tetapi apakah ada yang menjamin orang yang rajin beribadah hidupnya pasti benar? Logikanya seperti itu, tetapi sayangnya tidak selalu seperti itu. Orang yang terlahir dari keluarga baik apakah pasti baik dalam membina rumah tangga? Logikanya seperti itu, tetapi sayangnya tidak selalu seperti itu.

Ada juga yang tadinya tidak rajin beribadah, setelah bertobat malah jadi jauh lebih baik ibadahnya dari anda dan hidupnya lebih benar dari anda. “Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.” Itu mungkin kutipan terkenal yang mencerminkan hal ini.

Demikian juga dengan saham, bisa jadi berdasarkan 3 kriteria diatas tidak selalu baik akan tetapi anda tetap bisa menemukan peluang yang menarik dari saham yang tidak memenuhi semua 3 kriteria diatas.

Studi Kasus – ITMG

Bagaimana dengan ITMG, salah satu saham koleksi saham dari penulis saat ini. ITMG merupakan perusahaan yang terkenal royal dalam membagikan dividend kepada para investornya.

Analisa Dividend ITMG
Analisa Dividend ITMG
  • ITMG mengalami trend penurunan dividend. Kita bisa melihat dengan jelas perbandingan average dividend yield growth 6 tahun terakhir dengan 3 tahun terakhir yang terlihat penurunan secara signifikan.
  • ITMG memang terkenal royal dalam membagikan dividend, kita bisa melihat ITMG sering memberikan dividend dengan payout ratio diatas 85% dari net income. Justru ketika kondisi sulit, dia menurunkan payout ratio hanya menjadi 56% saja dari net income.
  • Yang sebenarnya perlu diperhatikan pada tahun 2020, ITMG memiliki payout ratio berdasarkan FCF luar biasa tinggi hingga 490%. Jika kita lihat pada laporan cashflow ITMG ini adalah FCF terendah ITMG, dimana FCF tersisa 179M pada akhir tahun 2019.
Data Free Cashflow ITMG
Data Free Cashflow ITMG
  • Sehingga jika mengharapkan total pembagian laba bersih 2020 melebihi 1.000 rupiah secara total menurut saya akan sulit untuk ITMG. Saat ini ITMG akan membagikan  dividend interim 2020 sebesar 307 perlembar saham. Jika dividend 2020 dibagikan pada april 2021 saya rasa tidak jauh berbeda dari dividend interim ini atau bahkan bisa jadi lebih kecil. Mari kita berasumsi dividend april 2021 memiliki besaran yang sama dengan dividend interim bulan ini di 307. Artinya total dividend ITMG sebesar 614 rupiah.
  • Andaikata kita membeli perusahaan itu di harga cum date sekitar 8.500 rupiah. Maka kita mendapatkan total dividend yield hanya sebesar 7.1%. Sebuah angka yang sebenarnya kurang menarik untuk perusahaan yang biasanya konsisten memiliki dividend yield diatas 10% pertahun, apalagi angka 7.1% tersebut asumsi dari harga saat ini yang terbilang valuasi yang rendah untuk ITMG.
  • Jika permintaan batu bara masih tidak baik ditahun depan sehingga akan menekan harga batu bara tetap rendah maka akan menjadi hal yang sulit sebenarnya  untuk ITMG memperbaiki besaran dividend yang diberikan kepada para investornya.

Lalu Apakah Saya Tidak Membeli ITMG Lagi Dengan Begitu Banyak Data Buruknya?

Saya memiliki keyakinan, angka dividend yang diberikan oleh ITMG april 2021 nanti tidak akan menyenangkan bagi para investornya yang terbiasa menerima angka dividend dalam nilai besar.

Tetapi disatu sisi, saya mulai melihat ada trend kenaikan untuk harga coal saat ini. Tentu saya berharap harga coal bisa bertahan dengan konsisten diatas 60USD. Lebih baik lagi kalau bisa tembus 70 USD pada tahun 2021 nanti. Jika itu terjadi tentunya angka sales ITMG akan mengalami kenaikan, yang berarti net income juga akan naik, cashflow naik dan dividend yang diberikan juga naik.

Andaikata ITMG bisa memberikan kembali dividend total 1.500 saja pertahun maka itu sudah menjadi dividend yield yang cukup menyenangkan. Dividend 1500 pertahun dengan harga cum date 8.500 berarti dividend sebesar 17% pertahun. Saya rasa kalau coal tembus 70 USD, ITMG akan dengan mudah melewati angka dividend yang saya harapkan tersebut

Jadi saya akan gunakan kesempatan diskon terakhir kali yang saya harapkan terjadi di akhir bulan ini atau awal bulan depan untuk melakukan pembelian terakhir di saham ini pada tahun ini.

NB: Tulisan ini dibuat pada 14 November 2020.

Sehingga jika anda menemukan sebuah alasan yang logis kenapa perusahaan yang anda pilih akan memiliki perbaikan laba bersih di masa depan maka tidak ada masalah jika anda membeli saham tersebut walaupun syarat di step 1 hingga step 3 tidak terpenuhi. Ini memang seni dalam memilih saham. Tidak ada ilmu pasti, sama halnya seperti anda memilih pasangan hidup.

Kapan Waktu Menjual Saham Bagi Para Dividend Hunter?

Saya sejujurnya bukan penganut aliran holding period saham terbaik adalah selamanya. Saya setuju perusahaan yang baik worthed untuk dipegang terus tanpa memperhatikan pergerakan harga naik turun di market.

Saya setuju perusahaan yang baik harga sahamnya akan naik dalam jangka panjang. Tetapi satu pertanyaan saya adalah apa itu definisi perusahaan yang baik? Apakah perusahaan yang saat ini baik akan selalu menjadi  perusahaan baik di masa depan?

Jika seperti itu maka sungguh kasian orang yang berinvestasi pada perusahaan semacam Nokia ataupun Blackberry. Saya rasa ketika masa jayanya tidak ada yang bilang perusahaan itu adalah perusahaan yang tidak baik.

Saya akan berikan sebuah contoh perusahaan yang saat ini pun masih dikenal dengan perusahaan yang baik. Silahkan anda melakukan penilaian sendiri setelah membaca tulisan saya ini.

Analisa HMSP
Analisa HMSP

Apakah kita setuju jika menyebut HMSP adalah perusahaan bagus? saya akan jawab SANGAT SETUJU.

Bagaimana saya bilang tidak bagus, perusahaan ini bisa konsisten meningkatkan sales dan bisa meningkatkan net incomenya setiap tahunnya.

Analisa Pendapatan dan Laba HMSP
Analisa Pendapatan dan Laba HMSP
- Advertisement -

Semua ratio keuangan perusahaan ini sungguh luar biasa setiap tahunnya. Kita bisa lihat bagaimana emiten ini memiliki ROE ROA atau ratio – ratio yang dicintai para growth investor dengan sangat luar biasa. Percaya saya, tidak mudah menemukan perusahaan dengan konsistensi ROE diatas 25% seperti HMSP.

Analisa ROE ROA HMSP
Analisa ROE ROA HMSP

Ratio hutang selalu bagus, CFO dan FCF selalu positif. Sungguh luar biasa emiten ini. Jika anda perokok mungkin anda juga penikmat produk HMSP yang merupakan market leader di industri rokok.

Tetapi jika anda membeli saham ini di tahun 2018 mungkin anda tidak merasa bahagia melihat kondisi hari ini. Pada tahun 2018, HMSP sempat diatas 5.000 rupiah. Jika sekarang kita berasumsi HMSP ada di 1.500 rupiah, maka ini sudah menjadi penurunan sebesar 70%.

Apa yang anda dapatkan dengan mengorbankan penurunan harga 70% tersebut? Selamat anda mendapatkan peningkatan dividend sebesar 5% pertahun. Tetapi bukan sesuatu yang menggembirakan bagi saya, jika saya merupakan pembeli saham ini di tahun 2018 atau tidak menjual saham ini sebelum terjadi penurunan di tahun 2018.

History Dividend HMSP
History Dividend HMSP

Apa Yang Salah Dengan HMSP di Tahun 2018?

Saya tidak ada menyebut HMSP perusahaan yang memiliki kinerja tidak bagus. Saya sebagai penulis mengakui HMSP merupakan perusahaan yang memiliki kinerja perusahaan sangat bagus.

Tetapi tetap saja penurunan sebesar itu pasti ada alasannya. Mari kita lihat beberapa data menarik terkait HMSP di tahun 2018 keatas.

Point 1 – PER dan PBV sudah terlalu tinggi

Perusahaan bagus tentu wajar dihargai PER dan PBV yang lebih tinggi. Tetapi tetap saja jika sudah dihargai terlalu tinggi itu namanya kemahalan. Secara logika sesuatu yang sudah terlalu mahal maka susah cari pembelinya. Ketika susah cari orang yang mau membeli maka penawaran melebihi permintaan sehingga akan terjadi penurunan harga saham.

History PER HMSP
History PER HMSP

Pada akhir tahun 2017 PER HMSP berada di nilai 43.42X. Ini berarti jika kita membeli HMSP di tahun 2018 maka kita akan mendapatkan break even point dari laba bersih HMSP setelah 43.42 tahun.

Misalkan saja HMSP bisa menghasilkan peningkatan laba bersih konsisten 20% pertahun, maka dengan rumus sederhana kita akan mendapatkan total return 59.7% dalam 10 tahun investasi jika menghitung berdasarkan PER saja. Tampaknya deposito yang merupakan investasi lebih aman menghasilkan return yang kurang lebih sama dengan risiko yang lebih kecil.

Perhitungan Growth PER HMSP 2018
Perhitungan Growth PER HMSP 2018

Maka wajar akan susah mencari orang yang mau melakukan pembelian untuk perusahaan dengan PER yang sudah setinggi itu.

Berapa PBV HMSP saat akhir tahun 2017? Sekitar 16.13x. Saya tidak perlu jelaskan lebih lanjut tentang ini, karena saya yakin anda sudah mengerti.

Historical PBV HMSP
Historical PBV HMSP

Pelajaran yang perlu dipetik oleh para dividend hunter adalah : JUAL jika PER dan PBV perusahaan tersebut sudah terlalu tinggi. Jika anda cinta sekali dengan emiten ini, silahkan beli ketika harganya sudah jatuh. Itu akan jauh lebih memperbesar dividen anda di masa depan.

Lalu berapa PER dan PBV yang dianggap sudah terlalu mahal? Mari kita lihat data BBCA yang merupakan raja market cap di IHSG. BBCA memiliki PBV paling tinggi pada tahun 2019 dengan nilai 4.74x. BBCA memiliki PER paling tinggi pada tahun 2019 dengan nilai 28.85x.

Mengikuti ajaran Peter Lynch, jual saham bagus anda jika PER sudah diatas 40X. Sebaik apapun kinerja perusahaan anda.

Point 2 – Kinerja Pertumbuhan Sales dan Laba Bersih Yang Melambat

Jika dengan asumsi pertumbuhan net income 20% saja maka secara perhitungan return sudah tidak menarik jika PER diatas 40x apalagi jika growth net income jauh dibawah itu dan trendnya menurun.

Analisa Growth HMSP
Analisa Growth HMSP

Sebenarnya HMSP memiliki growth baik sales ataupun laba bersih yang tidak jelek selama 10 tahun terakhir yaitu rata-rata 11% pertahun. Tetapi jika kita melihat average growth 5 tahun terakhir hanya di sekitar 6%. Kita bisa melihat perlambatan pertumbuhan growth baik secara sales ataupun laba bersih di tahun-tahun terakhir.

Ketika perusahaan mengalami perlambatan pertumbuhan laba bersih dan sales anda sebaiknya berhati – hati. Hal yang cukup unik di market adalah, ketika mulai menunjukan perlambatan harga saham umumnya malah naik terlebih dahulu. Apakah karena butuh waktu untuk “cuci piring”? Saya kurang mengerti untuk hal seperti itu.

Tetapi jika anda melihat perlambatan sales dan laba bersih maka sebaiknya anda mulai berhati-hati. Jika anda tidak bisa memastikan bahwa perlambatan ini hanya bersifat temporary, silahkan hunting saham baru untuk mulai memindahkan dana anda.

Point 3 – Hindari Payout Ratio Yang Sudah Terlalu Tinggi

Banyak yang berpikir harga saham tidak masalah turun, selama memberikan dividend yang besar. Perusahaan tidak bisa menumbuhkan dividend yang besar jika dana yang secara logika bisa dialokasikan untuk pembagian dividend sudah hampir terpakai semua.

Secara logika seharusnya perusahaan akan melakukan pembagian jika perusahaan itu memiliki laba bersih atau cashflow nganggur.

Analisa Payout Ratio HMSP
Analisa Payout Ratio HMSP

Pada akhir tahun 2017, payout ratio HMSP sudah terbilang tinggi untuk kriteria net income, FCF dan juga CFO. Menurut pandangan saya pribadi maksimal sebaiknya 75%. Ini akan memberikan perusahaan ruang untuk tetap bisa memberikan dividend yang sama bagusnya jika terjadi penurunan kinerja sales ataupun laba bersih di tahun mendatang.

By the way, data HMSP yang saya bahas adalah data sampai tahun 2018. Saat ini HMSP sudah mengalami koreksi yang cukup lumayan. Silahkan melakukan analisa sendiri apakah HMSP saat ini sudah menarik atau belum. Saya kembali menekankan bagi saya HMSP tetap merupakan perusahaan berkualitas baik.

Jadi sebagai rangkuman untuk para dividend hunter sebaiknya mulai mempertimbangkan untuk melepas sahamnya jika memenuhi 3 kriteria ini:

  • PER dan PBV sudah terlalu tinggi.
  • Pertumbuhan sales dan net income perusahaan sudah dirasa melambat dan bukan bersifat sementara.
  • Payout ratio sudah terlalu tinggi.

adsense
- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Rekomendasi 7 Buku Saham Wajib Dibaca

Kenapa saya menuliskan rekomendasi buku saham pada postingan kali ini. Pada umumnya sebuah buku dibuat pertama kali oleh pengarangnya ketika sudah berumur rata -...

Hubungan antar aliran ilmu didalam investasi saham

Pasar saham dihuni oleh banyak investor yang menggunakan berbagai aliran ilmu yang berbeda - beda. Ada yang suka dengan value investing, growth investing, analisa...

Bagaimana Menghindari Investasi Bodong (Yield Pigs)?

Dua tahun belakangan ini tampaknya kita sudah bosan mendengar banyaknya kasus investasi bodong yang terkuak di publik satu demi satu. Salah satu pembaca tulisan saya,...

Risk Rate Free of Return & Menentukan Target Return Saham

Risk free rate of return secara teori adalah return investasi yang dihasilkan dari instrumen investasi yang tidak memiliki risiko. Saya pribadi tidak setuju dengan...

Related articles

1 Comment

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here