Belajar Investasi Dari Warren Buffet

Warren Buffet seorang investor luar biasa hingga dijuluki penyihir dari Omaha. Bahkan dia sempat menjadi orang terkaya di dunia berkat keahliannya dalam berinvestasi. Tampaknya saya tidak perlu memperkenalkan sosok investor ini lebih jauh lagi, karena kemungkinan besar anda sudah tahu siapa sosok ini.

Bahkan di website ini sudah ada beberapa tulisan tentang Warren Buffet yang bisa anda temukan, diantaranya:

  • Warren Buffet Quote Part 1 – Link
  • Warren Buffet Quote Part 2 – Link
  • Menghitung Nilai Wajar Warren Buffet – Link

Jadi tanpa perlu panjang lebar lagi, mari kita langsung membahas strategi Warren Buffet dalam memilih saham. Warren Buffet memiliki beberapa tahap dalam memilih sebuah saham.

Tahap 1 – Apakah ini tipe perusahaan yang diinginkan Warren Buffet?

Kriteria Perusahaan Warren Buffet

Warren Buffet menyukai perusahaan dengan karakteristik sebagai berikut:

  • Warren Buffet hanya ingin berinvestasi  pada perusahaan yang memiliki brand yang kuat. Ini kenapa Buffet berinvestasi pada perusahaan seperti Coca-Cola, Gillette, McDonalds ataupun American Express.
  • Buffet hanya ingin berinvestasi pada perusahaan yang bisa adjustment harga jual produknya dengan mudah jika terjadi kenaikan biaya.
  • Buffet suka berinvestasi pada perusaahaan yang produk atau jasanya mudah dimengerti. Inilah kenapa Buffet sempat cukup lama tidak mau berinvestasi pada perusahaan teknologi. Walaupun pada akhirnya dia mulai berinvestasi pada perusahaan teknologi di kemudian hari.

Mudah Diprediksi

Warren Buffet suka perusahaan yang konsisten menghasilkan profit yang bertumbuh.

  • EPS Y1 >= Y2 >= Y3….>=Y10 dan tidak ada EPS negatif –> PASS
  • Ada tahun EPS tidak bertumbuh ataupun EPS negatif –> FAIL

Hutang Yang Aman

Untuk mengecek ratio hutang, Buffet memiliki pendekatan yang berbeda dengan kebanyakan investor lain. Ratio yang umum digunakan adalah DER (Debt to Equity Ratio), tetapi Warren Buffet tidak menggunakan ratio tersebut.

Buffet lebih suka menggunakan ratio yang disebut dengan time earnings untuk pengecekan hutang.

Time earnings = Long-Term Debt / Net income

Buffet menyukai perusahaan yang hutang jangka panjangnya bisa dilunasi oleh laba bersih perusahaan maksimal 5 tahun.

  • <=2 Times Earnings –> PASS (BEST SCENARIO)
  • >2 dan <=5 Time Earnings –> PASS
  • >5 Time Earnings –> FAIL

ROE Yang Tinggi

- Advertisement -

Buffet menyukai perusahaan yang sudah mature dengan ROE yang tinggi. Maka persyaratan perusahaan yang akan dibeli oleh Buffet adalah:

  • Average ROE 10 tahun >=15% –> PASS
  • Average ROE 10 tahun <15% –> FAIL

Return on Total Capital (ROTC) yang Tinggi

Seperti yang kita tahu rumus akuntansi adalah Harta = utang + modal.

Ini berarti Modal = Harta – hutang. Sehingga jika perusahaan memiliki hutang yang semakin besar, maka nilai ekuitas (modal) perusahaan akan semakin kecil. Hal ini bisa menyebabkan ROE yang semakin besar.

Sehingga demi menghindari ROE yang bisa jadi bias, maka Warren Buffet menggunakan ratio yang bernama ROTC (return on total capital).

ROTC = Net Income / Total Capital

Total Capital = Equity + Debt.

Agar lebih mudah dimengerti, perusahaan yang menghasilkan net profit 100 miliar dengan ekuitas 400 miliar maka ROE = 25%. Tetapi jika perusahaan tersebut memiliki debt 100 miliar, maka ROTC = 20% (100 miliar / 500 miliar).

  • ROTC >=12% –> PASS
  • ROTC <12% –> FAIL

Perusahaan Yang Biaya CAPEX Rendah

CAPEX (Capital Expenditure) adalah biaya untuk pengadaan asset yang mendukung operasional perusahaan. Warren Buffet tidak suka perusahaan yang memiliki biaya CAPEX yang besar. Untuk itu Buffet menggunakan free cash flow

Free Cash Flow sendiri memiliki beberapa pendekata untuk perhitungannya. Akan tetapi jika saya jelaskan dengan metode paling sederhana maka rumusnya sebagai berikut:

Free Cash Flow = Cash Flow from Operations (+/-) Kenaikan/penurunan working capital (+/-) Kenaikan/Penurunan Saldo Fixed Asset

Jika working capital atau saldo fixed asset meningkat maka akan dikurangkan dengan cashflow from operations untuk perhitungan free cashflow.

Kenaikan/penurunan saldo fixed asset inilah yang menjadi penanda CAPEX sebuah perusahaan di tahun tersebut. Walaupun mungkin akan muncul pertentangan, bagaimana kalau perusahaan tidak ada membeli asset baru di tahun ini dan nilai aset menyusut karena depresiasi? Itu memang logika yang betul, tapi setidaknya free cash flow membantu untuk mengidentifikasi dengan cepat perusahaan mana yang memiliki CAPEX yang tinggi atau rendah dengan berbagai keterbatasannya.

  • Free Cash Flow >0 –> PASS
  • Free Cash Flow <=0 –> FAIL

Penggunaaan Retained Earnings

Perusahaan dalam menjalankan bisnisnya akan menghasilkan laba/rugi di akhir tahun. Laba/rugi di akhir tahun ini akan menjadi saldo laba ditahan (retained earnings). Warren Buffet tidak suka perusahaan yang tidak bisa memutar laba perusahaan menjadi sesuatu yang produktif atau menguntungkan investor.

Retained Earning ini harus digunakan oleh manajemen perusahaan untuk bisa meningkatkan kekayaan investornya, begitu pola pikir Warren Buffet.

Misalkan saja laba perusahaan tahun ini adalah 1 triliun rupiah, ini berarti retained earning perusahaan senilai 1 triliun rupiah (asumsi tidak memperhitungan retained earning dari tahun-tahun sebelumnya). Anggaplah setelah itu dari saldo retained earnings(laba ditahan) dibagikan dividen menjadi sebesar 500 miliar rupiah. Sehingga tinggal tersisa 500 miliar rupiah.

Buffet menginginkan manajemen perusahaan bisa menggunakan laba ditahan tersebut untuk meningkatkan laba bersih perusahaan di tahun depannya. Dia memberikan standard retained earning tersisa dapat menghasilkan peningkatan laba bersih perusahaan diatas 15%. Ini yang disebut dengan utilization of retained earnings.

  • Utilization of Retained Earnings >=15% –> PASS (BEST SCENARIO)
  • Utilization of Retained Earnings >=12% & <15% –> PASS
  • Utilization of Retained Earnings <12% –> FAIL

Tahap 2 – Apakah Perusahaan Tersebut Dijual Pada Harga Yang Menarik?

Seperti yang kita tahu, Warren Buffet adalah seorang value investor. Seorang value investor hanya mau membeli saham perusahaan bagus dan murah.

Tahap pertama yang sudah kita bahas diatas adalah bagaimana Buffet menilai perusahaan tersebut adalah perusahaan bagus atau tidak.

Pada Tahap kedua ini, Buffet akan melakukan perhitungan nilai wajar perusahaan tersebut.

Untuk hal ini sudah pernah saya bahas di artikel lain yang berjudul cara menghitung nilai wajar ala Warren Buffet. Anda juga dapat mendownload template file excel untuk perhitungannya.

adsense
- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Tips Terbaik Investasi – Baru Beli Sudah Untung

"Tips investasi terbaik tersebut dirangkum dalam satu kalimat sederhana yaitu "Baru beli sudah untung" Sang pembicara mengajarkan bahwa banyak orang yang sulit membedakan antara investasi...

Rangkuman Belajar Value Investing Untuk Investor Saham Pemula

Cukup banyak pertanyaan yang masuk tentang bagaimana cara melakukan analisa laporan keuangan. Sebenarnya ini adalah topik paling awal yang saya tulis. Tetapi karena tanpa...

Tips Belajar Saham Bagi Investor Pemula – Kaitkan Dengan Uang

Pada tulisan kali ini saya ingin menulis secara ringan aja untuk sharing tips bagaimana investor pemula bisa belajar saham dengan lebih cepat. Saya harus bilang...

3 Kesalahan Yang Menyebabkan Terkena Value Trap

Ada satu pertanyaan yang menarik ke saya, yaitu bagaimana menghindari value trap? Melihat pertanyaan value trap artinya orang yang mengajukan pertanyaan ini sudah mengerti...

Related articles

3 Comments

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here