Warren Buffet Quote Collection Part 2

Quote 8 – Rule no.1 : Never Lose Your Money. Rule no.2: Never Forget Rule No.1

Quote Warren Buffet ini juga salah satu quote yang paling populer. Quote ini mengajarkan betapa pentingnya untuk meminimalisasi resiko dalam berinvestasi. Tidak boleh mengalami kerugian adalah peraturan paling penting dalam berinvestasi. Tidak ada aturan yang lebih penting daripada itu.

Aturan ini terlihat sulit, karena tidak ada investor yang tidak pernah mengalami kerugian. Termasuk seorang Warren Buffet sendiri. Warren Buffet pernah membeli sebuah saham perusahaan, yang pada akhirnya saham perusahaan tersebut tidak bisa dijual lagi karena perusahaannya bangkrut.

Sebagai investor kita sering dihadapkan dengan dua pilihan:

  • Investasi yang memberikan imbal hasil besar tapi resiko besar.
  • Investasi yang memberikan imbal hasil biasa saja tapi resiko kecil.

Banyak investor yang lebih menyukai pilihan pertama, mereka tergiur dengan imajinasi profit besar yang akan didapatkan. Tapi saya sendiri lebih menyukai pilihan kedua.

Tapi tentu favorit saya adalah pilihan ketiga, yaitu investasi yang memberikan imbal hasil yang besar dengan resiko kecil. Untuk itulah kenapa saya memilih teknik value investing. Jika ingin mencari lebih dalam tentang apa itu value investing bisa membaca tulisan saya yang membahas tentang value investing.

Baca juga : Value Investing – Teknik Mencari Saham Bagus dan Murah

Jika tidak percaya ada investasi saham yang bisa memberikan imbal hasil besar dan tingkat resiko kecil. Maka bisa membaca tulisan saya tentang screening saham yang menjelaskan bagaimana mencari saham yang memiliki karakteristik seperti itu.

Baca juga : Screening Saham ala Value Investor

Cara Implementasi

- Advertisement -

Semua investasi pasti memiliki yang namanya resiko. Sekalipun investasi itu bernama deposito. Ya betul, deposito bank juga memiliki resiko kehilangan uang anda.

Kita harus mengetahui bagaimana cara minimalisasi resiko di setiap investasi yang kita lakukan. Pelajari semua aturan di instrumen investasi kita dengan sebaik mungkin. Ini adalah hal yang cukup dilakukan paling lama 60 menit dan bisa menyelamatkan dana masa depan anda.

Resiko Investasi Deposito:

  • LPS sebagai lembaga penjamin simpanan bank yang menjadi anggotanya bertugas mengganti dana nasabah jika terjadi kasus gagal bayar. Tapi ada tiga peraturan penting yang perlu diketahui tentang jaminan kepastian pengembalian dana nasabah bank:
    • Hanya bank yang terdaftar sebagai anggota LPS yang mendapatkan jaminan pengembalian dana nasabah. Jadi berhati-hati jika anda menyimpan uang di bank yang bukan merupakan anggota LPS.
    • LPS mengatur besar bunga tabungan/deposito yang akan digantikan. Jika LPS memberikan aturan bahwa bunga maksimal yang bisa diberikan kepada nasabah adalah 8%, dan bank tersebut memberikan bunga 10%. Maka LPS tidak akan menggantikan dana nasabah walaupun bank tersebut merupakan anggota LPS. Jadi berhati-hatilah jika anda menyimpan uang di bank yang menjanjikan return tidak wajar.
    • Dana yang digantikan oleh LPS maksimal 2 miliar rupiah per rekening. Jika anda memiliki dana besar untuk deposito, ada baiknya sebar ke beberapa rekening bank berbeda. Sumber: http://bit.ly/2u0tTZQ

Berinvestasi Menggunakan Logika

Begitu mudah para investor tergiur dengan investasi yang menjanjikan return besar. Beberapa tahun lalu sempat booming money game dengan skema ponzi. Investasi itu menjanjikan return 20% setiap bulan.

Return 20% per bulan itu sama dengan return 240% pertahun. Perusahaan – perusahaan terbaik di IHSG saja tampaknya tidak ada yang bisa menghasilkan return sebesar itu. Apalagi perusahaan yang namanya saja baru anda dengar.

Berinvestasi ke sebuah instrumen investasi yang tidak masuk akal ini sama saja dengan anda membuang uang anda. Karena investasi seperti itu kemungkinan besar tidak akan memberikan pengembalian modal uang anda, apalagi keuntungan investasi.

Berinvestasi Saham Yang Aman

Berinvestasi saham yang aman adalah berinvestasi pada perusahaan yang memiliki kinerja bagus. Tetapi bagus saja tidak cukup, karena jika kita membeli di harga yang terlalu mahal maka kita akan mengalami kerugian waktu untuk mendapatkan floating loss.

Floating loss dari membeli perusahaan yang kemahalan bisa cukup besar dan bisa butuh waktu cukup lama untuk pulih. Betul secara jangka panjang anda akan kembali untung jika anda benar memilih perusahaan bagus. Tapi sungguh saya membuang waktu 3-5 tahun hanya untuk sekedar mengembalikan modal investasi anda.

Untuk itu kita perlu menghitung dan membeli perusahaan tersebut hanya ketika perusahaan tersebut dijual dibawah nilai intrinsic / nilai wajarnya.

Baca juga : Menghitung Nilai Wajar ala Benjamin Graham

Membeli perusahaan yang memiliki kinerja bagus dan dijual dibawah nilai wajar ini adalah sebuah hal yang paling logis dalam investasi saham. Kedua hal ini akan mengurangi resiko investasi saham anda sekaligus meningkatkan potensi profit anda.

Berinvestasi Pada Kerjasama Bisnis Riil

Cara terbaik untuk mengurangi resiko dalam berbisnis adalah bekerjasama dengan yang terbaik di bisnis tersebut.

Bisnis kedai kopi menjadi sangat favorit saat ini. Tapi jika saya mengajak anda bekerjasama untuk membuka kedai kopi maka ini bisa menjadi resiko besar untuk anda. Karena saya belum pernah bisnis kedai kopi, tidak mengerti bagaimana memilih biji kopi, tidak mengerti cara menggunakan mesin kopi.

Resiko ini akan jauh berkurang jika anda bekerjasama dengan yang terbaik seperti kopi janji jiwa, kopi kenangan, upnormal, dan lain – lain.

Quote 9 -it’s better to hang out with people better than you, pick out associates whose behavior is better than yours and you’ll drift in that directions.

Quote Warren Buffet kali ini mengingatkan pentingnya memilih teman bergaul. Menghabiskan waktu dengan orang yang lebih baik dari kita akan mengubah merubah kualitas diri kita menjadi lebih baik karena kita akan tertular mindset dan perilaku positifnya.

Sebaliknya, menghabiskan waktu dengan orang yang kualitasnya lebih buruk akan membawa kita ke level mereka karena kita akan tertular mindset dari perilaku negatifnya.

Bahkan Anthonny Robbins memberikan rumus, jika mau tau berapa besar penghasilan anda. Hitung rata-rata penghasilan 5 orang yang paling banyak menghabiskan waktu bersama anda, maka itulah kurang lebih besarnya penghasilan anda.

Jadi jika anda ingin menjadi lebih sukses, maka berhati-hatilah dalam memilih teman bergaul.

Cara Implementasi

Kita sebagai manusia harus membuka diri untuk berteman dengan siapa saja. Tidak boleh pandang bulu dalam memilih teman. Berteman dengan semua orang adalah pilihan yang bijak.

Tetapi kita harus bergaul / menghabiskan waktu dengan orang yang tepat. Bergaul dengan orang yang kualitasnya diatas kita akan membuat kualitas kita menjadi lebih baik lagi.

Tapi jika kita orang biasa saja, bagaimana cara agar bisa masuk ke pergaulan orang-orang yang lebih hebat ini? Maka jawabannya adalah berikan values anda terlebih dahulu. Jangan pernah bergaul untuk tujuan mendapatkan keuntungan. Tidak ada orang yang suka dengan hal tersebut.

- Advertisement -

Banyak orang hebat yang didekati orang lain karena 3 hal:

  • Minta pekerjaan.
  • Minta uang / mau pinjam uang.
  • Yang lebih parah adalah minta pekerjaan sekaligus minta uang / mau pinjam uang.

Jangan lakukan hal tersebut, karena anda juga pasti tidak suka jika ada orang yang mendekati anda karena tiga tujuan tersebut. Jika anda tidak suka orang lakukan hal tersebut, maka jangan lakukan itu ke orang lain.

Tentu anda akan suka jika orang tersebut memberikan values / manfaat untuk anda. Oleh karena itu pikirkan apa values / manfaat yang anda bisa berikan kepada orang lain. Setiap orang pasti memiliki kelebihan masing – masing. Berikan kelebihan itu kepada orang yang anda ingin bisa bergaul.

Banyak kaum pesimis yang bilang, orang hebat itu memiliki semua yang saya punya. Tidak ada added values apapun yang bisa saya berikan. Jawabannya selalu ada, yaitu WAKTU. Orang kaya orang miskin hanya punya waktu 24 jam sehari. Jadi anda bisa memberikan waktu anda sebagai values untuk orang tersebut. Karena waktu adalah aset yang sangat berharga, maka bijaklah dalam menggunakan waktu anda.

Quote 10 – Risk Comes From Not Knowing What You’re Doing

Semua hal yang anda lakukan pasti memiliki resiko. Bahkan jika saat ini anda dan keluarga sedang disiplin #dirumahsaja, anda masih memiliki resiko. Bisa jadi salah satu anggota keluarga anda sedang kentut. Maka anda memiliki resiko menghirup bau yang kurang sedap saat ini.

Resiko memiliki 2 karakteristik:

  • Besarnya dampak kepada kita
  • Peluang terjadinya resiko

Jika seorang Lo Kheng Hong lagi mau iseng bermain saham gorengan dengan modal 50 juta rupiah. Maka ini bukan merupakan resiko bagi beliau, karena uang 50 juta rupiah ini cuma sebagian kecil dari harta kekayaan dia yang bernilai triliunan rupiah.

Tapi jika seorang pekerja awal menggunakan semua modal yang dikumpulkan senilai 50 juta untuk berinvestasi di saham gorengan. Maka  ini akan menjadi resiko buat orang tersebut.

Hal yang sama dilakukan dua orang yang berbeda bisa memiliki tingkat resiko yang berbeda untuk kedua  orang tersebut.

Jika anda belum pernah menyetir mobil sebelumnya, lalu langsung membawa mobil di jalan raya jakarta maka peluang anda mengalami tabrakan kecil adalah besar. Tapi jika orang yang sudah terbiasa membawa mobil, dia akan biasa saja walaupun baru pertama kali menyetir di lalu lintas Jakarta.

Peluang resiko terjadi besar atau kecil juga ditentukan oleh kesiapan kita dalam menghadapi resiko tersebut. Semakin kita siap, semakin kecil kemungkinan resiko itu terjadi. Dan sebaliknya semakin kita tidak siap maka semakin besar kemungkinan resiko itu terjadi.

Cara Implementasi

Investor selalu ingin terburu – buru dalam berinvestasi. Sebagai contoh:

  • Para trader pemula, yang memilih untuk berinvestasi menggunakan real account dibandingkan virtual account terlebih dahulu.
  • Para investor pemula, yang memilih untuk berinvestasi tanpa melakukan analisa laporan keuangan terlebih dahulu.
  • Investor ataupun trader yang langsung berinvestasi tanpa mau belajar terlebih dahulu.

Anda bisa meraih keuntungan jika anda tahu bagaimana cara menghasilkan keuntungan tersebut. Luangkan waktu terlebih dahulu untuk belajar sebelum memulai praktek. Dan selalu praktek ilmu yang sudah anda pelajari.

Investasi apa yang terbaik untuk investor? Jawaban saya adalah investasi leher keatas (pengetahuan). Karena investasi tersebut yang bisa menjamin return berkali-kali lipat.

Berinvestasi tanpa memiliki knowledge yang cukup, ini sama halnya dengan anda sedang menyebrang di jalan tol. Bisa saja anda selamat, tapi peluang anda kecelakaan sangatlah besar terjadi.

Quote 11 – There seems to be some perverse human characteristic that likes to make easy things difficult.

Quote dari Warren Buffet kali ini paling saya rasakan didalam pekerjaan saya sebagai konsultan. Ketika awal karir saya sebagai konsultan muda, saya ingin memberi solusi yang terlihat canggih dan keren. Solusi ini harus dibayar dengan implementasi yang rumit dan pada akhirnya susah dipraktekan dengan baik di lapangan.

Cara terbaik agar kita bisa mencapai tujuan yang kita mau adalah melakukan hal yang mudah dilakukan dan efektif hasilnya.

Saya diberikan tips bagaimana menjadi leader oleh seorang owner perusahaan IPO di IHSG:

  1. Menjadi seorang leader perlu identifikasi masalah di perusahaan / organisasi.
  2. Menerjemahkan masalah tadi kedalam sebuah solusi sederhana yang mudah dimengerti dan dilaksanakan bahkan oleh orang bodoh.
  3. Monitoring solusi ini sudah dilaksanakan dengan baik dan mendapat hasil yang diinginkan.

Cara Implementasi

Sebagai value investor kita juga cukup melakukan 3 hal simpel dalam investasi:
1. Cari perusahaan BAGUS dan MURAH
2. Beli di harga MURAH dan jual di harga MAHAL.
3. Berikan waktu yang CUKUP untuk investasi anda memberikan return yang baik.

Quote 12 –  In The Business World, The Rear-view Mirror is Always Clearer Than The Windshield

Quote Warren Buffet kali ini menjelaskan bagaimana pentingnya belajar dari data masa lalu dan bagaimana biasnya membaca berita yang ada di media.

Banyak investor pemula yang terlalu fokus pada membaca berita di media. Mereka mencoba memberikan keputusan investasi berdasarkan berita yang mereka baca di media. Mereka menganggap membaca berita sama dengan analisa fundamental.

Membaca berita sangat jauh berbeda dengan melakukan analisa fundamental. Membaca berita perlu untuk melihat ada berita apa di market dan perusahaan. Tetapi berita yang ada di media tidak langsung mengubah kinerja bisnis perusahaan.

Berita di bursa saham memiliki 4 tipe:
1. Berita negatif yang tidak berdampak.
2. Berita positif yang tidak berdampak
3. Berita negatif yang berdampak
4. Berita positif yang berdampak

Saya menerjemahkan 4 tipe berita ini menjadi 2 kategori company risk dan market risk.

Jangan pernah panic berlebih jika kita hanya membaca berita yang kategori market risk. Tapi kita harus mengambil aksi penyelamatan jika berita tersebut sudah masuk kedalam kategori company risk.

Baca juga: Bagaimana Menyikapi Market Risk dan Company Risk

Perlu juga bagi kita untuk belajar dari historical di masa lalu. Karena pelaku market dari jaman dulu hingga sekarang adalah sama, yaitu manusia.

Walaupun orangnya berbeda tetapi selalu diisi karakteristik yang sama. Karakteristik investor yang selalu suka panic dan fear berlebihan. Untuk itu perlu kita belajar dari sejarah masa lalu untuk melihat bagaimana perilaku pasar dalam menyikapi peristiwa ini.

Cara Implementasi:

Sebagai investor kita perlu bisa membedakan apa perbedaan antara company risk dan market risk.

Jangan menjadi panic berlebihan jika terjadi market risk, bisa jadi ini justru menjadi peluang emas yang ditunggu.

- Advertisement -

Baca juga: Bagaimana Menyikapi Market Risk dan Company Risk

Dan penting untuk kita terus belajar dari sejarah masa lalu. Itu kenapa saya menulis tentang time travel series yang dapat diakses di menu Riset pada website ini.

Quote 13 – The Difference Between Successful People and Really Successful People Is That Really Successful People Say No to Almost Everything.

Quote Warren Buffet ini mungkin cukup bertolak belakang untuk kita para karyawan. Sebagai karyawan kita dituntut memiliki Can Do Spirit. Sebuah sikap untuk selalu berpikir saya bisa melakukan hal ini. Mewujudkan apa yang diingikan oleh perusahaan.

Tapi quote Warren Buffet kali ini justru bertolak belakang. Orang sangat sukses justru mengatakan tidak hampir di setiap kesempatan.

Orang sangat sukses sangatlah selektif. Dia hanya mau melakukan tindakan atau investasi yang memberikan keuntungan besar dan resiko kecil. Jika tidak memenuhi 2 syarat itu maka mereka akan mengatakan tidak.

Salah satu contoh adalah pangeran Al-Waleed Bin Talal yang dijuluki Warren Buffet dari Arab.

Prince Al-Waleed Bin Talal - Arab Warren Buffet
Prince Al-Waleed Bin Talal – Arab Warren Buffet

Ketika Citibank mengalami krisis, dia berinvestasi membeli saham Citibank dalam jumlah besar.

Ketika ditanya oleh media bagaimana strategi investasi sang pangeran, dia memberikan jawaban jika ada perusahaan seharga 4 miliar usd sedang dijual 1 miliar usd maka dia akan beli.

Jika tidak menemukan investasi bagus untuk dibeli maka dia tidak akan berinvestasi. Semudah itu.

Cara Implementasi

Sebagai trader atau investor sebenarnya memiliki karakteristik investasi ideal masing-masing.

Contoh karakteristik investasi ideal bagi seorang trader:

  • Sudah menunjukan tanda rebound dari garis suppport atau tanda breakout dari garis resistance
  • Didukung volume pembelian yang tinggi
  • Ada aksi akumulasi dari sekuritas besar

Contoh karakteristik investasi ideal bagi seorang investor:

  • Perusahaan kinerja bagus dan dijual di harga wajar.
  • Market menjadi terlalu pesimis terhadap perusahaan ini walaupun tidak ada company risk

Tapi sayangnya tidak setiap kali kita sedang memiliki dry powder kita mendapatkan karakteristik ideal seperti itu.

Apakah kita harus memaksakan diri berinvestasi dengan karakteristik belum ideal atau sebaiknya kita tidak berinvestasi?

Maka jawaban paling bijak adalah tidak berinvestasi dan tunggu karakteristik ideal tersebut muncul untuk berinvestasi. Kembali ingat ke quote Warren Buffet nomor 8.

  • Rule No. 1 : Never Loss Your Money
  • Rule No. 2 : Never Forget Rule No.1

Ketika kita tidak berinvestasi, maka silahkan pindahkan uang kita ke investasi yang lebih aman seperti deposito atau reksadana pasar uang agar uang kita tetap bertumbuh.

Atau jika anda sudah memiliki budget yang dialokasikan, ini saatnya belanja barang pribadi yang anda inginkan.

Quote 14:  I bought a company in the mid-’90s called Dexter Shoe and paid $400 million for it. And it went to zero. And i gave about $400 million worth of Berkshire stock, which is probably now worth $400 billion. But I’ve made lots of dumb decision. That’s part of the game.

Seperti yang sudah pernah dibahas sedikit di quote 8 Warren Buffet. Warren Buffet pernah memiliki kegagalan didalam investasi.

Perusahaan Dexter Shoe yang dibeli seharga 400 juta usd akhirnya bernilai nol. Warren Buffet membeli saham Berskhire senilai 400 juta usd dan saat ini perusahaan tersebut sudah bernilai 400 miliar usd.

Uniknya dalam satu kesempatan, Warren Buffet bilang kesalahan terbesar dalam investasi yang dia lakukan adalah membeli saham Berkshire Hatthaway ini.

Banyak orang yang bingung, kenapa perusahaan yang memberikan return sangat besar ini justru kesalahan investasi terbesar dari seorang Warren Buffet.

Warren Buffet mengungkapkan cerita dibalik alasan dia membeli Berkshire. Dia membeli Berkshire hanya untuk memecat CEO sebelumnya yang melanggar kesepakatan harga yang sudah disepakati dengan Warren Buffet. Karena marah, dia gelap mata akuisisi perusahaan Berkshire dan langsung memecat sang CEO tersebut.

Tidak peduli seberapa besar kesalahan atau kebodohan yang kita lakukan di masa lalu. Yang penting adalah bagaimana kita bangkit dan belajar dari kesalahan atau kebodohan tersebut

Cara Implementasi

Saya tidak yakin jika ada investor yang mengatakan tidak pernah mengalami kerugian atau kegagalan.

Saya selalu percaya setiap orang selalu memiliki jatah gagal sebelum akhirnya berhasil. Jadi mari kita habiskan jatah gagal kita. Agar sesegera mungkin mendapatkan jatah sukses kita.

Jika kita menghadapi kegagalan, maka kita harus melakukan inspeksi kegagalan dengan 3 pertanyaan ini:

  • Belajar apa alasan kita meraih kegagalan tersebut. Jangan mencari kambing hitam situasi ataupun orang lain, tapi fokus pada apa kesalahan yang dilakukan oleh diri kita.
  • Jika kita bisa kembali ke masa lalu, apa yang harusnya saya lakukan agar saya tidak gagal.
  • Untuk kedepannya, apa yang harus saya lakukan agar saya tidak mengulangi kembali kegagalan ini.

 

Semoga kumpulan quote dari Warren Buffet ini bisa memberikan inspirasi dan kita bisa menerapkan step yang sudah dijelaskan di cara implementasi kedalam investasi kita.

Saya berdoa dan berharap semoga investasi kita mendapatkan return yang bagus dan memuaskan.

adsense
- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Tips Terbaik Investasi – Baru Beli Sudah Untung

"Tips investasi terbaik tersebut dirangkum dalam satu kalimat sederhana yaitu "Baru beli sudah untung" Sang pembicara mengajarkan bahwa banyak orang yang sulit membedakan antara investasi...

Rangkuman Belajar Value Investing Untuk Investor Saham Pemula

Cukup banyak pertanyaan yang masuk tentang bagaimana cara melakukan analisa laporan keuangan. Sebenarnya ini adalah topik paling awal yang saya tulis. Tetapi karena tanpa...

Tips Belajar Saham Bagi Investor Pemula – Kaitkan Dengan Uang

Pada tulisan kali ini saya ingin menulis secara ringan aja untuk sharing tips bagaimana investor pemula bisa belajar saham dengan lebih cepat. Saya harus bilang...

3 Kesalahan Yang Menyebabkan Terkena Value Trap

Ada satu pertanyaan yang menarik ke saya, yaitu bagaimana menghindari value trap? Melihat pertanyaan value trap artinya orang yang mengajukan pertanyaan ini sudah mengerti...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here