4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Investasi Saham Pemula

Melihat pertumbuhan investor saham di Indonesia ini juga berarti semakin banyaknya investor yang masih terbilang sebagai pemula dalam investasi saham.

Pada tulisan kali ini saya akan mencoba menuliskan berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam investasi saham oleh para pemula di pasar saham. Tulisan ini mengacu kepada pengalaman saya pribadi, karena sama seperti halnya investor yang lain. Saya pernah menjadi pemula juga dalam investasi saham.

1. Tentukan jati diri anda terlebih dahulu

Tidak ada yang salah dengan anda memilih menjadi trader dan tentu saja tidak salah jika anda memilih menjadi investor. Yang salah adalah kalau anda memilih menjadi trader / investor tetapi tidak mau melakukan hal yang wajib dilakukan.

Pekerjaan Rumah Yang Harus Dilakukan Trader Saham

Ketika anda menjadi seorang trader maka ada beberapa pekerjaan rumah yang harus anda lakukan, yaitu:

Memilih Saham Yang Cocok Untuk Trading Saham

  • Mencari saham yang menarik untuk transaksi trading. Ada dua syarat yang harus terpenuhi untuk dikategorikan menarik dalam transaksi trading yaitu didukung price action yang menarik dan memiliki risk reward yang menarik. Price action yang menarik maksudnya jika saham tersebut berhasil menembus pola / pattern (contoh : rebound ketika menyentuh titik support ataupun breakout titik resistance) dengan didukung volume transaksi yang kuat. Risk reward yang menarik maksudnya, jika anda menemukan transaksi yang cut loss 5% tapi memberikan transksi profit minimal 10% atau yang biasa disebut dengan 2R. Ini satu – satunya metode yang saya yakini bisa membawa para trader meraih profit konsisten. Untuk lebih jelasnya silahkan baca tulisan saya tentang teknik 2R. Baca juga : Teknik 2R – Teknik Rahasia Trader Mendapatkan Profit Konsisten
  • Lalu bagaimana menemukan saham yang menarik seperti diterangkan hal diatas adalah hal yang paling menantang. Penulis pernah mencoba screening saham menggunakan screening saham di Mirae ataupun TradingView. Sayangnya tetap tidak mudah menemukan saham yang menarik. Sehingga akhirnya penulis mencoba mengurangi jumlah saham yang dianalisa menjadi hanya saham LQ45 yang penulis masukan kedalam watchlist. Setelah itu penulis melakukan analisa secara sektoral, mana sektor yang menarik secara chart lalu kemudian mengecek satu demi satu saham yang ada di watchlist yang termasuk kedalam sektor menarik tersebut.

Membuat Jurnal Trading

  • Setelah hal itu dilakukan, maka berikutnya penulis akan membuat jurnal trading dimana penuls memasukan saham yang diincar, target beli, target profit taking dan target cut loss. Sehingga akan kita dapatkan secara lebih jelas mana saham yang paling menarik dari semua pilihan yang ada kedalam jurnal trading. Baca juga : Belajar Membuat Jurnal Saham
  • Setelah menemukan saham pilihan yang mau dibeli. Maka hal yang harus dilakukan berikutnya adalah melakukan perhitungan berapa jumlah lembar saham yang boleh dibeli. Logika gampangnya adalah tentukan berapa angka loss secara rupiah yang anda kalau cut loss bisa anda terima. Kalikan itu dengan 100% dan bagi dengan angka cut loss anda. Misalkan anda masih bisa menerima dengan besar hati jika cut loss 500 ribu. Target cut loss anda 10% untuk transaksi yang mau anda ambil, artinya angka maksimal pembelian anda senilai 5 juta rupiah (500 ribu * 100% / 10%).

Memasang Order Transaksi

  • Inilah cara untuk memilih transaksi apa yang mau dibeli, setelah itu anda bisa memasang automatic order ataupun booking order ketika malam hari. Karena tulisan ini untuk pemula maka kemungkinan besar jam 08:55 ataupun 09:00 anda sedang menjalankan pekerjaan / bisnis anda. Maka keputusan untuk membuat automatic order atau booking order adalah hal yang bijak. Baca juga : Perbedaan GTC, Normal Order, Automatic Order dan Order Booking
  • Jika anda melakukan dengan disiplin pekerjaan rumah diatas, maka kurang lebih anda akan memakan waktu setengah jam hingga satu jam jika anda sudah terbiasa. Tapi jika anda mau combine dengan analisa bandarmologi maka siapkan waktu kiranya 2 jam sehari. Baik anda sudah profesional ataupun masih pemula dalam investasi / trading saham maka anda membutuhkan waktu setengah jam hingga 2 jam setiap harinya untuk mengerjakan pekerjaan rumah anda sebagai trader.
  • Akhirnya anda mendapatkan saham yang anda beli, maka saatnya anda memasang posisi stop loss ataupun trailing stop agar sistem trading anda berjalan sesuai rencana. Karena trading pengambilan keputusan berdasarkan price action market, maka kita harus memonitor setiap hari apakah pergerakan hari ini masih sesuai dengan yang kita prediksikan atau prediksi kita sudah gagal dan kita sebaiknya cut loss.

Pekerjaan Rumah Yang Harus Dilakukan Oleh Investor

Mencari Saham Untuk Dibeli

  • Saya pertama kali membaca buku The Intelligent Investor di tahun 2009. Saya ingat sekali saat itu karena mendapatkan data keuangan 10 tahun kebelakang tidaklah semudah saat ini maka saya membeli CD berisikan data laporan keuangan. Sialnya mengolah data keuangan dari sana sungguh tidak mudah. Ini kenapa saya cinta banget dengan stockbit yang berbaik hati menyediakan data finansial hingga lebih dari 10 tahun dan begitu mudahnya saya mendapatkan data yang sudah diolah dengan begitu rapih. Sehingga merangkum laporan keuangan menjadi hal yang sudah sangat mudah saat ini.
  • Berbeda dengan analisa teknikal yang menurut saya sulit sekali untuk dilakukan screening. Analisa fundamental sungguh mudah untuk dilakukan screening. Input kriteria yang anda inginkan di fitur stockbit sesuai dengan kriteria yang anda inginkan. Jika ada saham yang lolos screening anda maka akan keluar pilihan saham yang bisa anda cek. Ingat saya bilang screening membantu anda untuk memilih saham apa yang layak anda cek dan bukan berarti hasil screening pasti layak anda beli. Baca juga : Screening saham ala value investor
  • Setelah menemukan saham apa yang mau saya cek, maka berikutnya saya melakukan pengecekan saham yang mau saya beli. Biasanya saya menggunakan template excel yang sudah saya buat. Saya tinggal memindahkan data dari data financial di stockbit ke template excel saya. Jika terlihat menarik maka saya akan analisa lebih lanjut, jika tidak menarik maka saya tidak mau buang waktu banyak disana. Biasanya satu saham untuk memindahkan ke template excel akan memakan waktu sekitar 5 menit jika sudah terbiasa. Baca juga : Tutorial Analisa Value Investing

Membeli Saham Dan Melakukan Monitoring

  • Jika anda sudah menemukan saham yang bagus dan menarik secara harga alias murah maka anda bisa melakukan pembelian. Jika anda tahu bahwa saham yang anda incar memiliki potensi kenaikan 200% – 1000% saya rasa perbedaan harga 1%-10% tidak menjadi persoalan besar untuk anda.
  • Hal yang membosankan adalah ketika anda sudah menemukan saham pilihan anda, maka tugas anda cuma membeli dan menunggu sembari anda mencari saham menarik lainnya yang tidak anda harus lakukan setiap harinya.
  • Tiga bulan sekali ketika laporan quarter muncul, maka kita analisa apakah ada sesuatu yang berbahaya terhadap emiten yang kita beli atau tidak. Biasanya saya hanya melihat bagaimana kinerja sales, net income, cashflow operation dan ratio hutang secara sekilas. Kalau tidak ada yang aneh – aneh biasa saya ga analisa lebih lanjut. Tapi kalau ada sesuatu yang mengkawatirkan maka saya mencoba berpikir apakah ini adalah market risk atau company risk. Baca juga : Bagaimana menyikapi Market Risk & Company Risk

Mana Yang Lebih Cocok Dengan Jati Diri Anda?

Ada yang sukses di pasar saham dengan menjadi trader dan ada yang sukses di pasar saham dengan menjadi investor. Jadi menurut saya kedua pilihan itu sama bagusnya. Problemnya bukan di profesi trader atau investornya. Tapi mana yang lebih cocok untuk anda.

Jika anda mau menjadi trader yang profit konsisten tapi tidak mau disiplin luangkan waktu setengah jam hingga dua jam setiap harinya maka lupakan untuk menjadi trader. Karena ini sama halnya anda ingin memiliki perus six pack tapi anda tidak mau berolahraga dengan disiplin setiap harinya.

Jika anda mau menjadi investor yang sukses tapi tidak mau memberikan waktu yang cukup untuk investasi anda berkembang maka anda mungkin tidak cocok untuk menjadi investor. Karena ini sama halnya anda ingin membuat es krim tapi anda hanya mau menyimpan di kulkas selama satu jam. Es krim anda tidak akan berhasil menjadi es krim yang bagus.

Jika anda tidak mau meluangkan waktu setengah jam hingga dua jam dan juga tidak mau memberikan waktu yang cukup untuk investasi anda berkembang maka saya akan jawab investasi saham tidak cocok untuk anda. Karena tidak ada profesi yang cocok dalam investasi saham dengan karakteristik seperti itu. Kabar baiknya, orang tidak harus meraih kesuksesan di pasar saham. Bisa jadi anda memiliki bakat untuk memutarkan uang anda kedalam bisnis yang akan memberikan return jauh lebih baik dari investasi / trading saham.

2. Tentukan Risiko Terlebih Dahulu Baru Bayangkan Keuntungan

- Advertisement -

Mayoritas orang yang masuk ke pasar saham selalu tergiur dengan potensi keuntungan yang bisa diraih. Sayangnya investasi / trading saham memiliki dua sisi mata uang, yaitu bisa untung dan bisa rugi. Hal ini yang sering luput untuk dipertimbangkan dalam investasi saham oleh investor pemula.

Bisa jadi anda berpikir untuk investasikan semua uang anda ke saham bank favorit anda yang anda percaya akan untung dalam empat bulan mendatang. Sehingga uang yang anda butuh gunakan empat bulan mendatang anda coba “putarkan” terlebih dahulu dalam investasi saham. Sayangnya tidak ada yang bisa memberikan jaminan bahwa saham bank favorit anda pasti untung 4 bulan mendatang. Bagaimana kalau ternyata 4 bulan mendatang saham itu mengalami floating loss padahal anda butuh menggunakan uangnya saat itu juga. “Investasi” anda di saham bagus tersebut berubah menjadi bencana karena anda “terpaksa jual”.

Kisah Saya dan Saham ADRO

Saya masih sangat ingat sekali pada tahun 2018 saya nafsu sekali untuk trading saham ADRO. Saya put 100% modal saya, karena saat itu saya yakin sekali ADRO akan untung minimal 20%. Saya akan meraih 20% dari total modal saya dalam satu kali transaksi jenius tersebut. Sayangnya saya kehilangan 20% dari total modal saya karena satu transaksi tolol tersebut. Maka akan ada yang bilang kenapa gak cut loss? Saya gak ngerti money management?

Pada tahun 2018 itu adalah salah satu tahun terbaik saya dalam trading dimana win rate saya diatas 80%. Jadi saya cukup percaya diri bahwa saya sangat mengerti tentang money management dan sistem trading yang baik. Loss rate 20% di tahun tersebut disumbangkan oleh kekalahan beruntun setelah saya cut loss di ADRO yang saya ceritakan diatas. Ketika kehilangan uang dalam jumlah yang tidak bisa kita terima itu menjadi hal yang sulit secara psikologis kita yang ingin balas dendam untuk untung cepat yang malah menjadi kalah cepat. Percaya saya ketika anda melihat nominal minus besar dalam nilai rupiah dan bukan persentase itu tetap menjadi hal yang sulit untuk menekan tombol sell pada saham rugi anda.

Saran Saya Terhadap Potensi Risiko dan Potensi Profit Dalam Investasi Saham

Jadi saran saya untuk yang masih pemula dalam investasi saham adalah pikirkan risiko terlebih dahulu. Apakah yakin anda bisa menerima risiko itu jika terjadi atau tidak? Karena percaya saya risiko itu sangat mungkin terjadi. Jika anda bisa menerima risiko baru silahkan bayangkan potensi keuntungan yang bisa anda raih. Jika potensi keuntungannya anda rasa sepadan dengan risiko yang akan anda tanggung ya silahkan lakukan investasi / trading anda.

Baca juga : 4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Investasi Saham Pemula – Part 2

adsense
- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Tips Terbaik Investasi – Baru Beli Sudah Untung

"Tips investasi terbaik tersebut dirangkum dalam satu kalimat sederhana yaitu "Baru beli sudah untung" Sang pembicara mengajarkan bahwa banyak orang yang sulit membedakan antara investasi...

Rangkuman Belajar Value Investing Untuk Investor Saham Pemula

Cukup banyak pertanyaan yang masuk tentang bagaimana cara melakukan analisa laporan keuangan. Sebenarnya ini adalah topik paling awal yang saya tulis. Tetapi karena tanpa...

Tips Belajar Saham Bagi Investor Pemula – Kaitkan Dengan Uang

Pada tulisan kali ini saya ingin menulis secara ringan aja untuk sharing tips bagaimana investor pemula bisa belajar saham dengan lebih cepat. Saya harus bilang...

3 Kesalahan Yang Menyebabkan Terkena Value Trap

Ada satu pertanyaan yang menarik ke saya, yaitu bagaimana menghindari value trap? Melihat pertanyaan value trap artinya orang yang mengajukan pertanyaan ini sudah mengerti...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here