Meningkatkan Kapasitas Investor

adsense

Perasaan Jengkel Seorang Investor

Apakah anda pernah merasa iri melihat orang lain bisa taking profit ratusan sampai ribuan persen sedangkan kita cuma bisa taking profit belasan sampai puluhan persen saja?

Apakah anda pernah merasa iri melihat orang lain bisa taking profit ratusan juta sampai miliaran rupiah sedangkan kita cuma bisa taking profit ratusan ribu sampai jutaan awal saja?

Saya akan menjawab saya pernah mengalami perasaan seperti itu.

Kisah Saya dan Saham TINS

Ketika saya aktif menjadi trader, ada satu kejadian yang membuat saya berpikir keras. Saat itu saya trading saham TINS. Dalam waktu 2 hari saya berhasil taking profit 25%. Waktu itu pemilihan saham saya menggunakan teknik bandarmologi yang lagi terkenal saat itu.

Mendapatkan profit 25% dalam dua hari bukanlah suatu hal yang jelek. Setelah mendapatkan keuntungan bagus itu saya tidak memperhatikan saham TINS lagi. Satu bulan kemudian ketika saya iseng melihat harga saham TINS saya terkejut. Harga saham TINS berada di angka 1.800 per lembar saham.

Saya waktu itu membeli di harga 600 dan menjual di sekitar harga 725. Sebulan kemudian harga saham TINS tersebut menjadi 1.800. Saya sampai tidak percaya dan melihat jurnal trading saya lagi. Ternyata saya tidak salah ingat, bulan lalu saya benar membeli di harga 600 dan menjual di harga 725.

Perasaan bangga saya karena mendapatkan keuntungan 25% dalam 2 hari berubah menjadi perasaan jengkel karena kehilangan potensi profit ratusan persen dalam hitungan satu bulan saja.

Dilematis Seorang Investor

Mengetahui bahwa saya telah melewatkan potensi profit ratusan persen dalam waktu satu bulan membuat saya merenung, dan mengajukan  beberapa pertanyaan pada diri saya sendiri.

  1. Apakah salah jika saya realisasi profit saham 25% yang hanya disimpan dalam dua hari?
  2. Bagaimana saya tahu suatu saham akan bisa melonjak sedemikian tinggi dalam waktu singkat, sebagai seorang trader yang time frame trading cuma harian sampai mingguan tentu tidak berekspektasi suatu saham akan naik 2-3x lipat sebagai target profitnya.

Dalam kepala saya mengatakan tidak ada yang salah dengan realisai profit 25% dalam dua hari, itu sudah merupakan sebuah transaksi yang bagus. Tapi namanya manusia selalu dihinggapi rasa greed (rakus).

- Advertisement -

Hal ini membuat saya menjadi bertanya – tanya, bagaimana seseorang bisa berinvestasi dan realisasi profit hingga ratusan ataupun ribuan persen. Apakah mereka tidak takut harga sahamnya akan jatuh setelah naik tinggi?

Sebagai seorang trader saya memiliki keyakinan sesuatu yang sudah naik tinggi akan turun dalam juga. Saat itu saya belum mengenal apa itu value investing. Dua pertanyaan diatas terus berputar di kepala saya.

Tanpa sengaja saya melihat ada video seminar Lo Kheng Hong di youtube. Saya tahu Lo Kheng Hong adalah seorang investor terkenal di Indonesia. Tapi sejujurnya dulu saya tidak ada ketertarikan untuk mengenal beliau lebih dalam lagi. Saya waktu itu cuma berpikir dia cuma investor yang mengandalkan analisa fundamental. Analisa fundamental profitnya kecil, saya tidak tertarik.

Tapi saya coba iseng mendengar seminar beliau yang ada di Youtube. Secara overall ilmu yang dibagikan menurut saya hanyalah pengetahuan umum. Tapi ada tiga momen yang membuat saya terkesan dari seminar dia saat itu.

Tiga Pesan Lo Kheng Hong Yang Paling Berkesan Untuk Saya

  1. Lo Kheng Hong bilang dia bingung kenapa orang suka untuk incar profit puluhan persen dengan cara sulit kalau ada cara mudah dapat profit ratusan hingga ribuan persen
  2. Semakin banyak jumlah transaksi semakin kecil return yang didapatkan
  3. Baca buku the intelligent  Investor, ada rahasia besar disana.

Jujur saya menjadi emosi ketika mendengar pesan nomor satu. Apa yang salah dengan menjadi trader dan meraih profit puluhan persen pertahun. Itu adalah hasil yang bagus. Warren Buffet saja rata-rata per tahun cuma 20%. Saya tahun lalu meraih 25% return, saya meraih hasil return yang lebih besar dibandingkan Warren Buffet. Begitu pemikiran saya saat itu.

Tapi ketika saya sedang marah-marah sendiri, muncul dua pertanyaan didalam pikiran saya:

  1. Seberapa konsisten saya akan mendapatkan profit puluhan persen pertahun dalam jangka panjang?
  2. Berapa besar sebenarnya keuntungan dalam rupiah yang saya dapatkan dari satu buah transaksi? NB: Sebagai seorang trader yang menggunakan money management, maka dana dalam satu transaksi tidaklah terlalu besar. Artinya keuntungan puluhan persen dalam satu transaksi secara rupiah juga tidaklah besar.

Kedua pertanyaan tersebut, membuat saya mulai sependapat dengan Lo Kheng Hong. Saat ini saya cuma memainkan dana kecil dalam satu transaksi, target profit yang kecil dan biaya transaksi yang besar karena banyaknya jumlah transaksi, dan waktu yang banyak untuk melakukan analisa.

Akhirnya saya harus mengakui ada sesuatu yang salah pada strategi investasi saham saya. Saya mau naik ke level berikutnya. Saya selalu percaya untuk bisa naik ke level berikutnya hanya ada dua langkah yang harus dilakukan yaitu belajar dan praktek.

Kisah Belajar dan Praktek Saya Sebagai Seorang Value Investor

Saya memang hobi membaca dan belajar, sehingga fase belajar bukanlah fase yang sulit bagi saya. Di pesan ketiga dikatakan bahwa ada rahasia besar dalam buku The Intelligent Investor, maka saya membaca ulang sekali lagi buku itu.

Saya akhirnya mulai mengerti apa itu valuasi, margin of safety dan apa hal-hal yang harus diperhatikan dalam analisa laporan keuangan sebuah perusahaan.

Praktek adalah sesuatu yang paling menantang. Saya akhirnya menemukan lima saham yang menurut saya layak beli saat itu. Lima saham tersebut saya dapatkan setelah saya melakukan analisa 140 perusahaan lebih. Untung saat ini sudah ada aplikasi stockbit yang membantu saya untuk mengolah laporan keuangan dengan lebih mudah.

Semakin dipelajari semakin saya memahami bahwa value investing adalah pendekatan paling logis dalam berinvestasi saham. Jika anda seorang wanita, anda akan memilih pria yang mana:

  • Tampan, kaya tapi tidak baik hati.
  • Tampan, baik hati tapi tidak kaya.
  • Baik hati, kaya tapi tidak tampan.
  • Tidak baik hati, tidak kaya dan tidak tampan.
  • Baik Hati, Kaya dan Tampan

Tentu sebagai perempuan normal akan memilih pria terakhir yang baik hati, kaya dan tampan. Ini sama halnya dengan memilih perusahaan. Saya cuma akan membeli perusahaan yang memiliki kinerja keuangan baik dan dijual dengan harga murah. Itulah pengertian value investing yang saya tangkap.

Sejak itu hingga sekarang saya selalu mengimplementasikan value investing disetiap investasi saham saya.

Hasil Dari Value Investing

Jika anda berharap saya akan bercerita saya meraih profit ratusan dan ribuan persen dengan value investing, maka anda akan kecewa. Karena saya akan menuliskan sisi lainnya. Beberapa hal yang terjadi pada diri saya setelah saya menjalani value investing:

  • Ketika menjadi trader saya merasa sedih atau panik ketika melihat harga saham saya turun. Ketika menjadi value investor saya merasa senang dan bersemangat ketika melihat harga saham saya turun, karena saya bisa beli perusahaan bagus itu lebih murah lagi
  • Ketika menjadi trader saya merasa senang ketika melihat harga saham naik 5-10%. Ketika menjadi value investor saya merasa bingung ketika harga saham naik 5-10%, apakah saya beli di harga yang sudah meningkat tinggi ini atau saya beli saham lain yang masih murah.
  • Ketika menjadi trader jika melihat floating loss puluhan persen mungkin rasanya ingin pingsan. Ketika menjadi value investor melihat floating loss puluhan persen saya merasa biasa saja dan sudah menyiapkan dana untuk average down.
  • Ketika menjadi trader panik jika melihat berita baik/buruk yang akan berdampak ke saham kita. Ketika menjadi value investor tidak terlalu peduli dengan berita.
  • Ketika menjadi trader ingin taking profit ketika melihat profit 20%, ketika menjadi value investor melihat profit 20% masih pohon kecil. Belum saatnya dicabut.

Value investing mengubah mindset saya secara besar – besaran. Dulu saya bertanya kenapa orang bisa hold saham hingga untung ratusan hingga ribuan persen? Sekarang saya sudah mengetahui logikanya, bahwa sebuah saham memiliki nilai wajar. Beli saham yang potensi ke nilai wajarnya bisa ratusan hingga ribuan persen, inilah yang membuat kita sebagai investor bisa simpan saham dengan damainya.

Jadi apakah kalian sudah siap untuk meningkatkan kapasitas anda sebagai seorang investor?

Baca juga: Value Investing – Teknik Mencari Saham Bagus dan Murah

- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Kisah Inspiratif – Menggenggam Masalah

Bayu adalah seorang anak berusia 7 tahun. Dia sedang masuk ke ruang keluarga tempat dimana ayah dan ibunya sedang bersantai. Ketika sang ibu melihat...

Belajar Investasi Saham Dari Kenneth L Fisher

Kenneth Fisher adalah orang yang mempopulerkan tentang price to  sales ratio. Kebanyakan investor berpatokan pada price to earning ratio yang membandingkan harga saham dengan...

Belajar Kategori Saham Peter Lynch Dari Kisah Hidup Mike Tyson & Memilih Cerita Yang Tepat Untuk Kategori Saham

Seperti yang banyak orang tahu, Peter Lynch membagi saham menjadi enak kategori. Sudah banyak yang membahas tentang ini. Jadi saya mencoba menjelaskan dengan cara...

Belajar Lebih Dalam Tentang Saham Cyclical

Banyak orang yang memandang saham cyclical tidak cocok menjadi instrumen investasi karena ini merupakan investasi yang berisiko. Saya setuju sekali bahwa investasi di saham cyclical...

Related articles

5 Comments

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here