Tutorial Analisa Value Investing – Part 1 (Screening & Valuasi)

Tutorial Analisa Value Investing

Pada tulisan tutorial analisa value investing saya akan mencoba menggabungkan materi yang sebelumnya pernah saya tuliskan. Lalu saya berikan simulasi bagaimana cara praktek menggunakan semua ilmu tersebut kedalam investasi saham kita.

Kita akan membahas dari tahap paling awal sampai tahap untuk mengambil keputusan apakah kita akan membeli saham ini atau tidak. 

Tahapan 1 – Melakukan Screening Saham

Tahapan paling awal dalam tutorial value investing ini adalah melakukan screening saham. IHSG memiliki lebih dari 600 perusahaan. Tentu membutuhkan waktu dan effort sangat panjang untuk melakukan pengecekan semua perusahaan.

Untuk itu kita perlu melakukan screening saham, sehingga akan menghemat banyak waktu kita sebagai investor. Screening saham sendiri bertujual untuk melakukan filter saham apa yang lolos kriteria awal kita yang akan masuk kedalam pengecekan kita selanjutnya.

Penting untuk diingat, screening hanyalah langkah seleksi saham awal dan bukan langkah akhir untuk kita mengambil keputusan. Jangan pernah langsung membeli saham karena lolos screening awal saja. Ini bisa menjadi keputusan buruk bagi investasi anda.

Untuk screening saham, bagaimana caranya saya sudah pernah membahas detail di tulisan saya tentang screening saham

Baca juga : Screening Saham Ala Value Investor

Tools favorit saya untuk melakukan screening saham adalah stockbit screener. Disini kita bisa melakukan screening saham berdasarkan parameter di laporan keuangan. Parameter yang disediakan paling lengkap. Kita juga bisa menggunakan predefined screener ala investor dunia. Tapi saya pribadi lebih suka membuat parameter screening saham sendiri. Karena tiap orang memiliki preferensi masing – masing.

Screening Saham - Tutorial Value Investing
Screening Saham – Tutorial Value Investing

Tahapan 2 – Menghitung Valuasi dan Bedah Laporan Keuangan

Setelah menemukan saham apa saja yang mau kita cek lebih lanjut. Maka langkah berikutnya dalam tutorial value investing adalah menghitung valuas dan melakukan bedah laporan keuangan. Hal ini penting sekali karena di tahapan ini kita bisa melihat apakah perusahaan memiliki kinerja yang bagus dan apakah sedang dijual dengan harga yang murah atau tidak.

Menghitung Valuasi Saham

Price is what you pay, Value is what you get” – sebuah quote yang sangat terkenal bagi seorang value investor. Sebagai seorang value investor kita harus mengetahui nilai intrinsik / nilai wajar perusahaan tersebut. Dan selalu beli dibawah nilai intrinsik tersebut. Beli ketika dibawah nilai wajar dan jual ketika sudah diatas nilai wajar.

- Advertisement -

Saya pernah membuat tulisan yang membahas detail tentang menghitung valuasi perusahaan.

Baca juga : Menghitung Nilai Wajar ala Benjamin Graham

Salah satu parameter yang penting adalah menghitung EPS growth. Di awal perjalanan sebagai seorang value investor saya sering melakukan kesalahan dalam perhitungan EPS growth ini. 

Kesalahan Dalam Perhitungan EPS Growth

Saya akan mengambil AUTO sebagai contoh studi kasus kesalahan dalam perhitungan EPS growth.

  • Tahun 2008 – EPS 790,93 dengan jumlah saham beredar 0,77 miliar lembar saham.
  • Tahun 2018 – EPS 126,77 dengan jumlah saham beredar 4,82 miliar lembar saham.

Kalau secara kasat mata, kita melihat EPS 2018 lebih kecil dibanding EPS tahun 2008. Apakah artinya AUTO mengalami penurunan kinerja (EPS growth minus)? Disini sering menjadi titik kesalahan  value investor.

Kita tidak bisa membandingkan EPS 2008 dan 2018 mentah – mentah seperti itu saja. Kita harus menggunakan jumlah saham beredar yang setara. Saya berikan contoh:

  • Tahun 2018 perusahaan memiliki keuntungan 10 juta rupiah. Jumlah saham beredar 1.000 lembar. Artinya EPS sebesar 10.000 per lembar saham.
  • Tahun 2019 perusahaan memiliki keuntungan 10 juta rupiah. Jumlah saham beredar 10.000 lembar. Artinya EPS sebesar 1.000 per lembar saham.

Apakah keuntungan perusahaan pada tahun 2018 lebih baik daripada tahun 2019? tentu tidak. Perusahaan ini memiliki keuntungan sama persis antara tahun 2018 dan tahun 2019. Walaupun secara EPS mengalami penurunan signifikan dari 10.000 per lembar menjadi 1.000 per lembar.

Kita perlu melakukan penyesuaian EPS ke satu angka jumlah saham beredar yang sama. Akan sangat celaka jika kita salah menggunakan angka EPS untuk menghitung EPS growth.

Untuk kasus AUTO, maka EPS tahun 2008 sebenarnya bernilai 126,35. Yang didapatkan dari 790,93/4,82*0,77.

  • 790,93 adalah EPS tahun 2008.
  • 4,82 adalah jumlah saham beredar tahun 2018.
  • 0,77 adalah jumlah saham beredar tahun 2008.

Sekarang kita lihat EPS AUTO tahun 2008 setelah disesuaikan bernilai 126,35 dan EPS AUTO 2019 tahun 2018 bernilai 126,77. Ternyata masih ada pertumbuhan walau tidak besar untuk EPS AUTO ini.

Angka Maksimal EPS Growth

Saya selalu menggunakan angka maksimal 15% untuk EPS growth yang saya gunakan didalam perhitungan valuasi nilai wajar saya. Ini berarti jika saya menemukan perusahaan dengan EPS growth 30% maka saya tetap menggunakan 15% saja didalam perhitungan valuasi nilai wajar saya.

Tapi jika perusahaan itu cuma memiliki EPS growth 10% maka saya tetap menggunakan 10% didalam perhitungan nilai wajar saya.

EPS growth yang saya gunakan adalah rata – rata growth 10 tahun terakhir jika datanya memadai. Tapi jika datanya tidak memadai, maka gunakan semaksimal mungkin durasi data yang bisa anda dapatkan.

Menghitung Nilai Wajar - AUTO
Menghitung Nilai Wajar – AUTO

Rumus yang saya gunakan untuk menghitung valuasi adalah :

V = EPS x (8,5 + 2G) x ( 4,4/AAA)
*8,5 adalah PER rata-rata untuk perusahaan yang tidak tumbuh labanya
*4,4 adalah risk rate free, atau return dari investasi yang kecil resikonya seperti deposito. Untuk indonesia rata2 deposito adalah 6,5%
*AAA adalah bunga obligasi jangka panjang

Dan jangan pernah lupa untuk menggunakan Margin of Safety untuk perhitungan nilai wajar kalian. Saya selalu menggunakan margin of safety 50% untuk mendapatkan nilai wajar saya.

Dan saya hanya membeli perusahaan yang terdiskon 50% lagi dari nilai wajar setelah Margin of Safety. Karena saya memiliki target minimum investasi 100%.

Melakukan Analisa / Bedah Laporan Keuangan

Membeli perusahaan yang memiliki valuasi murah saja tidaklah cukup. Karena di bursa ini banyak perusahaan yang murah tapi murahan karena tidak memiliki kinerja keuangan yang baik.

Saya akan membuat sebuah contoh perusahaan yang tidak mudah untuk dipilih. Saham yang saya pilih ini akan memunculkan perdebatan apakah benar bagus untuk dibeli atau tidak.

Tujuannya adalah agar kita bisa belajar berpikir kritis. Karena tidak ada yang namanya analisa benar atau salah sebelum kita bisa mengetahui hasil akhirnya. Kalau hasil akhirnya anda untung berarti analisa anda benar. Kalau hasil akhirnya anda rugi berarti analisa anda salah. 

- Advertisement -

Perusahaan yang saya ambil contoh adala TBLA. Mari kita lihat detail analisanya. Untuk dimana kita bisa mendapatkan angka – angka yang saya gunakan dalam perhitungan, silahkan download file PDF terlampir dibagian akhir tulisan ini.

Menghitung Valuasi / Nilai Wajar TBLA

Dalam perhitungan saya, TBLA memiliki valuasi 3.053. Sehingga setelah ditambahkan Margin of Safety 50% maka nilai wajar saham ini sebesar 1.526. Ketika saya melihat saham ini, harga sahamnya masih di 700 (pertengahan 2019). Sebuah peluang yang menarik bagi saya.

Menghitung Nilai Wajar TBLA
Menghitung Nilai Wajar TBLA

Secara valuasi saham ini menarik bagi saya. Jadi mari kita lanjutkan ke tahapan berikutnya untuk dalam tutorial analisa value investing ini.

Baca juga : Menghitung Nilai Wajar ala Benjamin Graham

Melakukan Analisa Profitabilitas

Analisa profitablitas penting untuk melihat seberapa baik perusahaan dapat menghasilkan keuntungan. Tentu lebih baik membeli perusahaan yang dapat menghasilkan keuntungan dengan baik.

Baca juga : Analisa Profitabilitas – Melihat Keunggulan Kompetitif Perusahaan.

Analisa Profitabilitas TBLA
Analisa Profitabilitas TBLA

Hasil analisa profitabilitas TBLA adalah:

  • Revenue tahun 2018 mengalami penurunan dibanding tahun 2017, walau begitu operating incomenya mengalami pengingkatan 1,44%. Sales menurun 4% tapi operating income meningkat 1,4%, bukan sesuatu yang jelek karena artinya ada peningkatan efisiensi perusahaan.
  • Net profit 2018 mengalami penurunan signifikan dibanding tahun 2017, yaitu sebesar 20%. Hal ini tentu menjadi perhatian bagi saya.
  • Gross Margin 26,73%. Merupakan angka yang baik bagi saya, karena tidak mudah menemukan perusahaan di sektor consumer goods / plantation dengan gross margin setinggi ini.
  • Operating profit margin 19.66%. Ini juga merupakan hal yang masih cukup baik.
  • Net profit margin sebesar 8,87%. Tidak sampai bagus tapi tidak jelek juga.
Melakukan Analisa Balance Sheet
Analisa Balance Sheet TBLA
Analisa Balance Sheet TBLA

Hasil analisa balance sheet:

  • Posisi aset setara kas yang mengalami kenaikan cukup signifikan, sesuatu hal positif.
  • DER (Debt to Equity Ratio) 2,42X ini merupakan angka DER yang besar. Sesuatu yang menjadi concern besar bagi saya.
  • Yang menarik PPE (property, plant & equipment) sebesar 10,1 Triliun rupiah. Dimana market cap perusahaan ini ketika itu di 5,1 triliun merupakan hal yang sangat menggoda saya. Total PPE / fixed asset yang hampir 2x dari market cap perusahaan ini membuat saya memberikan toleransi terhadap besarnya DER perusahaan ini.
Analisa Balance Sheet TBLA 2
Analisa Balance Sheet TBLA 2
  • Walaupun DER tidak bagus, tetapi ratio hutang lain seperti current ratio dan quick ratio terbilang masih aman yaitu diatas 1. Dimana current ratio 1,88X dan Quick Ratio 1,19X
  • Tetapi kita melihat ada satu indicator berbahaya dimana utang jangka panjang memiliki nilai lebih besar dibandingkan current asset. Sehingga saya highlight point ini dalam hal yang harus saya waspadai.
  • Point hutang jangka panjang yang melebihi current asset tentu bukan hal yang saya suka untuk pemilihan saham saya. Tapi mengingat saya memiliki kelebihan 5 triliun rupiah antara fixed asset dengan market cap perusahaan ini membuat saya merasa aman. Karena perusahaan ini memiliki fixed asset yang begitu besar. Saya membeli perusahaan 5 triliun dan mendapatkan fixed asset senilai 10 triliun. Dan perusahaan masih bisa menghasilkan keuntungan. Bukan sesuatu hal yang jelek bagi saya.

Baca juga : DER & Current Ratio – Analisa Ratio Hutang  

Melakukan Analisa Arus Kas

Mari kita masuk kedalam analisa yang bagi saya paling penting. Analisa yang bisa membantu kita menyadari jebakan / peluang di suatu perusahaan.

Baca juga : Analisa Cashflow – Penting

Analica Casfhlow TBLA
Analica Casfhlow TBLA

Hasil analisa cashflow TBLA:

  • Net Change masih positif di kisaran 98 miliar rupiah
  • Arus kas dari operating masih positif walau sangat kecil. Yaitu di kisaran 2 miliar rupiah saja. Sesuatu yang cukup aneh jika dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1,9 triliun rupiah. Membuat saya menjadi penasaran ada apa dengan arus kas dari operating perusahaan ini.
Analisa Arus Kas Operating TBLA
Analisa Arus Kas Operating TBLA

Hasil analisa operating cashflow TBLA adalah sebagai berikut:

  • Adanya penurunan penerimaan dari pelanggan sebesar hampir 900 miliar rupiah
  • Peningkatan pembayaran kepada pemasok (supplier) sebesar 800 miliar rupiah
  • Peningkatan pembayaran beban bunga sebesar 140 miliar rupiah

Hasil analisa operating cashflow ini menunjukkan adanya penurunan pendapatan dari pelanggan tapi peningkatan pembayaran kepada pemasok. Ini sungguh bukan hal baik. Sehingga ini perlu di highlight.

  • Quality of earnings perusahaan memiliki angka negatif. Ini berarti kurang efektifnya perusahaan dalam penggunaan cash perusahaan. Saya melihat kenapa negatif karena besarnya biaya bunga yang harus dibayarkan oleh TBLA. Kembali lagi kita melihat berbahayanya ratio hutang TBLA yang tinggi.
  • Working capital positif dan operating cashflow yang masih berhasil positif menjadikan perusahaan ini masuk kedalam klasifikasi SAFE. 

Baca juga : Analisa cashflow – PENTING

Melakukan Analisa Dividen

Jika ditanya lebih baik mana perusahaan yang capital gain besar atau yang dividen besar kepada saya. Maka jika harus memiliih satu maka saya lebih suka perusahaan yang menghasilkan capital gain besar.

Tapi saya paling suka memilih perusahaan dengan capital gain besar dan dividen besar tentunya.

Analisa Dividen TBLA
Analisa Dividen TBLA

Hasil analisa dividen:

  • Dividen yield tahun 2018 sebesar 6,08%. Bukan hal yang jelek, hampir sebesar bunga deposito.
  • Rata – rata dividen 10 tahun terakhir sebesar 3,51%. Tidak bagus tapi tidak jelek, hampir sama dengan bunga tabungan di bank.
  • Dividen payment streak 10 tahun berturut – turut. Ini merupakan hal baik bagi saya. Perusahaan dengan hutang besar tapi tetap disiplin membagikan dividen.
  • Dividen Payout Ratio : 25,33%. Cukup menarik, dengan dividen payout ratio cuma 25,33% tapi angka rata – rata dividen sebesar 3,51%. Wajar dividen payout ratio perusahaan ini kecil, karena penting bagi perusahaan ini untuk menyiapkan dana pembayaran hutangnya.

Kesimpulan Analisa / Bedah Laporan Keuangan

Perusahaan ini sebenarnya memiliki kinerja yang baik. Tapi ada 2 pertimbangan besar yang menjadi pertimbangan besar bagi saya untuk berinvestasi di saham ini, yaitu:

  • Ratio hutang (DER) yang besar
  • Penurunan operating cashflow yang aneh bagi saya, dimana pembayaran kepada supplier meningkat tapi penerimaan uang dari customer justru menurun dibanding tahun lalu. Sebuah hal yang sulit untuk diterima oleh logika saya.

Untuk menjawab kegundahan hati saya, maka mari kita lanjut ke tahapan berikutnya, yaitu analisa laporan tahunan.

Lanjutan dapat dibaca di postingan part 2

Baca juga : Tutorial Analisa Value Investing Part 2 (Analisa Laporan Keuangan)

 

adsense
- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Tips Terbaik Investasi – Baru Beli Sudah Untung

"Tips investasi terbaik tersebut dirangkum dalam satu kalimat sederhana yaitu "Baru beli sudah untung" Sang pembicara mengajarkan bahwa banyak orang yang sulit membedakan antara investasi...

Rangkuman Belajar Value Investing Untuk Investor Saham Pemula

Cukup banyak pertanyaan yang masuk tentang bagaimana cara melakukan analisa laporan keuangan. Sebenarnya ini adalah topik paling awal yang saya tulis. Tetapi karena tanpa...

Tips Belajar Saham Bagi Investor Pemula – Kaitkan Dengan Uang

Pada tulisan kali ini saya ingin menulis secara ringan aja untuk sharing tips bagaimana investor pemula bisa belajar saham dengan lebih cepat. Saya harus bilang...

3 Kesalahan Yang Menyebabkan Terkena Value Trap

Ada satu pertanyaan yang menarik ke saya, yaitu bagaimana menghindari value trap? Melihat pertanyaan value trap artinya orang yang mengajukan pertanyaan ini sudah mengerti...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here