Value Investing VS Dollar Cost Averaging

Value Investing vs Dollar Cost Averaging

investor pemula selalu dianjurkan untuk melakukan teknik investasi  yang disebut Dollar Cost Averaging (DCA).

Dollar Cost Averaging adalah sebuah teknik untuk mencicil pembelian saham dengan mencicil setiap bulannya.

Sungguh tidak ada yang salah hal tersebut. Selama anda membeli perusahaan yang bagus dan murah, maka anda bisa mendapatkan keuntungan yang bagus di masa depan.

Tapi apakah anda membeli  perusahaan yang bagus dan murah ketika melakukan dollar cost averaging? Ini yang menjadi permasalahn terbesar dari orang yang melakukan dollar teknik DCA ini.

Investor kebanyakan disuruh membeli saham blue chip setiap bulannya. Ketika ditanya apakah kriteria perusahaan yang termasuk kategori blue chip ini maka banyak yang menjawab perusahaan yang terdaftar di LQ45.

Tapi setiap tahun selalu ada perusahaan yang masuk dan keluar dari indeks LQ45 ini. Salah satu perusahaan legenda yang pernah menghuni LQ45 adalah BUMI. Kita bisa setuju BUMI bukan contoh perusahaan yang cocok untuk dijadikan pilihan investasi jangka panjang.

Kelemahan Dollar Cost Averaging

Kelemahan dari dollar cost averaging ada 2:

  • Orang yang membeli dengan menggunakan teknik dollar cost averaging biasanya tidak melihat nilai intrinsik perusahaan tersebut. Mereka tidak tahu perusahaan ini murah atau mahal.
  • Orang yang membeli dengan teknik dollar cost averaging bahkan tidak melihat apakah market lagi optimis atau pesimis dengan saham tersebut. Pokoknya setiap tanggal tertentu mereka akan membeli saham tersebut.

Saya menyimpulkan menjadi 1 kalimat terkait kelemahan orang yang melakukan teknik dollar cost averaging. Mereka tidak tahu apa alasan mereka membeli saham tersebut.

Mungkin alasan mereka adalah perusahaan ini adalah perusahaan bagus. Tapi uniknya tidak pernah membedah laporan keuangan untuk mengetahui apakah perusahaan ini benar – benar memiliki kinerja yang baik atau tidak.

Perusahaan ini sudah murah karena harganya sudah turun begitu dalam. Tapi uniknya tidak pernah menghitung berapa nilai intrinsik / harga wajar perusahaan tersebut.

- Advertisement -

Apa yang terjadi jika membeli perusahaan bagus dengan harga yang sangat tinggi? Maka potensi mengalami kerugian yang besar. Tapi perusahaan bluechip akan pulih cepat. Betul sekali, tapi bukankah lebih baik jika kita membeli ketika murah dan menjual ketika mahal. Dibanding membeli ketika mahal, dan menunggu cukup lama untuk balik modal dan meraih keuntungan.

Keunggulan Value Investing

Tidak semua value investor adalah orang yang memiliki banyak uang. Saya seorang karyawan yang menyisihkan sebagian uang dari gaji saya untuk berinvestasi saham. 

Bisa jadi mirip dengan orang yang menggunakan teknik dollar cost averaging dimana memiliki sejumlah uang yang diinvestasikan setiap bulan. Dimana uang tersebut disisihkan dari gaji yang didapatkan.

Tapi yang berbeda, saya hanya mau membeli saham perusahaan bagus dan sedang dijual dengan harga murah. Jika market tidak memberikan itu pada saya, maka saya tidak membeli apapun walaupun saya memiliki uang dingin untuk diinvestasikan.

Saya lebih baik menginvestasikan uang saya ke investasi jangka pendek yang aman seperti reksadana pasar uang. Dan siap-siap masuk ke market ketika market memberikan kesempatan yang baik.

Sehingga jika orang yang menggunakan teknik value investing dan orang yang menggunakan teknik dollar cost averaging dibandingkan harga rata-rata saham. Biasanya orang yang menggunakan teknik value investing memiliki harga rata-rata saham yang lebih rendah untuk saham yang sama.

Tentu ini berarti tingkat resiko yang dihadapi lebih kecil dan potensi profit yang didapatkan bisa lebih besar.

Apa Kekurangan Dari Teknik Value Investing dibandingkan DCA?

Kelemahan orang yang melakukan teknik value investing dibandingkan DCA adalah value investor memiliki sifat greedy untuk mendapatkan saham dengan harga murah. Mereka menunggu hingga harga saham jatuh dan dijual murah sebelum masuk kedalam saham tersebut.

Sedangkan orang yang melakukan teknik dollar cost averaging tidak peduli berapapun harganya mereka terus membeli saham tersebut.

Market sering menjadi tidak rasional. Dan ketika tidak rasional tiba-tiba harga saham yang diincar melonjak tinggi. Sehingga value investor ini “ketinggalan kereta” untuk berinvestasi di saham tersebut.

Kelemahan berikutnya adalah pengaturan portofolio saham. Seringkali value investor terjebak dalam jebakan portofolio yang tidak seimbang. Ada satu saham yang nilainya besar sekali dan ada saham yang nilainya sangat kecil.

Bisa jadi saham yang nilainya besar sekali malah mengalami floating loss besar dan saham yang nilainya kecil malah mengalami floating profit besar.

Sedangkan seorang yang melakukan teknik DCA biasanya memiliki portofolio yang seimbang. Mereka tidak tergoda untuk menambah saham yang harga lagi jatuh. Mereka konsisten menambah saham dengan dana yang sama setiap periode.

Semua dilematis tersebut sudah saya coba jawab di tulisan saya yang berjudul “Value Investing – Teknik Mencari Saham Bagus dan Murah.” Khususnya di bagian money management. Disana kita akan belajar bagaimana melakukan average down dan average up untuk koleksi saham yang kita incar

Baca juga: Value Investing – Teknik Mencari Saham Bagus dan Murah

Kesimpulan

Tidak ada yang salah dengan teknik dollar cost averaging. Tapi tentu akan lebih baik jika kita membeli saham dengan melihat value dan mengecek kualitas perusahaan tersebut.

Karena itu berarti membuat anda memiliki tingkat resiko yang lebih kecil dan potensi profit yang lebih besar.

 

adsense
- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Kisah Inspiratif – Menggenggam Masalah

Bayu adalah seorang anak berusia 7 tahun. Dia sedang masuk ke ruang keluarga tempat dimana ayah dan ibunya sedang bersantai. Ketika sang ibu melihat...

Belajar Investasi Saham Dari Kenneth L Fisher

Kenneth Fisher adalah orang yang mempopulerkan tentang price to  sales ratio. Kebanyakan investor berpatokan pada price to earning ratio yang membandingkan harga saham dengan...

Belajar Kategori Saham Peter Lynch Dari Kisah Hidup Mike Tyson & Memilih Cerita Yang Tepat Untuk Kategori Saham

Seperti yang banyak orang tahu, Peter Lynch membagi saham menjadi enak kategori. Sudah banyak yang membahas tentang ini. Jadi saya mencoba menjelaskan dengan cara...

Belajar Lebih Dalam Tentang Saham Cyclical

Banyak orang yang memandang saham cyclical tidak cocok menjadi instrumen investasi karena ini merupakan investasi yang berisiko. Saya setuju sekali bahwa investasi di saham cyclical...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here