Bagaimana Menyikapi Market Risk & Company Risk

adsense

Apa Itu Market Risk & Company Risk?

Didalam investasi saham kita menghadapi 2 jenis risk yaitu Company Risk dan Market Risk.

Seperti yang kita tahu, harga saham seringkali tidak menunjukkan value sebenarnya. Bisa saja perusahaan yang kinerja bisnis baik-baik saja tetapi harga saham merosot sangat tajam karena situasi pasar. Inilah yang disebut dengan market risk.

Tapi jika harga saham turun dikarenakan penurunan kinerja atau adanya situasi berbahaya bagi perusahaan tersebut. Ini yang kita sebut dengan company risk.

Contoh Kasus Market Risk dan Company Risk

Penting bagi seorang investor untuk bisa membedakan mana yang masuk kategori market risk dan mana yang masuk kategori company risk.

Sayangnya itu bukanlah suatu pekerjaan yang mudah dilakukan. Bahkan oleh investor yang berpengalaman sekalipun.

Contoh Market Risk

  1. EKAD banyak menggunakan bahan baku impor. Kenaikan USD yang begitu tinggi tentu menjadi kabar jelek bagi perusahaan ini. Karena bahan baku yang dibeli menggunakan mata uang USD dan barang jadi yang dijual menggunakan IDR. Jika karena alasan ini, market bersifat tidak rasional dan membuat harga saham turun tajam. Saya kategorikan ini sebagai market risk karena dua hal:
    • Gross profit perusahaan ini sangat tinggi. Sehingga kenaikan bahan baku akan mengurangi profit perusahaan ini, tapi tampaknya perusahaan ini masih akan menghasilkan keuntungan.
    • Jika harga USD naik sangat tinggi, maka perusahaan ini bisa membebankan kenaikan harga bahan baku tersebut sebagai harga jual yang dibebankan kepada customer. Pelanggan mereka tetap akan menggunakan lakban dan akan membayar kenaikan harga tersebut. Dimana saingan juga pasti akan terpaksa menaikan harga produknya karena alasan yang sama.
  2. BJBR & PPRO mengalami penurunan tajam setelah kasus asuransi jiwasraya yang bermasalah. Dua saham ini termasuk daftar saham yang dimiliki oleh Jiwasraya. Sehingga membuat market bersifat tidak rasional menurunkan harga kedua perusahaan ini sangat tajam. Kedua perusahaan ini masih menghasilkan keuntungan, memiliki kondisi keuangan yang terbilang sehat dan rajin membagi dividen. Harga sekarang bisa dibilang terlalu murah untuk dua perusahaan ini.

Contoh Company Risk

  1. BUMI ketika masa kejayaan memiliki ratio hutang yang terus meningkat.Perusahaan ini mencapai puncak harga tertinggi di tahun 2008 dan turun hingga ke harga 50 pertama kali di tahun 2015. Jika kita lihat DER tahun 2008 yang semula di 1,2X meningkat hingga 35,28X di tahun 2012. Setelah itu perusahaan ini memiliki DER negatif.
  2. MYRX akhir tahun lalu bursa saham kita dihebohkan dengan kasus gagal bayar berbagai investasi. Dan salah satu yang tersangkut masalah adalah perusahaan ini. Dengan dipenjaranya owner perusahaan ini, penyitaan berbagai aset, kasus gagal bayar dan tuntutan ganti rugi. Maka tidak salah saya masukkan kedalam kategori company risk

Terlihat tidak sulit bukan membedakan Market Risk dan Company Risk. Jadi mari kita masuk ke contoh kasus yang lebih advance.

Contoh Market Risk Yang Terlihat Seperti Company Risk

  • ELSA,MEDC mengalami penurunan harga yang begitu tajam ketika perselisihan antara Arab Saudi dan Rusia terjadi. Harga minyak turun begitu tajam hingga 50% lebih. Seperti yang kita tahu perusahaan di sektor pertambangan, harga saham sangat berkaitan dengan harga komoditasnya. Tentu penurunan harga komoditas 50% adalah kabar buruk. Sehingga wajar harga saham kedua perusahaan minyak ini turun tajam. Sehingga tidak salah jika banyak investor menangkap ini sebagai company risk.
  • Oil turun tajam hingga ke level 20 USD/bbl, sebuah penurunan yang sangat tajam dan kejam. Harga modal prousen minyak di kisaran 40 USD/bbl. Artinya saat ini tiap hari mereka semakin rugi ketika menjual minyak. Jadi wajar jika mereka menurunkan produksi minyak.
  • Kemungkinan tidak butuh waktu lama lagi Rusia dan Arab Saudi akan masuk ke meja perundingan. Dan ketika itu terjadi, maka harga minyak mungkin akan kembali ke 40 USD/bbl.
  • Maka investor yang cerdas justru bisa meraih keuntungan besar dari momentum ini.

NB: Tulisan ini dibuat pada tanggal 3 April 2020, idea dari tulisan ini saya dapatkan dari tulisan salah satu penulis stockbit bernama HermantoSardan.

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Mengetahui Market Risk dan Company Risk?

Jika saham yang kalian incar / investasikan mengalami penurunan besar karena market risk maka ini adalah peluang bagus untuk membeli / average down. Karena penurunan ini bersifat sementara. Dan kalian akan mendapatkan profit bagus, jika harga saham tersebut rebound.

Jika saham yang kalian incar / investasikan mengalami penurunan dan terlihat ada company risk maka sebaiknya menjual walaupun belum mencapai target profit / cut loss. Karena penurunan ini bersifat jangka panjang dan kita tidak tahu akan turun sampai kapan.

- Advertisement -

Sebagai contoh: Jika melihat tulisan di bedah laporan keuangan ENVY yang diterbitkan pertama kali pada tanggal 7 Desember 2019 di forum stockbit harga ENVY mengalami penurunan -87,61%. Dari yang sebelumnya di harga 920 turun hingga di harga 114 (3 April 2020).

Baca juga: Bedah Laporan Keuangan ENVY

Kenapa ENVY saya kategorikan sebagai company risk walau tidak ada kondisi berbahaya dalam laporan keuangan perusahaan ini? Karena market sudah terlalu menghargai tinggi. Ketika saya melakukan bedah laporan keuangan perusahaan ini pertama kali. Perusahaan ini memiliki PER lebih dari 300X, sebuah harga yang sangat tinggi.

Cut Loss ketika perusahaan yang kalian investasikan ditemukan company risk adalah sebuah keputusan yang bijak. Tidak perlu malu untuk mengakui kesalahan. Cut loss -10% jauh lebih baik daripada melihat floating profit -80% dan harus cut loss di -90%.

Cut loss -10% itu serasa profit 80% jika mengetahui saham perusahaan tersebut pada akhirnya -90%. Dan ketika sudah -90% itu semua sudah terlambat dan tidak ada apapun yang bisa dilakukan selain meratapi nasib.

.

- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Tips Terbaik Investasi – Baru Beli Sudah Untung

"Tips investasi terbaik tersebut dirangkum dalam satu kalimat sederhana yaitu "Baru beli sudah untung" Sang pembicara mengajarkan bahwa banyak orang yang sulit membedakan antara investasi...

Rangkuman Belajar Value Investing Untuk Investor Saham Pemula

Cukup banyak pertanyaan yang masuk tentang bagaimana cara melakukan analisa laporan keuangan. Sebenarnya ini adalah topik paling awal yang saya tulis. Tetapi karena tanpa...

Tips Belajar Saham Bagi Investor Pemula – Kaitkan Dengan Uang

Pada tulisan kali ini saya ingin menulis secara ringan aja untuk sharing tips bagaimana investor pemula bisa belajar saham dengan lebih cepat. Saya harus bilang...

3 Kesalahan Yang Menyebabkan Terkena Value Trap

Ada satu pertanyaan yang menarik ke saya, yaitu bagaimana menghindari value trap? Melihat pertanyaan value trap artinya orang yang mengajukan pertanyaan ini sudah mengerti...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here