Saya Sudah Bosan Jadi Value Investor

Kenapa Saya Bosan Menjadi Value Investor?

Benar bahwa saya sudah bosan menjadi seorang value investor. Pada tulisan kali ini saya mau memberikan sedikit curahan hati tidak enaknya menjadi seorang value investor. 

Hal yang paling tidak enak dari menjadi seorang value investor adalah menghadapi rasa bosan.

Alasan kenapa saya bosan menjadi value investor?

1. Berbeda dengan trader, sebagai seorang value investor tidak wajib melakukan analisa saham setiap hari. Dulu ketika menjadi trader saya perlu secara disiplin melakukan hal – hal dibawah ini setiap harinya:

  • Memeriksa transaksi saham yang masih open. Apakah masih bergerak sesuai scenario atau pergerakan harga saham sudah tidak sesuai rencana awal.
  • Melakukan analisa teknikal untuk mencari saham potensial yang bisa dibeli.
  • Memeriksa ada keanehan secara volume transaksi untuk saham tersebut atau tidak. Apakah ada bandar yang melakukan akumulasi atau distribusi saham tersebut atau tidak.
  • Setelah menemukan saham bagus dan murah makan tugas value investor sudah selesai. Selanjutnya cukup membeli saham tersebut dan berikan waktu agar saham tersebut menghasilkan profit yang bagus. Benar – benar kegiatan yang membuat bosan bukan menjadi seorang value investor.

2. Berbeda dengan trader, ketika harga saham perusahaan bagus dan murah saya mengalami penurunan. Saya tidak terlalu perlu untuk memikirkan apakah saya perlu cut loss atau bagaimana menyelamatkan uang saya. Jika perusahaan yang kita beli bagus dan murah maka silahkan gunakan teknik 1-2-3-5 untuk melakukan average down.

Baca juga: Value Investing – Teknik Mencari Saham Bagus dan Murah

3. Saya tidak perlu memandang layar transaksi saham di hari perdagangan. Karena tugas saya cuma memasang posisi buy di harga murah. Dan jika sudah mencapai target profit ya menjual saham saya. Dan karena holding period saya tahunan, saya tidak perlu memandang layar transaksi saham setiap harinya.

4. Saya jarang melakukan update transaksi saham saya. Kalau anda trader berpengalaman anda pasti tau pentingnya membuat jurnal trading. Saya update jurnal transaksi saham saya setiap 6 bulan sekali.

5. Lebih seru membaca analisa teknikal dibandingkan membaca laporan keuangan dan annual report.

Kalau Begitu Kenapa Saya Menjadi Value Investor dan Bukan Trader?

Walau saya memang bosan menjadi value investor, tetapi ketika beranjak dewasa kita tahu bahwa mengerjakan hal membosankan bisa menghasilkan uang lebih banyak.

- Advertisement -

Bekerja ataupun mengatur bisnis adalah hal yang membosankan. Kita mengulang rutinitas yang kurang lebih sama dan menghadapi masalah yang mungkin sama terus menerus.

Jauh lebih menyenangkan dan seru untuk menghabiskan waktu bermain basket, futsal, video game, nonton bioskop dan hal menarik lainnya. Seakan waktu tidak pernah cukup untuk melakukan itu semua.

Tentu pekerjaan yang membosankan lebih menghasilkan uang ketimbang aktifitas menyenangkan yang baru saya sebutkan tadi. Walau selalu ada pengecualian dimana beberapa orang bermain game berhasil menjadi youtuber terkenal yang menghasilkan banyak uang.

Saya memang bosan menjadi seorang value investor, tetapi karena ini merupakan cara simpel untuk berinvestasi aman dan menguntungkan. Maka mau tidak mau saya terpaksa berinvestasi dengan teknik ini.

Jadi jika anda memang mau menjadi value investor apakah anda sudah siap bosan?

adsense
- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Rekomendasi 7 Buku Saham Wajib Dibaca

Kenapa saya menuliskan rekomendasi buku saham pada postingan kali ini. Pada umumnya sebuah buku dibuat pertama kali oleh pengarangnya ketika sudah berumur rata -...

Hubungan antar aliran ilmu didalam investasi saham

Pasar saham dihuni oleh banyak investor yang menggunakan berbagai aliran ilmu yang berbeda - beda. Ada yang suka dengan value investing, growth investing, analisa...

Bagaimana Menghindari Investasi Bodong (Yield Pigs)?

Dua tahun belakangan ini tampaknya kita sudah bosan mendengar banyaknya kasus investasi bodong yang terkuak di publik satu demi satu. Salah satu pembaca tulisan saya,...

Risk Rate Free of Return & Menentukan Target Return Saham

Risk free rate of return secara teori adalah return investasi yang dihasilkan dari instrumen investasi yang tidak memiliki risiko. Saya pribadi tidak setuju dengan...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here