Open Mindset

Kisah Open Mindset

Hari ini saya mendapatkan cerita dari seorang pembicara tentang open mindset. Dia menggunakan ilustrasi cerita yang sering dibuat komik singkat di majalah anak-anak ketika saya masih kecil.

Kurang lebih ceritanya seperti ini:

  • Ada seorang pendeta yang sangat baik hati tinggal si sebuah desa. Desa itu terkena banjir yang parah.
  • Pendeta itu berdoa minta pertolongan dari Tuhan. Tetapi banjir tetap bertambah parah, pendeta itu sudah naik ke atap rumahnya. Lalu ada orang yang datang menggunakan perahu hendak mengajak pendeta itu naik, tapi pendeta ini menolak dan menjawab “tidak perlu, saya yakin Tuhan akan menjawab doa saya.”
  • Banjir bertambah parah hingga sudah selutut sang pendeta. Lalu ada orang lain yang datang menggunakan perahu hendak mengajak pendeta itu naik. Tetapi pendeta itu menolak dan menjawab “tidak perlu, saya yakin Tuhan akan menjawab doa saya.”
  • Banjir bertambah parah hingga sudah sedada pendeta. Lalu ada orang lain lagi datang menggunakan perahu hendak mengajak pendeta itu naik. Tetapi pendeta itu tetap menolak dan menjawab “tidak perlu, saya yakin Tuhan akan menjawab doa saya.”
  • Akhirnya sang pendeta tenggelam dan meninggal. Pendeta ini masuk surga dan dia bertanya kepada Tuhan, kenapa Engkau tidak menjawab doa saya?
  • Tuhan menjawab, saya sudah menjawab doa engkau hingga 3X, tapi engkau tidak pernah mau mendengarkan.

Kenapa Investor Butuh Memiliki Open Mindset

Ketika mendengar cerita itu, saya jadi teringat dengan beberapa kejadian yang saya alami di forum stockbit. Pernah satu kali ada postingan yang penuh semangat mau membeli saham perusahaan yg menurut saya sangat berbahaya, dan dari postingan terlihat bahwa orang ini masih kurang berpengalaman di dunia saham.

Saya sudah menasihati, hati2 harga saham ini sudah tidak masuk akal. Response yang saya dapatkan sungguh mengagetkan. Dia menjawab, dia cuma memiliki uang sedikit untuk bermain saham. Oleh karena itu dia tidak bisa membeli saham sultan seperti yang saya beli.

Saya sampai merenung dan berpikir seberapa dikit dana yang digunakan orang tersebut untuk bermain saham. Jika saja dia memiliki dana 100rb, maka dia bisa membeli 1 lot saham yang dijual dengan harga 1.000 per lembar saham. Bahkan saya memiliki beberapa saham yang dijual dibawah harga 1.000 per lembar saham.

Saya menemukan tulisan tentang teori endowment di forum stockbit. Dimana dia mengatakan orang akan menganggap saham yg dia tidak pegang adalah saham biasa saja dan saham yang lagi dia pegang adalah saham yang luar biasa.

Ini realitas yang memang sungguh terjadi di market dan ini adalaah sesuatu yang berbahaya.

Kisah Open Mindset Yang Saya Hadapi Dalam Menghadapi Market Fear

Seperti yang diketahui banyak orang. Saya mengoleksi saham ITMG. Dan muncul banyak fear tentang saham ini seperti:

  • Gosip tambang batu bara tidak berhasil diperpanjang.
  • ITMG tidak memiliki diversifikasi usaha.
  • Cadangan batu bara tinggal 3 tahun lagi.

Gosip jelek (fear) tidak terbentuk dengan sendirinya, apalagi jika disampaikan berulang – ulang dan dari sumber yang berbeda. Maka saya berpikir apa yang orang lain tahu dan saya tidak tahu.

Maka saya berusaha open mindset untuk menerima informasi dari market fear tersebut. Tetapi perlu diingat open mindset tidak sama dengan menerima mentah-mentah informasi yang disampaikan.

- Advertisement -

Saya lalu mencoba melakukan riset, Saya membaca ulang dengan detail laporan keuangan dan laporan tahunan ITMG. 

Hasilnya ternyata dari hasil riset tersebut semuanya cukup positif dan itu membuat saya percaya diri untuk terus bertahan dan average down emiten ini. Karena saya sudah mencoba mencari fakta dari market fear tersebut.

Apa yang terjadi jika market fear ini benar. Maka saya akan mengambil posisi untuk exit jika saya melihat company risk yang begitu mengerikan. Dan open mindset ini menolong saya dari kerugian yang lebih besar lagi.

Kisah Open Mindset Yang Menyelamatkan Investasi Saya

Saya pernah menerima kritikan bahwa analisa saya salah dan karena saya mencoba open mindset akhirnya saya menjual saham tersebut dari portofolio saya dalam kondisi rugi.

Kisah ini adalah ketika saya di awal perjalanan sebagai value investor. Dimana masih belum terbiasa dengan jebakan didalam laporan keuangan.

Waktu itu saya menemukan sebuah perusahaan farmasi yang sangat murah valuasinya. Sayapun membeli saham tersebut. Lalu muncul pertanyaan dari teman saya, kenapa EPS perusahaan ini sungguh aneh. Perbandingan EPS antara tahun 2018 dan 2017 tidak normal.

Pertanyaan ini menimbulkan pertanyaan pada diri saya. Untunglah saya mau open mindset untuk mengecek apakah saya melakukan kesalahan. Dan ternyata benar saya melakukan kesalahan dalam perhitungan valuasi perusahaan tersebut.

Dari yang hasilnya sangat murah menjadi sangat mahal. Akhirnya saya harus cut loss dari saham tersebut. Dan melihat harga saham perusahaan tersebut saat ini. Saya merasa beruntung karena saya mau open mindset untuk mengakui kesalahan saya.

Kesimpulan

Sebagai seorang investor anda harus memiliki open mindset. Hal ini sangat berguna untuk menyelamatkan anda dari kerugian dan meningkatkan keuntungan kita.

Dulu saya tidak melihat SIDO sebagai investasi yang menarik. Secara valuasi saham ini sungguh tidak menarik. Tapi setelah saya mencoba mengerti kenapa banyak investor menyukai saham ini membuat saya berubah pikiran.

Walaupun saat ini saya masih belum memiliki saham SIDO, karena saya melihat saham lain yang lebih menarik. Tapi saya memberikan rekomendasi untuk teman saya yang tidak mengerti investasi saham untuk investasi di saham SIDO. Investasi di saham SIDO menurut saya adalah sesuatu yang aman dan akan menguntungkan dalam jangka panjang.

Lo Kheng Hong ketika menjadi pembicara, sering mengatakan tugas seorang investor adalah RTI (Read, Think, Invest) . Maka rajin – rajinlah sebagai investor untuk terus menambah pengetahuan kita.

Tidak menjadi persoalan besar jika orang memiliki pendapat berbeda dengan kita. Apalagi jika kita tahu bahwa orang itu adalah investor yang handal. Coba selami kenapa dia memiliki pandangan yang berbeda dengan kita. Bisa jadi dia yang memang benar dan kita yang salah.

Orang bodoh adalah orang yang menganggap dirinya sudah pintar. Semakin pintar seseorang maka dia akan merasa semakin banyak hal yang dia tidak mengerti    -Anthonny Robbins-

 

adsense
- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Tips Terbaik Investasi – Baru Beli Sudah Untung

"Tips investasi terbaik tersebut dirangkum dalam satu kalimat sederhana yaitu "Baru beli sudah untung" Sang pembicara mengajarkan bahwa banyak orang yang sulit membedakan antara investasi...

Rangkuman Belajar Value Investing Untuk Investor Saham Pemula

Cukup banyak pertanyaan yang masuk tentang bagaimana cara melakukan analisa laporan keuangan. Sebenarnya ini adalah topik paling awal yang saya tulis. Tetapi karena tanpa...

Tips Belajar Saham Bagi Investor Pemula – Kaitkan Dengan Uang

Pada tulisan kali ini saya ingin menulis secara ringan aja untuk sharing tips bagaimana investor pemula bisa belajar saham dengan lebih cepat. Saya harus bilang...

3 Kesalahan Yang Menyebabkan Terkena Value Trap

Ada satu pertanyaan yang menarik ke saya, yaitu bagaimana menghindari value trap? Melihat pertanyaan value trap artinya orang yang mengajukan pertanyaan ini sudah mengerti...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here