in

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Salah Beli Saham?

Salah Pilih Saham
Salah Pilih Saham

Salah Beli Saham

Sebagai investor tidak bisa dipungkiri, kita sering dihadapi dengan situasi salah beli saham. Bukannya naik tapi  harga saham tersebut malah terus turun.

Sebelum saya membahas itu, saya akan membuka tulisan ini dengan cerita singkat.

Beberapa waktu lalu, di salah satu seminar saya berkenalan dengan seseorang. Ternyata orang itu adalah orang yang bertanggung jawab di bagian strategic management di salah satu perusahaan consumer goods di indonesia yang termasuk besar dan sudah IPO.

Dia ada mengajukan pertanyaan, bagaimana cara membuat demand forecast yang benar sehingga bisa mengurangi stok mati di perusahaannya.

Akhirnya setelah saya menjelaskan panjang lebar, akhirnya dia mengerti dan menerima ide dari saya. Lalu ada 1 pertanyaan yang menarik dia keluarkan: kalau saat ini perusahaan dia sudah terlanjur banyak stok mati nya, apa yg harus dia lakukan?

Banyak pemain saham yang memiliki masalah sama seperti orang tersebut. Saham mereka sudah terlanjur nyangkut (menjadi stok mati) yang artinya investasi mereka bukannya bertumbuh malah berkurang.

Saya memberikan jawaban ke orang tersebut. Kalau anda datang ke dokter tanya gimana cara biar ga sakit, maka dokter akan memberikan tips hidup sehat untuk mengurangi risiko anda terkena sakit. Tapi kalau anda sudah sakit, ya anda terpaksa harus minum obat.

Kalau stok mati anda terlanjur banyak ya gampangnya jual dengan promo. Kalau jual promo masih juga tidak laku, maka jadikan sebagai free goods untuk dibundle ke barang yang masih laku. Masa sudah menjadi free goods saja masih tidak bisa keluar stok nya. Orang itu pun tertawa setuju mendengar jawaban saya.

Untuk investor saham yang nyangkut, maka apa yang harus dilakukan:

Tips Untuk Trader Nyangkut Jika Salah Beli Saham

Jika sebagai trader maka interval investasi anda adalah harian sampai maksimum 2 minggu. Jika saham anda nyangkut lebih dari 2 minggu artinya ada yang salah dengan analisa anda.

Kunci utama trader adalah speed. Jangan menjadi seorang trader yang suka berhalusinasi untuk berharap 100% transaksinya pasti profit.

Sebagai investor saham anda bisa loss dan anda bisa profit. Maka kunci seorang trader adalah disiplin pada money management.

Tips untuk money management yang baik bagi trader sudah saya jelaskan di tulisan saya yang lain tentang teknik 2R.

Baca juga: Teknik 2R – Tekni Rahasia Profit Konsisten Trader

Jadi sebagai trader, kalau anda dihadapkan pada situasi salah beli saham. Maka anda harus berani cut loss. Dan jika anda disiplin dengan teknik 2R cuma masalah waktu anda akan mendapatkan profit.

Tips Untuk Investor Jangka Panjang Jika Salah Beli Saham2

Investor jangka panjang harusnya mengetahui alasan kenapa dia membeli perusahaan tersebut.

Biasanya ada 3 alasan investor jangka panjang membeli suatu saham:

  1. Membeli saham perusahaan bagus dengan kinerja bagus sehingga dia yakin perusahaan tersebut akan berkembang terus. Sehingga dia yakin investasinya akan bertumbuh sangat baik di masa depan. Ini biasa landasan pemikiran penganut Growth Investing.
  2. Membeli saham perusahaan bagus yang sedang dijual dengan harga jauh dibawah nilai wajar. Dia yakin perusahaan tersebut akan kembali ke nilai wajar. Sehingga ketika kembali ke nilai wajar maka investor ini akan meraih keuntungan besar. Ini biasa landasan pemikiran penganut aliran value investing.
  3. Membeli saham perusahaan bagus yang rutin memberikan dividen bagus. Umumnya mereka hanya mau mencari perusahaan yang memberi dividen dengan return rata-rata diatas bunga deposito. Jadi dividen adalah alasan utamanya. Da juga yakin secara harga saham jangka panjang akan naik. Inilah landasan pemikiran para dividen hunter

jadi seoarang investor harus mengetahui alasan kenapa dia membeli saham tersebut. Sehingga dia tidak terpengaruh ketika market menebar fear ataupun terlalu greedy ketika market menjadi terlalu optimis.

Tips Jika Anda Tidak Tahu Anda Trader Atau Investor Jangka Panjang

Tips dari saya untuk investor yang masuk kedalam kategori ini adalah:

  1. Jual saham anda
  2. Ikhlaskan kerugian anda, anggap ini biaya sekolah anda.
  3. Tarik dan investasikan ke investasi aman seperti RDPU (pasar uang ya bukan saham), deposito, atau obligasi.
  4. Belajar terlebih dahulu apakah mau menjadi trader atau investor jangka panjang.
  5. Kalau ada punya mindset, saya tidak bisa belajar kalau ga praktek langsung. Maka anda harus persiapkan diri untuk ulang step 1-3. Saran saya jangan berinvestasi dengan modal besar
  6. Jika anda sudah memiliki pengetahuan yang cukup dan sudah siap, silahkan masuk kembali ke pasar saham.

Kenapa anda harus ikhlas? Karena didalam hidup selalu ada ongkos/biaya karena ketidaktahuan anda.

Follow me on:

What do you think?

Written by Thowilz

Saya adalah seorang value investor yang memiliki passion untuk mengajarkan teknik value investing kepada investor lainnya. Anda dapat membaca tulisan saya di stockbit (@thowilz), instagram, dan social media investorsaham.id lainnya.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0