Menata Mental Ingin Cepat Untung Banyak

Didalam kuesioner perihal survei video youtube disitu saya menerima cukup banyak pertanyaan. Setelah sebelumnya saya ada melakukan pembahasan tentang hal yang harus diperhatikan ketika melakukan average down / average up yang merupakan pertanyaan paling banyak ditanyakan di survei tersebut.

Baca juga : Cara Logis Untuk Melakukan Average Down / Average Up Dalam Investasi Saham

Maka kali ini saya akan mencoba menulis untuk menjawa satu permasalahan yang dihadapi salah seorang sumber. Dia menuliskan permasalahan bagaimana menata mental ingin cepat untung banyak didalam investasi saham.

Saya rasa itu permasalahan yang selalu dihadapi oleh para pelaku pasar saham khususnya yang baru bergabung.

Tidak perlu jauh-jauh, ketika ada seorang teman saya yang tahu saya suka menulis content di stockbit tentang edukasi saham. Mereka meminta untuk saya mengajarkan tentang bagaimana berinvestasi saham.

Pertanyaan yang saya ajukan adalah: Mau belajar investasi jangka panjang atau belajar trading? Saya pribadi suggest untuk kalian belajar investasi jangka panjang. Karena trading bukan hal yang cocok untuk semua orang.

Pertanyaan berikutnya yang muncul berikutnya dari teman saya. Kalau trading bisa cairin keuntungan dalam berapa lama dan kalau investasi bisa cairin keuntungan dalam berapa lama?

Maka saya menjawab jujur, biasa trading itu holding period hitungan hari hingga beberapa minggu sedangkan investasi biasanya minimal 3-5 tahun. Setelah itu 90% menjawab mereka mau belajar bagaimana melakukan trading.

Alasan Orang Lebih Suka Melakukan Trading

- Advertisement -

Saya mengingatkan lagi kepada mereka, trading itu walaupun kalian ngerti semua tekniknya belum tentu kalian bisa dapat profit konsisten kalau psikologi kalian belum matang.

Untuk mendapatkan psikologi yang matang itu harus memiliki pengalaman beberapa tahun terlebih dahulu dan biasanya pengalaman yang dihadapi adalah pengalaman pahit. Yakin tidak mau belajar investasi saja yang kalian akan stress free dan keuntungannya tidak kalah bagus?

Lalu jawaban mereka adalah: “saya baru mulai masuk ke saham, modal awal saya 10 juta. Kalau saya investasi jangka panjang maka kapan saya kayanya. Sedangkan kalau trading, seminggu untung 5% – 10% modal kita akan berlipat ganda dengan cepat.

Jadi jika anda orang yang mengajukan permasalahan tentang bagaimana menata mental ingin cepat untung banyak maka anda tidak sendiri. Banyak orang lain yang punya mindset seperti adan, begitu juga saya pada awal masuk ke pasar saham.

Membedah Strategi Cepat Kaya Dari Trading

Para kaum ingin cepat kaya dari investasi saham biasanya akan mengenal beberapa teknik dibawah ini yang diharapkan membantu mereka untuk cepat kaya

Strategi Cepat Kaya 1 – Untung 1% – 2% sehari = Kenaikan Modal 20% – 40% Sebulan

Satu bulan biasanya berkisar 20-22 hari perdagangan. Jadi jika kita bisa melakukan scalping dan meraih keuntungan 1% perhari maka memang benar artinya kita bisa meraih 20% keuntungan perbulan atau 240% keuntungan pertahun.

Bagaimana cara melakukan teknik ini:

Cara 1 – Beli Sore Jual Esok Hari

Banyak sekali aliran trader yang menyukai jurus ini, beli saham yang lagi uptrend tinggi di hari ini pada sore hari dan percaya besok pagi saham tersebut akan melanjutkan kenaikannya lalu kita bisa jual dan mendapatkan keuntungan.

Cara 2 – Cari Saham Yang Turun Besar Di Hari Itu, Beli di Harga Terendah dan Jual jika Naik Sedikit

Trader membuka aplikasi saham dan mencari saham Top Loser, lalu beli di dekat harga terendah ketika chart hourly sudah mulai menunjukan sideways dan menjual di titik resistance pada chart hourly.

Cara 3 – Cari Saham Yang Naik Tinggi Di Hari Itu, Beli Di Harga Support Chart Hourly

Trader membuka aplikasi saham dan mencari saham Top Gainer, lalu beli di dekat harga terendah ketika chart hourly sudah mulai menunjukan sideways dan menjual di titik resistance pada chart hourly.

Ketiga teknik diatas terlihat logis untuk mendapatkan keuntungan di pasar saham dalam waktu yang singkat. Sejujurnya ketika awal saya sebagai trader saya sudah menjajal semua cara tersebut. Jadi mari saya jelaskan beberapa kelemahan dari cara ini:

Masalah 1 – Prediksi Berhasil Tidak Sama Dengan Saham Pasti Terjual

Tahukan anda apa arti dari perbedaan 1 detik di pasar saham? Itu bisa berarti anda ketinggalan antrian ratusan hingga ribuan lot saham. Untuk lebih mengerti silahkan lihat gambar dibawah ini:

Melihat volume Ask Bid Saham (ENVY)
Melihat volume Ask Bid Saham (ENVY)

Jika anda lihat gambar diatas, anda akan melihat ada tulisan bid dan offer. Bid adalah antrian orang antri beli dan offer adalah antrian orang antri jual. Anggap anda mau menjual di harga 67, maka itu berarti anda harus menunggu 34.137 lot antrian didepan anda terjual terlebih dahulu.

Jadi walaupun anda bisa menebak bahwa setelah anda beli saham tersebut di harga 66 dan anda mau jual di harga 67 walaupun benar harga saham bergerak ke 67 setelah pembelian anda, tetapi sayangnya belum tentu saham anda pasti terjual karena anda dapat antrian belakang.

Inilah kenapa buat pengguna teknik beli sore jual pagi penting sekali mengetahui perbedaan normal order, GTC ataupun order booking.

Baca juga : Perbedaan Normal Order, GTC dan Order Booking

Masalah 2 – Kenaikan Dengan Persentase Penurunan Yang Sama = Kerugian

Sungguh indah jika setiap kali anda beli maka harga saham cuma bisa bergerak satu arah yaitu naik. Tapi sayangnya pasar saham tidak seindah film, harga saham sering kali bergerak tidak sesuai dengan keinginan anda.

Apa yang terjadi jika harga saham tidak bergerak sesuai dengan keinginan anda? Maka kita lakukan matematika sederhana.

Anggap anda membeli saham X di harga 100. Anggap setelah itu harga saham turun 20% ke harga 80. Esok hari saham anda rebound 20%, maka harga saham anda naik dari 80 menjadi 96. Anda tetap menderita kerugian senilai -4% walaupun kenaikan harga saham anda sama dengan penurunan saham anda secara persentase.

Ketika penurunan saham anda lebih besar lagi maka kerugian anda juga semakin besar untuk kasus yang sama. Mari kita buat hitungan sederhana. Anda beli di harga 100, turun 50% ke harga 50. Jika setelah itu saham tersebut rebound 50% maka akan naik dari 50 ke 75. Ini berarti anda mengalami kerugian 25%.

- Advertisement -

Ini berarti saham anda yang mengalami penurunan butuh berjuang lebih keras lagi untuk hanya sekedar balik modal.

Masalah 3 – Gunakan Stop Loss Agar Tidak Rugi Besar. Don’t Be Stupid!

Mungkin akan banyak yang keberatan dengan contoh di masalah nomor 2. Contoh di masalah 2 itu hanya buat trader amatir, trader berpengalaman pasti menggunakan stop loss agar tidak rugi besar. Yang saya cukup kaget, banyak sekali trader yang menggunakan karena target profit cuma 3%-5% maka mereka memasang target cut loss di kisaran 1%-2%.

Sebuah hal yang membuat saya sungguh kagum dengan keberanian mereka yang mengambil keputusan untuk target cut loss begitu rendah. Ada beberapa hal yang membuat saya kagum:

  • Peluang mereka untuk cut loss SANGAT BESAR.
  • Mereka sungguh dermawan, karena jika mereka cut loss 1% mereka memberikan tips baik ke sekuritas ataupun pemerintah dalam bentuk komisi dan pajak sebesar 40% dari angka cut loss mereka. Dalam satu transaksi ada komisi beli dan jual yang umumnya 0.15% dan 0.25% ini berarti dalam sekali beli dan jual anda mau untung atau rugi akan membayar biaya sebesar 0.4% sebagai komisi dan pajak yang dibayarkan. Andaikata anda berhasil profit 4% maka ini berarti anda memberikan 10% profit anda kepada sekuritas dan pemerintah. Saya menyebut itu sebagai sikap yang sangat “dermawan”.

Masalah 4 – Semakin Kecil Holding Period Maka Semakin Besar Peluang Kalah

Saya pernah membuat tulisan yang membahas ini. Tulisan itu membahas data riset yang dilakukan di S&P500 dari tahun 1926 – 2015.

Baca juga : Investasi Saham Cepat Kaya

Singkatnya kurang lebih begini:

  • Jika kamu holding period hitungan daily maka kemungkinan menang kita cuma 54%
  • Jika kamu holding period hitungan quarter (3 bulan) maka kemungkinan menang kita cuma 68%
  • Jika kamu holding period hitungan tahunan maka kemungkinan menang kita cuma 74%

Bagaimana jika holding period cuma hitungan jam? Maka tentu akan menjadi lebih kecil lagi. Ketika kita mengalami loss, maka kalian menghadapi masalah – masalah yang sudah kita bahas sebelumnya.

Strategi Cepat Kaya 2 – Trading Mengikuti Panutan

Jika saya tidak jago dalam trading saham maka saya akan ikutan kenalan saya yang jago trading saham. Dia berhasil untung besar maka saya juga pasti akan untung besar. Kurang lebih begitu pemikiran banyak orang. Ini kenapa premium membership atau layanan rekomendasi saham sungguh laku di pasaran.

Mari saya bahas beberapa masalah yang dihadapi:

Masalah 1 – Panutan anda belum tentu melakukan transaksi yang mereka rekomendasikan

Mari beranggapan panutan anda adalah orang baik yang tidak memiliki maksud atau agenda tertentu ketika memberikan rekomendasi kepada anda.

Anggap dia memberikan rekomendasi untuk membeli saham A dengan target sebagai berikut:

  • Buy : 160-162
  • Target Profit : 180
  • Target Cut Loss : 150

Ini skenario yang mungkin terjadi:

  • Anda membeli dan dapat saham di harga 162 sedangkan panutan anda antri di 160 dan tidak dapat sahamnya. Karena tidak dapat sahamnya, maka dia move on dan tidak pantau saham tersebut lagi. Karena dia tidak monitoring saham itu lagi maka tidak ada informasi apapun yang diberikan kepada anda perihal saham itu di kemudian hari.
  • Target profit di 180 tapi dia jual di 170. Setiap trader berpengalaman selalu memonitor bagaimana perilaku market di saat itu yang biasanya dengan melihat volume perdagangan. Ternyata ketika saham bergerak di kisaran 170 dia melihat volume melemah dan tampaknya tidak bisa naik lagi. Maka akhirnya dia menjual saham tersebut di 170 dan anda tetap menunggu di 180. Akhirnya prediksi dia benar dan saham meluncur turun. Dia untung dan anda tidak jadi untung.
  • Target cut loss di 150 tapi dia tidak jual. Mirip dengan skenario sebelumnya, target cut loss di 150 tetapi dia melihat bahwa ada perlawanan yang begitu hebat di harga bawah. Sehingga dia yakin bahwa saham akan rebound. Dia tidak cut loss dan anda cut loss. Kemudian harga saham berbalik naik, dia akhirnya untung dan anda rugi.

Mungkin anda ngomel, harusnya kan panutan itu kasih tahu kalau dia lakukan cut loss atau taking profit. Ada beberapa alasan dia tidak kasih tahu:

  • Monitoring volume trading itu membutuhkan konsentrasi, karena terlalu konsentrasi dia lupa dengan anda
  • Karena banyak orang yang menanyakan rekomendasi dia, dia mungkin cuma ingat beberapa orang saja. Mohon maaf anda bukan prioritas yang diingat dia.

Stategi Cepat Kaya 3 – Swing Trading & Money Management

Saya rasa ini cara paling make sense untuk mendapatkan profit dari trading. Holding period yang beberapa minggu atau bahkan bisa bulanan, target taking profit dan cut loss yang cukup lebar dengan risk reward yang sangat baik membuat hal ini menjadi  logis untuk meraih keuntungan dari trading.

Ini cara trading yang saya setujui. Dan jika anda penasaran apa itu risk reward ratio. Saya menyarankan anda untuk membaca artikel saya yang lain yang membahas teknik 2R.

Baca juga : Teknik 2R – Rahasia Profit Konsisten

Tapi tentu saja ada problem yang dihadapi dalam strategi ini, yaitu:

Masalah 1 – Tidak gampang menemukan transaksi dengan risk reward ratio yang bagus

Trader yang berpengalaman pasti mengerti untuk memilih transaksi dengan risk reward ratio yang bagus. Umumnya paling minimal risk reward ratio 2R dan tidak jarang saya melihat trader jago menggunakan risk reward ratio minimal 3R. Sayangnya untuk menemukan hal ini tidak mudah.

Sehingga seringkali transaksi 1R juga sudah disikat, dan hal ini akan merusak sistem trading bagus yang sudah dibangun. Masalah psikologi dan tidak sabaran ini yang membuat sulit untuk menjadi trader yang hebat. Walaupun anda mengerti semua teori ini, percaya saya untuk disiplin tidak mudah.

Masalah 2 – Uang besar = tantangan besar dalam sisi psikologis

Dari hasil survey saya 34% koresponden memiliki modal <50 juta dan 34% koresponden memiliki modal diatas 100 juta dan <1 miliar rupiah. Mari kita ambil tiga contoh modal yang digunakan untuk satu transaksi saham.

  • Modal 2 juta / transaksi –> Jika cut loss 10% artinya kehilangan uang 200 ribu rupiah.
  • Modal 10 juta / transaksi –> Jika cut loss 10% artinya kehilangan uang 1 juta rupiah.
  • Modal 200 juta / transaksi –> Jika cut loss 10% artinya kehilangan uang 20 juta rupiah.

Walaupun secara persentase sama-sama cut loss 10% tetapi secara nominal rupiah bisa sangat jauh berbeda. Percaya saya efek psikologis kita bukan berdasarkan berapa persentase kerugian yang kita tanggung tetapi berapa besar kehilangan uang kita secara nilai rupiah yang kita tanggung.

Kehilangan uang 200 ribu rupiah ini mungkin anda bisa anggap traktir saya makan steak di holycow. Kehilangan uang 1 juta rupiah ini mungkin anda bisa anggap traktir satu team di kantor anda makan all you can eat. Tetapi kehilangan 20 juta rupiah ini seperti motor anda digondol maling.

Efek psikologis uang kecil dengan uang besar sungguh berbeda bagi para trader. Inilah kenapa umumnya para trader besar hanya menggunakan modal 1% – 2% dari total modalnya. Sehingga jika cut loss 10% pun mereka hanya kehilangan 0.1% – 0.2% dari total modal yang dimiliki oleh mereka.

Problem yang akan dihadapi lagi, kalau saya modal cuma 100 juta main 1% berarti satu transaksi saya kan cuma bisa 1 juta. Kapan saya kayanya. Kalau yang profesional kan mereka mungkin modal 50 miliar sehingga 1% saja berarti sudah 500 juta modalnya. Masalah klasik ini akan terus membuat problem di money management para trader bagi pemula ataupun yang sudah profesional. Ini kenapa saya setuju untuk menjadi sukses menjadi trader dibutuhkan psikologis yang hebat.

Sayangnya saya menyerah untuk hal itu. Ketika saya harus kehilangan cuma puluhan juta rupiah dalam satu kali kekalahan trading besar saja saya sudah tidak terima dan psikologi saya kacau balau. Itu yang membuat saya tahu batasan yang saya miliki sehingga akhirnya saya menyerah untuk menjadi trader. Karena saya ingin berinvestasi dengan modal yang lebih besar di pasar saham. Sayangnya psikologis saya ternyata kurang matang untuk trading dengan modal lebih besar lagi dari yang terakhir saya lakukan.

Bagaimana Strategi Kaya Dari Investasi Saham

Kalau begitu bagaimana kita bisa menjadi cepat kaya dari investasi saham? Jika cepat versi anda adalah 1 tahun – 3 tahun anda menjadi full time investor padahal modal anda saat ini 10 juta rupiah. Mohon maaf, saya tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan anda. Karena jawaban saya itu cuma MIMPI.

Untuk kita bisa menjadi kaya dari investasi saham dibutuhkan 2 hal, yaitu:

Kenapa untuk menjadi kaya dari investasi saham dibutuhkan modal besar sungguh sederhana.

Mendapatkan return 100% dari 10 juta sama dengan anda mendapatkan 10 juta rupiah. Mendapatkan return 10% dari modal 10 miliar sama dengan anda mendapatkan 1 miliar rupiah.

Tetapi tidak perlu takut kalau modal anda saat ini tidak besar, yang penting anda harus konsisten untuk menambah modal anda dan strategi investasi saham anda bisa akomodir ketika anda memainkan modal yang besar suatu saat kelak.

- Advertisement -

Siapa tahu anda akan bisa lebih sukses dari seorang tukang cuci baju yang bernama Oseola McCarty yang bisa memberikan donasi hingga miliaran rupiah.

Baca juga : Formula Ajaib Investasi

adsense
- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Tips Terbaik Investasi – Baru Beli Sudah Untung

"Tips investasi terbaik tersebut dirangkum dalam satu kalimat sederhana yaitu "Baru beli sudah untung" Sang pembicara mengajarkan bahwa banyak orang yang sulit membedakan antara investasi...

Rangkuman Belajar Value Investing Untuk Investor Saham Pemula

Cukup banyak pertanyaan yang masuk tentang bagaimana cara melakukan analisa laporan keuangan. Sebenarnya ini adalah topik paling awal yang saya tulis. Tetapi karena tanpa...

Tips Belajar Saham Bagi Investor Pemula – Kaitkan Dengan Uang

Pada tulisan kali ini saya ingin menulis secara ringan aja untuk sharing tips bagaimana investor pemula bisa belajar saham dengan lebih cepat. Saya harus bilang...

3 Kesalahan Yang Menyebabkan Terkena Value Trap

Ada satu pertanyaan yang menarik ke saya, yaitu bagaimana menghindari value trap? Melihat pertanyaan value trap artinya orang yang mengajukan pertanyaan ini sudah mengerti...

Related articles

1 Comment

  1. Selalu menedukasi dan enak dibaca seperti biasanya. top
    boleh share pengalaman pak, saat loss dulu selagi menjadi trader hingga akhirnya memilih jalan fundamental?

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here