Investasi Saham Jangka Pendek Cepat Kaya?

adsense

Impian Investor Saham – Cepat Kaya

Salah satu yang menjadi impian dari orang yang investasi saham adalah menjadi cepat kaya. Seringkali mereka membuat teori yang terlihat make sense bahwa investasi saham akan membuat cepat kaya. Sebagai contoh:

  • Jika kita berinvestasi dengan teknik scalping, sehari untung 1% saja, maka sebulan kita mendapatkan keuntungan 22% (22 hari kerja). Ini berarti setahun kita mendapatkan keuntungan 264%
  • Jika kita berinvestasi dengan swing trading, sebulan bisa untung 10% saja, maka setahun kita bisa mendapatkan keuntungan 120%

Contoh teori pemikiran seperti diatas yang membuat banyak investor bermimpi menjadi cepat kaya dari berinvestasi saham.

Dan ini yang membuat mereka lebih tergoda lagi untuk berinvestasi di instrumen investasi yang memiliki potensi menghasilkan keuntungan lebih besar lagi seperti forex atau commodities.

Sayangnya kenyataan tidak seindah rencana diatas. Bukannya menjadi kaya dari investasi saham, malah tidak jarang investor dengan mindset diatas mengalami kehilangan uang dalam jumlah yang besar.

Penyebab Kegagalan Kaum Pemimpi Investasi Saham Cepat Kaya

Jika anda adalah calon investor, maka sangat beruntung anda ketemu artikel ini. Karena ketika saya menjadi investor pemula tidak ada yang mengajarkan hal ini. Sehingga akhirnya saya menjadi kaum pemimpi investasi saham membuat cepat kaya. Yang sayangnya hasil akhirnya malah mengurangi kekayaan saya dibandingkan membuat saya menjadi cepat kaya.

Faktor penyebab kegagalan kaum pemimpi cepat kaya:

   1.Tidak ada yang namanya win rate 100%

    • Tidak ada yang namanya win rate 100% dalam investasi. Bahkan investor jangka panjang pun akan pernah mengalami kerugian. Warren Buffet saja pernah investasi ratusan juta US dolar berakhir menjadi 0 dolar.
    • Jika anda main teknik scalping dengan untung 1% – 2%. Transaksi pertama anda bisa selamat dapat profit 1%. Apakah transaksi berikutnya anda yakin akan untung secara konsisten? Saya memiliki seorang teman yang berlangganan premium membership dari sebuah group saham. Disuruh membeli saham TELE di harga 141 dan cut loss di harga 136 (cut loss 3.5%). Dari rentang dia kirim WA memamerkan jumlah transaksi dia dalam jumlah besar hingga dia mengeluarkan kalimat sumpah serapah karena cut loss nya kena berjarak 5 menit.
    • Anda mendapatkan profit 1-2% dan memiliki potensi kerugian yang lebih besar dari situ artinya anda memiliki risk reward ratio yang buruk. Dan jika anda memiliki risk reward ratio yang buruk artinya anda sedang mendonasikan uang anda ke investor saham lain.

      2. Modal kecil tidak bisa membuat anda kaya

      • Jika anda seorang investor dengan modal 10 juta rupiah, berapa keuntungan yang anda dapat jika satu bulan anda bisa mendapatkan keuntungan 10% per bulan? Ya jawabannya adalah 1 juta perbulan. Anggaplah anda konsisten mendapatkan angka tersebut setiap bulannya. Maka ini bukanlah pendapatan yang cukup anda gunakan untuk trading for living (impian para trader).
      • Jika anda seorang investor dengan modal 1 miliar rupiah, berapa kerugian yang anda dapat jika anda cut loss 5%? Ya jawabannya adalah 50 juta rupiah. Apakah mental anda siap untuk itu? Jujur itu tidak mudah. Walaupun itu masuk kedalam trading system kalian, melihat angka floating loss puluhan dan ratusan juta tidak mudah. Dan banyak investor yang tidak tahan dan akhirnya cut loss. Investor yang saya bilang adalah investor yang berpengalaman.
      • Jika modal trading anda 1 miliar dan anda bermain 1 transaksi dengan semua modal anda. Maka anda adalah penjudi yang bermain di pasar saham. Umumnya trader profesional hanya membatasi kehilangan uang 1-2% dari total uangnya jika terkena cut loss. Sehingga ini berarti jumlah uang yang tidak terlalu besar untuk satu transaksi. Dan besar profit yang tidak seindah yang dibayangkan.

Perbandingan Peluang Mengalami Kerugian dengan Jangka Waktu Investasi

S&P 500 loss probability source: Returns 2.0
S&P 500 loss probability source: Returns 2.0

Jika kita melihat tabel diatas, semakin kecil holding period kita maka semakin besar persentase kita mengalami kerugian.

Jika holding period 1 tahun saja persentase kerugian adalah 26% maka  untuk jangka waktu lebih singkat seperti jam, harian, mingguan dan bulanan angka persentase ini akan meningkat.

Ini kenapa seorang trader yang paling penting bukan kemampuan analisa chart tapi memiliki pengetahuan dan disiplin money management yang baik.

- Advertisement -

Investasi saham adalah investasi yang berisiko, tapi jika dalam jangka panjang tingkat resiko akan jauh berkurang.

Inilah kenapa di dunia investasi muncul idion “Banyaknya jumlah transaksi berbanding terbalik dengan jumlah uang yang dihasilkan.”

Kerugian Mutlak Investasi Jangka Pendek

Walaupun di Indonesia biaya transaksi saham terbilang kecil, yaitu di kisaran 0.15% ketika buy dan 0.25% ketika jual. Ini artinya dari satu transaksi jual beli kita akan kehilangan 0.4% dari investasi kita.

0.4% terdengar tidak besar, tetapi coba anda kalikan dengan jumlah transaksi anda. Misalkan satu tahun anda ada 100 transaksi maka ini senilai dengan 40% dari modal satu transaksi anda.

Tidak peduli anda untung atau rugi, ini adalah biaya yang pasti anda bayarkan. Para trader akan berkilah, ini adalah sesuatu yang sangat kecil dibandingkan keuntungan yang kita dapatkan dari trading. Itu betul sekali, kalau kalian untung terus.

Tapi sebagai trader profesional harusnya tahu bahwa tidak ada yang namanya pasti untung. Selalu ada yang namanya kerugian. Dan kalian harus membayar biaya ini walau anda rugi.

Ilustrasi Biaya Komisi:

  • Saya punya modal 20 juta rupiah untuk trading. Satu tahun saya punya jumlah transaksi 100 transaksi (tahun terakhir saya trading jumlah transaksi hampir 300 transaksi dalam setahun). 100 transaksi ini berarti 40% biaya komisi dari 20 juta rupiah seperti yang saya jelaskan diatas. Biaya transaksi anda adalah sebesar 8 juta rupiah dari modal investasi 20 juta anda.
  • Saya punya modal 200 juta rupiah untuk investasi. Saya cuma beli dan simpan tanpa menjualnya. Maka saya terkena biaya komisi 0.15% dari 200 juta yaitu: 300 ribu rupiah. Andaikata saya menjual semuanya dalam satu tahun maka saya terkena total biaya transaksi 0.4% dari 200 juta yaitu: 800 ribu rupiah.
  • Modal investasi 10x lebih besar dari modal trading memiliki biaya komisi 10x lebih kecil jika kita berinvestasi.
  • 8 juta dari modal 20 juta atau 40% ini bukan sesuatu yang mudah dikalahkan oleh hasil investasi anda. Jadi kalau anda tidak mengerti teknik 2R maka itu celaka kuadrat.

Baca juga: Teknik 2R – Teknik Rahasia Profit Konsisten Trader

Kesimpulan

Jika anda mau menjadi value investor, maka kesiapan untuk investasi saham dengan holding period jangka panjang adalah wajib.

Keinginan anda untuk menjadikan investasi saham agar cepat menjadi kaya bisa menjadi boomerang yang menyakitkan untuk diri anda sendiri.

- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Tips Terbaik Investasi – Baru Beli Sudah Untung

"Tips investasi terbaik tersebut dirangkum dalam satu kalimat sederhana yaitu "Baru beli sudah untung" Sang pembicara mengajarkan bahwa banyak orang yang sulit membedakan antara investasi...

Rangkuman Belajar Value Investing Untuk Investor Saham Pemula

Cukup banyak pertanyaan yang masuk tentang bagaimana cara melakukan analisa laporan keuangan. Sebenarnya ini adalah topik paling awal yang saya tulis. Tetapi karena tanpa...

Tips Belajar Saham Bagi Investor Pemula – Kaitkan Dengan Uang

Pada tulisan kali ini saya ingin menulis secara ringan aja untuk sharing tips bagaimana investor pemula bisa belajar saham dengan lebih cepat. Saya harus bilang...

3 Kesalahan Yang Menyebabkan Terkena Value Trap

Ada satu pertanyaan yang menarik ke saya, yaitu bagaimana menghindari value trap? Melihat pertanyaan value trap artinya orang yang mengajukan pertanyaan ini sudah mengerti...

Related articles

1 Comment

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here