Mari Bahas Mitos “Sell in May and Go Away”

“Sell in May and Go Away” lagi beken saat ini di para investors saham semenjak memasuki bulan mei.

Memang ada apa dengan bulai mei? Jawabannya tidak ada apa – apa.

Saya pernah membuat tulisan yang berjudul periode baik investor vs trader.

Disana saya mencoba mengolah data IHSG dari tahun 1990 – 2019. (sekitar 30 tahun)

Biar kalian tidak perlu sulit untuk pindah ke web saya, mari saya rangkumkan disini.

Data Historis 30 Tahun Return IHSG Tiap Bulan 

Bulan-Baik-Investor-Trader
Bulan-Baik-Investor-Trader

Berdasarkan data tersebut kita akan mendapatkan beberapa hal:
1. Bulan desember bursa kita menghasilkan rata-rata return 4% dengan 87% selalu bergerak naik di bulan tersebut.

2. Bulan januari bursa kita rata-rata menghasilkan return 2.71% dengan 72% selalu bergerak naik di bulan tersebut.

Bulan Desember dan Januari ini return bursa saham lagi di puncak dan seorang trader amatir pun akan merasa menjadi profesional yang lebih hebat dari George Soros di 2 bulan tersebut.

3. Dari bulan februari sampai july sebenarnya tidak ada sesuatu yang signifikan. Bursa tidak memberikan rata2 return negatif rapi trend kenaikan juga tidak terlalu besar sekitar 50-60%.

4. Yang mencolok adalah mulai bulan agustus, dimana rata-rata return – 3.33% dengan persentase kenaikan cuma 37%.

- Advertisement -

5. Bulan september – november persentase kenaikan juga sangat kecil cuma kisaran 37-60% dengan angka return kalau tidak minus hanya plus dalam persentase yang tidak besar di periode tersebut.

6. Ini berarti antara agustus – november adalah periode yang paling berbahaya sebenarnya, khususnya bagi para trader yang horizon investasi jangka pendek.

Alasan Muncul Istilah Sell in May and Go Away

Euforia kenaikan harga saham memang sebenarnya sudah tidak terlalu mencolok semenjak bulan april. Alasan kenapa muncul istilah sell on may dikarenakan periode may juga merupakan periode summer holiday, dimana orang banyak yang ingin pergi berlibur.

Jika anda seorang fund manager dan anda ingin berlibur tentu lebih baik anda mengurangi jumlah transaksi anda atau mengamankan posisi anda terlebih dahulu agar libur anda tenang bukan.

Sehingga periode may ini fluktuasi pasar menjadi berkurang, karena banyaknya orang yang berlibur seperti yang dibahas juga oleh investopedia.

Salah satu syarat untuk menaikan harga saham adalah tingginya fluktuasi. Mencari orang yang mau beli saham kita lebih mahal, membuat investor merasa takut tidak kebagian saham, takut ketinggalan kereta. Sayangnya karena musim liburan ini membuat jumlah peminatnya berkurang sehingga membuat bursa saham menjadi kurang menarik di periode liburan tersebut.

Apa Yang Harus Kita Lakukan Menyikapi Sell in May and Go Away?

Jika anda trader menurut saya periode mei masih bukan periode berbahaya menurut pandangan saya. Tapi jangan nekat untuk trading di bulan agustus-november kecuali anda adalah seorang pilot yang luar biasa mahir dan lincah. Karena di bulan tersebut persentase menang anda rendah berdasarkan data historis 30 tahun. Karena saya tidak pernah menyarankan untuk short sell, maka saran saya jangan nekat di agustus-november.

Buat investor, jika anda melihat harga saham bagus yang murahnya keterlaluan. Tidak perlu takut untuk beli, ingat investasi anda jangka panjang. Fluktuasi harga saham jangka pendek bukanlah hal yang perlu anda perhatikan.

Tapi pastikan dry powder anda masih tersedia di bulan Agustus – November. Bukannya nyumpahin, tapi berdasarkan data historis biasanya di bulan tersebut ada IHSG great sale.

Apakah bulan Agustus – November masih akan ada IHSG great sale karena awal tahun justru sudah diadakan dengan sangat besar – besaran?

Tergantung, jika sebelum bulan agustus bursa malah naik tinggi yang mungkin nanti beritanya karena pembukaan lockdown, vaksin/obat CoVid, angka penyebaran covid menurun. Maka saya percaya Agustus-September, bursa masih akan terjadi Great Sale.

Karena sama seperti ketika market tidak rasional ketika menurunkan harga saham. Market lebih sering tidak rasional ketika angkat harga saham.

Dan seperti yang kita tahu, ada aturan tidak tertulis didalam investasi saham. Kenaikan yang tinggi akan dibalas penurunan yang tinggi pula. Dan begitu juga sebaliknya.



- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Belajar Investasi Dari John Neff – The Low P/E Investor

Mungkin tidak banyak orang yang mengenal investor bernama John Neff. Padahal dia adalah salah satu investor yang sangat dihormati di Amerika. John Neff melalui...

Belajar Investasi Saham Dari Benjamin Graham – Guru Investor Series Part I

Benjamin Graham adalah Warren Buffetnya bursa saham US sebelum adanya Warren Buffet. Bahkan seorang Warren Buffet menganggap buku The Intelligent Investor yang memberikan inspirasi...

Bagaimana Guru Investor Seperti Warren Buffet, Benjamin Graham, Peter Lynch Memilih Saham

Tentu menjadi hal yang sangat menarik untuk belajar bagaimana Guru Investor Warren Buffet, Benjamin Graham, Peter Lynch memilih saham. Sehingga saya akan coba membuat...

Cara Melihat Rating Obligasi di PEFINDO

Apa Itu PEFINDO? PT. PEFINDO (Pemeringkat Efek Indonesia) adalah market leader dalam pemberian rating perusahaan - perusahaan di Indonesia. Rating sendiri adalah penilaian yang terstandarisasi terhadap...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here