Kisah Dua Miliuner Dalam Menyikapi Arti Uang

Kisah Adolf Merckle – Pengusaha Kaya Yang Depresi Bunuh Diri Karena Uang

Adolf Merckle
Adolf Merckle

Pada tahun 2007, Adolf Merckle adalah orang terkaya ke-94 di dunia, dan merupakan orang terkaya di Jerman, dengan kekayaan bersih 12 miliar usd.

Dia adalah pemilik perusahaan farmasi terbesar di Eropa, kemudian memperluas bisnisnya ke bidang manufaktur dan konstruksi. Sisi lain dari Adolf Merckle adalah dia juga seorang spekulan.

Pada tahun 2008, ia memutuskan untuk membuat taruhan di pasar saham. Dia begitu yakin bahwa Volkswagen akan turun, ia memutuskan untuk melakukan aksi short sell pada saham perusahaan tersebut. Satu masalah besar yang muncul yaitu ternyata Porsche melakukan akuisisi perusahaan Volkswagen. Sehingga harga sahamnya bukannya turun tapi malah melonjak naik. Dalam semalam, Merckle kehilangan hampir 400 juta euro karena perjudian tersebut.

Faktor berikutnya yang membuat keadaan dia semakin buruk adalah ia sangat membutuhkan uang tunai untuk melunasi pinjaman besar. Namun pada tahun 2008, bank tidak mau memberikan pinjaman kepada siapapun termasuk jika anda seorang miliarder seperti Adolf Merckle.

Menyikapi kejadian – kejadian buruk tersebut, Adolf Merckle memutuskan  berjalan ke arah kereta yang melaju kencang. Ya, Adolf Merckle memutuskan untuk melakukan bunuh diri. Ironisnya, beberapa hari kemudian pinjaman yang dicari akhirnya datang. Perusahaan Adolf Merckle berhasil diselamatkan, tapi nyawa sang miliuner sudah tidak bisa diselamatkan.

Hilangnya status sebagai orang terkaya di Jernman ini terlalu berat untuk dia tanggung. Dia merasa gagal, bahkan meskipun masih ada kekayaan senilai 9 miliar dolar yang dimiliki.

 

Kisah Chuck Feeney – Miliuner Dermawan

Chuck Feeney - Miliarder Dermawan
Chuck Feeney – Miliarder Dermawan

Ketika anda pergi ke bandara, anda pasti sering melihat Duty Free Shopping (DFS) bukan. Itu adalah ide bisnis Chuck Feeney.

Feeney adalah seorang yang sangat sederhana, bahkan jam tangan yang digunakan Feeney adalah Casio F-91W c1980s yang harganya cuma 30 dolar.

- Advertisement -

Feeney juga sering dikabarkan terbang dengan menggunakan pesawat kelas ekonomi. Lebih suka makan di restoran tidak mewah, bahkan apartemen yang ditempati kabarnya juga masih sewaan.

Salah satu cita – cita Feeney adalah bisa berbagi ketika masih hidup. Donasi terakhir yang dikucurkan olehnya berjumlah 7 miliar usd ke Universitas Cornell, kampus dimana dia belajar.

Secara resmi kekayaan Feeney merosot setelah memberikan donasi itu. Namun memang itu yang menjadi cita-cita beliau. Bisa berbagi ketika dia masih hidup.

Media kerap menyebut Feeney bangkrut karena donasi. Total kekayaannya saat ini sekitar 2 juta usd. Bukan jumlah uang besar untuk seorang miliarder dengan bisnis internasional seperti dia.

Hal yang paling menakjubkan tentang Feeney adalah ia melakukan semuanya secara tanpa diketahui orang. Feeney tidak menginginkan kredit atas dirinya. Bahkan, baru belakangan ini saja diketahui dia adalah orang dibelakang semua proyek luar biasa tersebut.

Dia masih terus melakukannya hingga kini. Chuck Feeney mengtakan tujuannya adalah untuk memberikan cek terakhir yang ia tulis.

Kesimpulan

Uang memiliki arti yang sangat berbeda dari dua orang miliuner diatas. Adolf Merckle yang menganggap jumlah uang sebagai identitas dirinya yang penting dan Chuck Feeney yang menganggap uang sebagai sebuah alat untuk digunakan berbagi ke orang lain.

Chuck Feeney kehilangan uang dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan Adolf Merckle. Yang gilanya lagi uang tersebut hilang karena aksi donasi nya.

Jelas semua orang membutuhkan uang selama hidup. Tapi apakah arti uang tersebut bagi anda?

Apakah arti uang lebih pentin dari arti hidup anda sendiri?

Jika tidak, apa yang anda mau lakukan dengan uang anda agar anda merasa memiliki hidup yang berarti?

Saya pribadi ketika menulis ini masih didalam perenungan, sehingga saya pribadi belum bisa menjawabnya. Bagaimana dengan anda?

adsense
- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Belajar Seasonality Saham Cyclical (Studi Kasus TBLA)

Pada tulisan kali ini saya mau membahas tentang seasonality pada saham cyclical sekaligus mengucapkan perpisahan pada TBLA. Seperti yang mungkin kalian tahu, TBLA adalah salah...

Bedah Laporan Keuangan ELSA (Elnusa)

Sudah lama saya tidak buat bedah laporan keuangan, kali ini saya akan membuat bedah laporan keuangan salah satu perusahaan yang lagi hype dibahas yaitu...

Catatan Untuk Influencer Saham

Akhir - akhir ini marak sekali influencer saham bermunculan. Baik dari investor pemula yang baru seumur jagung di pasar modal, pemuka agama, selebritas, dan...

Time is Not Money – Seminar CMSE Lo Kheng Hong

Time is Not Money adalah sebuah statement yang dilontarkan oleh Lo Kheng Hong dalam seminar CMSE (Capital Market Summit & Expo). Lo Kheng Hong ada...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here