https://invol.co/aff_m?offer_id=579&aff_id=120964&url=http%3A%2F%2Fwww.dentaldepartures.com&source=campaign

Skill Memilih Transaksi Saham Investor Profesional

Skill memilih transaksi saham adalah sebuah skill yang harus dimiliki oleh setiap investor ataupun trader saham.

Didalam investasi saham kita dihadapkan dua kemungkinan yaitu untung atau rugi. Sayangnya tidak ada formula ajaib pasti untung didalam investasi saham.

Kerugian Warren Buffet George Soros
Kerugian Warren Buffet George Soros

Berinvestasi di saham yang memiliki valuasi mahal tentu adalah sesuatu yang berisiko. Seperti halnya ketika saya membahas saham ENVY yang menurut saya dihargai terlalu mahal oleh market pada tanggal 7 december 2019. Saham tersebut akhirnya turun diatas 90% setelah itu.

ENVY
ENVY

Berinvestasi di saham yang valuasi murah juga bisa memiliki risiko. Seperti halnya ketika saya membahas saham TELE pada tanggal 12 Februari 2020 dimana saya membahas walau valuasi perusahaan ini murah perusahaan ini memiliki anomali di saldo piutang dan inventory.

TELE
TELE

Banyak yang mengajarkan bahwa berinvestasi pada saham blue chip itu aman dan pasti untung dan tidak berisiko. Sayangnya itu tidak selalu tepat juga. Tidak ada satupun kriteria yang tidak dimiliki oleh perusahaan sekelas HMSP untuk tidak disebut sebagai perusahaan Blue Chip. Tetapi pada Januari 2018 perusahaan ini pernah mencapai harga di 5.500 dan maret 2020 perusahaan ini turun hingga dibawah harga 1.100. ini berarti penurunan sebesar 80% dalam waktu 2 tahun investasi.

Apa Yang Harus Kita Lakukan?

Semoga contoh – contoh saya diatas, tidak membuat anda menjadi takut untuk berinvestasi di pasar saham. Karena selalu ada peluang didalam investasi saham.

Hal yang harus anda lakukan adalah untuk pintar dalam memilih transaksi yang akan dilakukan. Pilih sebuah transaksi yang memiliki risiko kerugian yang kecil dan potensi keuntungan yang besar.

Saran diatas terdengar simpel, mudah dimengerti tapi bingung bagaimana untuk dilaksanakan. Jadi mari kita bahas step demi step untuk memilih transaksi secara pintar.

Step 1 – Hilangkan Transaksi Yang Memiliki Risiko Yang Besar

Salah satu hal yang menarik di pasar saham adalah perusahaan jelek bisa jadi harga sahamnya malah bergerak naik dan perusahaan bagus bisa jadi harga sahamnya malah bergerak turun.

- Advertisement -

Bahkan tidak jarang perusahaan bermasalah yang mungkin akan kena suspend dalam waktu tidak lama lagi memiliki jumlah transaksi yang tidak normal, harga sahamnya malah naik ditengah risiko gagal bayar yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Perusahaan ini bergerak di sektor property, masih aktif bisa diperdagangkan dan cukup populer di forum saham. Karena perusahaan ini masih aktif diperdagangkan dan saya ga mau terkena masalah hukum, jadi saya tidak sebutkan kode perusahaan tersebut. Tapi sebagai hint, rating kredit perusahaan ini sudah berada di titik nadir. Mungkin nanti di awal July akan cukup ramai pemberitaan untuk emiten ini.

Baca juga: Cara Melihat Rating Obligasi di Pefindo

Dua risiko besar yang paling harus kita hindari:

  • Harga saham yang kemahalan. Ketika saya memberikan peringatan untuk ENVY, saat itu perusahaan ini saya bilang terlalu mahal dengan PER diatas 300x. HMSP sebuah perusahaan blue chip yang sangat bagus ini di 2018 dihargai PER diatas 40x. Perusahaan luar biasa bagus ini jika sudah dihargai terlalu mahal maka harga saham juga bisa jatuh.
  • Risiko Gagal bayar hutang. Hindari perusahaan dengan ratio hutang yang bermasalah. Tapi hindari perusahaan yang memiliki ratio hutang yang bagus seperti halnya TELE jika sudah ada pengurangan rating kredit kedalam kondisi yang berbahaya. Walaupun sulit, tapi jika anda membaca bedah laporan keuangan TELE yang saya buat maka anda mungkin sudah aware terhadap masalah yang dihadapi perusahaan ini.

Jika perusahaan yang anda incar memiliki dua risiko diatas, saran saya jangan melakukan transaksi untuk perusahaan tersebut. Apakah perusahaan tersebut harga sahamnya bisa melonjak tinggi? SANGAT BISA dan justru itu terjadi karena pemain besar mungkin mau jual sahamnya sehingga harga justru naik tinggi. Tapi jika anda terjebak di harga tinggi, mimpi buruk siap mendatangi anda. Saya akan menyarankan anda untuk tidak memilih transaksi di perusahaan yang memiliki tingkat dua risiko tersebut.

Step 2 – Pilih Transaksi Yang Risiko Kerugian Kecil

Setelah membuang saham yang memiliki risiko besar dari step nomor 1, maka selanjutnya kita memilih transaksi yang risiko kerugiannya kecil. Untuk step ini ada mungkin ada perbedaan antara trader dan investor.

Investor

Bayangkan jika anda sebagai seorang investor membeli saham perusahaan seharga 3.2 triliun rupiah anda mendapatkan uang cash sebesar 3.1 triliun rupiah, aset berupa properti dan bangunan senilai 1.7 triliun rupiah. Perusahaan ini tidak memiliki hutang berbunga. Perusahaan ini bisa menghasilkan laba bersih yang tidak wah cuma sekitar 250 miliar rupiah. Perusahaan ini memiliki cash flow operation positif senilai 300 miliar rupiah dan membagi dividen sekitar 3%. Tanpa saya menyebutkan perusahaan tersebut, apakah anda merasa yakin jika simpan saham perusahaan tersebut dalam jangka panjang anda tidak akan rugi?

Mungkin anda saat ini ingin menjawab ya sih harusnya tidak rugi. Tapi mana ada perusahaan semacam itu. Data diatas adalah data dari perusahaan berkode HRUM. Dan kita bisa menemukan perusahaan lain semacam itu di bursa. Bahkan saya tidak memiliki 1 lot pun di HRUM ini, alasannya saya melihat beberapa perusahaan yang LEBIH MENARIK lagi.

Trader

Jika anda seorang trader yang mencoba mencari keuntungan dalam jangka pendek. Maka saya berikan logika sederhana untuk membuka pikiran kalian dalam berinvestasi saham. Banyak dari trader menggunakan banyak indicator, termasuk saya ketika dulu baru belajar trading. Tetapi saat ini saya hanya menggunakan garis manual dan tidak menggunakan indicator apapun kecuali indicator untuk melihat volume. Mari saya akan berikan anda beberapa pertanyaan:

  • Jika ada sebuah saham harganya bergerak turun dan banyak orang yang mau beli, kira-kira apa yang akan terjadi? Maka ini berarti market sudah menganggap harga saham itu cukup murah sehingga mereka tidak mau ketinggalan untuk beli. Artinya tidak lama lagi harga saham akan naik.
  • Jika ada sebuah saham harganya bergerak turun dan sedikit yang mau beli, kira-kira apa yang akan terjadi? Maka ini berarti market belum menganggap harga saham itu cukup murah. Artinya harga saham ini masih bisa turun.
  • Jika ada sebuah harga saham harganya bergerak naik dan sedikit yang mau beli, kira-kira apa yang akan terjadi? Maka ini berarti market menganggap harga saham ini sudah mahal. Artinya harga saham ini bisa turun.
  • Jika ada sebuah harga saham harganya bergerak naik dan makin banyak yang mau beli, kira-kira apa yang akan terjadi? Maka ini market begitu optimis terhadap perusahaan ini. Artinya harga saham masi akan kuat untuk naik lebih tinggi lagi.

Walaupun pergerakan saham tidak selalu akan bergerak seperti yang saya bilang diatas, karena big fund (bandar) bisa menggerakan harga sesuka mereka. Tetapi memilih transaksi yang didukung peningkatan volume akan memperkecil risiko kerugian trading anda.

Step 3 – Pilih Transaksi Yang Memiliki Potensi Return Yang Besar

Jika anda menjadi investor, lebih enak mana membeli saham yang berpotensi naik 200% dalam waktu 3 tahun atau membeli saham yang berpotensi naik 20% dalam waktu 3 tahun?

Jika anda memilih yang pilihan pertama, maka belilah saham dengan potensi keuntungan yang besar. Artinya anda membeli saham yang jauh dibawah nilai wajarnya.

Baca juga: Menghitung Nilai Wajar ala Benjamin Graham.

Jika anda menjadi trader, lebih enak mana membeli saham yang memiliki risiko cut loss 5% dan potensi profit 3% atau membeli saham yang memiliki risiko cut loss 5% dan potensi profit 20%?

Jika anda memilih pilihan yang kedua, maka belilah saham untuk trading dengan risk reward ratio yang menguntungkan untuk anda. Jika anda memilih saham dengan risk reward ratio 1:1, anda sebenarnya sama halnya dengan sedang melakukan judi bola atau kasino yang memiliki risk reward ratio yang sama.

Baca juga: Teknik 2R – Teknik Trader Profesional Profit Konsisten

Kesimpulan

Setiap investor / trader tidak mendapatkan paksaan untuk harus membeli saham manapun. Bahkan anda tidak melakukan dosa / hal tabu jika anda memiliki dry powder dan tidak dibelanjakan ke saham apapun.

Jika ada saham yang anda incar tapi tidak memenuhi tiga kritera dalam memilih transaksi diatas dan harga sahamnya naik tinggi maka anggap itu bukan rejeki anda. Setidaknya anda masih memiliki uang anda dengan utuh.

Bijaksana dalam memilih transaksi akan memberikan anda tiga keuntungan, yaitu:

  • Mengurangi biaya transaksi anda, karena anda akan menjadi lebih selektif dalam memilih transaksi
  • Meningkatkan win rate anda, karena anda hanya memilih transaksi yang sulit rugi sehingga kemungkinan besar anda akan untung. Sehingga keuntungan yang anda raih menjadi lebih banyak.
  • Mengurang kekalahan anda, sehingga total kerugian anda akan menjadi lebih kecil

Dalam perkelahian jalanan, jika anda kabur dari tantangan musuh yang jauh lebih besar dari anda maka anda akan dibilang sebagai pengecut. Didalam investasi saham, jika anda memilih untuk tidak melakukan transaksi yang memiliki risiko besar maka anda akan dianggap bijaksana.

Tidak ada yang menjamin harga saham besok akan naik atau turun, tetapi jika anda bijaksana dalam memilih transaksi ini akan membawa perjalanan investasi anda jauh lebih aman dan nyaman.



- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Perbedaan Normal Order, Automatic Order, GTC dan Order Booking Untuk Rebutan Saham

Kita memiliki berbagai pilihan cara membeil saham, yaitu normal order, automatic order, GTC (good till cancel) dan order booking untuk membeli saham. Banyak investor tahap...

Skill Memilih Transaksi Saham Investor Profesional

Skill memilih transaksi saham adalah sebuah skill yang harus dimiliki oleh setiap investor ataupun trader saham. Didalam investasi saham kita dihadapkan dua kemungkinan yaitu untung...

Belajar Investasi Saham dari Peter Lynch

Jika kamu mempercayakan 10.000 usd kepada Peter Lynch, maka 13 tahun kemudian uang tersebut menjadi 280.000 usd. Gambaran singkat ini mungkin sudah cukup menggambarkan...

Belajar Investasi Dari Warren Buffet

Warren Buffet seorang investor luar biasa hingga dijuluki penyihir dari Omaha. Bahkan dia sempat menjadi orang terkaya di dunia berkat keahliannya dalam berinvestasi. Tampaknya...

Related articles

5 Comments

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here