Bedah Laporan Keuangan TELE Tahun 2019

Bedah Laporan Keuangan TELE

Bedah laporan keuangan TELE pertama kali diposting di stockbit pada tanggal 12 Februari 2020.

Link : https://stockbit.com/post/3491521

Peringatan : Penjelasan sangat panjang, kalau cuma mau tau kesimpulan disarankan scroll langsung ke paling bawah tuk liat kesimpulan

Karena 2 hari ini kayanya jagat stockbit ada debat panas tentang $TELE maka saya coba bantu untuk bahas.

Saya pribadi belum ada invest saham ini dan masih dalam kondisi memantau saja. Jadi saya coba bahas se objektfi mungkin ya tanpa punya agenda apapun terhadap saham in. (jika mau lihat hitungan detail, silahkan download excel terlampir)

Analisa Market Cap

  • Harga per kemarin : 187 (19 Februari 2020)
  • Market cap : 1.3 triliun rupiah (19 Februari 2020)
  • Enterprise Value : 4.7 triliun rupiah (19 Februari 2020)
  • Saya penyuka saham yang memiliki Enterprise Value kecil. Jika kita lihat Enterprise Value TELE jauh diatas market cap perusahaan ini sendiri. Jadi ada 2 kemungkinan:
    • Enterprise Value memang terlalu besar
    • Market cap sudah turun hingga terlalu kecil
  • Kalau kita lihat laba sebelum pajak TELE bernilai 610 miliar rupiah. Jika kita bandingkan dengan EV(enterprise value), maka EV tersebut sebesar 7x dari laba sebelum pajak.
  • EV senilai 7x dari laba sebelum pajak merupakan sesuatu yang cukup baik. Jadi jika melihat 2 kemungkinan diatas, bisa jadi memang market cap perusahaan ini sudah dihargai terlalu kecil oleh market.

Analisa Valuasi


Mari kita melihat analisa EPS Growth (data sudah saya konversi ke jumlah saham terbaru)
EPS 2010 : 84.64
EPS 2011 : 67.06 (-20.8%)
EPS 2012 : 51.64 (-23%)
EPS 2013 : 72.01 (+39.44%)
EPS 2014 : 44.95 (-37.58%)
EPS 2015 : 53.39 (+18.79%)
EPS 2016 : 66.37 (+24.49%)
EPS 2017 : 57.12 (-13.49%)
EPS 2018 : 60.69% (+6.25%)

EPS Growth : -0.82%
Kalau kita melihat EPS Growth yang begitu tidak stabil maka saya akan bilang bahwa saham ini bukan saham yang cocok buat diharapkan untuk disimpan LIFETIME ya.

LIFETIME ini artinya saham yang cocok disimpan jangka Panjang seperti halnya BBCA dan saham2 big caps lainnya.

Setelah kita analisa EPS growth yang rata2 cendrung negative kecil (-0.81%), maka saya sedang bingung angka EPS growth berapakah yang saya pakai, karena umumnya perusahaan yang saya beli memiliki EPS growth diatas 15% dan saya selalu bulatkan kebawah menjadi 15% ketika menghitung nilai wajar.

Perhitungan Nilai Wajar TELE

- Advertisement -

Jadi biar fair, saya pakai 2 EPS growth sebagai perbandingan.
EPS Growth pertama sebesar -0.81%
EPS Growth kedua sebesar 5% yang saya dapatkan dari perhitungan dibawah ini
EPS 2017 : 57.12
EPS 2018 : 60.69 (+6.25%)
EPS 2019 : 70 (15.34%)
Average EPS Growth: 10.7%

Agar lebih fair maka saya diskon EPS Growth yang sudah saya naikkan ini menjadi hanya setengahnya dan saya bulatkan kebawah menjadi 5%.

Jika menggunakan EPS Growth 5% maka valuasi saham ini adalah 628 dengan nilai wajar 314
Jika menggunakan EPS Growth -0.81% maka valuasi saham ini adalah 233 dengan nilai wajar 116

Kalau saya pribadi disuruh memilih sebenarnya saya bingung, tapi karena tahun ini naik nya cukup tinggi 15% maka saya lebih prefer menggunakan EPS growth 5% sebagai angka yang lebih objektif.

Untuk mengetahui bagaimana cara perhitungan nilai wajar yang saya gunakan bisa membaca tulisan saya yang berjudul “menghitung nilai wajar saham ala value investor”

Baca juga: Menghitung Nilai Wajar Saham ala Value Investor.

Analisa Profitabilitas

  • ROA yang sangat kecil : 5.32%
  • ROE yang tidak jelek : 11.4%
  • Gross Margin : 5.36%
  • Operating Margin : 3.41%
  • Net Margin : 1.51%

Summary: menunjukkan perusahaan ini tidak memiliki kemampuan profitabilitas yang baik. Net profit margin sebesar 1,51% terlalu kecil. Tapi apa yang bisa kita expect dari penjualan voucher dan handphone yang memang marjin usaha sangat ketat.

Analisa Cashflow

  • Posisi kas 2018 mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan dari tahun 2017 dari yang sebelumnya 873 miliar rupiah menjadi 418 miliar rupiah (-52.12%)
  • Untungnya di tahun 2019 mengalami peningkatan yang sangat baik karena di Q3 posisi saldo kas sudah diatas 1 triliun rupiah.
  • Gugatan Blackberry Merah Putih yang dikabulkan gugatannya dan harus dibayarkan oleh perusahaan ini dengan nominal 3.5jt USD atau setara kurang dari 40M dan tuntutan dari seorang bekas pegawai yang nominalnya sebesar dibawah 300jt rupiah harusnya tidaklah memberatkan posisi kas perusahaan cukup tinggi ini.

Summary: Walaupun tidak lama setelah saya menerbitkan laporan keuangan ini di stockbit, kita sempat dikagetkan dengan suspendnya saham TELE. Tapi akhirnya kita mengetahui hanya masalah komunikasi saja. Posisi cashflow dari TELE masih terbilang baik.

Analisa Likuiditas

  • DER : 1.14
  • Current Ratio : 5.19
  • Quick Ratio : 2.79 

Summary: Sebenarnya secara kasat mata, analisa likuiditas perusahaan in tergolong baik. Tetapi ada hal yang aneh ketika saya melihat perbandingan yang begitu jauh antara current ratio dan quick ratio.

Setelah saya telusuri lebih lanjut, betapa kagetnya saya dala melihat besarnya nilai saldo persediaan dan inventory perusahaan ini.

Tingginya saldo persediaan dan inventory ini menunjukkan sebuah permasalahan efisiensi didalam pengelolaan dua hal ini oleh perusahaan tersebut.

Analisa Cashflow

Efek dari tidak efektifnya pengaturan inventory dan piutang bisa terlihat dari analisa cashflow perusahaan ini.

Kita bisa melihat net change cashflow perusahaan ini negatif. Dan yang membuat menjadi sisi negatif adalah aktifitas cashflow dari pendanaan. Yang berarti karena pembayaran bunga pinjaman.

Sungguh ironis perusahaan yang memiliki piutang besar tapi juga memiliki utang bank besar. Dimana biasanya piutang tidak dibebankan bunga kepada customernya dan utang kepada bank harus membayar bunga.

Perusahaan ini memiliki masalah serius dalam hal pengelolaan piutang usaha. Andai kata perusahaan ini bisa improve dengan baik hal tersebut maka akan menjadi sebuah stimulus sangat baik untuk kinerja perusahaan ini kedepannya.

Tapi beruntunglah arus kas dari kegiatan operational yang sebelum – sebelumnya selalu negative hingga 2017. Mendadak bisa berubah menjadi positif 633 miliar rupiah di tahun 2018. Bahkan pada tahun 2019 Q3 tetap bisa dipertahankan hingga positif diatas 400M.

Working capital yang jelas positif tinggi jika kita melihat current asset yang begitu besar dengan cashflow operation yang positif maka perusahaan ini masih bisa kita kategorikan AMAN dari ancaman bangkrut.

Summary: Perusahaan memiliki analisa cashflow yang sebenarnya terbilang cukup baik. Tapi perusahaan memiliki masalah serius dalam pengelolaan piutang. Hal ini harus kita cermati dengan serius sebagai investor.

Analisa Dividen

  • Dividen tidak jelek juga dimana dividen yield terakhir 3.08%
  • Average dividen yield 10 tahun terakhir sebesar 1.26%
  • Perusahaan selalu membagi dividen dalam 5 tahun terakhir

Summary: Perusahaan masih bisa membagi dividen secara konsisten dalam 5 tahun terakhir. Walaupun dividen yield tidak terlalu istimewa. Tapi ini tetap merupakan sebuah point positif bagi perusahaan ini.

Analisa Valuasi TELE Menggunakan Valuasi Warren Buffet

Kalau kita lanjut menggunakan template Buffet yang pernah saya bahas juga sebelumnya:

  • Initial rate of return perusahaan ini sangat tinggi sebesar 37.26% dikarenakan EPS 2019 yang diproyeksi 70 dibandingkan dengan current price yang sangat rendah saat ini tentu menjadi awal yang sangat baik.
  • Average ROE 5 tahun : 13%
  • Average Dividen Payout Ratio 5 tahun : 18%
  • Equity per share : 586
  • Sehingga menghasilkan Future Equity per share untuk 5 tahun kedepan sebesar 958
  • Future EPS sebesar 121
  • Dengan average PER 16.48X maka future stock price menjadi 1345
  • Total proyeksi dividen selama 5 tahun kedepan menjadi 90 (semua detail silahkan lihat di excel) membuat perusahaan ini memiliki target bisa mencapai harga 1435.
- Advertisement -

Summary: Melihat dari sisi manapun perusahaan ini memang terbilang murah sekali saat ini.

Analisa Contrarian

  • PER saat ini : 2.68
  • PBV saat ini : 0.32
  • Harga sudah turun bukan lagi setengah tapi sudah turun sangat besar sekali.
  • Jelas perusahaan ini memang menggoda untuk dibeli sebenarnya.

Analisa Bandarmology

Dari segi bandarmologi kalau saya lihat dari tanggal 5/12/2019:

  • Asuransi Sinar Mas (DH) sudah melakukan penjualan 87.4 M di selling average 249
    Dan penadahnya adalah GR yang sudah melakukan pembelian 95.5M di buying average 270
  • Di hal ini memang paling menarik sebenarnya untuk jadi topik perdebatan, di satu sisi benar sekali DH adalah salah satu PSP saham ini yang memiliki 7.63% saham perusahaan ini. Sehingga menurut saya kita perlu open minded juga untuk explore lebih jauh kenapa DH menjual begitu besar saham perusahaan ini
  • Dan siapakah GR yang menadah membeli saham ini dalam jumlah besar? Saya setuju sekali jika GR tentu bukanlah investor receh or retail dengan berani invest uang sejumlah itu untuk 1 buah perusahaan. (yang akhirnya kita sama – sama tahu, bahwa ternyata ada seorang investor yang memiliki kapasitas investasi setara dengan Lo Kheng Hong berinvestasi di saham ini).
  • Jadi apa alasan DH membuang saham TELE secara terus menerus? Sampai detik ini kita tidak tahu apa alasan dibalik asuransi sinarmas melakukan penjualan dalam jumlah banyak. Yang kita tahu ada terjadi konflik antara asuransi sinarmas dengan manajemen TELE.

Kesimpulan Bedah Laporan Keuangan TELE

  1. Jika melihat kinerja perusahaan, ini bukan perusahaan yang saya mau jadikan pilihan untuk investasi saya dengan margin begitu kecil. Belum lagi pengelolaan piutang dan persediaan yang mohon maaf harus saya bilang tidak bagus. Masih banyak perusahaan lain yang lebih baik tuk menjadi opsi pilihan investasi jangka panjang.
  2. Tapi satu sisi perusahaan ini juga tidak lah jelek. Peringatan apakah perusahaan ini akan menjadi AISA berikutnya ada baiknya juga untuk tidak kita tolak mentah – mentah. Karena penurunan besar dan dijual hampir semua kepemilikannya oleh salah satu PSP selalu menjadi pertanyaan. Apa yang mereka tahu dan kita tidak tahu? Kenapa kalau bayar hutang, harus saham ini yang dikorbankan kenapa tidak saham lain saja yang dikorbankan? Hingga sekarang kita belum bisa menjawab dan masih cuma bisa berspekulasi.
  3. Dari segi harga perusahaan ini sangatlah menarik. Bahkan sangat menarik sekali.
  4. Mungkin sedikit tidak bisa diterima oleh para investor, kalau saya bilang ada baiknya boleh memikirkan untuk aplikasi Trailing Stop untuk saham ini. (Setelah bedah laporan keuangan TELE diterbitkan, saham ini sempat jatuh hingga ke harga kisaran 70an).
  5. Berbeda dengan halnya ITMG, TBLA atau perusahaan tambang lainnya yang harga sahamnya jatuh. Dengan mudah kita bisa jelaskan alasan kenapa ITMG,PTBA,dll dikarenakan harga komoditas nya jatuh. Tapi dari segi apapun, perusahaan tambang yang saya sebutkan sehat dan ketika coal rebound, maka saham tambang pun akan melompat.
  6. Untuk sebuah saham perusahaan trading yang justru disupport oleh regulasi pemerintah yang mendukung bisnisnya, kejatuhan terlalu dalam memang menjadi sebuah pertanyaan besar.

Rekomendasi: Melihat hasil dari bedah laporan keuangan TELE, maka saya tidak merekomendasikan TELE untuk dijadikan pilihan untuk investasi jangka panjang. Alasannya adalah profit yang kecil dan tidak efisiennya perusahaan dalam mengelola inventory dan piutang perusahaan.

Akan tetapi perusahaan ini memang sedang dihargai sangat murah. Jadi ini lebih cocok untuk dijadikan investasi oleh para trader. Silahkan menikmati keuntungan besar dalam jangka pendek untuk investasi di saham ini.

- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Belajar Investasi Saham Dari Benjamin Graham – Guru Investor Series Part I

Benjamin Graham adalah Warren Buffetnya bursa saham US sebelum adanya Warren Buffet. Bahkan seorang Warren Buffet menganggap buku The Intelligent Investor yang memberikan inspirasi...

Bagaimana Guru Investor Seperti Warren Buffet, Benjamin Graham, Peter Lynch Memilih Saham

Tentu menjadi hal yang sangat menarik untuk belajar bagaimana Guru Investor Warren Buffet, Benjamin Graham, Peter Lynch memilih saham. Sehingga saya akan coba membuat...

Cara Melihat Rating Obligasi di PEFINDO

Apa Itu PEFINDO? PT. PEFINDO (Pemeringkat Efek Indonesia) adalah market leader dalam pemberian rating perusahaan - perusahaan di Indonesia. Rating sendiri adalah penilaian yang terstandarisasi terhadap...

Melihat Data Historical Dividend Perusahaan IHSG

Sebagai investor kita butuh mengecek apakah perusahaan yang kita beli memang konsisten membagi dividen atau tidak. Bisa jadi kita memiliki ekspektasi mendapatkan dividen rutin dari...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here