Yuk Beli Mobil Baru

Beli Mobil Baru

Salah satu keinginan kaum milenial adalah beli mobil baru. Mobil adalah suatu kebutuhan yang termasuk bernilai tinggi. Biasanya mobil yang menjadi incaran kaum milenial (bukan anak orang kaya) saat ini di kisaran 150 – 300 juta rupiah.

Angka itu merupakan angka yang besar bagi generasi muda saat ini. Tapi karena begitu mudahnya proses persetujuan untuk kredit mobil membuat banyak kaum milenial yang memaksakan diri untuk beli mobil baru.

Saya pernah bertanya kepada seorang teman yang menjadi konsultan salah satu perusahaan financing yang sudah IPO. Berapa besar potensi gagal bayar debitur perusahaan tersebut. Dia memberikan jawaban 20%. Ini berarti 1 dari 5 orang yang mengajukan pinjaman tidak bisa membayar cicilannya.

Jadi mari kita belajar apa saja daftar kesalahan yang biasanya dilakukan orang dalam mengambil keputusan untuk beli mobil baru:

Daftar Kesalahan Dalam Beli Mobil Baru

Saya akan memberikan simulasi singkat agar lebih mudah dimengerti. Anggap kita mau beli mobil baru seharga 150 juta rupiah. Maka datanya adalah sebagai berikut:

  • Harga mobil : 150 juta rupiah.
  • Total DP (25%) : 37,5 juta rupiah.
  • Total hutang : 112,5 juta rupiah
  • Cicilan perbulan : 2,85 juta rupiah per bulan.
  • Periode cicilan : 48 tahun
  • Anggaplah saya tidak menghitung biaya administrasi bank dll maka total uang yang dibayarkan adalah sebesar: 37.5 juta + (2,85 jutax48) = 174 juta rupiah.

Ini berarti anda membayar bunga sebesar 24 juta rupiah dari total pinjaman sebesar 112,5 juta rupiah selama 4 tahun.

Sampai sini biasanya tidak menjadi masalah. Tentu hal yang wajar jika membeli mobil secara kredit maka kita harus membayar bunga.

Kesalahan Pertama – Tidak Mengetahui Hidden Cost

  1. Ketika anda mengambil kredit mobil untuk beli mobil baru maka anda diwajibkan membeli asuransi mobil. Dan itu tidak murah. Misalkan saja biaya asuransi mobil di kisaran 3 juta rupiah per tahun. Artinya jika anda mengambil cicllan KKB selama 4 tahun, biaya asuransi yang anda bayarkan senilai 12 juta rupiah untuk 4 tahun.
  2. Sebelumnya dengan naik motor mungkin biaya bensin anda cukup 100 ribu rupiah per bulan. Dengan naik mobil bisa jadi biaya bensin anda menjadi 1 juta rupiah per bulan. Jadi biaya tambahan anda dari pergantian motor ke mobil adalah 10,8 juta rupiah (900 ribu rupiah x 12 bulan).
  3. Salah satu keistimewaan dalam penggunaan mobil adalah bisa melalui jalan tol. Misalkan biaya tol per bulan sebesar 300 ribu rupiah. Artinya biaya tambahan kita sebesar 3,6 juta rupiah per bulan.
  4. Biaya parkir juga menjadi hidden cost yang cukup besar. Kita tahu seberapa mahalnya biaya parkiran mobil di mall saat ini. Mari berasumsi anda orang yang cukup hemat. Pergi ke mall 4x dalam sebulan. Dimana 1x biaya parkir 25 ribu rupiah. Artinya 1 bulan biaya parkir anda 100 ribu rupiah. Ini berarti 1,2 juta rupiah per tahun.
  5. Setiap tahun anda harus membayar biaya STNK. Seingat saya biayanya sekitar 2% dari harga mobil. Ini berarti 3 juta rupiah per tahun.
  6. Anda juga perlu melakukan service mobil. Anggap kita service 3 bulan sekali dan satu kali service anda membayar 1,5 juta rupiah. Ini berarti 6 juta rupiah per tahun. Dan selalu ingat promo yang diberikan adalah gratis biaya service dan bukan gratis sparepart. Sparepart mobil itu cukup mahal.

Perhitungan Total Hidden Cost Beli Mobil Baru

Mari saya rangkum kembali hidden cost beli mobil baru yang saya sudah jabarkan diatas.

  1. Biaya asuransi saya hilangkan terlebih dahulu. Karena saya tidak tahu apakah simulasi cicilan mobil sudah memperhitungkan biaya asuransi atau belum. Karena saya tidak yakin maka saya hilangkan saja biar lebih fair untuk yang lagi mau beli mobil baru.
  2. Biaya bensin 10,8 juta rupiah pertahun.
  3. Biaya tol 3,6 juta rupiah pertahun.
  4. Biaya parkir 1,2 juta rupiah pertahun.
  5. Biaya STNK 3 juta rupiah pertahun.
  6. Biaya Service 6 juta rupiah pertahun.

Total hidden cost adalah 24,6 juta rupiah pertahun. Artinya jika hidden cost ini saya pukul rata selama 4 tahun (tanpa menghitung service besar atau ganti ban) maka total hidden cost yang harus dibayarkan selama 4 tahun adalah 98,4 juta rupiah.

Kesalahan kedua – Mobil adalah Asset

Apakah mobil adalah aset kita? jelas itu adalah aset kalau melihat pengertian secara akuntansi.

- Advertisement -

Tapi jika mengikuti pendpat pakar keuangan terkenal Robert Kiyosaki. Asset adalah sesuatu yang menghasilkan uang untuk kita dan liabilities adalah sesutu yang membuat kita untuk mengeluarkan uang kita.

Jadi kalau mobil yang anda beli baru ini digunakan untuk taxi online, ya itu adalah asset untuk anda.

Kalau mobil yang anda beli baru digunakan hanya untuk kendaraan pribadi, maka itu adalah liabilities.

Tetapi pemikiran ini pasti tidak mudah diterima oleh kebanyakan orang. Karena orang akan memiliki pemikiran mobil kan bisa dijual kembali. Jadi mari kita buat simulasi sederhana berikut ini:

  • Total pembayaran mobil anda sampai lunas (4 tahun) adalah 174 juta rupiah.
  • Total hidden cost anda selama 4 tahun adalah 98,5 juta rupiah.
  • Sehingga total uang anda untuk biaya mobil anda adalah 272,5 juta rupiah selama 4 tahun.
  • Anggaplah ada menjual mobil anda, dan ada orang murah hati yang menghargai mobil anda 100jt setelah berumur 4 tahun. Maka total loss anda adalah 172,5 juta rupiah.

Pada titik ini anda akan komplain. Tapi itu kan biaya yang dikeluarkan ada untuk kebutuhan transportasi. Jadi tidaklah fair kalau ini semua dianggap sebagai kerugian.

Silakan buat excel atau kertas. Jika saya memberikan anda budget sebesar 100 juta untuk 4 tahun sebagai biaya transportasi anda. Ini artinya senilai 25 juta pertahun untuk biaya transportati anda dengan tidak punya mobil. Apakah anda bisa mendapatkan transportasi yang kurang lebih sama nyamannya?

Kalau sampai jawabannya bisa, maka anda harus akui anda mengalami kerugian sebesar 72,5 juta rupiah selama 4 tahun.

Kesalahan ketiga – Demi Mendapatkan Pujaan Hati

Mungkin alasan ini terdengar konyol. Tapi ini merupakan salah satu faktor paling besar kenapa orang memaksakan diri untuk beli mobil baru.

Banyak stigma wanita cantik tidak mau dengan pria yang tidak memiliki mobil. Saya tidak menyalahkan wanita yang memiliki kriteria tersebut. Saya tidak akan menyebut mereka matre tapi realistis.

Tapi jika wanita itu mau sama anda karena anda memiliki mobil dan anda tidak bisa memenuhi standard dia. Ada baiknya anda melakukan evaluasi lagi apakah anda tidak buang waktu percuma untuk mengejar cinta wanita ini.

Percaya saya cinta itu masalah chemistry. Andai anda punya mobil bagus jika tidak ada chemistry antara kalian maka tetap saja anda tidak bisa mendapatkan cinta wanita tersebut.

Jika kalian memang memiliki chemistry. Anda tetap bisa mendapatkan cinta wanita tersebut walaupun tidak memiliki mobil bagus.

Coba kalian gunakan logika, lebih keren yang mana:

  • Punya mobil tapi ga punya tabungan atau investasi.
  • Tidak punya mobil tapi jumlah tabungan dan investasi banyak.

Kalau saya jelas memilih yang kedua. Dan kalau wanita pilihan anda memiliki logika yang sehat tentu juga lebih memilih opsi yang kedua. Walau mereka pasti akan menjawab lebih baik yang memiliki tabungan dan investasi banyak serta mobil bagus.

Mana ada wanita yang mau mempertaruhkan masa depan dengan pria yang belum menikah saya tidak bisa mengurus keuangan pribadinya. Bagaimana nanti setelah menikah. Betul ga ladies?

Kesimpulan

Lalu kapan saat yg tepat beli mobil? Kalau cashflow anda cukup. Jangan pernah memaksakan diri untuk membeli mobil. Masih banyak hal yang harus anda penuhi untuk masa depan anda

Apa parameter kalau cashflow cukup? Jumlah budget yang sudah dialokasikan ke investasi tiap bulan minimal 1,5X dari total cicilan anda. jadi misalkan anda mau mencicil mobil dengan cicilan 3 juta perbulan. Pastikan cicilan anda tidak mengganggu setoran untuk investasi sebesar 4,5 juta perbulan. 

Jika tidak artinya anda mempertaruhkan masa depan anda untuk sebuah mobil yang akan terus turun harganya.

Mau gimana donk, kan gak keren pacaran ga naek mobil?
Jaman sekarang pacaran bisa pesan Grab Car. kalian berdua duduk di belakang sambil ada pak sopir yg nyetir. Lebih keren kan.

adsense

Baca juga: Value Investing – Teknik Mencari Saham Bagus dan Murah

- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Tips Terbaik Investasi – Baru Beli Sudah Untung

"Tips investasi terbaik tersebut dirangkum dalam satu kalimat sederhana yaitu "Baru beli sudah untung" Sang pembicara mengajarkan bahwa banyak orang yang sulit membedakan antara investasi...

Rangkuman Belajar Value Investing Untuk Investor Saham Pemula

Cukup banyak pertanyaan yang masuk tentang bagaimana cara melakukan analisa laporan keuangan. Sebenarnya ini adalah topik paling awal yang saya tulis. Tetapi karena tanpa...

Tips Belajar Saham Bagi Investor Pemula – Kaitkan Dengan Uang

Pada tulisan kali ini saya ingin menulis secara ringan aja untuk sharing tips bagaimana investor pemula bisa belajar saham dengan lebih cepat. Saya harus bilang...

3 Kesalahan Yang Menyebabkan Terkena Value Trap

Ada satu pertanyaan yang menarik ke saya, yaitu bagaimana menghindari value trap? Melihat pertanyaan value trap artinya orang yang mengajukan pertanyaan ini sudah mengerti...

Related articles

4 Comments

  1. ” Kisaran 3jt per bulan, 4 tahun artinya 12jt yang harus anda bayar selama periode cicilan.” ini gimana pak maksudnya? – -“

    • anyway kalo misal asumsi hidden cost 98.5 juta trus berbanding dgn jatah 100 juta selama 4 tahun jg tanpa mobil pribadi, fair enough gag sih for convenience’s sake? wkwk tapi kalo dijual turun ya lost jg emang kecuali mobil-mobil tertentu yang harga jualnya naik dari harga beli 😀 tapi saya setuju sih dengan prinsip “tidak memaksakan kehendak di luar kemampuan” jujur di keluarga saya sendiri aja mending nabung beli cash ntah itu 2nd ataupun baru sekalian yang penting sesuai fungsionalnya daripada harus kredit haha
      sebenernya kalo public transportation di Indo nyaman dan aman kyk negara-negara maju juga saya yakin melenial2 zaman sekarang yang notabennya pekerja transmigrasi di kota2 besar mayoritas masih make kendaraan umum sampe sekarang pun makin rame jg dari kalangan menengah ke atasnya, lagian siapa yang tahan macet2an setelah seharian capek dengan aktivitas/rutinitas kan haha (other case/ PoV)
      btw nice sharing and insight as always pak, salam dari Stockbitor

      • Oh.. anak stockbit juga ya.. hehe..
        Untuk jaman sekarang kayanya cukup enak ya dengan adanya grab car dan go car. Berbeda dengan jaman saya ketika masih awal kerja masih naik 213 atau P6 yang desak – desakan.

        Bahkan teman saya yang pangkatnya sudah tinggi, jika harus meeting di sudirman dan lain – lain tidak mau membawa mobil sendiri. Mereka lebih suka naik transportasi umum. hehe..

        Tapi tidak ada yang salah dengan memiliki mobil sendiri selama sesuai dengan kemampuan finansial kita.

        Jangan tabungan ampe abis cuma untuk memiliki mobil demi gengsi. hehe..

    • Mohon maaf itu maksudnya 3 juta per tahun. Sehingga 4 tahun sama dengan 12 juta.
      Saat ini memang saya lagi konsentrasi mengecek dan memperbaiki isi dari konten – konten saya. Yang sebelumnya konsentrasi ke desain dan fitur.

      Terima kasih sudah membaca dan revisi tulisan saya.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here