Tips Belajar Saham Bagi Investor Pemula – Kaitkan Dengan Uang

adsense

Pada tulisan kali ini saya ingin menulis secara ringan aja untuk sharing tips bagaimana investor pemula bisa belajar saham dengan lebih cepat.

Saya harus bilang jujur bahwa memang bukan hal mudah untuk menjadi value investor. Banyak hal yang harus dipelajari dan seperti tidak ada ilmu pasti didalam hal ini. Satu saham yang sama bisa menghadirkan pandangan berbeda antara value investor yang satu dengan value investor yang lain.

Seperti di tulisan yang kemarin baru saya buat yang berjudul 3 kesalahan yang membuat terkena value trap akan ada investor yang memandang TLKM berharga mahal karena PER diatas 10 dan ada juga investor yang memandang TLKM sedang cukup murah karena PER dibawah rata-rata PER mereka yang biasanya diatas 20.

Ketakutan Yang Dihadapi Investor Pemula Dalam Belajar Value Investing

Banyaknya hal yang memang harus dipelajari membuat banyak orang takut terlebih dahulu apakah mereka mampu belajar menjadi value investor atau tidak.

Beberapa ketakutan yang biasa dihadapi oleh investor pemula yang menghambat mereka untuk memulai belajar value investing:

  • Mereka menganggap dirinya tidak cukup pintar untuk belajar hal yang rumit
  • Mereka menganggap dirinya tidak punya basic accounting
  • Mereka merasa tidak punya cukup waktu untuk belajar karena terlalu sibuk

Jadi saya akan coba bahas sebuah rahasia bagaimana membuat anda menjadi cepat pintar jika anda merasa diri anda tidak cukup pintar.

Uang Membuat Semua Menjadi Lebih Cepat

Saya tidak membahas uang bisa digunakan sebagai “pelicin” yang membuat sesuatu lebih mudah atau cepat. Saya tidak membahas anda bisa mengeluarkan uang untuk membayar orang mengajarkan anda sehingga anda lebih cepat belajarnya, ini memang benar. Akan tetapi bukan itu pembahasan kita kali ini.

Saya coba sharing pengalaman saya ketika SD saya belajar matematika. Ketika soal matematika dikaitkan dengan buah maka logika matematika saya tidak berjalan. Ketika ayah saya ganti soal yang sama persis tetapi kata buah diganti dengan kata uang tiba – tiba saya bisa langsung dengan benar.

- Advertisement -

Ketika SMA saya ingat ada pelajaran matematika tentang integral. Ketika ujian matematika tentang integral saya mendapatkan nilai sangat jelek. Uniknya integral ini digunakan dalam mata pelajaran matematika keuangan saya malah mendapatkan nilai bagus. Padahal kedua pelajaran itu didalam semester dan tahun pelajaran yang sama.

Dari situ saya sadar bahwa saya tidak bodoh – bodoh amat untuk mengerti ilmu matematika. Tetapi yang membuat saya tidak bisa karena saya tidak tahu apa alasan saya harus belajar matematika tersebut. Ketika saya mengerti bahwa matematika bisa digunakan untuk pengelolaan keuangan saya maka otak saya menjadi lebih cepat untuk mengerti.

Mencari Nikmat dan Menghindari Sengsara

Menurut Anthony Robbins otak manusia pada dasarnya diciptakan untuk mencari nikmat dan menghindari sengsara. Segala macam keputusan kita didasari atas dua point tersebut yaitu:

  • Mencari nikmat
  • Menghindari sengsara

Mana point yang lebih berpengaruh kepada kita untuk mengambil keputusan? Jawabannya adalah menghindari sengsara. Ya menghindari sengsara lebih powerful dibandingkan mencari nikmat dalam mempengaruhi orang dalam mengambil keputusan.

Mari kita buat simulasi singkat untuk cek statement diatas apakah benar adanya. Misalkan saja saya ada tantangan untuk anda harus menyelesaikan membaca buku The Intelligent Investor yang tebal itu dalam waktu 2 hari.

Opsi tantangan 1 – Jika anda dapat selesai membaca buku tersebut dan lulus dari ujian yang jawaban dari soalnya ada di buku tersebut maka anda mendapatkan uang tunai 10 juta rupiah.

Opsi tantangan 2 – Jika anda tidak lulus dari ujian yang jawaban dari soalnya ada di buku tersebut maka anda harus membayar kepada saya 10 juta rupiah.

Mana tantangan yang akan membuat anda lebih fokus dan serius untuk membaca dan mengerti isi buku tersebut?

Saya pribadi akan memilih opsi tantangan nomor 2 yang akan membuat saya lebih fokus dan serius untuk take action. Inilah psikologi yang digunakan dalam film Saw.

Biaya Yang Harus Dibayarkan Investor Pemula Kalau Tidak Mau Belajar Serius

Jadi jangan tempelkan mindset jika saya rajin belajar tentang saham maka saya akan mendapatkan keuntungan besar. Karena percaya saya anda akan terpikir untuk tanya ke panutan anda apa rekomendasi yang mereka berikan. Sayangnya mengikuti panutan bisa menjadi sesuatu yang berbahaya untuk anda seperti yang pernah saya jelaskan dalam 4 hal kesalahan yang perlu diperhatikan dalam analisa investasi saham pemula.

Sikap skeptis (tidak mudah percaya) sesuatu yang dibutuhkan sebagai investor saham. Seperti yang saya jelaskan di tulisan saya yang lain. Panutan anda kemudian akan membeli sahamnya yang dia rekomendasikan terlebih dahulu sebelum memberitahukannya kepada anda atau khalayak ramai. Hal itu sungguh logis dan manusiawi untuk panutan anda lakukan.

Bahkan jika anda percaya begitu saja, bisa jadi bahkan panutan anda memberikan rekomendasi dengan tujuan menjual sahamnya dan memancing anda dan pengikutnya yang lain untuk membeli saham dia.

Sehingga kalau anda tidak mau belajar agar bisa mengandalkan kemampuan anda sendiri dalam memilih saham untuk investasi / trading kalian maka ada biaya yang akan kalian bayar. Biaya yang kalian bayar itu disebut dengan KERUGIAN.

Ini Yang Akan Terjadi Jika Anda Tidak Mau Belajar

Uang yang anda kumpulkan dengan jerih payah anda bisa menguap hilang begitu saja sekejap mata di pasar saham. Pernah ada seorang teman menghubungi saya karena kalah sekitar 1 Miliar di trading forex karena dia trading forex tetapi kurang pengetahuan.

Lalu dia menghubungi saya dan minta nasihat apa yang harus dilakukan agar dia bisa setidaknya balik modal. Lalu saya tanya berapa sisa dana yang teman saya miliki saat ini? Dia menjawab tersisa 25 juta rupiah saja. Teman saya berekspektasi merubah 25 juta rupiah menjadi 1 miliar dalam waktu sekejap, nasihat / strategi apa yang saya bisa berikan kepada dia?

Saya hanya bisa menjawab “mohon maaf, tampaknya anda harus mengikhlaskan uang tersebut.” Karena itu sesuatu yang mustahil bagi saya untuk mengubah 25 juta rupiah menjadi 1 miliar dalam waktu sekejap. Karena kalau saya punya kemampuan melipatgandakan uang sebanyak 40 kali lipat dalam waktu singkat tentu bukan pilihan logis bagi saya untuk memilih jalur sebagai value investor.

Seperti halnya kisah teman saya itu, bisa jadi anda juga akan mengalami masalah yang sama jika anda masuk kedalam pasar saham tanpa memiliki pengetahuan yang cukup. Bisa jadi uang yang anda gunakan adalah dana pendidikan yang anda persiapkan untuk anak anda. Bisa juga uang pensiun orang tua anda. Bisa juga uang persiapan masa pensiun anda. Bisa juga uang untuk mempersiapkan acara penting anda seperti pernikahan dan berbagai macam kemungkinan penggunaan dana yang lain.

Pasar Saham Itu Memang Berisiko

Tuhan maha pengampun tapi pasar saham tidak kenal ampun. Itu adalah satu penggalan kalimat yang sering dibawakan Lo Kheng Hong jika dia menjadi pembicara tentang investasi saham.

Saya sangat sependapat dengan hal tersebut. Pasar saham memang penuh risiko. Semakin mengerti tentang pasar saham anda akan semakin mengerti berbahaya pasar saham tersebut.

Contoh – contoh hal berbahaya yang bisa terjadi di pasar saham:

  • Perusahaan dengan kinerja bisnis yang jelek bisa digoreng harganya sangat tinggi, sehingga yang tergiur membeli tanpa mengerti bisa membeli di harga mahal dan mengalami kerugian sangat besar.
  • Perusahaan dengan kinerja bagus dihargai terlalu mahal hingga PER diatas 40. Banyak investor pemula yang diajarkan membeli saham blue chip dan tetap membeli perusahaan “bagus” tersebut dan akhirnya mengalami kerugian sangat besar. Tidak ada yang salah dengan perusahaannya tetapi market terlalu menghargai terlalu mahal perusahaan tersebut. Jika anda membaca tulisan – tulisan saya sebelumnya anda akan tahu apa perusahaan yang saya maksud.
  • Perusahaan yang memanfaatkan peraturan akuntansi sehingga menghasilkan tafsiran yang salah dari banyak investor berpengalaman. Saya pribadi menemukan beberapa perusahaan yang memiliki laba sangat bagus, margin sangat bagus, sales sangat bagus tetapi yang dashyat cashflow operation selalu negatif. Sungguh kontradiktif untuk mengatakan perusahaan yang begitu bagus memiliki cashflow operation yang konsisten negatif.

Pasar Saham Memiliki Potensi Keuntungan Yang Luar Biasa

- Advertisement -

Kalau memang begitu berbahayanya pasar saham kenapa saya memilih berinvestasi di pasar saham? Karena di sisi yang lain pasar saham tersebut memiliki peluang keuntungan yang luar biasa.

Jika anda mengerti maka pasar saham bisa menjadi sebuah pilihan investasi berisiko yang anda yakin bisa anda menangkan.

Saya berikan contoh ketika saya membeli saham MMLP. NB: Saya tidak memberikan rekomendasi bagi anda untuk membeli saham ini saat ini. Ini tulisan semata untuk edukasi dan tidak ada tujuan rekomendasi.

Ketika saya membeli saham MMLP di bulan maret 2020 lalu saya membeli di sekitar harga 130. Kenapa saya berani investasi pada perusahaan yang mungkin asing di kuping kebanyakan investor pemula.

Ketika saya membeli MMLP di harga 130, ini berarti membeli sebuah perusahaan dengan market capitalization senilai 900 miliar.

Balance Sheet MMLP
Balance Sheet MMLP

Dengan market cap senilai 900 miliar saya mendapatkan perusahaan dengan aset properti hampir 6 triliun rupiah dengan total hutang sekitar 1.1 triliun rupiah. Apakah ini mulai terdengar menarik untuk anda?

Profit & Loss MMLP
Profit & Loss MMLP

Lebih menariknya lagi perusahaan ini rata-rata bisa menghasilkan laba tahunan diatas 200 miliar rupiah.

Jika anda melihat saham tersebut seperti saya melihat saham tersebut saat itu, apakah anda yakin investasi anda akan menguntungkan?

Saham ini bisa saya temukan dan saya memiliki keyakinan yang kuat akan untung (saya sempat floating loss puluhan persen ketika hold saham ini) karena saya percaya dengan analisa saya. Kenapa saya bisa percaya dengan analisa saya karena saya percaya dengan pengetahuan saya.

Lalu saat ini anda melihat data MMLP lalu mulai berpikir apakah saat ini menarik untuk berinvestasi di MMLP ini? Saya hanya mengingatkan anda jangan mudah terpengaruh dengan siapapun termasuk saya. Anda tidak akan tahu jika saya ternyata menulis tentang MMLP karena berniat menjual saham yang sudah untung lumayan ini. Karena anda bahkan tidak mengenal saya secara pribadi, bahkan orang yang anda kenal secara pribadi aja bisa jadi menjebak anda. Jadi jangan percaya pada saya atau siapapun panutan anda. Selalu periksa dan analisa sendiri. Jika tidak bisa lakukan analisa sendiri saran saya cuma satu yaitu BELAJAR!

Kisah Teman Saya Yang Kurang Pintar

Anda sudah mengetahui risiko dan potensi keuntungan di pasar saham. Tapi anda masih tetap minder dengan kemampuan anda untuk belajar investasi saham dengan benar. Saya tidak pernah bilang investasi saham itu mudah.

Tapi saya tidak mau bilang bahwa investasi saham hanya untuk orang pintar. Percaya saya, orang yang kenal saya jaman sekolah tidak ada yang akan bilang saya pintar. Ketika SMA saya selalu memiliki 4 nilai merah di raport saya di pelajaran Matematika, Fisika, Biologi dan Bahasa Inggris. Kalau nilai raport SMA anda tidak separah saya berarti anda seharusnya lebih pintar daripada saya. Kalau anda lebih pintar dari saya maka anda tentu bisa lebih baik dibandingkan saya dalam melakukan analisa saham.

Beruntunglah dulu pelajaran akuntansi di jaman saya ketika kelas 2 SMA masih digabung dengan pelajaran Ekonomi yang hapalan. Saya memiliki seorang teman yang saya rasa kemampuan akademisnya lebih tidak pintar daripada saya. Saya masih ingat benar bahwa ketika pertama kali menerima hasil ujian akuntansi dia terlihat sangat senang karena ulangan akuntansi dia mendapat nilai 10.

Tapi dia bingung kenapa kalau dia mendapat nilai 10 tetapi banyak sekali coretan merah di kertas ujian dia. Lalu dia tanya nilai saya dan saya jawab saya mendapat nilai 30. Ini berarti nilai 10 yang dia dapatkan adalah 10 dari 100 dan saya mendapatkan nilai 30 dari 100 di ulangan akuntansi saya. Pada jaman saya umumnya nilai ujian itu masih 1 dari 10 tidak seperti saat ini yang menggunakan nilai hingga 100. Kami berdua masih selalu tertawa geli jika ingat kejadian itu.

Point yang mau saya sampaikan adalah saya dulu sangat lemah dalam pelajaran akuntansi. Cerita diatas adalah kisah nyata. Beruntung di kelas 2 SMA akuntansi masih digabung dengan pelajaran ekonomi sehingga saya tidak merah di raport. Karena kalau merah juga maka saya harus tinggal kelas.

Teman Saya Itu Menjadi Pebisnis Sukses

Teman saya tersebut walaupun tidak memiliki kemampuan akademis yang pintar tetapi berhasil menjadi pebisnis yang sukses. Saya tanya kenapa dia berubah dari gak pintar jadi pintar dan serba bisa seperti sekarang. Jawaban dia cuma satu, dulu kalau dia ngerti pelajaran dia ga liat apa untungnya buat dia. Kalau sekarang dia ngerti maka dia lihat berapa uang yang dia bisa dapatkan.

Jadi tidak salah kalau uang memang membantu anda untuk mempercepat pembelajaran anda.

Kenapa Saya Jadi Bisa Akuntansi

Orang yang kenal di tingkat universitas atau dunia kerja selalu awalnya tidak percaya cerita saya tidak bisa akuntansi ketika masa sekolah. Karena ketika di universitas dan dunia kerja kemampuan akuntansi saya terbilang lumayan walau saya merasa biasa – biasa saja. Tapi setidaknya kalau sekedar discuss dengan CFO client saya gak minder dengan pengetahuan saya.

Saya akan ceritakan apa yang membuat saya menjadi bisa akuntansi. Saya akan berikan cerita singkat ketika kelas 3 SMA. Tentu saja dengan prestasi saya akhirnya saya terpaksa masuk kedalam penjurusan IPS.

Ketika kelas 3 SMA entah kenapa guru akuntansi saya seperti membenci saya. Sialnya penjurusan IPS sering sekali mata pelajaran IPS. Bahkan hari jumat pagi itu 3 jam pelajaran akuntansi.

Setiap kali ada pertanyaan yang sulit untuk dijawab, saya disuruh maju kedepan papan tulis dan kalau saya tidak bisa jawab maka saya harus tetap di depan papan tulis. Akhirnya hampir setiap jumat pagi saya berdiri didepan papan tulis sambil menanggung malu.

Saya tidak mau menanggung malu itu setahun penuh di masa akhir SMA saya. Ini yang membuat saya mulai belajar serius tentang akuntansi. Akhirnya saya menjadi bisa akuntansi bahkan menjadi cukup mahir dalam pelajaran akuntansi.

Apa yang membuat saya take action untuk belajar akuntansi karena saya mau menghindari sengsara untuk dipermalukan setahun penuh didalam pelajaran akuntansi.

Jadi Apa Kejadian Sengsara Yang Mau Anda Hindari?

Saya selalu percaya sebenarnya orang tidak bisa sesuatu bukan karena dia bodoh. Tetapi karena dia tidak memandang penting untuk mempelajari hal tersebut dengan benar.

Untuk dia bisa memandang penting agar bisa belajar maka dia harus temukan push button untuk membuat dia memiliki komitmen untuk belajar. Kalau di kisah saya push button adalah saya tidak mau dipermalukan terus menerus di pelajaran akuntansi saya.

Jika anda mau belajar sesuatu dan anda malas atau tidak memiliki komitmen untuk belajar dengan serius, maka saya sarankan temukan push button anda kenapa anda harus belajar hal tersebut.

Sebagai contoh, kalau anda tidak mau belajar dengan serius. Bisa jadi anda mengalami nasib seperti teman saya yang kalah dalam trading forex karena kurangnya pengetahuan dia.

Anda bisa saja memilih untuk menunggu kejadian buruk itu menimpa anda dan akhirnya membuat anda memiliki komitmen untuk belajar. Tapi percaya saya hal itu sungguh tidak enak. Memang saya pernah kehilangan uang di trading forex? Saya dua kali mencoba trading forex dan dua – duanya berakhir bangkrut. Jadi ya saya pernah merasakan hal tersebut. Banyak yang memang bisa kaya dari trading forex, tapi tampaknya itu bukan arena yang tepat untuk saya.

Apakah anda mau menunggu merasakan terlebih dahulu pengalaman buruk terjadi pada diri anda? Jika ya silahkan masuk kedalam pasar saham tanpa anda perlu belajar terlebih dahulu.

Apakah anda mau menghindari pengalaman buruk di investasi anda? Jika ya silahkan belajar investasi saham dengan benar terlebih dahulu.

- Advertisement -

Semua pilihan kembali ke anda sendiri.

- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Rekomendasi 7 Buku Saham Wajib Dibaca

Kenapa saya menuliskan rekomendasi buku saham pada postingan kali ini. Pada umumnya sebuah buku dibuat pertama kali oleh pengarangnya ketika sudah berumur rata -...

Hubungan antar aliran ilmu didalam investasi saham

Pasar saham dihuni oleh banyak investor yang menggunakan berbagai aliran ilmu yang berbeda - beda. Ada yang suka dengan value investing, growth investing, analisa...

Bagaimana Menghindari Investasi Bodong (Yield Pigs)?

Dua tahun belakangan ini tampaknya kita sudah bosan mendengar banyaknya kasus investasi bodong yang terkuak di publik satu demi satu. Salah satu pembaca tulisan saya,...

Risk Rate Free of Return & Menentukan Target Return Saham

Risk free rate of return secara teori adalah return investasi yang dihasilkan dari instrumen investasi yang tidak memiliki risiko. Saya pribadi tidak setuju dengan...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here