Belajar Dari Transaksi Rugi

Belajar Dari Transaksi Rugi

Dari perjalanan di dunia investasi saya banyak mengalami transaksi yang rugi. Sebagai contoh:

  1. Saya baru masuk saham di tahun 2008 dan terkena krisi subprime mortgage.
  2. Masuk asuransiunit link. Setelah mengerti tentang kerugian unit link, maka saya non-aktifkan unit link saya. Sehingga mengalami kerugian cukup besar.                          Baca juga: Mohon Maaf Saya Tidak Berniat Unit Link
  3. Mengikuti teman “Expert” di dunia saham dalam membeli saham KRAS yang dari untung 30% hanya dalam 2 hari. Lalu saya tetap hold karena ketika itu teman saya blang tidak ada saham BUMN dibawah 10rb. Saya ikuti saran itu kalian bisa menebak bagaimana hasilnya.
  4. Saya mencoba berinvestasi di reksadana saham dan mengalami kerugian diatas 40% lebih di tahun 2013 (krisis ekonomi eropa).
  5. Mencoba money game yang dananya transfer pakai payment gateway Liberty Reserve. Yang sayangnya tidak pernah bisa menarik hasil investasinya sama sekali.

Dan masih banyak kisah transaksi rugi dari investasi yang pernah saya lakukan.

Apa Yang Harus Kita Lakukan Jika Mengalami Transaksi Rugi Dalam Investasi Kita

Hal yang paling mudah dan sering dilakukan orang ketika mengalami transaksi rugi adalah mencari kambing hitam. Kita tidak salah, tapi orang lain yang salah. Sering kali kita menyalahkan teman yang memberikan rekomendasi, pemerintah yang tidak bisa antisipasi terjadinya krisis dan faktor lainnya.

Saya ingat nasihat dari pak Tung Desem Waringin. Ada 3 kalimat yang saya ingat tentang menyikapi kegagalan ini:

  1. Tidak ada kata gagal, yang ada hanya sukses atau belajar.
  2. Lebih baik kita mengalami kegagalan, karena kita sudah pernah belajar cara menjadi gagal di bidang tersebut.
  3. Gagal jauh lebih baik daripada tidak pernah mencoba, karena tidak pernah mencoba sudah pasti tidak pernah berhasil.

Tiga kalimat ini menyadarkan saya untuk tidak mencari kambing hitam atas kegagalan saya. Saya bertanggung jawab dalam mengambil keputusan yang membawa kegagaln tersebut.

adsense

Saya harus bertanggung jawab atas kegagalan saya. Saya harus belajar untuk tidak menjadi gagal lagi.

Pertanyaan Untuk Belajar Dari Kegagalan (Transaksi Rugi)

Tiga pertanyaan yang selalu saya gunakan untuk belajar dari kegagalan (transaksi rugi) saya:

  1. Kesalahan apa yang saya lakukan sehingga saya mendapatkan kegagalan (transaksi rugi) tersebut?
  2. Kalau saya bisa mengulang waktu ke masa lalu. Apa yang akan saya lakukan agar saya tidak gagal?
  3. Biar kedepannya saya tidak gagal / tidak transaksi rugi lagi. Apa yang harus saya lakukan?

Tiga pertanyaan itu yang selalu saya ulang ketika saya harus mengalami kegagalan (transaksi rugi). Tapi apakah setelah itu saya tidak pernah gagal lagi? Tentu jawabannya saya masih pernah mengalami kegagalan berikutnya.

Tapi saya sudah memiliki mindset yang baik dalam menghadapi kegagalan. Yaitu belajar untuk menjadi lebih baik lagi dan tidak gagal lagi.

Sampai nanti saya menutup usia, pasti saya masih harus menghadapi kegagalan berikutnya. Yang artinya saya masih harus terus belajar sampai saya tidak bisa belajar lagi.

- Advertisement -

Semoga tulisan dari penulis yang banyak mengalami kegagalan ini bisa memberikan manfaat bagi kalian.

- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Teknik Trading Sideways Untuk Menurunkan Average Price Dengan Dana Terbatas

Teknik apapun yang digunakan dalam memilih saham tidak menjamin saham yang kita beli harganya pasti naik. Tidak jarang harga sahamnya terus turun setelah kita...

Cara Menghindari Membeli Saham Gorengan

Ada sebuah pertanyaan yang menurut saya bagus, yaitu bagaimana mengetahui sebuah saham adalah saham gorengan atau bukan. Apakah saham gorengan berarti saham yang memiliki bandar...

Tips Terbaik Investasi – Baru Beli Sudah Untung

"Tips investasi terbaik tersebut dirangkum dalam satu kalimat sederhana yaitu "Baru beli sudah untung" Sang pembicara mengajarkan bahwa banyak orang yang sulit membedakan antara investasi...

Rangkuman Belajar Value Investing Untuk Investor Saham Pemula

Cukup banyak pertanyaan yang masuk tentang bagaimana cara melakukan analisa laporan keuangan. Sebenarnya ini adalah topik paling awal yang saya tulis. Tetapi karena tanpa...

Related articles

4 Comments

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here