https://invol.co/aff_m?offer_id=579&aff_id=120964&url=http%3A%2F%2Fwww.dentaldepartures.com&source=campaign

Kisah Lelang Terbalik – Psikologi Market

Apa Itu Lelang Terbalik?

Suatu perusahaan ketika ada inventory mati biasanya dia mengadakan berbagai macam promosi untuk menghabiskan stok mati tersebut. Berbagai macam cara promosi bisa dilakukan. Tapi biasanya dibagi menjadi 4 kategori:

  1.  Promosi pemberian Diskon.
  2.  Promosi dijadikan sebagai Free Goods.
  3. Lelang.
  4. Lelang Terbalik.

Saya rasa kalian sudah mengetahui tentang promosi dalam bentuk diskon, free goods ataupun lelang. Tapi mungkin belum banyak yang tahu tentang lelang terbalik.

Lelang terbalik kebalikan dari lelang biasa. Jika pada lelang biasa harga dinaikan dari harga terendah dan selalu naik setiap kali ada penawaran. Lelang terbalik justru menawarkan dari harga tertinggi dan terus menurunkan harganya lebih rendah jika tidak ada yang melakukan penawaran.

Kisah Promosi Lelang Terbalik

Beberapa tahun lalu ketika saya menghadiri Pekan Raya Jakarta ada satu outlet helmmotor yang mengadakan promosi yang menarik, yaitu dengan menggunakan teknik promosi lelang terbalik.

Ketika itu banyak pengunjung di sekitar outlet tersebut sehingga saya tertarik mendatangi ada apa di outlet tersebut. Sehingga di hari itu saya melihat proses lelang terbalik ini berjalan.

Anggaplah harga pasar helm yang dilelang “disebutkan” bernilai 200 ribu rupiah per buah. Maka sang juru lelang akan membuka dengan harga 200 ribu rupiah. Jika tidak ada yang membeil maka akan diturunkan 10 ribu rupiah sehingga menjadi 190 ribu rupiah. Setiap tidak ada yang melakukan penawaran maka harga akan terus diturunkan 10 ribu rupiah hingga barangnya laku walaupun harga barang tersebut nantinya bernilai 0 rupiah.

Maka jika mau mendapatkan helm itu gratis maka, semua calon pembeli disana bisa saling bekerja sama untuk menunggu hingga harga 0, sehingga akan ada yang mendapatkan helm tersebut GRATIS. (ini dengan asumsi tidak ada orang dalam perusahaan mereka yang “sengaja” ditugaskan beli jika harga sudah dibawah target minimum harga).

Ketika saya berdiri menonton, ada 2 orang yang berdiri di samping saya. Mereka membuat kesepakatan untuk jangan ada yang ajukan penawaran hingga helm incaran mereka dilepas dengan harga 50 ribu rupiah (75% discount).

Saya lihat rata – rata helm di lelang tersebut laku terjual dengan diskon “cuma” 30% dari harga pembukaan. Jadi jika helm dengan harga awal 200rb tadi, akhirnya laku terjual ketika harga sudah menyentuh 140rb.

Salah satu dari orang yang berdiri di samping saya yang membuat kesepakatan mengajukan penawaran ketika harga saham di 100 ribu rupiah dan dia mendapatkan helm tersebut dengan diskon 50% dari harga awal.

- Advertisement -

Ketika dia mendapatkan helm nya, teman satunya protes “KATANYA TUNGGU SAMPAI 50 RIBU, KENAPA KAMU SUDAH TAWAR SEKARANG!” Sang teman yang mendapatkan helm nya, menjawab “YA, TAKUT GAK DAPAT”

Apa Kata Pengajar Marketing Tentang Lelang Terbalik?

Kebetulan ketika saya ikut seminar ilmu marketing, sang pengajar membahas tentang lelang terbalik dan ceritanya sama yaitu lelang terbalik untuk helm di pekan raya jakarta. Saya pribadi tidak tahu apakah yang dia bahas ini acara lelang helm yang sama dengan yang saya lihat itu atau tidak.

Si pembicara bilang, barang yang dilelang adalah barang2 yang susah dijual. Sebelumnya perusahaan sudah mengadakan promosi diskon 50% untuk helm tersebut tapi tetap susah sekali untuk laku terjual. Sehingga si pembicara yang diundang sebagai konsultan marketing perusahaan tersebut mengajukan ide lelang terbalik.

Si pembicara bilang, dari lelang terbalik tersebut justru membuat helm cuma terdiskon 30% dan semua LAKU TERJUAL. Padahal ketika dijual dengan label diskon 50% helm itu malah susah terjual.

KETAKUTAN UTAMA INVESTOR – TAKUT KETINGGALAN KERETA

Saya rasa kita punya banyak memiliki teman yang sama di pasar saham yang sama seperti teman di dalam kisah lelang terbalik tersebut. Mungkin teman anda bilang dia akan membeli BBCA ketika sudah turun sampai di harga 15.000 rupiah per lembar saham. Tetapi kemarin dia sudah membeli saham BBCA ketika harga baru turun di  29.000 rupiah.

Ketika ditanyakan kenapa dia sudah membeli ketika harga baru turun ke 29.000, dia menjawab takut ketinggalan kereta. Karena jarang-jarang BBCA dibawah 30.000. Ini harga yang murah, begitu kilahnya.

Penyakit takut ketinggalan kereta ini justru membuat banyak investor pemula yang melanggar strategi investasinya. Sebelumnya memiliki komitmen membeli di harga lebih murah tetap sudah tergoda membeli ketika harga belum turun banyak dan menjadi panik ketika ada rebound kecil.

Kita tidak pernah bisa menebak reaksi market yang tidak rasional. Kita tidak bisa menebak harga terendah atau tertinggi suatu saham. Pendekatan paling logis yang bisa kita lakukan hanyalah mengetahui nilai wajar suatu perusahaan. Membeli sebuah saham jauh dibawah nilai wajar dan tidak membeli saham sebelum dibawah nilai wajar adalah satu – satunya pendekatan logis untuk mengatasi penyakit takut ketinggalan kereta ini.

Baca juga: https://www.investorsaham.id/menghitung-nilai-wajar-suatu-saham-ala-benjamin-graham/

Jika ada sebuah saham perusahaan bagus yang akhirnya rebound dan tidak pernah menyentuh ke target harga beli anda maka itu bukanlah rejeki anda. Setidaknya uang anda masih 100% di saldo rekening anda. Dan masih ada 600 emiten lebih yang mungkin masih memberikan kesempatan peluang emas yang menunggu untuk anda temukan. jadi itu bukan rejeki anda dan anda bisa move on mencari saham menarik lainnya.

 



- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Perbedaan Normal Order, Automatic Order, GTC dan Order Booking Untuk Rebutan Saham

Kita memiliki berbagai pilihan cara membeil saham, yaitu normal order, automatic order, GTC (good till cancel) dan order booking untuk membeli saham. Banyak investor tahap...

Skill Memilih Transaksi Saham Investor Profesional

Skill memilih transaksi saham adalah sebuah skill yang harus dimiliki oleh setiap investor ataupun trader saham. Didalam investasi saham kita dihadapkan dua kemungkinan yaitu untung...

Belajar Investasi Saham dari Peter Lynch

Jika kamu mempercayakan 10.000 usd kepada Peter Lynch, maka 13 tahun kemudian uang tersebut menjadi 280.000 usd. Gambaran singkat ini mungkin sudah cukup menggambarkan...

Belajar Investasi Dari Warren Buffet

Warren Buffet seorang investor luar biasa hingga dijuluki penyihir dari Omaha. Bahkan dia sempat menjadi orang terkaya di dunia berkat keahliannya dalam berinvestasi. Tampaknya...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here