Membahas OWK (Obligasi Wajib Konversi) Saham FREN

Saya mencoba menulis pembahasan saham FREN kali ini sebagai bahan pembelajaran investor terhadap OWK (Obligasi Wajib Konversi).

Ada apa dengan saham FREN? Cukup banyak yang menanyakan hal tersebut kepada saya. Bukankan mereka akan menjadi pelopor 5G? Bukankan Mereka baru mengangkat pak Darmin Nasution yang notabene mantan menko perekonomian bangsa ini sebagai Presiden Komisaris? Kenapa saham FREN terus dijatuhkan harganya oleh DR (OSK Nusadana Securities)? Berapa banyak saham yang mereka miliki hingga setiap hari mereka seperti tidak ada habisnya terus menjual saham FREN ini?

Banyak pertanyaan – pertanyaan yang umumnya para trader (saya rasa yang berniat investasi akan lebih memilih trio TLKM, EXCL & ISAT untuk saham telekomunikasi saat ini) seperti diatas.

Jadi mari kita bahas satu demi satu untuk mencoba memahami ada apa dengan saham FREN ini.

DISCLAIMER ON: PENULIS TIDAK MENGIKUTI SAHAM FREN SEJAK AWAL, PEMBAHASAN DIBAWAH INI BISA SAJA BENAR DAN BISA SAJA SALAH. JADI SILAHKAN DICERNA SENDIRI APAKAH MASUK AKAL ATAU TIDAK.

Siapakah dibalik aksi jual DR dalam saham FREN?

Pergerakan Harga Saham FREN
Pergerakan Harga Saham FREN

FREN pernah mencapai harga 168 pada tanggal 27 Juli 2020, setelah itu FREN mengalami penurunan harga saham. Bahkan dari tanggal 7 Agustus 2020 hingga kemarin penurunan ini dikarenakan sekuritas DR terus menerus melakukan penjualan saham dalam jumlah besar.

Distribusi Saham FREN oleh DR
Distribusi Saham FREN oleh DR

Jika kita melihat dari 7 Agustus 2020 hingga 28 Agustus 2020, DR sudah melakukan net sell senilai 376,2 miliar rupiah. Jumlah yang terbilang besar untuk penjualan 16 hari perdagangan. Yang berarti rata-rata net sell senilai 23.5 miliar rupiah perhari.

Yang menarik adalah ketika penulis menggunakan tools bandar detector dari stockbit, maka penulis coba membuat jarak sejauh mungkin dari tahun 1999 hingga 29 Agustus 2020 (hari ketika tulisan ini dibuat) ternyata DR sudah melakukan Net Sell senilai 489 miliar rupiah. Padahal FREN sendiri IPO pada tanggal 29 November 2006. Artinya DR menjual jumlah saham yang lebih banyak dari jumlah saham yang dimiliki.

Akumulasi FREN oleh DR
Akumulasi FREN oleh DR

Bagaimana bisa DR menjual sebanyak itu? Untuk bisa mengerti itu, mari kita buka annual report 2019 dari FREN. Disitu kita bisa melihat pada halaman 58 ada 2 OWK (Obligasi Wajib Konversi) aktif pada saham FREN, yaitu OWK II 2014 senilai 9 triliun rupiah dan OWK III seri I 2017 sebesar 5 triliun rupiah.

Apa itu OWK (Obligas Wajib Konversi)?

OWK (Obligasi Wajib Pajak) FREN
OWK (Obligasi Wajib Konversi) FREN
- Advertisement -

Apa itu OWK (Obligasi Wajib Konversi)? Untuk lebih mudahnya begini, FREN meminjam uang senilai 9 triliun rupiah. Tetapi FREN tidak akan membayar dalam bentuk cash kepada pemegang si krediturnya melainkan akan membayar dalam bentuk penerbitan saham baru yang akan diberikan kepada si kreditur.

Untuk menebus saham tersebut maka akan memiliki harga kesepakatan (strike price). Yang berarti bagaimanapun pergerakan harga saham FREN maka si kreditur bisa membeli harga sahamnya sesuai dengan harga kesepakatan. Kreditur memiliki batas waktu untuk menebus saham untuk pelunasan piutang yang dimiliki oleh si kreditur tersebut (tanggal jatuh tempo).

Jika kita lihat diatas OWK II 2014 memiliki total kredit 9 triliun rupiah, dan sudah dikonversi sebesar 6 triliun rupiah. Artinya masih tersisa 3 triliun rupiah lagi yang belum dikonversi menjadi saham untuk OWK ini. Karena OWK III Seri I 2017 belum ada yang dikonversi menjadi saham maka mari kita fokuskan ke OWK II 2014 terlebih dahulu untuk pembahasan ini.

Kapan Konversi 6 Triliun OWK II 2014 pada saham FREN terjadi?

Mari kita lihat halaman 97 pada annual report FREN tahun 2019, disana kita akan melihat ada keterangan memberikan wewenang dan kuasa untuk melaksanakan konversi OWK II 2014 menjadi saham baru seri C perseroan.

Hasil RUPS - Konversi OWK FREN
Hasil RUPS – Konversi OWK FREN

Maka mari kita lihat, pada tahun 2019 terjadi peningkatan jumlah saham beredar FREN yang cukup signifikan dari yang sebelumnya 171,11 miliar lembar saham menjadi 217,96 miliar lembar saham. Ini peningkatan sekitar 46.85 miliar lembar saham

Jumlah Saham Beredar FREN
Jumlah Saham Beredar FREN

Yang unik adalah kita tidak menemukan ada right issue yang dilakukan oleh FREN di tahun 2019 untuk penambahan jumlah saham beredar 46.85 miliar lembar saham itu. Sehingga besar kemungkinan penambahan jumlah saham 46.85 miliar lembar saham di tahun 2019 ini adalah konversi OWK II 2014 yang dimaksudkan. Transaksi ini karena tidak tercapture di broker summary sehingga hal ini yang membuat bingung dari mana DR mendapatkan barang sebanyak itu (asumsi DR adalah pemegang saham konversi OWK).

Right Issue FREN 2019
Right Issue FREN 2019

Jumlah saham sebanyak 46.87 miliar lembar saham ini senilai dengan 4.6 Triliun rupiah, Selisih 1.4 triliun rupiah dari jumlah saham OWK II 2014 yang sudah dikonversi senilai 6 triliun dengan asumsi 100 rupiah per lembar saham.

Siapa Pemilik OWK II 2014 ini?

Berdasarkan keterbukaan informasi FREN 21 September 2018 maka kita akan menemukan bahwa pemegang OWK II adalah sebagai berikut:

  • PT Global Nusa Data (ada hubungan afiliasi dengan FREN)
  • PT Dian Ciptamas Agung (penulis tidak tahu apakah ada afiliasi tidak langsung dengan sinarmas atau FREN atau tidak)
  • Cascade Gold Ltd (penulis tidak tahu apakah ada afiliasi tidak langsung dengan sinarmas atau FREN atau tidak)
  • Great Vanguard International Limited (penulis tidak tahu apakah ada afiliasi tidak langsung dengan sinarmas atau FREN atau tidak)
  • PT Dian Swastatika Sentosa (ada afiliasi dengan Sinarmas)
  • PT Wahana Inti Nusantara (ada hubungan afiliasi dengan FREN)
Pemegang OWK II
Pemegang OWK II

Tetapi dari 6 perusahaan diatas yang memberikan hutang di OWK II, 3 diantaranya diketahui memiliki hubungan afiliasi baik dengan FREN ataupun dengan Sinarmas. Sedangkan 3 lainnya penulis tidak mengetahui apakah ada hubungan atau tidak.

Jadi mari kita berasumsi ada satu atau lebih sekuritas yang melakukan konversi saham seri C hasil OWK II 2014 sebanyak 6 triliun rupiah di harga average 100. Jika kita menggunakan asumsi DR adalah sekuritas yang memegang hasil konversi OWK tersebut sudah menjual saham dengan net sell 489 miliar rupiah. Artinya masih ada dana sekitar 5,5 triliun rupiah yang masih dimiliki oleh mereka dengan asumsi harga average 100 rupiah per lembar saham. Masih ada total saham senilai 3 triliun yang masih bisa dikonversi dengan harga 100 rupiah kedepannya.

Tapi kenapa jika benar DR punya di harga rata-rata 100 rupiah mereka begitu kejam menjual dibawah 100 rupiah? Apakah mereka tidak rugi? Jawabannya adalah tidak. Karena average selling price mereka di 133.

Akumulasi FREN oleh DR
Akumulasi FREN oleh DR

Apa Yang Akan Terjadi Dengan Saham FREN Nantinya?

Saya tidak tahu pasti bagaimana kedepannya. Akan tetapi ada sesuatu yang menarik yang saya temukan dari keterbukaan informasi FREN.

Paling lambat 25 September 2020 adalah due date dari pelaksanaan konversi OWK IV. Dengan harga konversi OWK IV di 120.

Keterbukaan Informasi FREN
Keterbukaan Informasi FREN

Total saham konversi yang diterbitkan maksimal sebanyak 10 miliar lembar saham. Ini berarti akan ada potensi penambahan jumlah saham dari yang sebelumnya 217.96 miliar lembar saham akan berubah menjadi 227.96 miliar lembar saham.

Mengacu kepada harga saham terakhir adalah 93 rupiah perlembar saham, dengan penambahan 10 miliar lembar saham ini maka nilainya nanti setelah konversi terjadi akan menjadi 93/227.96*217.96 = 89 rupiah per lembar saham. Tetapi saham seharga 89 rupiah ini akan dibeli dengan nilai 120 rupiah nantinya? Lalu bagaimana dengan kelanjutan OWK II 2014, kapan akan dikonversi karena jika masih sisa 3 triliun rupiah dengan harga average 100 itu berarti 30 miliar lembar saham baru yang akan dibeli seharga 100 rupiah? Tidak ada yang tahu kecuali institusi terkait.

Tampaknya saya mengerti kenapa saham FREN ini menjadi arena pertarungan favorit banyak trader.

Kesimpulan

Sejujurnya saya bukan ahli dunia obligasi, itu diluar kompetensi saya. Tapi karena OWK ini sesuatu yang cukup unik maka menjadi bahan pembelajaran yang saya rasa baik untuk kita semua.

Penulis tidak mau memberikan komentar apakah perusahaan ini cocok untuk investasi jangka panjang atau tidak. Menurut pandangan saya pribadi jika ingin berinvestasi tampaknya ada pilihan perusahaan telekomunikasi lain yang lebih menarik seperti TLKM misalnya yang sudah jelas masih bisa menghasilkan keuntungan setiap tahunnya. Untuk berinvestasi pada saham turnarounds seperti FREN mungkin ada baiknya menunggu perbaikan kinerja lebih lanjut.

Tetapi FREN memang memiliki potensi spekulasi yang memang menarik melihat data penjabaran OWK diatas. Tidak heran walaupun dibanting keras, retail tetap bersatu padu membeli saham ini walaupun ya pasti kalah dengan kekuatan dana penjual yang  saya asumsikan triliunan rupiah itu.

Ketika beberapa hari ini melihat bagaimana hebatnya DR dalam memainkan psikologi para retail. Dimana kadang pagi dia net buy dan siang dia berubah menjadi net sell dalam jumlah besar membuat FREN menjadi area pertarungan yang sulit sekali bagi para trader ODT (On Day Trading).

- Advertisement -

Tapi untuk para spekulan mungkin sulit mengharapkan kepastian mengharapkan profit dalam jangka pendek karena tidak ada yang bisa menebak si pemegang saham banyak itu mau gerakin kemana. Semua tergantung dia saat ini. Jadi selamat adu sabar dengan si penjual. Tapi logikanya saham FREN ini harusnya ada diangkat diatas harga konversi saham tersebut apalagi sisa barangnya masih banyak.

Untuk yang sudah nyangkut sebaiknya gimana? Jawaban saya selalu sesuaikan dengan trading plan kalian. kalau sudah saat nya kalian cut loss ya sebaiknya cut loss. Karena anda tidak harus selalu menang, yang lebih penting lebih banyak jumlah kemenangannya. Mungkin jika anda kalah di transaksi FREN kalian, anda bisa mencari kemenangan di saham lainnya.

Jadi saham ini menurut saya lebih cocok untuk swing trader dibandingkan scalper ataupun investor jangka panjang. Itu aja pandangan dari saya untuk saham FREN. Kalau ada salah ya mohon maaf, karena penulisnya ini sarjana komputer dan bukan guru besar ekonomi.

 

adsense
- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Tips Terbaik Investasi – Baru Beli Sudah Untung

"Tips investasi terbaik tersebut dirangkum dalam satu kalimat sederhana yaitu "Baru beli sudah untung" Sang pembicara mengajarkan bahwa banyak orang yang sulit membedakan antara investasi...

Rangkuman Belajar Value Investing Untuk Investor Saham Pemula

Cukup banyak pertanyaan yang masuk tentang bagaimana cara melakukan analisa laporan keuangan. Sebenarnya ini adalah topik paling awal yang saya tulis. Tetapi karena tanpa...

Tips Belajar Saham Bagi Investor Pemula – Kaitkan Dengan Uang

Pada tulisan kali ini saya ingin menulis secara ringan aja untuk sharing tips bagaimana investor pemula bisa belajar saham dengan lebih cepat. Saya harus bilang...

3 Kesalahan Yang Menyebabkan Terkena Value Trap

Ada satu pertanyaan yang menarik ke saya, yaitu bagaimana menghindari value trap? Melihat pertanyaan value trap artinya orang yang mengajukan pertanyaan ini sudah mengerti...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here