Hubungan antar aliran ilmu didalam investasi saham

adsense

Pasar saham dihuni oleh banyak investor yang menggunakan berbagai aliran ilmu yang berbeda – beda. Ada yang suka dengan value investing, growth investing, analisa teknikal, bandarmologi bahkan astrologi trading.

Apakah seorang investor yang memilih aliran value investing / growth investing tidak perlu menggunakan analisa teknikal / bandarmologi / astrologi trading? Menurut saya jawabannya adalah tidak wajib tetapi jika mengerti aliran ilmu yang lain maka akan membantu untuk membuat keputusan yang lebih baik.

Beda Aliran Beda Tujuan

Menurut pandangan saya, setiap aliran diciptakan untuk menjawab berbagai pertanyaan yang berbeda, yaitu:

  • Perusahaan mana yang sebaiknya dibeli? Maka kemampuan analisa fundamental yang dimiliki oleh seorang value investor / growth investor akan bisa menjawab hal tersebut. Analisa fundamental akan bisa membantu kita melihat perusahaan mana yang sedang dihargai murah ataupun kinerja bagus.
  • Apakah harga masih bisa turun / naik? Ketika sudah menemukan sebuah perusahaan yang menarik. Maka langkah berikutnya adalah membeli perusahaan tersebut. Pertanyaan yang selalu muncul di kepala adalah apakah kira – kira harga masih akan naik atau akan turun? analisa teknikal yang melakukan analisa dari market action ataupun bandarmologi yang melakukan akumulasi / distribusi dari big fund akan membantu anda untuk memecahkan permasalahan ini.
  • Kapan harga saham akan naik / turun? Analisa teknikal ataupun bandarmologi hanya bisa memberikan informasi apakah harga saham masih kuat untuk naik atau turun lebih jauh lagi. Tetapi akan menjadi hal yang sulit untuk menentukan tanggal berapa harga saham akan mulai trend kenaikan atau penurunan. Melakukan riset berdasarkan parameter waktu yang tetap terkait trend pergerakan harga saham adalah dasar dari aliran astrologi. Ini adalah hal yang coba dipecahkan oleh aliran astrologi trading. Sebagai contoh ketika periode Mercury Retrogade maka kecendrungan saham mining akan turun. Berarti pada tanggal 30 Januari 2021 hingga 21 Februari 2021 maka saham sektor mining kemungkinan akan mengalami downtrend. Para ahli astrologi melakukan riset untuk mencara market atau saham mana yang memiliki relevansi kuat terhadap pola pergerakan planet. Mereka akan berinvestasi pada saham/market yang memiliki relevansi kuat dengan pola pergerakan planet tersebut. Ini kenapa saham yang dibahas oleh ahlinya cendrung saham yang itu – itu saja. Karena tentu tidak semua saham / market memiliki relevansi yang kuat. Saya merasa masih belajar terlalu dangkal untuk aliran ilmu baik dari sisi knowledge ataupun riset maka saya tidak membahas lebih lanjut lagi.

Studi Kasus Kegagalan Fanatik Terhadap Satu Ilmu

Anak kecil bisa mematahkan dengan mudah satu lidi. Tapi seorang sangat kuat seperti Ade Rai akan kesulitan mematahkan 1.000 lidi sekaligus. Terlalu fanatik kepada satu ilmu dan menganggap aliran ilmu lain menurut saya membuat pemikiran anda terlalu sempit.

Mari saya bahas beberapa studi kasus berbahayanya fanatik terhadap satu ilmu.

Studi Kasus 1 – Value investor yang kena value trap

Walaupun kita mengerti membaca laporan keuangan bukan berarti kita pasti aman dalam memilih saham perusahaan. Banyak value investor terkena value trap juga. Salah satu contoh mungkin di tahun ini kita ingat bagaimana perdebatan sengit terjadi untuk saham TELE.

Saat itu ada yang memperingati bahwa TELE sedang dilakukan aksi distribusi besar – besaran oleh Sinarmas Sekuritas yang notabene adalah PSP (Pemegang Saham Pengendali) saat itu.

Perdebatan cukup panas karena TELE memang terlihat sangat menarik secara laporan keuangan (jika tidak jeli melihat besarnya saldo AR dan Inventory yang sungguh luar biasa besar). Banyak value investor saat itu yang menolak keilmuan bandarmologi, dimana jika ada distribusi dilakukan oleh big fud maka sebaiknya kita berhati-hati.

Ketika saya mencoba netral dengan memberikan analisa laporan keuangan TELE dengan objektif saya mengkritisi tentang distribusi PSP dan juga keanehan saldo piutang dan inventory yang cukup mendapatkan kritikan disaat itu. Link :

- Advertisement -

Saat ini saham TELE suspend cukup lama. Cukup banyak value investor yang terkena value trap di perusahaan ini. Ya semoga saja endingnya bisa berakhir indah seperti AISA, yang setelah buka suspend bisa melejit. Semoga….

Studi Kasus 2 – Analisa Teknikal Yang Tidak Memperhatikan Analisa Fundamental

Saat saya membuat bedah laporan keuangan ENVY, saya cukup miris dengan harga saham yang luar biasa mahal secara valuasi saat itu di 920. Saat itu ENVY adalah salah satu saham yang lagi dijadikan favorit untuk trading karena sudah mengalami koreksi besar.

Saat ini harga saham sudah berada di batas bawah 50. Tampaknya sesuai dengan analisa fundamental yang dilakukan.

Studi Kasus 3 – Sulitnya melakukan Analisa Bandarmologi 

Analisa bandarmologi memberikan sebuah kerangka berpikir yang logis kenapa suatu saham naik atau turun. Jika ada big fund yang membeli dalam jumlah besar tentu harapannya harga saham tersebut akan naik.

Membeli sebuah saham yang sedang mengalami penurunan tetapi sedang diakumulasi oleh sang bandar adalah sebuah peluang yang logis. Bahkan saat ini juga mulai terkenal dengan konsep beli ketika asing beli dan jual ketika asing jual.

Saya setuju dengan semua logika diatas, tetapi walaupun mengikuti logika tersebut belum tentu hasilnya akan selalu sesuai dengan yang kita harapkan. Saya paling teringat dari pengalaman saya membeli saham DOID di bulan April 2019 berdasarkan analisa bandarmologi yang saya lakukan saat itu.

Tantangan dalam melakukan analisa bandarmologi DOID April 2019
Tantangan dalam melakukan analisa bandarmologi DOID April 2019

Saat itu sekitar April 2019, saya melihat sebuah peluang menarik di saham DOID menggunakan tools foreign flow dan bandarmologi. Harga saham DOID saat itu lagi fase penurunan dan saya melihat ada trend akumulasi didalam indicator foreign flow yang sangat menonjol.

Bahkan saat itu ada satu sekuritas berkode YU mengumpulkan saham DOID dalam jumlah besar dan mencolok perbedaannya dengan sekuritas lain. Saat itu saya beranggapan YU ini akan menjadi penggerak harga DOID untuk melambung tinggi.

Tapi harapan tinggal harapan, harga DOID akhirnya turun dengan sangat sadis. Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa analisa bandarmologi tidaklah ilmu yang berguna. Sampai detik ini menurut saya ilmu ini bermanfaat seperti halnya ketika menjelaskan tentang studi kasus TELE. Tetapi untuk menggunakan ilmu ini tidaklah semudah kita membaca indicator saja.

Saya mencoba untuk belajar apa kesalahan yang saya lakukan sehingga hasil analisa bandarmologi saya gagal total di DOID waktu itu yang saya yakin sekali persentase keberhasilan tinggi. (artinya saya kehilangan uang dalam jumlah lumayan di transaksi ini).

Renungan Kesalahan Analisa Bandarmologi Yang Saya Lakukan

Insider DOID
Insider DOID

Mungkin kesalahan yang saya lakukan ada 2 dalam analisa bandarmologi yang saya lakukan saat itu, yaitu:

  • Saya tidak melihat ada satu investor di DOID yang melakukan distribusi secara rutin mulai dari akhir 2018. Pasti beliau mengetahui sesuatu dibandingkan ikan remora oportunis yang mencoba mengambil makanan dari para ikan paus seperti saya saat itu.
  • Mungkin ada yang bilang kenapa justru melihatnya dari tools foreign flow padahal korelasi asing di DOID saat itu tidak kuat. Saya saat itu melihat akumulasi luar biasa asing disini dan melihat uptrend untuk indicator foreign strengthnya. Sebuah peluang yang baik adalah saat orang lain tidak melihat peluang tersebut begitu logika berpikir oportunis seperti saya saat itu.
  • Kenapa tidak mencari yang lebih pasti sinyal bandarmologinya? percaya saya, tidak segampang itu menemukan saham yang bagus secara bandarmologi.

Jadi menurut saya bandarmologi adalah sebuah teknik yang cocok untuk seorang trader yang memang menguasai kondisi beberapa perusahaan secara detail. Sebaiknya anda memang memiliki sebuah kelompok / group yang dapat berbagi tugas untuk melakukan analisa bandarmologi ini. Jika tidak maka sangat melelahkan untuk menemukan sebuah perusahaan yang menarik secara bandarmologi. Jika tidak bisa jadi anda senasib seperti saya di DOID ketika itu.

Tidak Ada Belajar Yang Percuma

Saya merasa beruntung dapat menjadi konsultan untuk implementasi aplikasi ERP atau supply chain di perusahaan – perusahaan besar di Asia Tenggara. Salah satu pengalaman yang paling menarik dari mejadi konsultan adalah banyaknya kesempatan mengurus kerjaan yang tidak menjadi ruang lingkup pekerjaan konsultan itu sendiri.

Saya pernah mendapat tugas untuk pergi ke kantor pajak untuk pelaporan pajak, mengikuti pelatihan e-faktur, pelatihan perawatan ban kendaraan, meeting mingguan sales ataupun perencanaan produksi di client yang saya tangani, bergadang melihat proses gudang di malam hari di gudang frozen dan banyak hal lainnya. Pekerjaan itu saya rasa tidak ada kaitannya dengan ruang lingkup pekerjaan saya sebagai konsultan dan juga implementor aplikasi ERP dan supply chain. Tetapi pengalaman dan ilmu yang didapatkan ternyata berguna untuk tantangan – tantangan berikutnya yang saya hadapi didalam pekerjaan saya sebagai konsultan.

Begitu juga dengan pengembangan ilmu didalam belajar saham. Mulai dari belajar analisa teknikal seperti orang pada umumnya. Lalu mulai belajar analisa fundamental yang saat itu masih mengolah laporan keuangan menggunakan excel dan calculator secara manual. Belajar bandarmologi dan menyadari bahwa tidak mudah melakukan hal tersebut seorang diri. Sampai akhirnya kembali kepada analisa fundamental yang berbasis pada value investing.

Walaupun pemilihan saham berbasis pada value investing tetapi pengetahuan tentang analisa teknikal, bandarmologi dan berbagai riset yang saya lakukan membantu saya untuk menemukan berbagai kesempatan di pasar saham. Ibaratnya sudah menemukan perusahaan yang baik dan membelinya di momen yang baik tentu sangatlah menyenangkan bukan.

Jadi menurut saya tidak ada aliran ilmu yang tidak berguna. Semuanya memiliki manfaat asal kita bisa memanfaatkan ilmu tersebut dengan tepat. Jangan memilih perusahaan karena berlandaskan analisa teknikal baru kemudian mencari pembenaran dengan analisa fundamental. Tetapi pilih perusahaan berdasarkan analisa fundamental dan menentukan timing masuk dengan analisa teknikal saya rasa adalah sebuah rencana yang lebih logis untuk anda.

Selamat belajar dan semoga kalian bisa menemukan aliran ilmu paling cocok untuk kalian. Saya percaya aliran ilmu apapun yang anda pelajari tidak ada yang sia-sia untuk anda kedepan hari.

Jika tertarik belajar value investing dapat membaca materi – materi tentang value investing yang sudah saya rangkum.

Baca juga : Rangkuman Belajar Value Investing Untuk Investor Pemula

Kenapa Pembahasan Ilmu Astrologi Dalam Saham Sedikit Sekali?

- Advertisement -

Saya menulis berdasarkan knowledge dan pengalaman saya di pasar saham. Hingga saat ini saya merasa belum selesai dan memiliki pemahaman yang baik didalam ilmu astrologi untuk investasi saham/market lainnya.

Sehingga hingga sekarang saya belum ada pengalaman terkait ilmu astrologi yang bisa saya bagikan karena saya belum praktek.

Apakah saya berminat belajar tentang penggunaan astrologi di pasar saham? Sejujurnya saya tertarik dan saat ini memang lagi mulai kedalam melakukan riset untuk bidang ilmu ini. Saya tidak tahu apakah akan menemukan sesuatu yang menarik atau tidak dari riset tersebut.

Tetapi saya yakin, tidak ada effort yang sia-sia dari usaha kita melakukan berbagai riset untuk hal yang kita pelajari dan praktek.

- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Rekomendasi 7 Buku Saham Wajib Dibaca

Kenapa saya menuliskan rekomendasi buku saham pada postingan kali ini. Pada umumnya sebuah buku dibuat pertama kali oleh pengarangnya ketika sudah berumur rata -...

Hubungan antar aliran ilmu didalam investasi saham

Pasar saham dihuni oleh banyak investor yang menggunakan berbagai aliran ilmu yang berbeda - beda. Ada yang suka dengan value investing, growth investing, analisa...

Bagaimana Menghindari Investasi Bodong (Yield Pigs)?

Dua tahun belakangan ini tampaknya kita sudah bosan mendengar banyaknya kasus investasi bodong yang terkuak di publik satu demi satu. Salah satu pembaca tulisan saya,...

Risk Rate Free of Return & Menentukan Target Return Saham

Risk free rate of return secara teori adalah return investasi yang dihasilkan dari instrumen investasi yang tidak memiliki risiko. Saya pribadi tidak setuju dengan...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here