in

LoveLove

Sihir ADES Yang Terus Berlanjut (Lanjutan Hidden Gem Series ADES)

Bedah Laporan Keuangan ADES 2021
Bedah Laporan Keuangan ADES 2021

Sebelumnya saya sudah 2 kali menulis artikel yang membahas hidden gem pada emiten ADES. Tulisan sebelumnya bisa dibaca pada link dibawah ini:

Analisa Gross Profit ADES
Analisa Gross Profit ADES

Pada pembahasan di analisa profitabilitas ADES saya memberikan data diatas. Dimana jika kita lihat komposisi penjualan pada segmen minuman semakin lama semakin mengecil. Dari yang sebelumnya 62% adalah segmen minuman menjadi tinggal 55%.

Hal yang saya highlight pada tulisan analisa profitabilitas sebelumnya adalah besarnya gross profit dari segmen kosmetik dimana gross profitnya di kisaran 56%.

Maka tidak heran jika manajemen akan lebih berfokus untuk memperbesar segmen kosmetik untuk emiten ini.

Jadi mari kita lihat laporan keuangan 2021 Q1 pada emiten ADES ini untuk melihat apakah ada kesinambungan story dengan pembahasan sebelumnya.

Review Laporan Keuangan ADES Tahun 2001 Q1

Profit & Loss ADES 2021 Q1
Profit & Loss ADES 2021 Q1

Mari kita lihat kembali ADES mengulang pola yang sama. Angka penjualan kembali turun dari 198 Miliar menjadi cuma 185 Miliar. Tetapi dashyatnya Gross profit perusahaan malah meningkat sekali lagi dari 91 Miliar menjadi 99 Miliar.

Efisiensi juga kembali terjadi pada beban penjualan dimana berhasil diturunkan dari 48 Miliar menjadi cuma 27 Miliar. Beban Administrasi dari 22 Miliar menjadi cuma 16 Miliar.

Efisiensi luar biasa ini menunjukkan bagaimana emiten ADES tersebut berhasil kembali melakukan efisiensi luar biasa sehingga berhasil membuat laba perusahaan dari 21 Miliar menjadi 47 Miliar. Peningkatan laba bersih sebesar 123%.

Mari kita bahas hal menarik didalam gross profit ini yang artinya kita perlu bedah bagaimana COGS (beban pokok penjualan) perusahaan.

Beban Pokok Penjualan ADES 2021 Q1
Beban Pokok Penjualan ADES 2021 Q1

Hal yang cukup unik kalau kita teliti lihat saldo bahan baku yang digunakan. Sebenarnya ADES menggunakan bahan baku di Q1 2021 sebesar 30 Miliar dimana pada Q1 2020 hanya sebesar 20 Miliar.

Lihat lagi berapa saldo barang jadi, akhir di Q1 2021 sebesar 28 Miliar, lebih besar dari Q1 2020 yang hanya sebesar 25 Miliar.

Apakah mulai membuat anda bingung? Jadi penggunaan barang akhir bertambah tapi saldo COGS berkurang? Kok bisa? Sulap apalagi ini. wkwkkwk….

Mari kita lihat lebih teliti pada saldo beban kemasan dan bahan pembantu. Sebelumnya 46 Miliar turun hingga menjadi 32 Miliar. Ini adalah efisiensi sebesar kurang lebih 30%.

Lihat lagi beban Pabrikasi dari 30 Miliar turun menjadi 20 Miliar. Ini juga efisiensi sebesar kurang lebih 33%.

Lalu anda akan bertanya, jadi angka penjualan turun maka COGS turun itu kan sinkron. Tapi angka penjualan turun kok penggunaan barang jadi, akhir naik terasa gak sinkron ya?

Mari kita masuk ke bab pembahasan berikutnya.

Untuk penurunan biaya penjualan dan biaya administrasi saya tidak perlu jelaskan lebih lanjut, karena pada analisa profitabilitas sudah pernah dibahas. Sehingga menjadi hal yang tidak seru lagi untuk saya bahas. Yuk ah ke materi yang lebih seru untuk bahas emiten ini.

Perhatikan Penjualan Segmen ADES

Penjualan Segmen ADES 2021 Q1
Penjualan Segmen ADES 2021 Q1

Perhatikan data berikut ini:

Pendapatan ADES dari segmen minuman 2020 Q1 132M, COGS 71M –> Gross Profit sekitar 46%

Pendapatan ADES dari segmen minuman 2021 Q1 93M, COGS 48M –> Gross Profit sekitar 48%

Kalau kita lihat pendapatan ADES dari segmen minuman turun sebesar 21.9%

Pendapatan ADES dari segmen kosmetik 2020 Q1 66M, COGS 35M –> Gross Profit sekitar 46%.

Pendapatan ADES dari segmen kosmetik 2021 Q1 91M, COGS 37M –> Gross Profit sekitar 59%.

Kalau kita lihat terjadi efisiensi COGS luar biasa untuk segmen kosmetik. Peningkatan gross profit sebesar 13%. Hal yang buat saya harus bilang LUAR BIASA!

Kesimpulan dan Memahami Story Sihir ADES

Mari kita masuk kepada kesimpulan dan menjelaskan sambungan story pada emiten ADES ini agar semua menjadi lebih masuk akal didalam kepala kita.

Misteri pertama – Memahami Efisiensi COGS ADES

Diatas saya sudah bahas efisiensi COGS ADES ada di 2 komponen, yaitu efisiensi pada beban kemasan dan bahan pembantu atau lebih mudahnya adalah packaging material. Dimana sebelumnya 46 Miliar turun menjadi 32 Miliar dan juga Efisiensi beban pabrikasi dari 30 Miliar menjadi 20 Miliar, sebuah efisiensi sebesar 33%.

Penurunan biaya pabrikasi (biaya operational kegiatan produksi) tentu akan berdampak kepada penurunan COGS dari produk kedua segmen tersebut.

Tetapi ada saldo penurunan persentase COGS yang lebih signifikan pada segmen kosmetik. Saya cukup yakin penurunan beban packaging mayoritas untuk segmen kosmetik ini. Berbeda dengan produk segmen minuman yang packagingnya selalu botol PET, kemasan pada segmen kosmetik lebih bisa bervariasi.

Produk kosmetik yang dulu tersaji dalam bentuk botol dan kemasan yang berbiaya tinggi mulai shifting ke ukuran plastik dengan size lebih kecil. Berbiaya lebih rendah dengan harga jual yang lebih tinggi.

Misteri Kedua – Apakah Angka Penjualan Turun = Volume Penjualan Turun?

Sebelumnya harus dijelaskan dulu perbedaan angka penjualan dengan volume penjualan. Misalkan harga jual produk 1000 per pcs. Jika saya menjual 1000 pcs maka angka penjualan saya 1 juta rupiah dan volume penjualan saya 1000 pcs. Jika harga penjualan saya turunkan menjadi 900 per pcs dan saya menjual 1100 pcs maka angka penjualan saya menjadi 990.000 dan volume penjualan saya 1100 pcs. Angka penjualan bisa jadi lebih kecil akan tetapi volume penjualan bisa menjadi lebih besar.

Jika kita melihat dari angka penjualan maka tentu itu bukanlah hal yang baik tapi jika kita melihat secara konsumsi market share maka peningkatan volume penjualan adalah hal yang baik karena ini memakan sebagian market share dari kompetitor.

Mari kita lihat beban pemakaian produk akhir yang diatas kita sudah bahas. Saldo barang jadi, akhir di Q1 2021 sebesar 28 Miliar, lebih besar dari Q1 2020 yang hanya sebesar 25 Miliar. Penambahan pemakaian barang jadi bisa terjadi karena 3 hal:

  • Digunakan untuk penjualan
  • Digunakan untuk diberikan sebagai barang sample (barang gratisan)
  • Digunakan untuk pemakaian pribadi (internal consumption)
  • Dibuang karena rusak (scrapping)

Jika alasan 2-4 yang terjadi maka tentu kita tidak akan melihat efisiensi yang bertambah baik dari sisi COGS ataupun biaya penjualan dan biaya operation bukan. Satu – satunya hal yang masuk akal adalah peningkatan biaya pemakaian barang jadi adalah peningkatan penjualan.

Saya harus akui tampaknya mau bagaimanapun alasannya, penjualan produk air mineral memang terlihat menurun baik secara angka ataupun volume penjualan. Tetapi jika melihat data – data yang saya jabarkan diatas tampaknya saya tidak terlalu memikirkan lagi bahwa ADES akan menjadi emiten air mineral kedepannya. Hanya karena kode ticker ADES yang melekat dengan produk air mineral sebelumnya membuat market selalu menganalogikan ADES akan selalu berfokus pada bisnis air mineral.

Saya cukup yakin ADES rajin memberikan diskon/promosi untuk produk kosmetik. Ini kenapa menjadi alasan penjualan segmen kosmetik mereka meningkat pesat walaupun biaya marketing dipotong terus menerus.

Beban promosi tapi bukannya harusnya masuk ke biaya COGS? tergantung pencatatan saya rasa. Jika promosi harga biasa dicatat pada akun kepala 4 (sales account) mau itu berupa akun sales (penjualan) ataupun sales discount (diskon penjualan) dimana angkanya akan digabungkan pada angka akun penjualan. Sehingga pemberian diskon/promosi tidak terlihat didalam peningkatan COGS (akun kepala 5) tetapi akan menjadi pengurang pada saldo angka penjualan.

Tapi bukankah penurunan angka penjualan akan menjadi faktor untuk menurunkan gross profit? Betul sekali. Artinya dengan masih rajin memberikan diskon saja emiten ini bisa meraih gross profit dari segmen kosmetik yang sangat memuaskan. Apalagi jika emiten ini nantinya dirasa sudah memiliki moat yang bagus di sisi kosmetik dan ga perlu terlalu rajin memberikan diskon lagi. Maka ujungnya gross profit akan masih bisa bertambah besar untuk segmen kosmetik ini.

Jadi buat yang mengomentari ADES ini turnaround belum bisa dikonfirm karena growth penjualan yang masih menurun. Tampaknya kurang cermat untuk menangkap hal ini. Semakin lama melihat story pada LK ADES semakin saya melihat dashyatnya potensi emiten ini.

Follow me on:

What do you think?

Written by Thowilz

Saya adalah seorang value investor yang memiliki passion untuk mengajarkan teknik value investing kepada investor lainnya. Anda dapat membaca tulisan saya di stockbit (@thowilz), instagram, dan social media investorsaham.id lainnya.

Comments

Leave a Reply
  1. Hello there, I found your web site via Google whilst looking for a comparable topic, your
    site came up, it appears great. I’ve bookmarked it in my google bookmarks.

    Hello there, just turned into alert to your blog via Google,
    and located that it is truly informative.
    I am gonna watch out for brussels. I will appreciate in the event you proceed this in future.
    Numerous other folks will probably be benefited from your
    writing. Cheers! http://herreramedical.org/albuterol

9 Pings & Trackbacks

  1. Pingback:

  2. Pingback:

  3. Pingback:

  4. Pingback:

  5. Pingback:

  6. Pingback:

  7. Pingback:

  8. Pingback:

  9. Pingback:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0