Cara Menghindari Membeli Saham Gorengan

adsense

Ada sebuah pertanyaan yang menurut saya bagus, yaitu bagaimana mengetahui sebuah saham adalah saham gorengan atau bukan.

Apakah saham gorengan berarti saham yang memiliki bandar yang bisa mengendalikan harga saham emiten tersebut?

Apakah saham diluar LQ45 adalah saham gorengan?

Apakah tidak ada saham LQ45 yang bukan saham gorengan?

Saham gorengan sendiri bukan sebuah istilah resmi yang ada didalam kamus investasi. Ini cuma sebuah terminologi yang muncul di kalangan investor untuk menyebut saham – saham yang harganya mudah digerakan oleh market maker untuk menggerakan harga saham naik turun. Saham dengan tipe seperti ini biasanya harga sahamnya naik dengan tidak wajar dan akan ada satu titik dimana harga sahamnya akan jatuh begitu dalam.

Karena banyak orang yang sakit hati mengalami kerugian berinvestasi / trading di saham semacam ini maka biasanya kita akan menyebut saham ini sebagai saham gorengan. Tapi saya tekankan lagi sebenarnya istilah saham gorengan bukanlah istilah resmi. Kalau resmi maka kita bisa dapatkan list saham gorengan di situs BEI. Hingga hari ini setahu saya belum ada list saham gorengan yang bisa kita dapatkan dari BEI.

Apakah saham gorengan adalah saham yang dimainkan oleh bandar?

Siapa yang dimaksud dengan bandar? Bandar adalah orang / institusi yang memiliki kekuatan dana besar untuk menggerakan harga saham.

Baik perusahaan itu cuma perusahaan market cap senilai puluhan miliar rupiah ataupun perusahaan ratusan triliun rupiah seperti BBCA maka selalu ada big fund yang disebut dengan bandar ini yang bisa menggerakan harga saham tersebut.

Perbedaannya cuma satu, dana yang dibutuhkan untuk menggerakan harga saham dengan market capitalization puluhan miliar atau ratusan triliun jauh berbeda. Mari saya berikan sebuah contoh untuk lebih mengerti tentang hal ini.

Simulasi Ask Bid Saham Small Caps dan Big Caps

ASK BID PLAN
ASK BID PLAN
- Advertisement -

Mari kita lihat saham yang baru IPO belum lama ini yang sempat cukup heboh dibahas oleh salah satu member stockbit karena “saldo kas” emiten ini. Kalau kalian lihat ada kolom bid (permintaan) dan offer (penawaran).

Bid di harga 232 sebanyak 23 lot artinya ada yang mengantri untuk beli saham PLAN ini di harga 232. Jadi jika anda mau menjual 10 lot di harga 232 maka saat itu juga langsung terjadi deal dan saham anda terjual. Tapi jika anda jual 30 lot, maka yang pasti laku cuma 23 lot dan 7 lot lagi menunggu sampai ada yang mau membeli saham anda. Ini kenapa walaupun anda sudah set harga jual dan target harga jual anda tercapai belum tentu saham anda laku terjual.

Baca juga : Perbedaan Normal Order, Automatic Order dan Order Booking

Offer di 234 sebanyak 5.174 lot artinya ada yang mengantri untuk jual saham PLAN di harga 234 sebanyak 5.174 lot. Jika saya mau menaikan harga saham PLAN ke 240 (4 thick) maka saya “cukup” membeli semua lot dari harga 234 hingga 240. Sehingga jika saya mau mengeluarkan uang sekitar 327 juta maka secara sekejap saham tersebut langsung naik ke 240 (asumsi tidak ada tambahan antrian jual di harga dari 234 hingga 240).

Simulasi PLAN
Simulasi PLAN

Bandingkan dengan BBCA untuk menaikan 1 thick dari 27.525 ke 27.550 maka bandar tersebut harus beli 2.476 lot yang berarti senilai 6.8 miliar rupiah.

ask bid bbca
ask bid bbca

Inilah kenapa saham seperti BBCA walaupun ada market mover tidak semudah itu digerakan naik turun oleh market. Karena butuh kekuatan dana yang sangat besar.

Alasan Jangan Membeli Saham Karena Hanya Mengacu Pada Berita Positif Ataupun Rekomendasi Expert

Tapi jika saya sudah borong semua saham PLAN hingga ke 240 apakah tidak mungkin harganya turun kembali? Tentu saja mungkin, itu kenapa dalam menggoreng saham biasanya ada aksi menyebarkan berita positif di media ataupun rekomendasi dari para analis ataupun group premium. Mulai nyambung kenapa jangan terlalu percaya dengan panutan anda didalam dunia saham seperti yang sudah saya bahas sebelumnya.

Baca juga : Kesalahan Investor Pemula

Bisa jadi berita yang berisikan fakta positif tersebut memang sengaja disajikan untuk mendorong market optimis terhadap emiten tersebut. Bisa jadi ahli rekomendasi tersebut juga digunakan oleh market mover untuk bantu menggerakan harga saham tersebut.

Apakah Saham LQ45 Pasti Aman?

Banyak yang mengajarkan kepada kita kalau mau investasi aman sebaiknya beli saja saham LQ45. Beli saham LQ45 pasti jangka panjang harganya naik. Ini adalah pengertian yang berbahaya menurut saya. LQ diambil dari Liquid. LQ45 adalah 45 saham yang volume transaksi paling liquid di IHSG.

Kurang lebih prosedur untuk sebuah saham bisa masuk ke LQ45 adalah sebagai berikut:

  • Tercatat di BEI minimal 3 bulan
  • Memiliki kondisi keuangan, prospek pertumbuhan, serta nilai transaksi yang tinggi
  • Masuk dalam 60 saham berdasarkan nilai transaksi pada pasar regular dalam 12 bulan terakhir
  • Termasuk dalam 60 saham dengan kapitalisasi tertinggi dalam 1 – 2 bulan terakhir
  • Dari 60 saham tersebut, 30 saham teratas akan masuk secara otomatis dalam perhitungan indeks LQ45

Selanjutnya, untuk mendapatkan 45 saham, akan dipilih 15 saham dengan menggunakan kriteria Hari Transaksi di Pasar Regular, Frekuensi Transaksi di Pasar Reguler, serta Kapitalisasi Pasar. Metode pemilihan 15 saham tersebut antara lain:

  • Dari 30 sisa saham berdasarkan Hari Transaksi Pasar Regular, akan dipilih 25 saham
  • Dari 25 saham tersebut, akan diseleksi lagi menjadi 20 saham berdasarkan Frekuensi Transaksi di Pasar Reguler
  • Dari 20 saham tersebut, selanjutnya akan dipilih 15 saham berdasarkan Kapitalisasi Pasar. Dengan demikian telah didapatkan 45 saham untuk perhitungan indeks LQ45

Mari kita lihat beberapa sejarah saham LQ45 yang gagal sukses. Sebenarnya cukup banyak, tapi mari kita lihat yang terkenal di kepala investor jaman sekarang saja. Kita sebut misalkan ada BUMI, TRAM, MYRX adalah penghuni LQ45 sebelum tahun 2018. Saya agak pesimis bahwa yang membeli saham tersebut ketika masih di LQ45 mendapatkan profit jika simpan saham tersebut hingga sekarang.

Lalu Bagaimana Cara Memilih Saham Yang Tidak Digoreng?

Sekali lagi saya tekankan saham gorengan bukan istilah resmi di dunia investasi. Saya pribadi lebih suka untuk menyebut saham yang tidak rasional dibandingkan menyebut sebagai saham gorengan.

Ada beberapa hal yang menurut saya pribadi bisa kita lakukan agar tidak terjebak untuk membeli saham yang tidak rasional tersebut dengan menggunakan logika kita untuk bertindak secara rasional.

Step 1 – Hindari Saham Dengan Volume Transaksi Kecil

Saya sudah menjelaskan konsep ask bid diatas dan bagaimana mekanisme agar sebuah saham harganya bisa naik. Saya tidak pernah bilang hindari saham dengan nilai rupiah yang kecil, karena saya pribadi banyak koleksi saham yang harganya masih dibawah seribu rupiah per lembar saham.

Yang saya ingatkan adalah hindari saham dengan volume transaksi terlalu kecil. Saya ambil contoh satu saham INDR. Saham ini sangat mudah untuk digerakan harganya baik naik atau turun.

Ask Bid INDR
Ask Bid INDR

Jika saya mau menaikan INDR dari harga 2.160 ke 2.290 maka saya cukup mengeluarkan dana kurang dari 18 juta rupiah. Wah kalau begitu enak donk main saham seperti ini dengan dana sebesar 18 juta rupiah saya bisa jadi bandar saham ini. Problemnya setelah anda naikan harga saham tersebut ke 2.290 dan anda mau jual semua di 2.290 ataupun 3.000 apakah ada yang mau membeli saham anda atau tidak? Mulai mengerti kenapa berita positif sebuah emiten beberapa bulan lalu tiba-tiba bisa muncul di media saat ini padahal sudah tidak relevan?

Satu hal yang perlu kita tanyakan kepada diri kita. Jika perusahaan ini memang bagus untuk dibeli kenapa tidak banyak orang yang mau beli sehingga volume transaksi sedemikian kecil? Apakah benar saya orang jenius yang menemukan permata di tengah gurun pasir atau saya adalah orang yang keliru melihat zircon sebagai batu berlian.

By the way, saya tidak ada bilang INDR saham gorengan atau perusahaan tidak bagus ya. Saya cuma menjadikan INDR sebagai saham dengan volume transaksi yang kecil.

- Advertisement -

Apakah kalau begitu kita jangan membeli saham dengan volume kecil? Jika anda pemula sebaiknya jangan. Tapi saya pribadi ada koleksi satu saham yang volume transaksi hariannya bahkan lebih parah dari INDR ini. Tetapi saya sudah mengerjakan pekerjaan rumah saya untuk analisa bahwa saham ini memiliki kinerja yang baik dan market lagi menghargai murah saham tersebut.

Jadi jika anda mau beli saham yang volume transaksi kecil sebaiknya pastikan anda menyukai kinerja keuangan perusahaan tersebut. Jika anda bertujuan untuk trading maka sebaiknya hindari saham dengan volume transaksi yang terlalu kecil. Karena volume transaksi kecil itu berarti anda susah mencari orang yang mau beli saham anda.

Step 2 – Hindari saham dengan kepemilikan publik besar

Untuk hal ini saya jelaskan dengan hal simpel saja. Jika anda punya perusahaan yang begitu baik dan menguntungkan apakah anda rela menjual sebagian besar saham anda ke orang lain?

Kalau saya pribadi tentu saja akan menjawab tidak rela. Lalu apa yang terjadi jika sebuah saham sebagian besar sahamnya dimiliki oleh publik? Bisa jadi business owner tidak terlalu berminat lagi pada perusahaan tersebut. Pertanyaannya kenapa business owner tidak terlalu berminat lagi pada perusahaan tersebut? Hal ini patut menjadi pertanyaan bagi anda.

Untuk lebih jelas mengerti bagaimana kinerja pergerakan harga saham dengan kepemilikan publik besar bisa dibaca di tulisan saya yang lain yang membahas hal tersebut.

Baca juga: Pengaruh Kepemilikan publik terhadap pergerakan harga saham

Step 3 – Hindari saham yang harganya naik tidak rasional

Jika sebuah perusahaan labanya naik 20% di tahun ini tetapi harga sahamnya sudah naik 100% apakah ini menjadi rasional bagi anda? Bagi saya ini sudah tidak rasional, tinggal masalah waktu harga saham akan turun.

Jika sebuah perusahaan labanya turun bahkan rugi tetapi harga sahamnya naik begitu tinggi apakah ini menjadi rasional bagi anda? Bagi saya ini GILA.

Satu – satunya faktor real yang bisa membuat harga saham anda dibeli lebih mahal hanyalah ada orang yang mau membayar saham anda dengan harga lebih mahal dari harga beli anda.

Akan ada satu titik orang yang ikutan euforia beli karena kenaikan harga akan tersadarkan bahwa kenaikan harga saham perusahaan tersebut sudah tidak rasional lagi. Jika harga saham sudah naik terlalu tinggi maka hanya tinggal masalah waktu untuk harga saham tersebut turun.

Kesimpulan

Saya tidak bisa memberikan kepada anda list saham gorengan karena dua hal:

  • Saya percaya semua saham itu ada market mover yang bisa menggerakan harga saham tersebut. Jika saham yang harganya dikendalikan market mover adalah saham gorengan maka semua saham adalah saham gorengan jika mengacu kepada pengertian itu. Saya pribadi tidak setuju dengan terminologi saham gorengan. Saya lebih suka dengan sebutan saham yang harganya tidak rasional.
  • Selalu akan muncul saham-saham baru dengan kriteria “gorengan” versi market. Kita tidak bisa menghindari hal tersebut. Jadi dibandingkan saya berikan list saham apa saja yang berbahaya lebih baik saya berikan 3 langkah diatas untuk mengurangi risiko anda terkena saham berbahaya tersebut.

Saran saya pribadi agar anda lebih aman berinvestasi pilihlah saham karena anda menyukai kinerja keuangannya. Saya setuju dengan konsep saham akan naik jika ada market mover yang menggerakan harga sahamnya naik. Banyak hal yang bisa dijadikan alasan kenapa pelaku market mau membeli saham tersebut dengan harga lebih mahal.

Tapi satu – satunya alasan logis bagi saya adalah perusahaan tersebut memiliki kinerja bagus dan sedang dihargai murah oleh market. Jika sudah seperti itu, maka tinggal tunggu market mover menaikan saham tersebut yang kita tidak tahu kapan itu terjadi.

Tapi tentu lebih mudah mempengaruhi orang lain mau membeli saham dengan harga lebih mahal jika perusahaan itu memiliki kinerja bagus dibandingkan karena sekedar alasan spekulasi saja.

Itu kenapa saya suka dengan pendekatan value investing. Jika anda tertarik belajar tentang value investing silahkan baca kumpulan artikel yang sudah saya persiapkan step by step untuk anda belajar tentang value investing. Semuanya bisa dibaca gratis dan lengkap.

Baca juga : Rangkuman Belajar Value Investing untuk Investor Pemula

 

- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Teknik Trading Sideways Untuk Menurunkan Average Price Dengan Dana Terbatas

Teknik apapun yang digunakan dalam memilih saham tidak menjamin saham yang kita beli harganya pasti naik. Tidak jarang harga sahamnya terus turun setelah kita...

Cara Menghindari Membeli Saham Gorengan

Ada sebuah pertanyaan yang menurut saya bagus, yaitu bagaimana mengetahui sebuah saham adalah saham gorengan atau bukan. Apakah saham gorengan berarti saham yang memiliki bandar...

Tips Terbaik Investasi – Baru Beli Sudah Untung

"Tips investasi terbaik tersebut dirangkum dalam satu kalimat sederhana yaitu "Baru beli sudah untung" Sang pembicara mengajarkan bahwa banyak orang yang sulit membedakan antara investasi...

Rangkuman Belajar Value Investing Untuk Investor Saham Pemula

Cukup banyak pertanyaan yang masuk tentang bagaimana cara melakukan analisa laporan keuangan. Sebenarnya ini adalah topik paling awal yang saya tulis. Tetapi karena tanpa...

Related articles

1 Comment

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here