https://invol.co/aff_m?offer_id=579&aff_id=120964&url=http%3A%2F%2Fwww.dentaldepartures.com&source=campaign

Belajar Investasi dari David Dreman – The Great Contrarian



David Dreman adalah salah satu investor yang memiliki pengaruh didalam gaya berinvestasi saya. Sebelumnya saya tidak mengenal apa itu contrarian, sehingga keyword “contrarian” ini yang membuat perjumpaan saya dengan buku karangan dari David Dreman. Yang akhirnya memberikan salah satu pengaruh dalam cara saya memilih saham untuk berinvestasi selain Benjamin Graham.

Latar Belakang David Dreman

David Dreman adalah seorang putra dari chief trader dari perusahaan perdagangan komoditas besar di Canada. Lahir di tahun 1936, David Dreman sudah sering menemani ayahnya ke lantai bursa sejak kecil. Disana dia melihat bagaimana aktifnya para trader melakukan transaksi.

Setelah lulus kuliah, David Dreman bekerja di perusahaan ayahnya bekerja. Di tahun 1977, David Dreman membuka perusahaan sendiri dan dia terkenal karena keberhasilannya berinvestasi pada perusahaan yang tidak dilirik oleh investor lain.

Sebagai contoh pada tahun 2000, ketika banyak investor exit dari saham Altria (yang akhirnya menjadi Philip Morris) karena masalah hukum besar, dia malah membeli saham perusahaan ini. Hal ini menjadi bahan kritikan banyak orang atas keputusan kontroversial yang dilakukan oleh David Dreman. Pada akhirnya David Dreman mendapatkan keuntungan besar atas investasi ini.

David Dreman terkenal di wall street sebagai Guru Psikologi di bursa saham. David Dreman mengatakan bahwa strategi contrarian yang dia gunakan adalah cara simpel yang dapat mengalahkan market. Tetapi strategi ini sulit diikuti oleh market, ini disebabkan karena kebanyakan investor terlalu overreacted terhadap situasi market. Jika harga saham perusahaan jatuh dalam, maka akan muncul berita negatif dan orang menjadi takut membelinya. Ketika harga saham naik tinggi maka akan muncul berita positif dan orang menjadi rakus untuk membelinya.

Seorang contrarian adalah orang yang bisa mengambil peluang dari reaksi market yang sering berlebihan ini. Ini adalah strategi mudah untuk mengalahkan market.

Salah satu poin yang diingat, David Dreman bukan seorang trader. Dia selalu berencana holding period 2-3 tahun dan bahkan berpendapat 8 tahun adalah waktu holding period yang menghasilkan return terbaik.

David Dreman berpendapat krisis adalah waktu terbaik untuk berinvestasi, karena ketika saat itu terjadi orang sudah lupa berapa nilai dari saham mereka. Yang penting adalah mereka masih mendapatkan uang kas dibandingkan saham mereka menjadi tidak bernilai. Ketika market kehilangan akal sehat ini akan mejadi peluang emas bagi seorang contrarian.

Strategi Investasi David Dreman

- Advertisement -

David Dreman memiliki 3 kriteria, yaitu kriteria contrarian, kriteria ukuran perusahaan dan kriteria laporan keuangan. Untuk kriteria contrarian harus minimal 2 kriteria yang terpenuhi maka akan masuk kedalam pemilihan saham dia.

Kriteria Contrarian (Minimal 2 harus terpenuhi)

Parameter 1 – Low P/E Ratio

David Dreman melakukan riset dari tahun 1970 – 1996, saham dengan P/E ratio 20% terendah di market akan memberikan average return 19%, dimana return market saat itu 15.1% dan return perusahaan dengan high P/E ratio cuma sekitar 12.3%.

  • P/E Ratio 20% terendah di market –> PASS
  • P/E Ratio bukan 20% terendah di market –> FAIL

Parameter 2 –  Low Price-Cash Flow Ratio

Dari riset yang dilakukan oleh David Dreman, saham dengan P/CF ratio 20% terendah di market memberikan average return 18% dimana return market saat itu 15.1%.

  • P/CF ratio 20% terendah di market –> PASS
  • P/CF ratio bukan 20% terendah di market –> FAIL

Parameter 3 – Low PBV Ratio

Dari riset yang dilakukan David Dreman, saham dengan Low PBV ratio 20% terendah di market memberikan average return 18.8% dimana return market saat itu 15.1%.

  • P/BV ratio 20% terendah di market –> PASS
  • P/BV ratio bukan 20% terendah di market –> FAIL

Parameter 4 – Low Price Dividen Ratio

Dari riset yang dilakukan David Dreman, saham dengan Low Price Dividen ratio 20% terendah di market memberikan average return 16.1% dimana return market saat itu 15.1%.

  • P/Dividen ratio 20% terendah di market –> PASS
  • P/Dividen ratio bukan 20% terendah di market –> FAIL

Kriteria Ukuran (Wajib Terpenuhi)

Parameter 5 – Berinvestasi Pada Perusahaan Besar

David Dreman percaya, perusahaan yang dikenal baik dengan publik akan mendapatkan perhatian market. Sehingga dia membatasi hanya berinvestasi pada 1500 perusahaan dengan market cap terbesar dimana nilai market cap minimal  1.87 miliar usd. (nilai fluktuatif tergantung tahun, dan sayangnya di buku tidak dituliskan angka tersebut disebutkan di tahun berapa.

  • 1500 perusahaan dengan market cap terbesar di bursa –> PASS
  • Bukan 1500 perusahaan dengan market cap terbesar di bursa –> FAIL

Parameter 6 – EPS Growth Bertumbuh

Perusahaan murah, tetapi EPS bertumbuh tentu menjadi sebuah hal yang menyenangkan. Percayalah market itu sering tidak rasional, perusahaan tambah untung tapi harga sahamnya dijual tambah murah itu selalu bisa ditemukan.

  • EPS quarter tahun ini > EPS quarter tahun lalu –> PASS
  • EPS quarter tahun ini <= EPS quarter tahun lalu –> FAIL

Kriteria Laporan Keuangan (Wajib Terpenuhi)

Untuk kriteria laporan keuangan, saya rasa dia menggunakan kriteria yang umum digunakan. Dimana tujuannya memastikan perusahaan memilki ratio hutang yang aman dan bisa menghasilkan profitabilitas yang bagus.

Parameter 7 – Current Ratio yang Baik

  • Current Ratio > current ratio industry atau currrent ratio >2 –> PASS
  • Current Ratio <= current ratio industry atau current ratio <=2 –> FAIL

Parameter 8 – Dividen Payout Ratio yang Kecil

Perasaan saya sama seperti anda, saya berharap saya salah baca. Tapi setelah saya ulang 3 kali membaca, saya yakin saya tidak salah membaca. Sebagai investor tentu kita senang jika perusahaan memberikan dividen payout ratio yang besar, tetapi David Dreman memiliki pendapat yang berbeda.

David Dreman berpendapat, sebaiknya membeli saham dengan dividen payout ratio dibawah rata-rata dividen payout ratio perusahaan tersebut dalam 5 tahun terakhir. Karena ini berarti akan ada ruang yang lebih besar perusahaan ini akan memiliki peningkatan dividen yang bagus setelah kita membeli sahamnya. Sebuah pemikiran yang brilian, kenapa saya tidak kepikiran dengan hal ini sebelumnya.

  • < average historical dividen payout ratio 5 tahun terakhir –> PASS
  • >= average historical dividen payout ratio 5 tahun terakhir –> FAIL

Parameter 9 – Return of Equity yang Baik

Parameter pemilihan saham yang teramat sadis. Kriteria ini yang menurut saya paling berat.

  • 1/3 ROE tertinggi di bursa –> PASS
  • ROE > 27% –> PASS
  • Bukan 1/3 ROE tertinggi di bursa atau ROE <=27% –> FAIL

Parameter 10 – Profit Margin atau EBIT yang Baik

  • Profit Margin >22% –> PASS
  • Profit Margin <=22% –> FAIL
  • EBIT >8% –> PASS
  • EBIT <=9% –> FAIL

Parameter 11 – Dividen Yield yang Baik

  • >+1% dari rata-rata dividen bursa –> PASS
  • <=+1% dari rata-rata dividen bursa –> FAIL

Parameter 12 – DER yang Rendah

  • DER = 0 –> PASS
  • DER >0 & DER <0.2 –> PASS
  • DER <0 atau DER >=0.2 –> FAIL

Kesimpulan

Saya harus mencabut statement saya ketika membicarakan cara pemilihan saham Warren Buffet yang saya bilang kejam. Tampaknya cara pemilihan saham David Dreman jauh lebih kejam.

Ide tentang contrarian dari David Dreman menginspirasi saya, tetapi tentu saya tidak menggunakan semua parameter ini. Jika ada yang tahu cara saya memilih saham dan bilang kriteria pemilihan saya sadis. Saya jadi merasa malu sendiri, karena ternyata cara pemilihan saham saya masih terlalu baik hati.

Ide dari seorang contrarian adalah mencari saham perusahaan bagus dan market sedang menghargai salah. Kriteria contrarian yang saya gunakan secara pribadi ada tiga:

  • Kriteria 1 –> PER saat ini <= PER tertinggi 1 tahun terakhir.
  • Kriteria 2 –> PBV saat ini <= PBV tertinggi 1 tahun terakhir.

Kedua kriteria diatas adalah wajib bagi saya dalam memilih saham. Dan jika ketemu kriteria ketiga, maka semakin yakin saya untuk memlih saham tersebut.

  • Kriteria 3 –> EPS quarter tahun ini > EPS quarter tahun lalu
- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Perbedaan Normal Order, Automatic Order, GTC dan Order Booking Untuk Rebutan Saham

Kita memiliki berbagai pilihan cara membeil saham, yaitu normal order, automatic order, GTC (good till cancel) dan order booking untuk membeli saham. Banyak investor tahap...

Skill Memilih Transaksi Saham Investor Profesional

Skill memilih transaksi saham adalah sebuah skill yang harus dimiliki oleh setiap investor ataupun trader saham. Didalam investasi saham kita dihadapkan dua kemungkinan yaitu untung...

Belajar Investasi Saham dari Peter Lynch

Jika kamu mempercayakan 10.000 usd kepada Peter Lynch, maka 13 tahun kemudian uang tersebut menjadi 280.000 usd. Gambaran singkat ini mungkin sudah cukup menggambarkan...

Belajar Investasi Dari Warren Buffet

Warren Buffet seorang investor luar biasa hingga dijuluki penyihir dari Omaha. Bahkan dia sempat menjadi orang terkaya di dunia berkat keahliannya dalam berinvestasi. Tampaknya...

Related articles

2 Comments

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here