in

Bedah Laporan Keuangan ELSA (Elnusa)

Bedah Laporan Keuangan ELSA (Elnusa)

Sudah lama saya tidak buat bedah laporan keuangan, kali ini saya akan membuat bedah laporan keuangan salah satu perusahaan yang lagi hype dibahas yaitu ELSA (Elnusa).

Sejujurnya saya bukan orang yang mengerti akan industri oil and gas. Saya pertama kali memang sempat melihat ELSA ketika periode oil drop dibawah 25 USD. Tetapi sejujurnya saya tidak terlalu melihat kilau ELSA saat itu.

Sampai pada akhirnya saya dijelaskan oleh seorang senior kesalahan saya dalam melihat ELSA. Daripada kalian bingung apakah emiten ini bagus atau tidak. Jadi saya jabarkan lebih lanjut secara objektif plus minus emiten ini.

Karena saya lihat para pemain sudah ambil posisi, saya rasa harusnya saya cukup aman untuk membuat analisa laporan keuangan ELSA ini. Tetapi silahkan baca baik-baik statement ini kembali ya.

Apakah ELSA adalah Perusahaan Asset Play?

Dengan harga 424 rupiah maka ELSA memiliki market cap  sekitar 3 Triliun rupiah. Emiten ini memiliki saldo cash senilai 1.3 Triliun rupiah,  Asset Tetap senilai 1.8T dan properti investasi senilai 52M.

Tetapi disatu sisi, perusahaan ini memiliki total hutang senilai 3.9T. Jadi kalau kita bilang ELSA adalah perusahaan asset play, saya rasa ELSA bukan masuk kedalam kategori ini.

Analisa Profitabilitas ELSA

EPS Historical ELSA
EPS Historical ELSA

Sebelum tahun 2018, kita tidak melihat adanya pertumbuhan EPS yang stabil pada emiten ini. Tetapi jika kita lihat pada tahun 2017 ke 2019, ELSA memiliki pertumbuhan EPS yang cendrung stabil dengan average growth 20%.

Mari kita gunakan asumsi growth 15%, dengan menggunakan rumus perhitungan nilai wajar Benjamin Graham maka kita akan mendapatkan valuasi senilai 1050. Sehingga jika dengan MOS 50% maka kita akan mendapatkan harga wajar setelah MOS senilai 525.

Bagaimana cara hitung nilai wajarnya? silahkan cari artikel yang saya tulis untuk membahas nilai wajar menggunakan metode perhitungan yang digunakan Benjamin Graham.

Baca juga: Menghitung Nilai Wajar ala Benjamin Graham

Sehingga saat ini dengan harga 424 maka masih memiliki peluang sebesar 24% ke nilai wajar setelah margin of safety menurut perhitungan saya.

Historical Sales ELSA
Historical Sales ELSA

Sesuatu hal yang unik dari laba ELSA yang naik turun, sales ELSA meningkat secara konsisten dengan average growth 20% pertahun.

Analisa Profitabilitas ELSA
Analisa Profitabilitas ELSA

Jika kita lihat data profitabilitas ELSA tidaklah terlalu menggiurkan. Bahkan cendrung menurun trend profitabilitas dari ELSA ini. Tidak jelek tetapi sebenarnya tidak wah sampai bagaimana untuk emiten ini. Average gross profit 14%, Average Operating Profit 9% dan Average Net Profit 6%. Bukan sesuatu yang spesial bukan.

Dividend terakhir senilai 12.21 rupiah perlembar atau senilai 2.8% tidak jelek tapi tidak terlalu menggiurkan bukan?

Analisa Hutang ELSA

Untuk hal ini ELSA patut saya acungi jempol. Current Ratio 1.61, Quick Ratio 1.31 dan DER cuma 0.55 untuk sebuah perusahaan kontraktor oil and gas sungguh hal yang luar biasa bagi saya.

Saya rasa tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan dari sisi hutang perusahaan ELSA ini. Saya tidak perlu bahas lebih lanjut dengan berbagai istilah yang lebih rumit terkait analisa hutang perusahaan. Karena saya tidak sabar untuk membahas hal yang menarik.

Analisa Cashflow ELSA

Jangan pernah malas melakukan pengecekan analisa cashflow. Analisa cashflow akan menyelamatkan anda dari manipulasi laporan keuangan.

Analisa Cashflow ELSA
Analisa Cashflow ELSA

Kita sudah membahas bagaimana ELSA mengalami peningkatan laba dan sales khususnya 3 tahun terakhir. Hal ini berbanding lurus dengan peningkatan CFO (Cash Flow from Operations) dan juga FCF (Free Cash Flow).

Jadi saya rasa tidak ada problem didalam arus kas perusahaan dimana kedua parameter cashflow tersebut positif dan bertumbuh dengan meyakinkan.

Begitu juga dengan working capital yang terus bertumbuh dengan baik. Hal ini selaras dengan bagusnya ratio keuangan emiten ini. Dimana kemewahan cashflow yang ada di ELSA tidak dimiliki oleh RAJA ataupun WOWS yang bidang usaha menyerupai ELSA.

Always Use Common Sense Didalam Analisa Laporan Keuangan

Apakah anda merasa mendapatkan hal yang menarik terkait analisa laporan keuangan ELSA diatas? Ketika menemukan emiten ini di awal maret, sebenarnya saya sudah melihat ELSA ini bagus tapi saya tidak ada ketertarikan berlebih.

Semuanya bagus tetapi tidaklah terlalu menggoda saya. Masih banyak emiten lain yang lebih menggoda saya saat itu. Tetapi disinilah letak kesalahan yang saya lakukan. Saya terlalu terpaku pada angka-angka didalam laporan keuangan. Hal ini membuat saya luput memperhatikan hal yang belum muncul didalam laporan keuangan.

Seorang value investor senior memberikan nasihat kepada saya untuk tidak melihat laporan keuangan cuma berdasarkan angka diatas laporan keuangan. Kita harus bisa menerjemahkan laporan keuangan lebih jauh lagi dari sekedar angka-angka diatas kertas. Saya harus akui bahwa disitu adalah salah satu kelemahan didalam analisa laporan keuangan saya selama ini.

Sub judul tulisan ini yaitu selalu menggunakan common sense adalah nasihat yang diberikan kepada saya. Mari saya jelaskan apa harta karun yang menarik di ELSA, sehingga banyak sekali influencer ramai membicarakan emiten ini. Mungkin setelah sibuk menjadi selebritas media, sang ahli saham yang terkenal juga akan mulai membahas emiten ini di minggu depan.

Mari kita pergi ke website kementerian ESDM Republik Indonesia. Pada tanggal 24 October 2020, mereka mengeluarkan pengumuman “9 stimulus package offered to Maintain Oil and Gas Investment.

9 Stimulus Packages Offered to Maintain Oil and Gas Investment
9 Stimulus Packages Offered to Maintain Oil and Gas Investment

Pada awal desember 2020, berbagai media sebenarnya sudah mengumumkan informasi stimulus ini di pemberitaan. Tetapi karena saya tidak memperhatikan emiten ini maka sejujurnya saya luput.

Pemerintah Luncurkan 9 Paket Stimulus Investasi Hulu Migas
Pemerintah Luncurkan 9 Paket Stimulus Investasi Hulu Migas

Apakah kebijakan stimulus ini memang menarik untuk ELSA? mari kita bahas dengan bahasa awam

Yuk Bahas 9 Stimulus Fiskal Migas

Kebijakan pertama : Penundaan pencadangan biaya kegiatan pascaoperasi untuk tahun ini.

Kegiatan pascaoperasi atau yang dikenal sebagai abandonment and site restoration (ASR) adalah kegiatan penutupan sumur secara permanen, penghentian pengoperasian dan menghilangkan kemampuan Fasilitas Produksi dan fasilitas penunjang untuk dapat dioperasikan kembali termasuk Pembongkarannya secara permanen, serta melakukan pemulihan lingkungan di WK pada Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

Katanya gak ngerti industri oil and gas tapi kok bisa jelasin detail seperti itu? jawabannya adalah googling dan anda akan dibawa ke dokumen SKK Migas yang menerangkan hal tersebut.

Tapi penjelasan dari SKK Migas mungkin terlalu formal untuk mudah dimengerti, jadi mari saya jelaskan dengan istilah yang lebih umum. Saya belum ada pengalaman di industri migas, jadi saya membayangkan proses road maintenance di industri batu bara.

Jadi proses eksplorasi migas tentu akan membuat sedikit kerusakan pada lingkungan. Setelah proyek eksplorasi migas selesai, maka perlu ada tanggung jawab perbaikan lingkungan yang dirusak. Perusahaan perlu melakukan pencadangan biaya perbaikan itu setiap periode agar laporan keuangan tidak fluktuatif sekali ketika mereka secara aktual melakukan perbaikan.

Bagi teman-teman accounting mungkin akan berpikir ini semacam provision? ya betul ini semacam biaya provisi (pencadangan biaya).

Beban Akrual ELSA
Beban Akrual ELSA

Sayangnya saya tidak bisa menemukan berapa besaran biaya pencadangan tersebut. Logika saya harusnya masuk kedalam kelompok beban akrual – beban proyek. Dimana pada tahun 2019 bernilai 327 Miliar Rupiah. Tapi tentu saja angka akrual beban proyek ini tidak semuanya untuk aktifitas ASR tersebut. Tetapi andaikata itu cuma 10%, tetap merupakan sebuah biaya yang lumayan besar untuk “dihemat” dalam tahun ini.

Jika beban akrual ini dihemat maka tentu akan membantu untuk meningkatkan laba. Tapi kan itu penundaan bukan penghapusan, berarti nanti akan bayar juga donk? Betul sekali. Tapi perlu diingat, mayoritas investor kita cuma suka lihat angka akhirnya saja tanpa cek lebih lanjut.

Ketika melihat peningkatan laba maka akan ada peningkatan harapan. Peningkatan harapan maka akan …..  silahkan lanjutkan sendiri kalimat tersebut.

Kebijakan kedua : penundaan atau penghapusan pajak pertambahan nilai (PPN) gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) melalui penerbitan revisi PP No. 81/2015 tentang Impor dan/atau Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu yang Bersifat Strategis yang Dibebaskan dari Pengenaan PPN.

Wah ngaco nih penulis kalau bilang ELSA diuntungkan dari stimulus ini. Penulis pasti ketipu, ELSA ini kontraktor bukan jualan migas coy.

Betul sekali ELSA adalah kontraktor. Kebijakan penundaan atau penghapusan PPN maka tentu saja membuat pedagang minyak yang disebutkan tadi bernafsu menambah produksi minyak dan gas. Logikanya begitu betul?

Jika begitu tentu saja mereka membutuhkan jasa kontraktor untuk membantunya. Artinya kebijakan ini akan membantu juga untuk meningkatkan angka penjualan ELSA.

Kebijakan ketiga : stimulus berupa penghapusan biaya sewa untuk barang milik negara (BMN) hulu migas yang telah didiskusikan oleh Ditjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan.

Sekali lagi saya bukan orang migas, sehingga saya kurang mengerti apa itu barang milik negara yang dimaksud.

Barang Milik Negara Industri Migas
Barang Milik Negara Industri Migas

Tetapi sebuah asset senilai 497 Triliun rupiah jika disewakan tentu bukan sebuah biaya yang murah. Jika biaya ini dihemat maka tentu merupakan hal baik untuk profitabilitas dari sang perusahaan.

Kebijakan Keempat : stimulus berupa penjualan gas dengan harga diskon untuk semua skema di atas take or pay (TOP) dan DCQ.

DCQ atau Daily Contract Quantity adalah batas minimum pengambilan produk oil and gas. Artinya pembeli boleh membeli lebih sedikit. Tentu saja itu meringankan pihak pembeli dan juga meringankan pihak penjual untuk melakukan penjualan produk oil and gas.

Memperingan proses penjualan maka harapannya tentu meningkatkan volume penjualan. Peningkatan volume penjualan berarti peningkatan kapasitas produksi. Peningkatan kapasitas produksi sama dengan peningkatan pendapatan bagi ELSA.

Kebijakan Kelima : pemerintah menggelontorkan stimulus melalui pemberian insentif untuk batas waktu tertentu seperti depresiasi dipercepat, perubahan split sementara, DMO full price.

Biasanya untuk DMO (domestic market obligation) harga dibatasi untuk diberikan diskon sekian persen. Full price berarti peningkatan harga jual yang diperbolehkan.

Harga jual meningkat maka nafsu jual meningkat. Nafsu jual meningkat maka berarti peningkatan volume produksi. Peningkatan volume produksi maka peningkatan pendapatan bagi ELSA.

Kebijakan Keenam : tax holiday untuk pajak penghasilan di semua wilayah kerja migas.

Kebijakan Ketujuh : penundaan atau pengurangan hingga 100 persen pajak tidak langsung.

Siapa tidak suka pajak jika dikurangi. Pajak dikurangi maka semangat untuk dapat uang lebih banyak. Dapat uang lebih banyak berarti jual lebih banyak. Jual lebih banyak berarti kapasitas produksi meningkat. Kapasitas produksi meningkat berarti meningkatnya pendapatan ELSA.

Kebijakan Kedelapan : penghapusan biaya pemanfaatan Kilang LNG Badak sebesar US$0,22/MMBTU.

Ya ampun, adanya penghapusan penggunaan kilang minyak. Gimana orang ga nafsu produksi kalau biaya penyimpanannya begitu. Wait saya copy paste kalimat yang selalu saya ulang.

Biaya berkurang maka nafsu produksi meningkat. Nafsu jual meningkat maka berarti peningkatan volume produksi. Peningkatan volume produksi maka peningkatan pendapatan bagi ELSA.

Kebijakan Kesembilan : stimulus berupa dukungan dari kementerian yang membina industri pendukung hulu migas (industri baja, rig, jasa, dan servis) terhadap pembahasan pajak bagi usaha penunjang kegiatan hulu migas.

Saya tidak terlalu mengerti stimulus kesembilan. Tetapi tampaknya pemerintah mau membantu untuk penerimaan produk oil and gas ke market. Alias bantu untuk memasarkan.

Sudah ya saya tidak perlu copy paste lagi kalimat yang saya ulang-ulang terus.

Kebijakan Stimulus Luar Biasa Nikmat + Perusahaan Sehat = MAKNYUS

Jika hanya melihat angka diatas kertas, sejujurnya saya rasa banyak emiten lain yang lebih menarik dari ELSA saat ini. Itu kenapa saya kelewatan membeli banyak di harga murah sekali di tahun ini.

Kenapa saya bilang kelewatan membeli banya? Sebenarnya saya di akun stockbit ada beli saham ini iseng habisin uang dividen yang sangat kecil dari dividen yang saya dapatkan di total investasi senilai 3 juta (saldo minimum stockbit) di harga 200.

Kemarin saya ada iseng godain temen trader (teman main ketika kuliah) yang sebenarnya saya sudah ajak (tentu saja setelah saya beli). Cuma mindset dia yang masih belum mengerti market secara clear membuat dia melewatkan kesempatan emas yang jelas-jelas sudah saya jelaskan via chat kepada dia.

ELSA Bagger. wkwkwk
ELSA Bagger. wkwkwk

Pancingan yang dengan jurus nutup total lot, dan nilai transaksi alias hanya tunjukin persentase profit saja membuat dia cukup terpantik suhunya. Padahal seperti yang banyak orang tahu, stockbit saya cuma untuk akun minimum saja.

Makanya hati-hati kalau ada orang yang pamer porto, bisa jadi mereka iseng seperti saya ke temen trader saya tersebut. Ada baiknya anda baca tulisan saya kemaren tentang influencer saham di stockbit yang menjelaskan hal tersebut.

Sebenarnya hasil menggoda teman saya tersebut yang membuat inspirasi untuk menulis tulisan kemarin.

Apakah Saya Membeli ELSA?

Tapi saya sejujurnya memang membeli saham ELSA di akun mirae (akun yang serius). Saya pertama kali mengecek ELSA lagi di harga 320 dan terus melakukan average up hingga terus membeli di kisaran 370.

Jadi tentu saja, ketika saya menuliskan analisa ini saya pasti sudah membeli saham ELSA terlebih dahulu. Jangan pernah percaya dengan orang yang memberikan rekomendasi kepada anda bahwa dia akan membeli bersama anda. Saya jamin tidak ada influencer sebodoh itu.

Lalu kenapa saya membeli saham ELSA ini? Karena tanpa perlu melihat berbagai stimulus tersebut saja saya mendapati nilai wajar setelah MOS 50% di harga 525. Artinya pembelian awal saya di 320 masih memiliki selisih 64% dari target nilai wajar setelah MOS 50%. Bukan hal yang biasa saya ambil, tapi bukan hal jelek juga bukan.

Dengan melihat siapa saja yang meramaikan saham ini baik dari broker summary ataupun dari tokoh-tokoh influencer yang terlihat bergerak serentak bersamaan mempromosikan saham ini di sosial media mereka. Membuat saya cukup yakin untuk sekedar nilai wajar tersebut akan lewat.

Target berapa Taking profit? Anggaplah saya akan menyalakan trailing stop -10% ketika sudah di harga 600. Setelah itu biarkan market yang menentukan harga jual saya. Berapapun endingnya yang saya dapatkan setelah itu maka saya ikhlas.

Barang Bagus Jadi Barang Busuk Jika Salah Mindset

Ada seorang follower yang saya rasa lagi mendalami analisa teknikal. Saya mengagumi semangat belajarnya sebenarnya, itu membuat hati saya tergerak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dia.

Saya rasa saya sudah berusaha untuk membuat dia merubah mindset dia menjadi investor jangka panjang atau setidaknya mulai mencoba investasi jangka panjang.

Singkat cerita, dia ada belajar membuat analisa fundamental dan menemukan ELSA menarik. Karena topiknya lagi membahas analisa fundamental, maka saya mengucapkan selamat anda berhasil menemukan emiten yang bagus.

Seingat saya harusnya dia masih mendapatkan harga dibawah 380 saat itu. Beberapa hari kemudian dengan adanya fluktuasi market dia mengambil keputusan untuk cut loss. Kemudian dia mengabari saya, bahwa dia mengambil keputusan cut loss di ELSA.

Hanya berapa hari berselang, semua orang membicarakan ELSA. Saham ELSA akhirnya menembus angka resistance. Semua orang ramai membicarakan ELSA breakout.

Sungguh sangat disayangkan dia melepaskan saham ini. Saham yang saya sebenarnya ada jelaskan potensi seberapa bagusnya emiten ini kepada dia.

Kesimpulan

Jadi jika pembaca tulisan ini membaca dan mau mengambil keputusan untuk trading jangka pendek maka tulisan ini tidak cocok untuk anda. Sebagus-bagusnya perusahaan tersebut, tidak ada yang bisa menebak apa yang terjadi dalam jangka pendek.

Saham ini bagus bukan untuk jangka pendek, bisa saja sentimen market besok hari gak bagus dan harga saham ELSA turun dibawah 400. Itu tentu saja bisa terjadi, tidak ada yang bisa menghalangi kegilaan bursa ketika pesimis. (Sejujurnya itu yang saya harapkan).

Kenapa saya akan memasang trailing stop nantinya ketika harga sudah mencapai 600? Karena saya juga tidak tahu bagaimana kegilaan market ketika terlalu optimis.

Jadi sebagai kesimpulan, saya rasa ELSA adalah saham yang menarik. Perusahaan sehat dan tanpa stimulus pun sebenarnya masih undervalue. Stimulus pemerintah yang luar biasa asoy ini tentu saja akan mempercantik laporan keuangan emiten ini. Mungkin kalau ada tambahan berita positif seperti projek besar market akan lebih menggila lagi nantinya.

Tapi at the end, ini saham bukan hasil temuan saya. Saya pribadi mendapatkan insight dan pemahaman lebih baik lagi tentang emiten ini dari seorang senior yang sudah kumpulkan barang ini dari harga yang sama dengan harga saham 4 lot saya. Perbedaannya dia sadar emiten ini menarik dan saya tidak sadar saja.

Saya hanya seorang ceroboh yang melewatkan emiten bagus ini karena terlalu terpaku pada angka-angka diatas kertas sehingga ketika momen bagus saya hanya punya 4 lot untuk main-main beli buat abisin uang dividen di rekening kecil saya. (bahkan sejujurnya saya lupa punya 4 lot itu).

Tapi tentu saja saat ini saya tidak cuma memiliki 4 lot saja di akun saya. Jadi buat yang kemarin tanya ELSA bagus atau gak baik di IG ataupun stockbit. Saya dah lunasin hutang ya. Ini tanggapan saya untuk ELSA.

Selalu ingat sebelum beli saham Do Your Own Research (DYOR) first.

Follow me on:

What do you think?

Written by Thowilz

Saya adalah seorang value investor yang memiliki passion untuk mengajarkan teknik value investing kepada investor lainnya. Anda dapat membaca tulisan saya di stockbit (@thowilz), instagram, dan social media investorsaham.id lainnya.

Comments

Leave a Reply
  1. Have you ever thought about adding a little bit more than just your articles?
    I mean, what you say is fundamental and all. However imagine if you added some great images or videos to
    give your posts more, “pop”! Your content is excellent but with images and clips,
    this blog could definitely be one of the most beneficial in its field.
    Terrific blog! https://buszcentrum.com/nolvadex.htm

3 Pings & Trackbacks

  1. Pingback:

  2. Pingback:

  3. Pingback:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0