Bedah Laporan Keuangan BNII Tahun 2019

Bedah Laporan Keuangan BNII

Bedah laporan keuangan BNII diposting pada tanggal 13 December 2019 di forum stockbit.

Link : https://stockbit.com/post/3302677

Analisa Valuasi

  • Rata – rata EPS Growth 10 tahun: 418% (tapi ini lebih dikarenakan kenaikan secara persentase yang signifikan dari EPS 2009 ke 2010 yang sebesar 4096%) walaupun secara nilai rupiah tidak terlalu besar, maka seperti biasa saya akan menggunakan EPS Growth 15%.
  • Valuasi saham di 697
  • Nilai wajar perusahaan setelah Margin of Safety sebesar 348.

Analisa Profitabilitas

  • ROA 2018 : 1,24%
  • ROE 2018 : 8,88%
  • Gross Margin :45,23%
  • Operating Margin : 20,51%
  • Net Profit margin : 15,29%

Summary: Walaupun tidak istimewa, tapi perusahaan ini memiliki kemampuan profitabilitas cukup baik.

Analisa Hutang

  • Current Ratio : 0,97 (sedikit dibawah toleransi, yaitu >1).
  • DER : 6,08 (Ratio hutang yang sangat besar walaupun untuk industri perbankan, dimana biasanya di kisaran 4-5X).

Summary: Walaupun tidak sampai parah, tapi perusahaan ini memilki analisa hutang yang kurang memenuhi standard saya.

Analisa Cashflow

  • Working Capital = -5,2 triliun rupiah.
  • Operating Cashflow = -7,3 triliun rupiah.
    Kategori : Danger
    Analisa cashflow ini yang membuat saya fixed tidak akan melirik saham ini sebagai bagian portfolio saya.

Summary: Hasil dari analisa cashflow ini yang paling membuat saya khawatir. Working capital dan operating cashflow negatif ini masuk kedalam kategori danger. Dan dari analisa cashflow ini, sudah membuat saya mengambilkan keputusan untuk tidak berinvestasi di bank ini.

Analisa dividen

  • Rata2 Dividen 10 tahun : 0,66%
  • Dividen Terakhir : 3,5%
  • Dividen payment Streak : 3 tahun

Summary: Tidak jelek tapi tidak bagus juga.

Analisa Ratio Perbankan

  • Net interest Margin : 5,24% (cukup jauh dibanding BBRI yang jadi juara di ratio ini dengan nilai sebesar 8,51%).
  • CAR : 19,04% (masih kalah cukup jauh dibanding BBCA yang jadi juara di ratio ini dengan nilai sebesar 23,4%).
  • NPL : 2,59% (masih jauh dibanding BBCA yang cuma 0,6%)

NB:

  • Net Interest margin = Selisih bunga yang dia diberikan sebagai pinjaman dengan bunga yang dia pinjam –> Semakin besar semakin baik
  • CAR : Total Equity / Total Asset * 100% (Syarat dari BI harus diatas 8%)
  • NPL : Besaran utang gagal bayar oleh nasabah (syarat BI harus dibawah 5%)

Summary: Analisa ratio perbankan perusahaan ini masih terbilang baik karena memiliki selisih cukup jauh jika dibandingkan dengan batas bawah yang diperbolehkan Bank Indonesia.

Jika tertarik untuk mengetahui ratio hutang dan analisa ratio perbankan maka bisa membaca postingan saya yang berjudul “Analisa Efek DER Terhadap Harga Saham”

Baca juga : Analisa Efek DER Terhadap Harga Saham.

adsense

Kesimpulan Bedah Laporan Keuangan BNII

- Advertisement -

1. Secara valuasi perusahaan ini terbilang masih murah.
2. Saya tidak suka dengan perusahaan yang cashflow operation minus. Ini salah satu parameter paling penting untuk saya. Ditambah angka minusnya terbilang besar.
3. Secara ratio perbankan sebenarnya tidak jelek, tapi NPL 2,59% cukuplah besar, sehingga keliatannya bank ini sedikit kurang efektif dalam memberikan kredit ke nasabahnya.
4. Dividen biasa saja, tidak jelek dan tidak sampai menggiurkan sekali.
Rekomendasi: Walau dibawah nilai wajar tampaknya saya belum tertarik untuk membeli saham BNII ini, dengan alasan utama cashflow yang terlihat kurang baik. Cashflow yang baik adalah salah satu parameter yang paling penting bagi saya. Jadi saya belum bisa merekomendasikan untuk berinvestasi di saham ini.

- Advertisement -

Follow Us:

Support us:

Latest articles

Belajar Seasonality Saham Cyclical (Studi Kasus TBLA)

Pada tulisan kali ini saya mau membahas tentang seasonality pada saham cyclical sekaligus mengucapkan perpisahan pada TBLA. Seperti yang mungkin kalian tahu, TBLA adalah salah...

Bedah Laporan Keuangan ELSA (Elnusa)

Sudah lama saya tidak buat bedah laporan keuangan, kali ini saya akan membuat bedah laporan keuangan salah satu perusahaan yang lagi hype dibahas yaitu...

Catatan Untuk Influencer Saham

Akhir - akhir ini marak sekali influencer saham bermunculan. Baik dari investor pemula yang baru seumur jagung di pasar modal, pemuka agama, selebritas, dan...

Time is Not Money – Seminar CMSE Lo Kheng Hong

Time is Not Money adalah sebuah statement yang dilontarkan oleh Lo Kheng Hong dalam seminar CMSE (Capital Market Summit & Expo). Lo Kheng Hong ada...

Related articles

1 Comment

  1. Operational Cashflow emiten perbankan setau saya dibagi menjadi 2 gan :
    1. Arus kas dari aktivitas operasi —> semakin positif angkanya semakin bagus. Jika angkanya negatif berarti penerimaan bunga tidak selalu jika angkanya negatif berarti buruk, arus kas yang negatif menunjukan adanya ekspansi usaha dengan meningkatnya pinjaman nasabah. Oleh karena itu angkanya bisa semakin negatif jika banyak pinjaman.
    Jadi analisa operational cashflow perbankan emang beda dengan emiten lainnya gan. Itu setau saya

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here